Sheila bersorak gembira saat mengantri untuk menaiki bianglala bersama dengan Tarjo. Wajahnya berseri-seri. Sudah lama ia tidak merasakan kebahagiaan menjadi orang biasa tanpa harus ada pengawasan dari kakak maupun ayahnya.
"Jo, ayo naik!" Sheila berseru mengundang Tarjo untuk menaiki bianglala.
Jantungnya berdegup dengan kencang karena ketakutan yang menderanya. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
"Jo! Ayo!"
Tarjo masih bergeming di tempatnya berdiri. Ia takut jika rahasianya terbongkar di depan Sheila.
Karena tak mendapat respon dari Tarjo, Sheila menghampiri pria culun itu dan menggenggam tangannya. Sheila tersenyum kearah Tarjo dan meyakinkan pria itu.
Sheila tahu jika saat ini Tarjo tengah ketakutan. Sudah bisa ditebak jika pria yang bersamanya ini memiliki fobia terhadap ketinggian.
"Ayo! Tidak apa-apa, Jo. Ada aku disini," ucap Sheila lembut meyakinkan Tarjo.
Dengan ragu Tarjo mengangguk. Tangan mereka masih saling bertautan ketika mulai masuk ke bilik bianglala sederhana ala pasar malam pesta rakyat.
"Shei, ka-kau ya-yakin i-ini a-aman?" tanya Tarjo ketika sudah duduk dalam bilik.
"Iya, aku yakin ini aman kok. Meski bianglala ini sangat berbeda dengan yang ada di taman hiburan, tapi ini aman. Apa kamu nggak pernah pergi ke pasar malam?"
"Heh?! Pe-pernah. Te-tentu sa-saja per-nah."
Mereka duduk saling berhadapan. Saat bianglala mulai bergerak, Tarjo memegangi besi pegangan. Bianglala mulai berjalan memutar dengan perlahan.
Tarjo memejamkan mata ketika kecepatan mulai bertambah. Sheila terkekeh melihat keluguan Tarjo.
Sheila berpindah tempat disamping Tarjo. Mata pria itu sontak terbuka.
"She-sheila! Ke-kenapa ka-kau di-sini?"
Sheila menggeleng. "Coba lihat! Kita ada diatas!" seru Sheila yang membuat Tarjo membulatkan mata.
Jantungnya benar-benar berdetak dengan kencang. Ia bisa melihat semua orang dan pemandangan malam dari atas.
"Lihat! Tidak semenyeramkan yang kamu pikirkan kan?" tanya Sheila.
Tarjo mengangguk. Ia menoleh dan melihat Sheila sedang menatapnya. Kini hatinya berpacu karena tatapannya yang beradu dengan mata Sheila. Ada sesuatu yang tersirat disana.
"Jo, mungkin ini terlalu cepat. Tapi, aku merasa ... Aku menyukaimu," ungkap Sheila jujur.
"Hah?!" Tarjo membulatkan matanya sempurna. Ia tak percaya jika Sheila akan lebih dulu menyatakan perasaannya.
"Aku menyukaimu, Jo."
Dengan berani Sheila mengecup bibir Tarjo ketika posisi bilik mereka berada paling atas. Tarjo membeku merasakan sentuhan bibir Sheila pada bibirnya.
"Apa ini? Apa kami berciuman?" batin Tarjo masih belum bisa mencerna yang terjadi saat ini.
Matanya membulat sedangkan mata Sheila terpejam.
"Astaga! Ini adalah ciuman pertamaku!" batin Tarjo masih bingung harus melakukan apa.
Sheila sedikit memberi jarak dan menatap Tarjo.
"Kenapa diam?" tanya Sheila.
"Aku tidak tahu harus berkata apa."
Sheila tercengang mendengar Tarjo bicara dengan lancar.
"Kamu udah nggak gagap lagi?" Sheila bersorak gembira. Ia segera memeluk Tarjo dan membuat bilik mereka bergoyang.
"Sheila! Kau jangan banyak bergerak. Nanti kita terjatuh dari sini."
Sheila melepas pelukannya.
"Apa karena aku menciummu maka gagapmu hilang?" Sheila mencoba membuat spekulasi.
"Eh?" Sejenak Tarjo menatap Sheila lekat. Gadis di depannya ini sangatlah sempurna di matanya.
"Mungkin saja," jawab Tarjo dengan suara yang lugas.
Tangan Tarjo terulur dan merangkum wajah Sheila. Kali ini Tarjo yang memulai lebih dulu untuk mencium bibir Sheila.
#
#
#
Motor Tarjo mulai memasuki komplek perumahan yang mereka tinggali. Selama perjalanan tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka.
Mungkin karena insiden ciuman di bianglala tadi membuat mereka saling bungkam. Sheila juga masih amat malu karena menyatakan perasaannya lebih dulu.
Hingga akhirnya motor Tarjo berhenti di depan rumah kontrakan Sheila. Gadis itu turun dari atas motor dengan masih menundukkan wajahnya. Ia tak sanggup menatap Tarjo saat ini.
Tarjo ikut turun dan mengantarkan Sheila hingga ke depan pintu.
"Ada apa?" tanya Tarjo. Kali ini aktingnya sebagai pria gagap sudah berakhir. Insiden ciuman tadi bisa ia gunakan sebagai alasan sembuhnya penyakit gagapnya.
Sheila menggeleng. Tarjo mengangkat dagu Sheila. Mata mereka kembali beradu.
"Aku menyayangimu, Shei..."
Sebuah kalimat yang membuat Sheila menitikkan air mata.
"Hei, kenapa menangis?" Tarjo menyeka air mata Sheila.
Sheila hanya bisa menggeleng.
"Terima kasih karena sudah menyukai pria biasa sepertiku," ucap Tarjo.
Sheila tersenyum kemudian mengangguk. Tarjo mengecup kening Sheila lama dan dalam. Ia merasakan sebuah rasa yang berbeda ketika bersama Sheila, begitu juga sebaliknya.
"Masuklah! Sudah malam. Kau harus beristirahat."
Sheila mengangguk. "Terima kasih untuk malam ini."
Sheila masuk ke dalam rumahnya. Ia langsung menuju kamar dan merebahkan diri di ranjang. Ia bergulang guling merasakan kegembiraan yang tiada tara.
Sheila memegangi bibirnya. "Ciuman pertamaku..." Sheila menutup wajahnya karena begitu malu dengan tindakannya tadi.
Di sisi Tarjo, ia juga sedang memegangi dadanya yang berdebar begitu kencang.
"Apa itu tadi? Aku menyatakan perasaanku padanya. Ya Tuhan! Apa ini nyata? Aku adalah Tarjo dan aku berhubungan dengan Sheila si tuan putri."
Tarjo mengusap wajahnya. Ia segera meraih ponsel dan menghubungi kakaknya. Tentu saja Boy sangat senang mendengar kabar bahagia ini.
Kemudian Tarjo juga menghubungi Ivanna. Dan kembali Ivanna juga bersyukur karena sahabatnya bisa menemukan tambatan hatinya.
#
#
#
Pagi ini Sheila sengaja menunggu Tarjo untuk berangkat kerja bersama. Gadis itu sudah berdiri di depan rumah Tarjo.
"Sheila?"
"Hai, Jo." Sheila melambaikan tangannya.
"Mulai hari ini aku ingin berangkat ke kantor bersamamu. Naik motor."
"Hah?! Kau yakin?"
Sheila mengangguk mantap. Tanpa bisa menolak Tarjo pun mengiyakan.
"Lalu mobilmu?"
"Aku akan mengembalikannya pada perusahaan," bohong Sheila.
"Oh, begitu ya."
"Hehe iya." Sheila menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Dan perjalanan menggunakan sepeda motor pun di mulai. Sheila menunjukkan kemana arah kantornya berada. Sheila berpegangan erat di pinggang Tarjo. Ia menopangkan dagunya di pundak pria itu.
Satu tangan Tarjo terulur dan mengacak rambut Sheila pelan. Sheila terus mengembangkan senyumnya hingga tiba di lobi gedung Avicenna Grup.
"Kau bekerja disini?" tanya Tarjo.
"Iya. Lain kali aku juga harus melihat tempat kerjamu. Oke?" timpal Sheila.
"Heh?! Ah, iya. Nanti akan kuajak kau ke bengkel."
"Ya sudah. Kamu hati-hati ya. Aku masuk dulu." Sheila melambaikan tangan dan masuk ke gedung Avicenna Grup.
Beberapa orang berbisik membicarakan Sheila. Pastinya mereka heran karena Sheila diantar oleh pria culun yang aneh. Namun Sheila tak mau ambil pusing dengan bisikan-bisikan goib tentang dirinya.
Tarjo mengemudikan motor bebeknya menuju ke rumah Agus. Sudah sangat terlambat untuk berangkat ke kantor.
"Tuan Nathan! Akhirnya Tuan datang juga. Saya pikir Tuan kenapa-napa," ucap Agus.
"Sudah, Pak. Jangan banyak bicara. Aku sudah sangat terlambat ini!" Nathan segera masuk ke kamar yang sudah di siapkan oleh istri Agus dan segera mengubah penampilannya menjadi dirinya sendiri.
Dalam perjalanan menuju kantor, Nathan menghubungi Harvey agar bisa mengurus pekerjaannya yang tertunda. Harvey kembali menggeram kesal karena akhir-akhir ini Nathan tidak fokus dengan pekerjaannya.
Harvey hanya bisa mengeluh pada Sheila. Gadis itu hanya manggut-manggut dengan semua keluhan Harvey.
"Ada apa sebenarnya? Apa Tuan Nathan memiliki kekasih?" tanya Harvey.
"Heh?!" Sheila terkejut.
"Kau tahu, Shei. Biasanya para pria akan tidak fokus dalam bekerja karena dia sedang jatuh cinta. Jangan-jangan tuan Nathan sedang dekat dengan seorang gadis. Apa kau tahu soal itu?"
Sheila menggeleng. Ia jelas tahu jika Nathan memiliki kekasih.
"Aku sangat yakin soal ini. Sudah sebulan lebih dia tidak fokus bekerja dan selalu datang terlambat. Ini pasti karena wanita," terka Harvey dengan mata memicing.
Sheila hanya diam mendengar pernyataan Harvey. Entah kenapa hatinya merasa tak terima ketika Nathan disebut-sebut dekat dengan wanita lain.
#bersambung
*Haduuh, mereka yg kissing, kita yang deg2an 😬😬
*hayo loh, Shei. Kok kamu jadi gak rela gitu Nathan dekat dengan wanita lain. Ada apa gerangan nih?
Terima kasih atas dukungan kalian ya kesayangan 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
🎤ImaEdg🎧
jadi ga sabar nunggu pak Edg pulang 🤭
2023-10-19
1
🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️
hehe
2022-09-09
3
Christine Evera Rindorindo
ajaib ngomong y jadi lancar... dampak jatuh cinta. wk wk wk
2022-06-29
1