Erick berada di kamarnya, berhadapan dengan panel holografi berwarna biru mengambang yang cuma bisa dilihat oleh dirinya seorang. Dia mengakses fitur baru milik System, Map-GPS. Panel itu memuat peta, tidak, lebih tepatnya disebut sebuah denah. Tentu saja denah the Gold Apartement.
"Fian!" seru Erick.
Denah digital itu memunculkan dua titik marah, tak lama kemudian menyambung. Garis merah itu pendek, menandakan apartemen milik Erick dan Fian sangat dekat. Cuma terpaut satu lantai di atasnya.
Erick lantas memerhatikan apartemen milik Fian, dia men-zoom denahnya, fokus di sana. Erick selanjutnya fokus menghafal tata letak seluruh ruangan.
"Ini adalah pembalasan, System. Dia sudah menghina keluargaku!" ucap Erick. Dia sudah menghapal tata ruang di apartemen milik Fian.
[Master ingin memata-matai Fian]
[Saya sarankan agar Master membeli kamera ini]
"Kamera macam apa?" tanya Erick penasaran.
[Mosquito]
[Robot mini menyerupai nyamuk yang digunakan untuk kegiatan pengawasan dan penyusupan]
[Master bisa menganggapnya sebagai drone]
"Kau menawari ... lalu, berapa harganya? Itu harus sesuai dengan kantong poinku, System. Jika tidak ... percuma kau menawarkannya."
[Master tenang saja. Semenjak saya mendapatkan upgrade. Item-item yang ada di shop, harganya mengalami penurunan]
"Hmm ... okay. Berapa harga robot nyamuk itu?"
[14.000 poin. Diskon 50%]
"Poin yang baru kudapatkan dari susah payah memperbaiki laptop Ariel, langsung melayang. Huh, tapi tak apa-apa." ucap Erick sebenarnya berat untuk menggelontorkan poinnya guna membeli robot nyamuk itu. Tapi, pada akhirnya dia berlapang dada untuk merelakan poinnya. Jika ditukar ke mata uang rupiah, maka Erick telah menghamburkan uang 140 juta. Jumlahnya lumayan besar jika untuk Erick yang sekarang.
"System beli robot itu!"
[Baik. Melakukan transaksi poin]
[Pembelian berhasil]
"Hmm ... jadi, mana robot itu?" tanya Erick kebingungan, barang pesanannya tak kunjung menampakkan wujud.
[Tambahan, Master. Anda bisa menggunakan panel System sebagai ganti monitor]
Erick agak terkejut dengan notifikasi itu. Lalu, panel yang sebelumnya memuat denah ruang apartemennya Ariel mendadak berubah. Panel itu berubah menjadi monitor yang penuh dengan rekaman CCTV. Ada beberapa rekaman dari berbagai sudut. Seluruhnya menampilkan Erick yang tengah duduk di atas ranjangnya.
"Bagaimana cara mengontrolnya? Apa tidak ada suatu alat yang berfungsi sebagai pengendali?"
[Remote control-nya adalah pikiran Master. Anda bebas mengendalikan via pikiran. Cukup dibayangkan saja, Master]
Erick lantas mencoba mengendalikan robot-robot nyamuk yang terbang di sekitarnya. Karena ukurannya yang kecil, Erick susah menemukan keberadaan pasti dari robot-robot itu. Yang menjadi petunjuk cuma monitor holografi di hadapannya. Jika rekamannya berganti sudut sesuai dengan pikiran Erick, maka itu berhasil.
"Ada 6 robot. Jumlah yang lumayan banyak." ucap Erick mengangguk puas. Robot-robot nyamuk itu bergerak sesuai kehendaknya.
Erick memfokuskan perekaman tepat di hadapannya, monitor yang tadinya terpecah menjadi 6 bagian kini menjadi satu. Menampilkan rupa Erick yang tersenyum licik.
"Aku akan mempermalukanmu, Fian!"
Para robot nyamuk serempak keluar dari kamar Erick melalui celah kecil di bawah pintu. Terus bergerak sampai berada di luar apartemen. Erick langsung mengarahkannya untuk menuju apartemen milik Fian. Namun, ketiika dalam perjalanan, Erick mendapati Fian yang buru-buru berjalan melewati koridor dan sampai di lift.
"Oh, dia mau pergi. Mungkin menemui pacarnya." ucap Erick kembali fokus mengarahkan para robot nyamuk. Memilih mengabaikan Fian.
Setelah terbang beberapa saat, robot kiriman Erick itu telah sampai di depan pintu masuk.
Melalui jalur yang sama ketika robot nyamuk keluar dari kamar Erick, mereka dengan mudah masuk dari celah kecil di bawah pintu. Erick lantas telah mengantongi visual apartemennya Fian secara langsung. Dia pertama-tama merekam pelan dahulu. Pergerakan dari mosquito setara dengan slow motion.
Erick berupaya mencocokkan ingatannya. Yah, dan semuanya persis dengan memori.
"Segini cukup. Tinggal menempatkan di spot-spot terbaik."
Keenam robot nyamuk berpencar. Dua di antaranya menuju kamar yang ditempati Fian. Sedang empat lainnya ke kamar mandi yang berada di dalam dan bersebelahan dengan kamarnya Fian.
Sebetulnya Erick telah menyelesaikan urusannya dengan apartemen Fian. Tapi, dia sangat kaget mendapati badan tak lazim yang ada pada nakas, persis di sebelah tempat tidurnya Fian, bahkan tercecer di atas kasur. Erick pun langsung mengerahkan salah satu robot mendekat. Mengkonfirmasi benda apa itu sebetulnya.
"Oh ... ini?"
Setelah mengetahuinya, Erick tak dapat menahan dirinya untuk tersenyum——menyeringai licik. Benda yang ditemukan Erick di kamar Fian adalah sesuatu yang cukup tabu bagi segelintir orang.
"Aku bahkan tak menyangkanya sama sekali. Dia ... berbuat hal semacam itu? Hahaha ... ini jelas-jelas perkembangan yang sangat bagus. Aku jadi harus sedikit mengatur ulang rencana." gumam Erick menyeringai. Dia merasa seperti orang jahat saja. Ya, mungkin benar. Karena hal yang dilakukannya pada Fian ke depannya bisa disebut bajingan! Itupun dalam sudut pandang Fian. Menurut pandangan Erick malah belum cukup.
"Kak, makan malam sudah siap." ucap Mina yang langsung membuka pintu tanpa persetujuan Erick.
Mina memiringkan kepalanya. Sementara itu, Erick mengangkat bahu seraya tersenyum pahit.
"Memang cuma aku yang bisa melihat semua panel-panel mengambang itu." batin Erick.
"Apa yang baru saja kakak lakukan?" tanya Mina.
"Tidak ada. Sudah, ayo. Kakak sudah lapar." ucap Erick yang berjalan menuju pintu, dia merangkul adiknya itu.
"Heleh ... semua orang kelaparan menunggu dirimu." balas Mina ketus, menyentang tangan Erick yang mencoba merangkul.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍🙏
2023-04-30
0
Eros Hariyadi
waaahh.... rekamannya Fian nanti pastinya hot.... asyiiik juga kalo punya...😝😄💪👍👍👍
2023-04-30
0
🌛Ade_Renny🌜
kan yang mau diawasin kan Fian kenapa jadi denah apartemen Ariel?
2022-09-07
2