Setelah Nathan mengirim pesan pada Ivanna. Ia membuat janji dengan ibu muda itu untuk memulai rencana yang akan dilakukannya.
Menyamar. Nathan akan menyamar untuk mengetahui kepribadian Sheila lebih dalam. Kini ia mulai bisa menerima perjodohan itu meski terpaksa.
Hari itu juga Nathan meminta Ivanna untuk menemuinya. Mood Nathan sedang meledak-ledak saat ini. Entah karena bersemangat untuk menyamar atau karena telah kehilangan seseorang yang ia tunggu.
Dan disinilah mereka, duduk saling berhadapan dengan Ivanna yang menatap tajam Nathan. Sedangkan pria itu masih menunjukkan eskpresi datarnya seperti biasa.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Nathan karena ia melihat wajah Ivanna yang berubah-ubah saat menatapnya.
"Aku memikirkan seperti apa wajahmu ketika menyamar," jawab Ivanna.
"Lalu, seperti apa rupaku setelah menyamar?"
"Mmmm..." Ivanna nampak berpikir.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh!" ucap Nathan.
"Tidak! Tidak aneh! Percaya saja padaku!" Ivanna meraih ponselnya dan menelepon seseorang.
"Siapa yang kau hubungi?" tanya Nathan lagi.
"Seseorang."
"Siapa?"
"Bukan siapa-siapa! Kau tunggulah saja dan jangan banyak bertanya. Omong-omong, kenapa kau menyetujui ide gila ini? Saat itu aku hanya asal bicara saja."
"Entahlah. Mungkin dengan begini aku bisa menemukan cinta sejati." Nathan terlihat pasrah.
"Wow! Kau sangat tak terduga! Mencari cinta sejati dengan cara menyamar? Hmm, boleh juga. Itu akan menunjukkan apakah orang itu benar-benar mencintai kita apa adanya, atau ada apanya?! Begitu kan?"
"Iya, bisa dibilang begitu. Aku ingin tahu apakah Sheila bisa menyukai seorang pria biasa tanpa embel-embel keluarga terkenal dan juga kaya?"
"Jika ternyata bisa, bagaimana?" tanya Ivanna menyelidik.
"Itu berarti dia adalah cinta sejatiku."
Ivanna tersenyum. "Kau bahkan belum pernah jatuh cinta, tapi sok-sokan pakai bahasa cinta sejati segala!" cibir Ivanna.
"Aku pernah merasakannya, Na. Entah itu cinta atau bukan, tapi itu adalah sebuah rasa."
Ivanna diam dan tak membalas lagi. Hingga akhirnya ada seseorang datang dengan gaya yang sedikit gemulai. Ivanna menyapa pria gemulai itu.
"Kenalkan, ini Nathan. Aku minta kau mengubah dia jadi seseorang yang berbeda. Hmm, mungkin berubah jadi cowok culun," usul Ivanna.
"Okey, darla. Jangan khawatir! Ayo, tampan kita permak dirimu!"
Nathan bergidik ngeri. "Na, kau yakin ini ide bagus? Apa dia profesional?"
"Yakin. Tenang saja. Dia bukan make up artist sembarangan lho!"
Ivanna mulai mengubah penampilan Nathan dengan bantuan sang MUA gemulai. Sesekali Ivanna mengarahkan agar lebih sesuai dengan keinginannya.
Tak memakan waktu lama, Nathan telah selesai di ubah penampilannya. Ivanna memperhatikan wajah Nathan yang memang sedikit aneh dan berubah.
"Na, apa aku harus memakai gigi palsu ini juga?" tanya Nathan.
"Iya, itu akan menambah kesan culun pada dirimu." Ivanna terkekeh.
"Silakan lihat dirimu, Tuan Tampan!" ucap sang MUA.
Nathan melihat penampilan dirinya di cermin.
"Aaaaa!" teriak Nathan
"Na, apa kau serius? Aku akan berpenampilan seperti ini di depan Sheila?"
Ivanna mengangguk. "Sempurna! Si culun yang gagap."
"Gagap?" Nathan mengerutkan dahi.
"Iya, kau juga harus mengubah gaya bicaramu menjadi gagap. Itu akan menambah keculunanmu!"
Nathan menatap tak percaya dirinya di depan cermin. Rambut yang tersisir rapi ke kanan dengan banyaknya gel rambut yang menempel disana. Lalu kacamata bulat yang menghiasi wajahnya. Ditambah dengan gigi palsu yang seakan membuatnya memiliki gigi tonggos.
"Cobalah bicara gagap," titah Ivanna.
"Ehem!" Nathan berdeham terlebih dahulu.
"Ha-hai, na-namaku Na-nathan!" ucap Nathan dengan terbata.
"Ya lumayan! Kau harus banyak berlatih. Lalu, kau juga harus memiliki nama. Hmm, kira-kira siapa ya nama yang cocok untukmu?" Ivanna mengetukkan jari di dagunya.
"Bagaimana kalau Tarjo?" usul si pria gemulai.
Nathan dan Ivanna saling pandang.
"Boleh juga!" sahut mereka bersamaan.
#
#
#
Nathan dan Ivanna mengendap-endap di sekitaran komplek rumah kontrakan Sheila. Mata mereka tertuju ada rumah disamping rumah Sheila yang bertuliskan 'dikontrakan'.
Mereka kembali saling pandang dan tersenyum penuh arti.
"Sepertinya rencana kita berjalan dengan mulus, Nate."
Nathan mengangguk.
"Sekarang kau cari tahu siapa pemilik rumah kontrakan itu dan segera pindahkan barang-barangmu kemari."
"Heh?! Secepat ini, Na?"
"Iya dong! Memang mau tunggu sampai kapan?"
"Bagaimana dengan papa dan mama? Apa yang harus kukatakan pada mereka?"
Ivanna kembai berpikir. "Kita membutuhkan bantuan kak Boy dan bang Aji. Kau tenang saja, aku akan menghubungi abang."
Hari itu Nathan benar-benar membayar sewa rumah untuk ia tempati. Rumah itu tepat disamping kanan rumah yang disewa Sheila. Sebuah keberuntungan atau mungkin sebuah takdir?
Boy dan Fajri mengernyit bingung dengan penampilan Nathan yang benar-benar berubah 180 derajat. Pria itu berubah jadi pria culun dan gagap.
"Kau yakin akan melakukan ini?" tanya Boy pada Nathan.
"Yakin, Kak. Tolong aku untuk bicara pada mama dan papa."
"Tapi itu artinya kau membohongi mereka, Nate!" Boy seakan tak setuju dengan ide gila Nathan dan Ivanna.
Ivanna mengangkat tangan. "Aku tidak ikutan! Dia sendiri yang menginginkan ini."
"Tolonglah, kak. Bilang saja jika aku tinggal di apartemen yang kakak belikan waktu itu."
Boy menghela napas berat. "Aku tidak tahu apakah ini bagus atau tidak. Tapi, kakak tidak mau ikut campur jika terjadi sesuatu nantinya."
"Iya, Kak. Aku janji tidak akan merepotkan kakak lagi." Nathan meringis dan menampakkan gigi tonggosnya.
"Lalu bagaimana denganku?" tanya Fajri menunjuk dirinya.
"Tarjo akan bekerja di salah satu bengkel milik kak Fajri," ucap Nathan.
Fajri menggeleng pelan. "Kalian ini!" Fajri memelototi Nathan dan Ivanna.
"Ayo, Bang. Bantu Nathan! Siapa tahu dia benar-benar sedang mengejar cinta sejatinya. Iya kan?" Ivanna meyakinkan Boy dan Fajri.
Boy tak mampu lagi berkata-kata. "Terserah kalian! Tapi jangan sampai kau ketahuan, Nate. Aku yakin Sheila akan marah jika tahu yang sebenarnya."
"Kakak tenang saja. Semua aman terkendali," tegas Nathan.
#
#
#
Boy berhasil membujuk Lian dan Roy untuk membiarkan Nathan hidup mandiri di apartemen. Meski awalnya sempat menolak, namun akhirnya mereka mengizinkan. Nathan berdalih jika dirinya juga harus mandiri seperti yang Sheila lakukan.
Nathan langsung memindahkan barang-barangnya dibantu oleh Ivanna.
"Kita harus cepat, Na. Sebentar lagi Sheila pulang ke rumah," ucap Nathan.
"Iya, iya. Bawel amat! Kau yang menginginkan ini kenapa aku yang repot?"
"Hei, kau harus ingat. Kaulah yang memberikan ide ini padaku!"
"Ya ya, berdebat denganmu tidak akan pernah menang!" sungut Ivanna.
Hingga pukul tujuh malam, semua barang-barang Nathan telah masuk ke dalam tempat tinggalnya yang baru.
"Kau bisa tidur di tempat seperti ini, Nate?" tanya Ivanna yang sedang meluruskan kakinya.
"Aku dulu pernah tinggal di panti asuhan, Na. Ini tidak seberapa dibanding disana." Wajah Nathan berubah sendu.
"Maaf..." lirih Ivanna.
"Sebaiknya kau pulang. Sisanya akan kubereskan nanti saja. Terima kasih untuk hari ini, Na." Nathan mengulas senyumnya.
"Yeah. Sama-sama. Aku senang bisa membantumu." Ivanna memeluk Nathan sebelum berpamitan.
"Daaah, semoga berhasil!" ucap Ivanna sebelum tancap gas.
Sepeninggal Ivanna, Nathan kembali menghela napas. Ia memandangi rumah kontrakan kecil yang akan ditinggalinya entah sampai kapan.
Nathan merebahkan tubuh lelahnya keatas ranjang single bed. Ia tersenyum karena ia kembali menjadi pria biasa. Ia melepaskan semua embel-embel keluarga Avicenna.
"Rasanya menenangkan menjadi orang biasa."
Indra pendengarannya menangkap suara mobil yang tak asing ditelinganya. Itu adalah mobil milik Sheila.
"Dia sudah pulang rupanya! Ha-halo, na-namaku Ta-tarjo!" ucap Nathan kemudian terkekeh geli tak sabar menanti hari esok.
#bersambung
*Wew, babang Nathan berubah jadi culun. Silakan kalian bayangkan sendiri ya genks 😁😁 (rambut klimis belah samping, kacamata tebal, dan juga gigi tonggos 😬 juga bicara gagap)
Untuk babang Nathan asli, sejak awal aku pilih dia 👇👇👇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
👑Meylani Putri Putti
melimpir mak
2022-04-06
3
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
meleleh adek bang liat visual cowokx 🥰🥰
2022-03-22
5
Lee
Nathan ttep gnateng mski pke kcamata..
2022-03-14
2