Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)

Erick berada di kamarnya, berhadapan dengan panel holografi berwarna biru mengambang yang cuma bisa dilihat oleh dirinya seorang. Dia mengakses fitur baru milik System, Map-GPS. Panel itu memuat peta, tidak, lebih tepatnya disebut sebuah denah. Tentu saja denah the Gold Apartement.

"Fian!" seru Erick.

Denah digital itu memunculkan dua titik marah, tak lama kemudian menyambung. Garis merah itu pendek, menandakan apartemen milik Erick dan Fian sangat dekat. Cuma terpaut satu lantai di atasnya.

Erick lantas memerhatikan apartemen milik Fian, dia men-zoom denahnya, fokus di sana. Erick selanjutnya fokus menghafal tata letak seluruh ruangan.

"Ini adalah pembalasan, System. Dia sudah menghina keluargaku!" ucap Erick. Dia sudah menghapal tata ruang di apartemen milik Fian.

[Master ingin memata-matai Fian]

[Saya sarankan agar Master membeli kamera ini]

"Kamera macam apa?" tanya Erick penasaran.

[Mosquito]

[Robot mini menyerupai nyamuk yang digunakan untuk kegiatan pengawasan dan penyusupan]

[Master bisa menganggapnya sebagai drone]

"Kau menawari ... lalu, berapa harganya? Itu harus sesuai dengan kantong poinku, System. Jika tidak ... percuma kau menawarkannya."

[Master tenang saja. Semenjak saya mendapatkan upgrade. Item-item yang ada di shop, harganya mengalami penurunan]

"Hmm ... okay. Berapa harga robot nyamuk itu?"

[14.000 poin. Diskon 50%]

"Poin yang baru kudapatkan dari susah payah memperbaiki laptop Ariel, langsung melayang. Huh, tapi tak apa-apa." ucap Erick sebenarnya berat untuk menggelontorkan poinnya guna membeli robot nyamuk itu. Tapi, pada akhirnya dia berlapang dada untuk merelakan poinnya. Jika ditukar ke mata uang rupiah, maka Erick telah menghamburkan uang 140 juta. Jumlahnya lumayan besar jika untuk Erick yang sekarang.

"System beli robot itu!"

[Baik. Melakukan transaksi poin]

[Pembelian berhasil]

"Hmm ... jadi, mana robot itu?" tanya Erick kebingungan, barang pesanannya tak kunjung menampakkan wujud.

[Tambahan, Master. Anda bisa menggunakan panel System sebagai ganti monitor]

Erick agak terkejut dengan notifikasi itu. Lalu, panel yang sebelumnya memuat denah ruang apartemennya Ariel mendadak berubah. Panel itu berubah menjadi monitor yang penuh dengan rekaman CCTV. Ada beberapa rekaman dari berbagai sudut. Seluruhnya menampilkan Erick yang tengah duduk di atas ranjangnya.

"Bagaimana cara mengontrolnya? Apa tidak ada suatu alat yang berfungsi sebagai pengendali?"

[Remote control-nya adalah pikiran Master. Anda bebas mengendalikan via pikiran. Cukup dibayangkan saja, Master]

Erick lantas mencoba mengendalikan robot-robot nyamuk yang terbang di sekitarnya. Karena ukurannya yang kecil, Erick susah menemukan keberadaan pasti dari robot-robot itu. Yang menjadi petunjuk cuma monitor holografi di hadapannya. Jika rekamannya berganti sudut sesuai dengan pikiran Erick, maka itu berhasil.

"Ada 6 robot. Jumlah yang lumayan banyak." ucap Erick mengangguk puas. Robot-robot nyamuk itu bergerak sesuai kehendaknya.

Erick memfokuskan perekaman tepat di hadapannya, monitor yang tadinya terpecah menjadi 6 bagian kini menjadi satu. Menampilkan rupa Erick yang tersenyum licik.

"Aku akan mempermalukanmu, Fian!"

Para robot nyamuk serempak keluar dari kamar Erick melalui celah kecil di bawah pintu. Terus bergerak sampai berada di luar apartemen. Erick langsung mengarahkannya untuk menuju apartemen milik Fian. Namun, ketiika dalam perjalanan, Erick mendapati Fian yang buru-buru berjalan melewati koridor dan sampai di lift.

"Oh, dia mau pergi. Mungkin menemui pacarnya." ucap Erick kembali fokus mengarahkan para robot nyamuk. Memilih mengabaikan Fian.

Setelah terbang beberapa saat, robot kiriman Erick itu telah sampai di depan pintu masuk.

Melalui jalur yang sama ketika robot nyamuk keluar dari kamar Erick, mereka dengan mudah masuk dari celah kecil di bawah pintu. Erick lantas telah mengantongi visual apartemennya Fian secara langsung. Dia pertama-tama merekam pelan dahulu. Pergerakan dari mosquito setara dengan slow motion.

Erick berupaya mencocokkan ingatannya. Yah, dan semuanya persis dengan memori.

"Segini cukup. Tinggal menempatkan di spot-spot terbaik."

Keenam robot nyamuk berpencar. Dua di antaranya menuju kamar yang ditempati Fian. Sedang empat lainnya ke kamar mandi yang berada di dalam dan bersebelahan dengan kamarnya Fian.

Sebetulnya Erick telah menyelesaikan urusannya dengan apartemen Fian. Tapi, dia sangat kaget mendapati badan tak lazim yang ada pada nakas, persis di sebelah tempat tidurnya Fian, bahkan tercecer di atas kasur. Erick pun langsung mengerahkan salah satu robot mendekat. Mengkonfirmasi benda apa itu sebetulnya.

"Oh ... ini?"

Setelah mengetahuinya, Erick tak dapat menahan dirinya untuk tersenyum——menyeringai licik. Benda yang ditemukan Erick di kamar Fian adalah sesuatu yang cukup tabu bagi segelintir orang.

"Aku bahkan tak menyangkanya sama sekali. Dia ... berbuat hal semacam itu? Hahaha ... ini jelas-jelas perkembangan yang sangat bagus. Aku jadi harus sedikit mengatur ulang rencana." gumam Erick menyeringai. Dia merasa seperti orang jahat saja. Ya, mungkin benar. Karena hal yang dilakukannya pada Fian ke depannya bisa disebut bajingan! Itupun dalam sudut pandang Fian. Menurut pandangan Erick malah belum cukup.

"Kak, makan malam sudah siap." ucap Mina yang langsung membuka pintu tanpa persetujuan Erick.

Mina memiringkan kepalanya. Sementara itu, Erick mengangkat bahu seraya tersenyum pahit.

"Memang cuma aku yang bisa melihat semua panel-panel mengambang itu." batin Erick.

"Apa yang baru saja kakak lakukan?" tanya Mina.

"Tidak ada. Sudah, ayo. Kakak sudah lapar." ucap Erick yang berjalan menuju pintu, dia merangkul adiknya itu.

"Heleh ... semua orang kelaparan menunggu dirimu." balas Mina ketus, menyentang tangan Erick yang mencoba merangkul.

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍🙏

2023-04-30

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

waaahh.... rekamannya Fian nanti pastinya hot.... asyiiik juga kalo punya...😝😄💪👍👍👍

2023-04-30

0

🌛Ade_Renny🌜

🌛Ade_Renny🌜

kan yang mau diawasin kan Fian kenapa jadi denah apartemen Ariel?

2022-09-07

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!