Rencana yang Gagal

Sheila kembali ke rumah kontrakannya dengan menghela napas berat. Ia meletakkan tasnya dan buru-buru ingin cepat membersihkan diri.

Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower. Bayangan percakapannya tadi dengan Nathan kembali memutar di otaknya.

"Jadi, pria itu memiliki kekasih? Tapi siapa?" batin Sheila bertanya-tanya.

Ia segera menyadarkan diri.

"Ngapain juga aku mikirin dia! Sudahlah! Sekarang harus pikirkan cara untuk bisa membatalkan perjodohan ini," batinnya berseru mantap.

Sheila keluar dari kamar mandi lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.

"Ah, lelah sekali! Sudah cukup hari ini dia memintaku untuk jadi supirnya. Jangan sampai besok juga dia melakukan ini lagi." Sheila menggerakkan lehernya ke kiri dan kekanan.

"Sebaiknya aku tidur dan berharap mimpi ketemu sama pangeran!" Sheila terkekeh sendiri.

Sheila mulai memejamkan mata dan menjelajah dunia mimpi.

Di tempat berbeda, Nathan kembali ke rumahnya dengan hati yang cukup lega. Setidaknya ia sudah mengatakan pada Sheila jika dirinya memiliki seorang kekasih. Ya meski masih abu-abu tentang siapa sosok kekasihnya itu.

"Apa aku terlalu berlebihan bicara begitu pada Sheila?" gumam Nathan.

"Tapi, jika perjodohan ini batal ... Itu akan lebih baik. Jadi aku fokus untuk mencari dia saja. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu, apa dia masih ada di kota ini?"

Nathan mengusap wajahnya. "Setidaknya aku harus bicara dengan papa dan mama terlebih dahulu. Mungkin mereka akan mengerti."

Nathan keluar dari kamarnya kemudian menemui Roy dan Lian yang sedang bercengkerama di ruang keluarga.

"Lho, kamu belum tidur, Nak?" tanya Lian.

"Belum, Ma. Mama dan papa kenapa belum tidur juga?" tanya Nathan.

"Ini lho mamamu, sedang melihat-lihat konsep dekorasi pesta pernikahan untuk kamu nanti," jawab Roy.

Lian terlihat membolak balik majalah pernikahan.

"Kenapa kalian membicarakan pernikahan? Bahkan aku dan Sheila belum bertunangan."

"Eh? Jadi kamu ingin cepat-cepat bertunangan dengan Sheila?" ucap Lian menatap Nathan dengan antusias.

"Bu-bukan begitu, Ma. Maksudku..."

"Kami sedang mencari tanggal yang baik untuk pertunangan kalian," sahut Roy.

"Hah?!" Nathan membulatkan mata.

"Masalah itu kamu tenang saja. Mama yang akan mengatur semuanya bersama dengan mbak Sandra. Ya?" timpal Lian yang membuat Nathan tak bisa berkutik.

"Bagaimana ini? Mereka sangat bahagia dengan perjodohan ini. Aku tidak akan tega mematahkan kebahagiaan mereka," batin Nathan menjerit pasrah.

#

#

#

-Avicenna Grup-

Sheila berjalan menuju meja Nathan dengan membawa secangkir kopi. Gadis itu seperti biasa selalu bersikap ramah dan sopan di depan Nathan.

Nathan memperhatikan Sheila dengan gelagat yang aneh. Ia menimang nimang apakah harus bicara dengan gadis itu atau tidak.

"Apa ada lagi yang bapak butuhkan?" tanya Sheila.

"Umm, Shei. Apa kau..." Suara Nathan tercekat.

"Apa, Pak?" tanya Sheila penasaran.

"Ah, tidak ada. Kau kembalilah bekerja. Kita akan bicarakan ini saat rapat di luar saja."

Sheila mengangguk kemudian berpamitan. Sementara Nathan mengumpati dirinya sendiri.

"Tidak mungkin juga aku membahas soal ini di jam kantor. Itu sama saja aku menelan omonganku sendiri," batin Nathan.

Saat jam makan siang, Sheila tampak pergi ke kantin. Tak diragukan lagi jika makanan yang tersedia di kantin adalah makanan sehat yang dibuat oleh para chef profesional.

Sheila yang rencananya akan pergi dengan Nathan, namun ternyata bosnya itu memilih untuk rapat di kantornya saja. Saat Sheila sedang duduk untuk makan siang, seseorang datang menghampirinya.

"Astaga, Pak Nathan! Mengagetkan saja!" ucap Sheila memegangi dadanya.

"Apa kau masih bisa makan di saat begini?" tanya Nathan.

Kebersamaan CEO dan sekretarisnya di kantin itu tentunya mengundang tanya para karyawan yang sedang menikmati istirahat siang mereka. Tidak pernah sekalipun Nathan datang ke kantin untuk sekedar makan atau minum. Ia selalu meminta ruang khusus untuknya makan dan bukan di ruang terbuka seperti ini.

"Ada apa sih, Pak? Ini kan waktunya jam makan siang, ya aku harus makan lah!" jawab Sheila.

"Apa kau sudah bicara dengan keluargamu?" tanya Nathan.

Sheila mengerutkan dahi.

"Ooh, jadi maksud kedatangan bapak hanya ingin menanyakan itu? Belum, Pak. Aku akan bicara dengan kak Rangga dulu. Aku takut terjadi sesuatu dengan ayahku. Aku sudah mengatakannya pada bapak kan?"

Nathan mengangguk paham. Sheila tak bicara lagi dan hanya menyantap makanan di depannya.

"Begini saja, bilang pada kekasih bapak agar dia menunggu sebentar lagi. Tenang saja! Aku yakin kita pasti berhasil. Dan bapak akan segera menikahi kekasih bapak itu. Begitu kan?" Sheila bicara sambil mengunyah makanannya membuat Nathan sedikit risih dengan tingkah Sheila.

"Telan dulu makananmu baru bicara!"

"Maaf, Pak." Sheila terlihat cuek dan tidak peduli dengan pandangan orang terhadap dirinya.

"Kau ini putri keluarga kaya tapi kenapa kelakuanmu cukup ekstrem." Nathan menggeleng pelan.

"Tidak semua yang bapak lihat adalah kenyataan. Banyak hal ambigu di dunia ini."

Tanpa dilihat oleh siapapun Nathan menarik sedikit sudut bibirnya karena mendengar jawaban Sheila.

"Dia gadis yang unik," batin Nathan.

#

#

#

Hari ini Sheila menemui Cecilia di kafenya. Ia meminta saran pada kakak iparnya itu sebelum bicara dengan kedua orang tuanya mengenai pembatalan perjodohan dirinya dan Nathan.

Cecilia mendengarkan dengan seksama semua keluh kesah adik iparnya itu. Ia akan bersikap netral dengan tidak memihak siapapun.

"Tapi, Shei... Kau tahu bagaimana kondisi papa, kan? Serangan jantungnya bisa kambuh jika kamu bersikeras membatalkan perjodohan ini," ucap Cecilia.

"Kak, tapi Nathan sudah memiliki kekasih. Aku tidak bisa merusak hubungan mereka," balas Sheila.

"Kamu yakin dia punya pacar? Apa kamu nggak tahu rumor tentang dia?" tanya Cecilia.

"Hah?! Rumor?" Sheila menggeleng.

"Nathan digosipkan menyukai sesama jenis," bisik Cecil.

"APA?!" Sheila menutup mulutnya tak percaya.

"Kakak yakin?" tanya Sheila.

"Tentu saja tidak. Dia pria normal, Shei. Aku tahu jika perjodohan ini memang untuk menutupi rumor itu. Tapi kakak yakin jika Nathan adalah yang terbaik untukmu." Cecilia menggenggam tangan Sheila.

"Tolong jangan kecewakan papa dan mama. Mereka sangat berharap padamu. Lagipula keluarga kita akan sangat malu jika sampai perjodohan ini batal. Mengertilah! Kakak yakin kalian pasti bisa saling mencintai." Cecil memohon dengan wajah sendunya.

Sheila dilema. Sangat-sangat dilema. Dia kembali ke rumah kontrakannya dengan hati yang masih galau.

Sheila meraih ponselnya. Ia mengetikkan pesan untuk Nathan.

Sheila: "Maaf, Pak. Saya tidak bisa melakukannya. Kak Cecil bilang hal ini akan sangat melukai hati papa. Dan pastinya penyakit papa bisa kambuh jika mendengar hal ini. Jika terjadi sesuatu dengan papa, maka saya tidak akan memaafkan bapak!"

Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi mengecek ponselnya yang tampak bergetar. Ia terdiam cukup lama membaca pesan dari Sheila.

Nathan mengetik balasan untuk Sheila.

Nathan: "Baiklah. Kita lakukan sesuai rencana awal. Saat pertunangan sudah dekat, kita akan membuat perjanjian."

Sheila yang masih berbaring kembali membuka ponselnya.

"Huft! Dasar gumpalan es! Perjanjian apalagi yang dia maksud. Ah sudahlah! Aku akan pikirkan nanti saja."

Sheila tidak membalas pesan Nathan. Ia malah memejamkan mata dengan masih memakai pakaian kantornya.

Di sisi Nathan, ia menunggu pesan balasan dari Sheila namun tak kunjung ada balasan dari gadis itu.

Ingatannya tertuju pada ucapan Ivanna beberapa waktu lalu.

"Jika kau ingin tahu kepribadian dia lebih dalam, mungkin dengan menyamar kau akan mengetahui seperti apa dia yang sesungguhnya. Terkadang banyak hal yang ditutupi oleh seorang gadis. Senyum manis yang mengembang bisa saja didalamnya tersembunyi sebuah kesedihan."

Nathan menimang-nimang dengan ide Ivanna yang bisa dikatakan cukup gila.

"Aku akan melakukannya setelah aku memastikan tentang sesuatu," gumamnya.

Keesokan harinya, Nathan mendatangi sebuah panti asuhan yang dulu pernah ditempatinya sebelum bertemu keluarga kandungnya.

"Semuanya masih terlihat sama," gumam Nathan.

Ia melangkah masuk dan mencari ibu panti yang pastinya sudah tidak berusia muda lagi.

"Permisi!" ucap Nathan.

"Nathan?! Kau Nathan kan?" Seorang wanita paruh baya menyambut Nathan.

"Iya, Bu. Bu Nur bagaimana kabarnya?" tanya Nathan.

"Saya baik. Ya Tuhan! Kau sudah besar dan semakin tampan," puji Nur dengan membingkai wajah Nathan.

"Bu, ada yang ingin kutanyakan. Ini tentang seseorang..." ucap Nathan mulai serius.

"Hmm? Ada apa, Nak?" tanya Nur yang merasakan ada raut khawatir di wajah Nathan.

#

#

#

Nathan menuju ke sebuah taman yang biasa ia kunjungi bersama Shelo ketika hatinya gundah. Hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. Hatinya sedang tidak baik-baik saja setelah mendapat jawaban dari ibu Nur.

"Saat berusia 15 tahun ada yang mengadopsinya dari panti. Hingga sekarang ibu tidak tahu dimana dia berada. Mungkin saja dia sudah menikah dan hidup bahagia. Bukankah kalian seumuran? Kau harus melanjutkan hidupmu, Nak. Jangan terus memikirkan masa lalu."

Nathan mengusap wajahnya. Rasanya ingin menangis tapi ia enggan.

"Harusnya sejak dulu aku mencari tahu tentangnya. Kenapa baru sekarang? Kau memang bodoh, Nathan!"

Nathan mengumpati dirinya sendiri. Dan tak lama ia malah mengetikkan pesan untuk Ivanna.

Nathan: "Ide yang waktu itu kau usulkan, sepertinya boleh juga. Aku akan melakukannya!"

#bersambung

*Naaah sudah tahu kan siapa yg ditunggu Babang Nathan.

Terpopuler

Comments

. 🎻

. 🎻

lanjut baca deh,,,, pake akun baru ya Mak... akun lama udah berpulang....

2022-07-27

1

VYRDAWZAmut

VYRDAWZAmut

ok

2022-06-29

1

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

apakah Shela itu shelo🤔🤔

2022-03-22

6

lihat semua
Episodes
1 Belajar Hidup Mandiri
2 Sekretaris Baru
3 First Day, First Meet
4 Rencana Perjodohan
5 Temu Dua Keluarga
6 Sebuah Kesepakatan
7 Awal Mula Ide Gila
8 Menggoda Sheila
9 Rencana yang Gagal
10 Memulai Ide Gila
11 Pria Culun itu Tetanggaku
12 Sebuah Hadiah
13 Debaran Aneh
14 Pembatalan Perjodohan?
15 Menguji Cinta
16 Our First Kiss
17 Second Kiss
18 Pertemuan Keluarga Lagi
19 Sheila Sakit
20 Pernyataan Cinta Nathan
21 Kecerobohan Sheila
22 Nasihat Naina
23 Cemburu Buta
24 Long Kiss Ever (Kekasih Kedua)
25 Trauma Sheila
26 Semua Tentang Sheila
27 D I L E M A
28 Kesepakatan Pertunangan
29 Kebodohan Nathan
30 Bos Setengah-setengah
31 Kejutan untuk Tarjo
32 Memilih Tarjo
33 Peristiwa Menegangkan
34 Mencari Solusi
35 Pria yang Hangat (1)
36 Pria yang Hangat (2)
37 Pria yang Hangat (3)
38 Kembalinya Tarjo
39 Melelehnya Gumpalan Es
40 Liburan Bersama (1)
41 Liburan Bersama (2)
42 Diantara Keraguan
43 Miliki Aku Malam Ini
44 I'm Sorry, Goodbye!
45 Kacau Galau
46 Talk To Me
47 Berita yang Meresahkan
48 Dua Hati yang Berseberangan
49 Kalau Cinta Jangan Cengeng
50 Kekasih Posesif
51 Cinta Ditolak, Ego Bertindak
52 Ketika Cintaku Diuji
53 Jebakan Batman
54 Aku Disini Untukmu
55 Aku Percaya Padamu
56 Memahami Arti Cinta
57 Camping Romantis
58 My Fiancé
59 Mak Comblang Gagal
60 Masa Lalu yang Membayangi
61 Membuatku Galau
62 Mood Booster
63 Rahasia Celia
64 Pembatalan Pernikahan
65 Menginap Lagi
66 Persaingan Cinta
67 Siapa Aku Dihatimu?
68 Saling Berhadapan
69 Ujian Ikatan Cinta
70 My Shooting Star
71 Beautiful Day
72 Menjaga Istri Orang
73 Bulan Madu yang Tertunda
74 Gerah dan Meresahkan
75 Cinta Cenat Cenut
76 Rencana Tuan Su
77 Tarjo is Back
78 Kekesalan Rizka
79 My Culun CEO
80 Tentang Rizka
81 Damian Ford
82 Sebuah Permintaan
83 Mengacaukan Pertunangan
84 Kesibukan Masing-masing
85 Bulan Madu Heboh
86 Hidup adalah Perjuangan
87 Istri Posesif Tuan Su
88 Eduardo Moremans
89 Last Honeymoon - Surprise
90 Kawan Atau Lawan?
91 Sebuah Sisi Lain
92 UP-Normal Feeling
93 Setitik Nila
94 Suami Protektif
95 Pria Penuh Obsesi
96 Pria Penuh Obsesi (2)
97 Alasan Perselisihan
98 Siapa yang Salah?
99 Surprising Dinner
100 Kalah Start
101 #1 0 1
102 #1 0 2
103 #1 0 3
104 #1 0 4
105 #1 0 5
106 #1 0 6
107 #1 0 7
108 #1 0 8
109 #1 0 9
110 #1 1 0
111 #1 1 1
112 #1 1 2
113 #1 1 3
114 # 1 1 4
115 #1 1 5
116 #1 1 6
117 #1 1 7
118 #1 1 8
119 #1 1 9
120 #1 2 0
121 #1 2 1
122 #1 2 2
123 #1 2 3
124 #1 2 4
125 #1 2 5 - Damian & Vania
126 #1 2 6 - Benci dan Cinta
127 #1 2 7 - Cinta itu Rumit
128 #1 2 8 - Freya Moremans
129 #1 2 9 - Let's Finish It!
130 #130 - Berdamai dengan Masa Lalu
131 #131 - Kata Hati Freya
132 #132 - Tekad Damian
133 #133 - Jangan Tutup Dirimu
134 #134 - Kembalinya Ide Gila
135 #135 - OB Culun vs Bodyguard Sangar
136 #136 - Tak Seindah Harapan
137 #137 - Memikirkanmu, Menyakitiku
138 #138 - Membuatnya Penasaran
139 #139 - Ingatan Masa Lalu
140 #140 - Katakan Cinta
141 #141 - Jangan Menyerah
142 #142 - Ternyata Itu Kamu?
143 #143 – Haruskah Ku Jujur?
144 #144 - Tercyduk
145 #145 - Kejujuran Damian
146 #146 - Aku, Kekasihmu
147 #147 - Kekasih Bucin Vs Kakak Posesif
148 #148 - Edo & Rizka in Love
149 #149 - Siapa Dia?
150 #150 - Rachella Wijaya
151 #151 - Kekhawatiran Freya
152 #152 - Kenangan Masa Lalu
153 #153 - Pejuang Cinta
154 #154 - Kekasihku yang Malang
155 #155 - Cinta yang Terluka
156 #156 - Bisakah Kami Bersama?
157 #157 - Aku Tak Bisa Melakukannya
158 #158 - Jalan Masing-masing
159 #159 - Mabuk Cinta
160 #160 - Bertemu Kembali
161 #161 - Buanglah Egomu!
162 #162 - Karena Aku Cinta
163 #163 - Bersandarlah Padaku!
164 #164 - Cinta Luar Biasa
165 #165 - Cerita Cinta Kita
166 #166 - Ucapan Selamat Tinggal
167 #167 - Bahagiaku adalah Kamu
168 #168 - Kesedihan Sheila
169 #169 - Kekhawatiran Nathan
170 #170 - Keluarga Kecil Bahagia
171 #171 - Ikatan Batin
172 #172 - Siapa Dalangnya?
173 #173 - Aku Menginginkanmu
174 #174 - Akhirnya Ku Menemukanmu
175 #175 - Rahasia Kelam yang Terkubur
176 #176 - Penculikan
177 #177 - Penjahat dan Malaikat
178 #178 - Kembali Pulang
179 #179 - Cinta Monyet
180 #180 - Kita Adalah Keluarga
181 #181 - Sang Pewaris yang Malas
182 #182 - Insiden Pertemuan Pertama
183 #183 - Pekerjaan Baru
184 #184 - Asisten Pribadi Baru
185 #185 - Trauma Masa Lalu
186 #186 - Jangan Tinggalkan Aku
187 #187 - Mencuri Perhatian
188 #188 - INFO GIVEAWAY
189 #189 - Masa Lalu yang Kembali
190 #190 - Tak Ada Jalan untuk Kembali
191 #191 - Keberhasilan Kecil Giga
192 #192 - Skandal Receh Para Pewaris
193 #193 - PENGUMUMAN GIVEAWAY
194 #194 - Debaran Itu Berbeda
195 #195 - Penolakan
196 #196 - Masalah Baru
197 #197 - Terbongkar
198 #198 - Memperjuangkan Cinta(END)
199 NEW RELEASE
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Belajar Hidup Mandiri
2
Sekretaris Baru
3
First Day, First Meet
4
Rencana Perjodohan
5
Temu Dua Keluarga
6
Sebuah Kesepakatan
7
Awal Mula Ide Gila
8
Menggoda Sheila
9
Rencana yang Gagal
10
Memulai Ide Gila
11
Pria Culun itu Tetanggaku
12
Sebuah Hadiah
13
Debaran Aneh
14
Pembatalan Perjodohan?
15
Menguji Cinta
16
Our First Kiss
17
Second Kiss
18
Pertemuan Keluarga Lagi
19
Sheila Sakit
20
Pernyataan Cinta Nathan
21
Kecerobohan Sheila
22
Nasihat Naina
23
Cemburu Buta
24
Long Kiss Ever (Kekasih Kedua)
25
Trauma Sheila
26
Semua Tentang Sheila
27
D I L E M A
28
Kesepakatan Pertunangan
29
Kebodohan Nathan
30
Bos Setengah-setengah
31
Kejutan untuk Tarjo
32
Memilih Tarjo
33
Peristiwa Menegangkan
34
Mencari Solusi
35
Pria yang Hangat (1)
36
Pria yang Hangat (2)
37
Pria yang Hangat (3)
38
Kembalinya Tarjo
39
Melelehnya Gumpalan Es
40
Liburan Bersama (1)
41
Liburan Bersama (2)
42
Diantara Keraguan
43
Miliki Aku Malam Ini
44
I'm Sorry, Goodbye!
45
Kacau Galau
46
Talk To Me
47
Berita yang Meresahkan
48
Dua Hati yang Berseberangan
49
Kalau Cinta Jangan Cengeng
50
Kekasih Posesif
51
Cinta Ditolak, Ego Bertindak
52
Ketika Cintaku Diuji
53
Jebakan Batman
54
Aku Disini Untukmu
55
Aku Percaya Padamu
56
Memahami Arti Cinta
57
Camping Romantis
58
My Fiancé
59
Mak Comblang Gagal
60
Masa Lalu yang Membayangi
61
Membuatku Galau
62
Mood Booster
63
Rahasia Celia
64
Pembatalan Pernikahan
65
Menginap Lagi
66
Persaingan Cinta
67
Siapa Aku Dihatimu?
68
Saling Berhadapan
69
Ujian Ikatan Cinta
70
My Shooting Star
71
Beautiful Day
72
Menjaga Istri Orang
73
Bulan Madu yang Tertunda
74
Gerah dan Meresahkan
75
Cinta Cenat Cenut
76
Rencana Tuan Su
77
Tarjo is Back
78
Kekesalan Rizka
79
My Culun CEO
80
Tentang Rizka
81
Damian Ford
82
Sebuah Permintaan
83
Mengacaukan Pertunangan
84
Kesibukan Masing-masing
85
Bulan Madu Heboh
86
Hidup adalah Perjuangan
87
Istri Posesif Tuan Su
88
Eduardo Moremans
89
Last Honeymoon - Surprise
90
Kawan Atau Lawan?
91
Sebuah Sisi Lain
92
UP-Normal Feeling
93
Setitik Nila
94
Suami Protektif
95
Pria Penuh Obsesi
96
Pria Penuh Obsesi (2)
97
Alasan Perselisihan
98
Siapa yang Salah?
99
Surprising Dinner
100
Kalah Start
101
#1 0 1
102
#1 0 2
103
#1 0 3
104
#1 0 4
105
#1 0 5
106
#1 0 6
107
#1 0 7
108
#1 0 8
109
#1 0 9
110
#1 1 0
111
#1 1 1
112
#1 1 2
113
#1 1 3
114
# 1 1 4
115
#1 1 5
116
#1 1 6
117
#1 1 7
118
#1 1 8
119
#1 1 9
120
#1 2 0
121
#1 2 1
122
#1 2 2
123
#1 2 3
124
#1 2 4
125
#1 2 5 - Damian & Vania
126
#1 2 6 - Benci dan Cinta
127
#1 2 7 - Cinta itu Rumit
128
#1 2 8 - Freya Moremans
129
#1 2 9 - Let's Finish It!
130
#130 - Berdamai dengan Masa Lalu
131
#131 - Kata Hati Freya
132
#132 - Tekad Damian
133
#133 - Jangan Tutup Dirimu
134
#134 - Kembalinya Ide Gila
135
#135 - OB Culun vs Bodyguard Sangar
136
#136 - Tak Seindah Harapan
137
#137 - Memikirkanmu, Menyakitiku
138
#138 - Membuatnya Penasaran
139
#139 - Ingatan Masa Lalu
140
#140 - Katakan Cinta
141
#141 - Jangan Menyerah
142
#142 - Ternyata Itu Kamu?
143
#143 – Haruskah Ku Jujur?
144
#144 - Tercyduk
145
#145 - Kejujuran Damian
146
#146 - Aku, Kekasihmu
147
#147 - Kekasih Bucin Vs Kakak Posesif
148
#148 - Edo & Rizka in Love
149
#149 - Siapa Dia?
150
#150 - Rachella Wijaya
151
#151 - Kekhawatiran Freya
152
#152 - Kenangan Masa Lalu
153
#153 - Pejuang Cinta
154
#154 - Kekasihku yang Malang
155
#155 - Cinta yang Terluka
156
#156 - Bisakah Kami Bersama?
157
#157 - Aku Tak Bisa Melakukannya
158
#158 - Jalan Masing-masing
159
#159 - Mabuk Cinta
160
#160 - Bertemu Kembali
161
#161 - Buanglah Egomu!
162
#162 - Karena Aku Cinta
163
#163 - Bersandarlah Padaku!
164
#164 - Cinta Luar Biasa
165
#165 - Cerita Cinta Kita
166
#166 - Ucapan Selamat Tinggal
167
#167 - Bahagiaku adalah Kamu
168
#168 - Kesedihan Sheila
169
#169 - Kekhawatiran Nathan
170
#170 - Keluarga Kecil Bahagia
171
#171 - Ikatan Batin
172
#172 - Siapa Dalangnya?
173
#173 - Aku Menginginkanmu
174
#174 - Akhirnya Ku Menemukanmu
175
#175 - Rahasia Kelam yang Terkubur
176
#176 - Penculikan
177
#177 - Penjahat dan Malaikat
178
#178 - Kembali Pulang
179
#179 - Cinta Monyet
180
#180 - Kita Adalah Keluarga
181
#181 - Sang Pewaris yang Malas
182
#182 - Insiden Pertemuan Pertama
183
#183 - Pekerjaan Baru
184
#184 - Asisten Pribadi Baru
185
#185 - Trauma Masa Lalu
186
#186 - Jangan Tinggalkan Aku
187
#187 - Mencuri Perhatian
188
#188 - INFO GIVEAWAY
189
#189 - Masa Lalu yang Kembali
190
#190 - Tak Ada Jalan untuk Kembali
191
#191 - Keberhasilan Kecil Giga
192
#192 - Skandal Receh Para Pewaris
193
#193 - PENGUMUMAN GIVEAWAY
194
#194 - Debaran Itu Berbeda
195
#195 - Penolakan
196
#196 - Masalah Baru
197
#197 - Terbongkar
198
#198 - Memperjuangkan Cinta(END)
199
NEW RELEASE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!