First Day, First Meet

Sheila mendatangi kafe milik Cecilia untuk memberitahu kabar bahagia ini. Ia ingin berbagi pada kakak iparnya itu. Selama perjalanan, Sheila berdendang ria. Kini ia bisa membuktikan jika dirinya mampu mendapat pekerjaan tanpa bantuan dari keluarganya.

"Kak Cecil!" seru Sheila ketika turun dari mobilnya.

Sifat kekanak-kanakan Sheila memang sudah mendarah daging, jadilah ia bersorak tanpa peduli pada orang yang melihatnya. Ia langsung memeluk Cecil yang sedang berdiri menyapa para pelanggannya.

"Kak! Aku berhasil! Aku berhasil mendapat pekerjaan!" seru Sheila.

"Serius kamu, Shei? Syukurlah! Kakak ikut senang dengarnya."

"Iya, Kak. Aku juga tidak mengira jika aku akan bekerja di Avicenna Grup."

"Avicenna Grup?"

"Iya, kakak pasti pernah mendengar tentang perusahaan itu."

"Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal Avicenna Grup. Bahkan Papa kan berobat ke rumah sakitnya."

"Eh? Iyakah? Rumah sakit tempat Papa berobat itu juga milik Avicenna Grup?" Sheila tercengang tak percaya.

"Iya, kamu beruntung, Shei. Apa kamu sudah memberitahu kakakmu?"

Sheila menggeleng. "Biarkan saja dia tahu sendiri." Sheila terkikik.

"Kamu itu! Kak Rangga sangat menyayangimu, Shei. Jangan marah jika dia sedikit kesal padamu."

"Iya, Kak. Aku tahu."

"Shei!" Sebuah suara membuat Sheila dan Cecil menoleh.

"Naina!" Sheila langsung berhambur memeluk Naina, sahabatnya.

"Aku keterima kerja di Avicenna Grup, Na!" girang Sheila.

"Iya, Shei. Kamu sudah mengatakannya ribuan kali sejak tadi meneleponku," timpal Naina.

Cecil yang melihat kesenangan dua gadis itu pun akhirnya mempersilakan mereka untuk duduk dan memesan menu makanan di kafenya.

...*...

...*...

...*...

Hari ini adalah hari pertama Sheila bekerja. Sheila yang biasanya bangun agak siang, kini tak bisa bersantai lagi. Ia segera bersiap dan memakai setelan kerja terbaiknya. Sudah sejak lama ia membeli banyak pakaian kerja. Namun baru kali ini ia bisa memakainya dengan resmi.

Rambut panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja. Setelan kantor berupa kemeja, dan blazer berwarna dusty pink sudah melekat di tubuhnya. Dipadukan dengan rok selutut berwarna senada.

"Huft! Semangat, Sheila! Kamu pasti bisa!"

Setiap hari Sheila selalu menggumamkan kata-kata semangat untuk dirinya sendiri. Menurut pakar kesehatan itu penting untuk bisa membuat kita selalu berpikir positif dengan kehidupan kita.

Sheila mengendarai mobil sport warna merah yang dibelikan oleh Rangga sebagai hadiah ulang tahunnya beberapa bulan lalu. Kakaknya itu memang selalu menuruti apa pun keinginan Sheila.

Tiba di gedung Avicenna Grup, Sheila turun dari mobil dan menuju lift. Sebelum berangkat, Sheila mendapat pesan jika dirinya harus menemui seorang karyawan bernama Harvey, yang adalah asisten dari CEO.

Sheila menuju lantai dimana Harvey berada. Ia celingukan mencari ruangan Harvey.

"Didalam pesan tertulis kalau ruangannya ada disamping ruangan CEO," gumam Sheila.

Setelah mengedarkan pandangan, akhirnya ia melihat papan bertuliskan ruang CEO. Sheila berasumsi jika pasti ruangan di sebelahnya adalah milik Harvey.

Sheila mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Masuk!" Ketika terdengar sahutan dari dalam, barulah Sheila masuk.

"Permisi, Pak. Saya Sheila. Saya sekretaris CEO yang baru. Saya mendapat pesan jika saya diminta menemui bapak terlebih dahulu," jelas Sheila dengan mengulas senyum di bibir tipisnya.

Sejenak Harvey tertegun melihat Sheila yang begitu sempurna di matanya.

"Pak! Pak Harvey!" Sheila memanggil Harvey karena tak mendapat respon dari pria itu.

"Ehem, ah iya. Siapa nama kamu tadi?" tanya Harvey untuk mengusir kegugupannya.

"Sheila, Pak."

"Oh, ya Sheila. Tolong jangan panggil saya bapak. Saya belum jadi bapak-bapak." Harvey mempersilakan Sheila untuk duduk.

"Ah, maaf. Saya hanya bersikap lebih sopan saja," balas Sheila.

"Apa ini pertama kalinya kamu bekerja sebagai sekretaris?"

"Iya, Pak. Tapi, jangan ragukan kemampuan saya. Saya bisa belajar dengan cepat!" Sheila kembali mengulas senyumnya.

"Astaga! Apa begini penampilan sekretaris bos? Dia harusnya menjadi istri CEO, bukan sekretarisnya," batin Harvey.

"Kalau begitu, saya akan jelaskan apa saja tugas kamu sebagai sekretaris Tuan Nathan."

Harvey menjelaskan panjang lebar tentang tugas yang harus dilakukan Sheila. Gadis itu melongo mendengar penjelasan Harvey.

...*...

...*...

...*...

"Ini adalah meja kamu, dan disitu adalah ruangan Tuan Nathan. Kalian sebenarnya satu ruangan, hanya saja dibatasi oleh pintu itu. Kamu bisa melihat bos dari kaca yang transparan itu. Ingat semua yang sudah saya katakan tadi."

Sheila manggut-manggut mendengar penjelasan Harvey.

"Baik, Pak Harvey. Saya mengerti!"

"Eits! Harvey saja!" tegas Harvey.

"Ah iya, Harvey. Terima kasih."

"Lima menit lagi Tuan Nathan datang. Bersiaplah untuk menyambutnya."

Sheila mengangguk paham. Ia mengatur napasnya. Ia menghitung mundur waktu kedatangan bos barunya itu.

Tepat di menit ke lima, terdengar langkah kaki mendekat memasuki ruangan itu. Sheila segera berdiri dan menyapa ramah bosnya itu.

"Selamat pagi, Pak!" Sheila menundukkan kepalanya.

Nathan berjalan melewati Sheila. Ia hanya melirik sekilas saja. Ia masuk diikuti oleh Harvey.

Harvey memberi kode pada Sheila agar mengikutinya masuk ke ruang CEO.

Nathan terlihat duduk di kursi kebesarannya. Sheila memperhatikan bosnya itu.

"Dia cukup tampan. Tapi kenapa irit sekali bicara? Dia bahkan tidak membalas sapaan dariku," batin Sheila.

"Tuan, ini adalah Sheila. Dia sekretaris Tuan yang baru," terang Harvey.

Nathan menoleh sekilas. "Oke! Baiklah, kau boleh pergi, Harvey!"

Harvey memberi hormat kemudian keluar dari ruangan itu. Tinggalah Sheila dan Nathan yang ada di ruangan itu.

Nathan tampak sibuk melihat berkas-berkas yang ada di mejanya. Sementara Sheila, ia bingung harus melakukan apa karena bosnya itu sama sekali tidak memberinya perintah.

"Tolong buatkan saya kopi!" ucap Nathan pada akhirnya.

Sheila mengangguk kemudian berbalik badan.

"Hei, mau kemana?" tanya Nathan dingin.

"Bapak bilang tadi minta kopi. Saya akan bilang pada OB untuk membuatkannya," jawab Sheila.

"Tidak! Kamu bisa membuatnya disini!" Nathan menunjuk satu ruang yang ada disana.

"Oh, iya Pak. Berarti saya yang membuatkan kopi untuk bapak?" tanya Sheila untuk lebih meyakinkan.

"Siapa lagi? Masa saya harus bikin kopi sendiri. Gimana sih?" Suara Nathan terdengar amat mengintimidasi.

"Baik, Pak."

Sheila segera menuju ke ruang kecil yang ternyata mirip sebuah pantry. Sudah ada mesin pembuat kopi dan juga perlengkapan lainnya.

Dalam hati Sheila terus mengumpat. "Apa sekretaris harus melakukan hal ini juga? Kenapa tadi Harvey tidak memberitahuku? Ah sebal!" sungut Sheila dalam hati.

"Duh, berapa takaran kopinya ya?" Sheila bertanya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia teringat jika Rangga dulu sering dibuatkan kopi olehnya. Sheila membuat kopi sesuai takaran yang selalu ia gunakan untuk Rangga.

Setelah selesai, Sheila membawa cangkir kopi itu ke meja Nathan.

"Permisi, Pak. Ini kopinya!" Sheila bicara dengan amat sopan dan lembut.

"Ah iya, terima kasih." Nathan langsung menyeruput kopi buatan Sheila.

Matanya membulat kemudian menatap Sheila. Sejenak Sheila juga menatap Nathan.

"Aduh! Jangan-jangan kopinya tidak enak! Mati aku!" batin Sheila dengan harap-harap cemas.

"Kopi buatanmu lumayan juga! Sekarang kembali ke mejamu dan lakukan tugas yang sudah dijelaskan oleh Harvey!" ucap Nathan datar.

Sheila segera berbalik badan dan keluar dari ruangan itu.

"Apa itu tadi? Apa dia memuji kopi buatanku? Tapi kenapa ekspresinya biasa saja dan nada bicaranya juga datar. Astaga! Sepertinya dia pria yang menyebalkan! Dasar gumpalan es!" gumam Sheila dalam hati.

Sepeninggal Sheila, Nathan menghela napas lega.

"Kenapa pihak HRD memilih sekretaris model begitu sih? Siapa tadi namanya? Ah, sudahlah. Tidak penting juga!" gumam Nathan kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Sore harinya, Sheila keluar dari ruangan karena sudah diperbolehkan pulang oleh Nathan. Hari pertamanya bekerja cukup melelahkan karena ia harus membuat seluruh laporan yang harusnya dibuat oleh Harvey.

Beruntung Sheila cukup cerdas dan bisa cepat belajar. Ia tidak terlalu kesulitan saat membuat laporan tadi.

Sheila tiba diparkiran dan langsung menuju mobilnya. Ia masuk ke dalam mobil dan tak lama mobil pun melesat keluar dari parkiran basement.

Nathan yang baru keluar dari lift tak sengaja melihat mobil mewah berwarna merah melewatinya. Ia mengernyitkan dahi.

"Siapa yang memakai mobil berwarna mencolok seperti itu disini? Apa ada karyawan yang memiliki mobil mahal?" gumam Nathan dengan masih menyimpan tanya.

"Ah, sudahlah. Besok saja aku bertanya pada Harvey."

Nathan berjalan menuju mobilnya. Seorang supir membukakan pintu untuknya. Sebenarnya Nathan lebih suka menyetir sendiri. Namun karena kesibukannya, Lian meminta Nathan untuk memakai supir agar lebih aman dalam berkendara.

...*...

...*...

...*...

Tiba di rumah kontrakannya, Sheila segera membersihkan diri. Setelahnya ia memakan makanan yang tadi dibelinya saat perjalanan.

Ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk disana.

"Simpan nomor ponselku. Harvey."

Sheila manggut-manggut dan melanjutkan makannya. Tak lama ponselnya berdering lagi.

Pesan masuk lagi dari Harvey.

"Ini nomor Tuan Nathan. Jangan lupa menyimpannya."

Sheila mengerucutkan bibirnya.

"Hmm, kukasih nama siapa ya?"

Sheila berpikir sejenak. Kemudian ia memiliki ide jahil.

"Gumpalan Es!" Sheila terkikik.

"Lagi pula dia tidak akan mengecek ponselku juga kan!"

Karena merasa lelah, Sheila mengistirahatkan tubuhnya di ranjang dan bermain menuju alam mimpi.

#bersambung

Terpopuler

Comments

❤️⃟Wᵃf🍁Ꮮιͣҽᷠαͥnᷝαͣ❣️🌻͜͡ᴀs

❤️⃟Wᵃf🍁Ꮮιͣҽᷠαͥnᷝαͣ❣️🌻͜͡ᴀs

giman reaksi nathan yah kalo tau yg naik mobil mewah sekretaris nya🤣🤣
harvey bener bgt sheila lebih cck jd nyonya bos 😁😁

2022-07-29

1

Last Oct

Last Oct

wkwkwk🤣🤣🤣🤣 pantes,, sekalian "es kepal yg terkepal kepal' 🤭🤣

2022-07-27

2

Last Oct

Last Oct

emang kenapa sekretaris seperti Sheila di mata Nathan ...🤔

2022-07-27

2

lihat semua
Episodes
1 Belajar Hidup Mandiri
2 Sekretaris Baru
3 First Day, First Meet
4 Rencana Perjodohan
5 Temu Dua Keluarga
6 Sebuah Kesepakatan
7 Awal Mula Ide Gila
8 Menggoda Sheila
9 Rencana yang Gagal
10 Memulai Ide Gila
11 Pria Culun itu Tetanggaku
12 Sebuah Hadiah
13 Debaran Aneh
14 Pembatalan Perjodohan?
15 Menguji Cinta
16 Our First Kiss
17 Second Kiss
18 Pertemuan Keluarga Lagi
19 Sheila Sakit
20 Pernyataan Cinta Nathan
21 Kecerobohan Sheila
22 Nasihat Naina
23 Cemburu Buta
24 Long Kiss Ever (Kekasih Kedua)
25 Trauma Sheila
26 Semua Tentang Sheila
27 D I L E M A
28 Kesepakatan Pertunangan
29 Kebodohan Nathan
30 Bos Setengah-setengah
31 Kejutan untuk Tarjo
32 Memilih Tarjo
33 Peristiwa Menegangkan
34 Mencari Solusi
35 Pria yang Hangat (1)
36 Pria yang Hangat (2)
37 Pria yang Hangat (3)
38 Kembalinya Tarjo
39 Melelehnya Gumpalan Es
40 Liburan Bersama (1)
41 Liburan Bersama (2)
42 Diantara Keraguan
43 Miliki Aku Malam Ini
44 I'm Sorry, Goodbye!
45 Kacau Galau
46 Talk To Me
47 Berita yang Meresahkan
48 Dua Hati yang Berseberangan
49 Kalau Cinta Jangan Cengeng
50 Kekasih Posesif
51 Cinta Ditolak, Ego Bertindak
52 Ketika Cintaku Diuji
53 Jebakan Batman
54 Aku Disini Untukmu
55 Aku Percaya Padamu
56 Memahami Arti Cinta
57 Camping Romantis
58 My Fiancé
59 Mak Comblang Gagal
60 Masa Lalu yang Membayangi
61 Membuatku Galau
62 Mood Booster
63 Rahasia Celia
64 Pembatalan Pernikahan
65 Menginap Lagi
66 Persaingan Cinta
67 Siapa Aku Dihatimu?
68 Saling Berhadapan
69 Ujian Ikatan Cinta
70 My Shooting Star
71 Beautiful Day
72 Menjaga Istri Orang
73 Bulan Madu yang Tertunda
74 Gerah dan Meresahkan
75 Cinta Cenat Cenut
76 Rencana Tuan Su
77 Tarjo is Back
78 Kekesalan Rizka
79 My Culun CEO
80 Tentang Rizka
81 Damian Ford
82 Sebuah Permintaan
83 Mengacaukan Pertunangan
84 Kesibukan Masing-masing
85 Bulan Madu Heboh
86 Hidup adalah Perjuangan
87 Istri Posesif Tuan Su
88 Eduardo Moremans
89 Last Honeymoon - Surprise
90 Kawan Atau Lawan?
91 Sebuah Sisi Lain
92 UP-Normal Feeling
93 Setitik Nila
94 Suami Protektif
95 Pria Penuh Obsesi
96 Pria Penuh Obsesi (2)
97 Alasan Perselisihan
98 Siapa yang Salah?
99 Surprising Dinner
100 Kalah Start
101 #1 0 1
102 #1 0 2
103 #1 0 3
104 #1 0 4
105 #1 0 5
106 #1 0 6
107 #1 0 7
108 #1 0 8
109 #1 0 9
110 #1 1 0
111 #1 1 1
112 #1 1 2
113 #1 1 3
114 # 1 1 4
115 #1 1 5
116 #1 1 6
117 #1 1 7
118 #1 1 8
119 #1 1 9
120 #1 2 0
121 #1 2 1
122 #1 2 2
123 #1 2 3
124 #1 2 4
125 #1 2 5 - Damian & Vania
126 #1 2 6 - Benci dan Cinta
127 #1 2 7 - Cinta itu Rumit
128 #1 2 8 - Freya Moremans
129 #1 2 9 - Let's Finish It!
130 #130 - Berdamai dengan Masa Lalu
131 #131 - Kata Hati Freya
132 #132 - Tekad Damian
133 #133 - Jangan Tutup Dirimu
134 #134 - Kembalinya Ide Gila
135 #135 - OB Culun vs Bodyguard Sangar
136 #136 - Tak Seindah Harapan
137 #137 - Memikirkanmu, Menyakitiku
138 #138 - Membuatnya Penasaran
139 #139 - Ingatan Masa Lalu
140 #140 - Katakan Cinta
141 #141 - Jangan Menyerah
142 #142 - Ternyata Itu Kamu?
143 #143 – Haruskah Ku Jujur?
144 #144 - Tercyduk
145 #145 - Kejujuran Damian
146 #146 - Aku, Kekasihmu
147 #147 - Kekasih Bucin Vs Kakak Posesif
148 #148 - Edo & Rizka in Love
149 #149 - Siapa Dia?
150 #150 - Rachella Wijaya
151 #151 - Kekhawatiran Freya
152 #152 - Kenangan Masa Lalu
153 #153 - Pejuang Cinta
154 #154 - Kekasihku yang Malang
155 #155 - Cinta yang Terluka
156 #156 - Bisakah Kami Bersama?
157 #157 - Aku Tak Bisa Melakukannya
158 #158 - Jalan Masing-masing
159 #159 - Mabuk Cinta
160 #160 - Bertemu Kembali
161 #161 - Buanglah Egomu!
162 #162 - Karena Aku Cinta
163 #163 - Bersandarlah Padaku!
164 #164 - Cinta Luar Biasa
165 #165 - Cerita Cinta Kita
166 #166 - Ucapan Selamat Tinggal
167 #167 - Bahagiaku adalah Kamu
168 #168 - Kesedihan Sheila
169 #169 - Kekhawatiran Nathan
170 #170 - Keluarga Kecil Bahagia
171 #171 - Ikatan Batin
172 #172 - Siapa Dalangnya?
173 #173 - Aku Menginginkanmu
174 #174 - Akhirnya Ku Menemukanmu
175 #175 - Rahasia Kelam yang Terkubur
176 #176 - Penculikan
177 #177 - Penjahat dan Malaikat
178 #178 - Kembali Pulang
179 #179 - Cinta Monyet
180 #180 - Kita Adalah Keluarga
181 #181 - Sang Pewaris yang Malas
182 #182 - Insiden Pertemuan Pertama
183 #183 - Pekerjaan Baru
184 #184 - Asisten Pribadi Baru
185 #185 - Trauma Masa Lalu
186 #186 - Jangan Tinggalkan Aku
187 #187 - Mencuri Perhatian
188 #188 - INFO GIVEAWAY
189 #189 - Masa Lalu yang Kembali
190 #190 - Tak Ada Jalan untuk Kembali
191 #191 - Keberhasilan Kecil Giga
192 #192 - Skandal Receh Para Pewaris
193 #193 - PENGUMUMAN GIVEAWAY
194 #194 - Debaran Itu Berbeda
195 #195 - Penolakan
196 #196 - Masalah Baru
197 #197 - Terbongkar
198 #198 - Memperjuangkan Cinta(END)
199 NEW RELEASE
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Belajar Hidup Mandiri
2
Sekretaris Baru
3
First Day, First Meet
4
Rencana Perjodohan
5
Temu Dua Keluarga
6
Sebuah Kesepakatan
7
Awal Mula Ide Gila
8
Menggoda Sheila
9
Rencana yang Gagal
10
Memulai Ide Gila
11
Pria Culun itu Tetanggaku
12
Sebuah Hadiah
13
Debaran Aneh
14
Pembatalan Perjodohan?
15
Menguji Cinta
16
Our First Kiss
17
Second Kiss
18
Pertemuan Keluarga Lagi
19
Sheila Sakit
20
Pernyataan Cinta Nathan
21
Kecerobohan Sheila
22
Nasihat Naina
23
Cemburu Buta
24
Long Kiss Ever (Kekasih Kedua)
25
Trauma Sheila
26
Semua Tentang Sheila
27
D I L E M A
28
Kesepakatan Pertunangan
29
Kebodohan Nathan
30
Bos Setengah-setengah
31
Kejutan untuk Tarjo
32
Memilih Tarjo
33
Peristiwa Menegangkan
34
Mencari Solusi
35
Pria yang Hangat (1)
36
Pria yang Hangat (2)
37
Pria yang Hangat (3)
38
Kembalinya Tarjo
39
Melelehnya Gumpalan Es
40
Liburan Bersama (1)
41
Liburan Bersama (2)
42
Diantara Keraguan
43
Miliki Aku Malam Ini
44
I'm Sorry, Goodbye!
45
Kacau Galau
46
Talk To Me
47
Berita yang Meresahkan
48
Dua Hati yang Berseberangan
49
Kalau Cinta Jangan Cengeng
50
Kekasih Posesif
51
Cinta Ditolak, Ego Bertindak
52
Ketika Cintaku Diuji
53
Jebakan Batman
54
Aku Disini Untukmu
55
Aku Percaya Padamu
56
Memahami Arti Cinta
57
Camping Romantis
58
My Fiancé
59
Mak Comblang Gagal
60
Masa Lalu yang Membayangi
61
Membuatku Galau
62
Mood Booster
63
Rahasia Celia
64
Pembatalan Pernikahan
65
Menginap Lagi
66
Persaingan Cinta
67
Siapa Aku Dihatimu?
68
Saling Berhadapan
69
Ujian Ikatan Cinta
70
My Shooting Star
71
Beautiful Day
72
Menjaga Istri Orang
73
Bulan Madu yang Tertunda
74
Gerah dan Meresahkan
75
Cinta Cenat Cenut
76
Rencana Tuan Su
77
Tarjo is Back
78
Kekesalan Rizka
79
My Culun CEO
80
Tentang Rizka
81
Damian Ford
82
Sebuah Permintaan
83
Mengacaukan Pertunangan
84
Kesibukan Masing-masing
85
Bulan Madu Heboh
86
Hidup adalah Perjuangan
87
Istri Posesif Tuan Su
88
Eduardo Moremans
89
Last Honeymoon - Surprise
90
Kawan Atau Lawan?
91
Sebuah Sisi Lain
92
UP-Normal Feeling
93
Setitik Nila
94
Suami Protektif
95
Pria Penuh Obsesi
96
Pria Penuh Obsesi (2)
97
Alasan Perselisihan
98
Siapa yang Salah?
99
Surprising Dinner
100
Kalah Start
101
#1 0 1
102
#1 0 2
103
#1 0 3
104
#1 0 4
105
#1 0 5
106
#1 0 6
107
#1 0 7
108
#1 0 8
109
#1 0 9
110
#1 1 0
111
#1 1 1
112
#1 1 2
113
#1 1 3
114
# 1 1 4
115
#1 1 5
116
#1 1 6
117
#1 1 7
118
#1 1 8
119
#1 1 9
120
#1 2 0
121
#1 2 1
122
#1 2 2
123
#1 2 3
124
#1 2 4
125
#1 2 5 - Damian & Vania
126
#1 2 6 - Benci dan Cinta
127
#1 2 7 - Cinta itu Rumit
128
#1 2 8 - Freya Moremans
129
#1 2 9 - Let's Finish It!
130
#130 - Berdamai dengan Masa Lalu
131
#131 - Kata Hati Freya
132
#132 - Tekad Damian
133
#133 - Jangan Tutup Dirimu
134
#134 - Kembalinya Ide Gila
135
#135 - OB Culun vs Bodyguard Sangar
136
#136 - Tak Seindah Harapan
137
#137 - Memikirkanmu, Menyakitiku
138
#138 - Membuatnya Penasaran
139
#139 - Ingatan Masa Lalu
140
#140 - Katakan Cinta
141
#141 - Jangan Menyerah
142
#142 - Ternyata Itu Kamu?
143
#143 – Haruskah Ku Jujur?
144
#144 - Tercyduk
145
#145 - Kejujuran Damian
146
#146 - Aku, Kekasihmu
147
#147 - Kekasih Bucin Vs Kakak Posesif
148
#148 - Edo & Rizka in Love
149
#149 - Siapa Dia?
150
#150 - Rachella Wijaya
151
#151 - Kekhawatiran Freya
152
#152 - Kenangan Masa Lalu
153
#153 - Pejuang Cinta
154
#154 - Kekasihku yang Malang
155
#155 - Cinta yang Terluka
156
#156 - Bisakah Kami Bersama?
157
#157 - Aku Tak Bisa Melakukannya
158
#158 - Jalan Masing-masing
159
#159 - Mabuk Cinta
160
#160 - Bertemu Kembali
161
#161 - Buanglah Egomu!
162
#162 - Karena Aku Cinta
163
#163 - Bersandarlah Padaku!
164
#164 - Cinta Luar Biasa
165
#165 - Cerita Cinta Kita
166
#166 - Ucapan Selamat Tinggal
167
#167 - Bahagiaku adalah Kamu
168
#168 - Kesedihan Sheila
169
#169 - Kekhawatiran Nathan
170
#170 - Keluarga Kecil Bahagia
171
#171 - Ikatan Batin
172
#172 - Siapa Dalangnya?
173
#173 - Aku Menginginkanmu
174
#174 - Akhirnya Ku Menemukanmu
175
#175 - Rahasia Kelam yang Terkubur
176
#176 - Penculikan
177
#177 - Penjahat dan Malaikat
178
#178 - Kembali Pulang
179
#179 - Cinta Monyet
180
#180 - Kita Adalah Keluarga
181
#181 - Sang Pewaris yang Malas
182
#182 - Insiden Pertemuan Pertama
183
#183 - Pekerjaan Baru
184
#184 - Asisten Pribadi Baru
185
#185 - Trauma Masa Lalu
186
#186 - Jangan Tinggalkan Aku
187
#187 - Mencuri Perhatian
188
#188 - INFO GIVEAWAY
189
#189 - Masa Lalu yang Kembali
190
#190 - Tak Ada Jalan untuk Kembali
191
#191 - Keberhasilan Kecil Giga
192
#192 - Skandal Receh Para Pewaris
193
#193 - PENGUMUMAN GIVEAWAY
194
#194 - Debaran Itu Berbeda
195
#195 - Penolakan
196
#196 - Masalah Baru
197
#197 - Terbongkar
198
#198 - Memperjuangkan Cinta(END)
199
NEW RELEASE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!