12. Maria Wiratman

Farel menatap berkas-berkas itu dengan serius. Tanganya dengan lihai menorehkan tinta di atas kertas itu. Tumpukan kertas dan laptop yang menyala membuat ia melupakan sejenak rasa bersalah yang mengganjal di hatinya.

Tok Tok Tok

“Masuk.” Farel

“Permisis tuan, nyonya besar yang ingin menemui tuan.”

Farel mengernyit mendengar ucapan Ricard, kenapa neneknya ingin bertemu?

“Hmm bawa masuk, dan kosongkan jadwal saya untuk hari ini.”

“Baik tuan.”

Ricard mengangguk dan segera meninggalkan ruangan itu.

Ceklek

Farel segera berdiri melihat seseorang yang sudah lama tidak ia temui berada di depanya. Tanpa menunggu waktu lama segera ia menubrukkan tubuhnya ke tubuh yang sudah rigkih itu.

“Nenek, kenapa tidak bilang kalo mau ke Indo? Farel bisa menjemput dan menemui nenek tanpa harus nenek mendatangiku.”

Wanita tua itu mencebikkan bibirnya dan mendorong farel dari tubuhnya.

“Dasar cucu laknat! Bagaimana bisa kau tidak mengunjungiku sama sekali! Apa kau sudah lupa dengan wanita tua ini!” Wanita tua itu berkacak pinggang.

Farel terkekeh mendengar gerutuan sang nenek. Segera ia raih tangan keriput itu dn memepersilahkan ntuk duduk di sofa.

“Nenek, duduk di sini. Maafkan cucumu yang tampan ini, sungguh tahun ini pekerjaanku sangat banyak.”

“Ya, pekerjaan lebih penting di banding wanita tua ini. Apa yang perlu di banggakan dari wanita tua ini. Sudah keriput, jelek, kulitnya kendor, apa yang harus di banggakan, kau pasti malu dan sudah terfokus dengan istri modelmu itu.” Wanita tua itu menepis tangan Farel yang bertenggar manis di bahunya.

“Ohh, nenek cemburu? Jangan khawatir hanya nenek yang paling cantik di dunia ini.” Farel mencium gemas pipi wanita tua ini.

“Dasar! kau memang perayu ulung.” Wanita tua itu terkekeh.

Wanita tua itu menatap farel dengan sendu. Ia sangat merindukan cucunya ini. Meskipun sema orang mengatakan Farel manusia berhati dingin dan tidak punya perasaan ia tetap menyayanginya. Ia faham, sifat itu terbentuk karena kerasnya kehidupan Farel yang harus ia lewati.

Farel sudah tersisih sedari ia kecil. Kasih sayang orang tua tidak pernah ia rasakan, orang tuanya tidak pernah menganggap ia ada. Kecelakaan yang menewaskan adik kecilnya membuat ia tersisih, semua mengatakan ia pembawa sial.

Farel meletakkan kepalaya di atas paha wanita tua itu, membuat wanita tua itu terkekeh dan mengelus lembut rambut lebat itu. Farel tetap sama, cucunya yang terluka dan menginginkan sebuah kasih sayang dan kehangatan sebuah keluarga.

“Apa semua baik-baik saja?” Wanita itu bertanya dengan tangan yang tetap mengelus lembut surai itu.

Farel terdiam mendengar pertanyaan sang nenek. Apakah semua baik-baik saja? Ia tidak tau. Tapi sekarang ia seperti menemukan sesuatu yang membuat semangatnya yang redup perlahan kembali, apakah ini pengaruh s\*x?

“Hmmm.”

Wanita tua itu memukul pelan keala cucunya. Ia ingin cucunya itu jujur tentang perasaanya, bukan menutupinya seperti ini.

“Kau tidak sendiri, masih ada nenek yang akan selalu berdiri di sampingmu.”

Farel tersenyum mendengar ucapan neneknya itu.

“Ya, memang hanya Maria Wiratman yang terbaik.”

Wanita tua itu yang tak lain Maria berdecak sebal dengan kelakuan cucunya itu, dengan tidak punya perasaan ia bangkit membuat kepala farel terantuk kebawah dan mengerang kesakitan.

“Ahhh, nenek! Kau jahat sekali.”

Maria mengabaiakna rengekan cucunya tetap berjalan meninggalkan ruangan itu.

*****

Raisya termenung menatap beberapa keluarga yang sedang piknik di taman. Fikiranya melayang, bahkan otaknya sibuk berandai-andai.

Dug

Raisya mengerjap, di kakinya terdapat bola yang menggelinding. Netra hijaunya sibuk menatap sekeliling berusaha mencari pemilik bola itu.

“Permisi kakak cantik, boleh saya minta bolanya?”

Rasya menatap anak laki-laki berambut hitam kelam begitu pula dengan matanya.

“Kak.”

Raisya terperanjat, matanya mengerjap sedetik kemudian bibirnya menyunggingkan senyuman membuat anak laki-laki itu terkesiap, bahkan membuka mulutnya tanpa sadar.

“Ini.” tangan Raisya terulur kedepan dengan memegang bola.

Anak laki-laki tersebut tidak langsung menyambut bola itu, tapi ia malah terbengong persis seperti orang yang sedang terpesona.

Raisya bingung melihat respon anak itu. “Kau baik-baik saja?” Raisya menunggu jawaban dari anak itu namun, responya tetap sama. Raisya kikuk kemudian menurunkan tanganya dan menaruh bola di bawah kembali.

“Riel, kenapa lama sekali.”

Raisya terkesiap menatap laki-laki yang wajahnya hampir mirip Jhonatan, bahkan tanganya gemetar dan degup jantungnya mulai tak normal. Bedanya laki-laki tersebut bermata coklat bukan biru.

Laki-laki bermata coklat itu menggoyangkan anak kecil yang di panggil Riel tadi, bahkan laki-laki itu tidak sadar dengan keberadaan Raisya di depanya.

“Hay, dasar bocah! Kenapa kau diam saja. Mana bolanya?”

Riel terkesiap mendengar suara yang sangat dikenalnya.

“Ihh kakak! Dasar jomblo. Kakak mengganggu Riel yang sedang terpesona dengan bidadari bermta hijau.” Riel berkacak pinggang menatap kakaknya garang.

Laki-laki bermata coklat itu terkesiap mendengar penuturan adiknya. Bagaimana bisa anak berumur tujuh tahun bicara seperti itu?

“Hay! Dasar bocah, ingat umurmu.”

Riel memotar matanya malas, menarik tangan kakaknya untuk menatap sosok wanita yang dianggapnya bidadari itu.

“Ehh, apa yang kau lakukan?”

“Dasar, lihat akan Riel kenalkan kakak dengan kakak cantukku ini, siapa tahu kakak tidak jomblo lagi setelah ini.”

Laki-laki itu hendak protes dengan tingkah adiknya namun, kata-katanya tertelan begitu saja ketika netranya bertemu dengan netra hijau itu.

“Oh, hay!” laki-laki itu tersenyum canggung.

Riel mendengus, ia merasa kakaknya sangat payah berurusan dengan perempuan.

“Ih, dasar payah.”

Laki-laki itu mendelik kesal mendengar ucapan Riel.

“Hallo kakak cantik, nama kau Azriel. Kakak bisa panggil aku Riel, sayang juga boleh.” Riel berucap dengan pipi yang memerah.

Raisya dan laki-laki itu terkesipa melihat tingkah Riel. Bagaimana bisa anak sekecil itu sudah menumbuhkan bibit-bibit playboy?

“Ish, maaf nona atas tingkah adik saya.”

Raisya tersadar dari rasa terkejutnya, ia tersenyum canggung.

“Ehmm, kalo boleh tahu nama nona siapa?” laki-laki itu menatap Raisya dengan kuping yang memerah.

Riel mendengus melihat kakaknya yang tingkahnya tidak jauh seperti dirinya.

“Ekhm, nama saya Raisya.”

“Nama saya Zakiel, Zakiel Balawel.”

Raisya terdiam mendengar marga Balawel, terasa tidak asing tapi ia tidak ingat pernah bertemu dengan orang bermarga seperti itu.

“Ekhm, sudah-sudah! Riel mau duduk, Riel capek berdiri terus.” Riel berkacak pinggang dan mengerucutkan bibirnya membuat suasana yang henig seketika berubah.

“Ish, dasar adik durhaka!” Zakil mendelik menatap Riel yang dibalas juluran lidah oleh Riel.

Raisya tertawa melihat interaksi mereka berdua.

“Oh, Riel capek? Sini duduk di samping kakak.” Raisya menepuk bangku kosong di sebalah kananya.

Riel yang melihat itu tersenyum lebar, bahkan menatap kakaknya seakan menunjukan bahwa dia selangkah lebih maju.

Mereka bercakap-cakap, mengabaikan status mereka yang hanya orang asing saja. Bahkan Raisya melupakan sejenak rasa penat dan khawatirnya terhadapa keadaan yang menimpa mereka.

“Ohh, maaf ya saya harus pulang.” Raisya tersenum canggung menatap mereka berdua.

Riel mendengus melihat Raisya yang bergegas berdiri.

“Bolehkah saya_”

“Ish, kakak lama!”

“Kak Raisya Riel minta nomernya boleh?” Riel menatap Raisya dengan mata di kerjap-kerjapkan.

Riasya tersenyum bahkan tanganya dengan cepat mengelus pipi berisi Riel membuat Riel memejamkan mata menikmati elusan itu, persisi seperti kucing.

“Bauklah, ini nomer kakak. Sekarang kakak harus pergi.”

*****

Raisya menatap tempat tinggal barunya sekarang dengan tatapan sendu, ia harus kuat menjalani semua ini. Ia kuat.

Drt Drt Drt

Raisya berjingkat kaget, segera ia ambil gawai di dalam tasnya. Tertera nama Farel di sana.

“Hal_”

“Jangan menjadi ******! Cukup menjadi jalangku saja.”

Raisya tertohok dengan perkataan Farel. Bagaimana bisa Farel berucap seperti itu? apa yang sudah ia lakukan?

“Ma_”

“Tidak usah banyak omong! Ingat kata-kataku. Kau hanya jalangku, dan jangan berani-berani berdekatan dengan laki-laki lain selain aku. Satu lagi, aku tidak pulang malam ini.”

Tut

Raisya terdiam menatap panggilan yang sudah terputus itu, bahkan ia belum sempat melakukan pembelaan apapun. Haa ******? Tanpa sadar mata Raisya memanas.

Terpopuler

Comments

Riyamah Riyamah

Riyamah Riyamah

farel yang bejat akhlaknya

2022-12-26

0

Maya AL Fadl

Maya AL Fadl

neneknya farel

2022-03-28

1

Anisa

Anisa

lanjut Thor 💪🥰

2022-03-26

3

lihat semua
Episodes
1 1.Sendiri
2 2. Cinta Bukan tentang gairah
3 3. Gairah
4 4. Derita
5 5. Gairah
6 6. Luka
7 7. Merasa Seperti Murahan
8 8. Tetaplah bertahan
9 9. Terpaksa
10 10. Hanya Pemuas Nafsu
11 11. Koma
12 12. Maria Wiratman
13 13. Rumah pertama dan Rumah kedua
14 14. Perasaan
15 15. Rencana
16 16. Rencana
17 17. Cemburu
18 18. Patner Ranjang
19 19. Kabur
20 20. Bahagia
21 21. Cemas
22 22. Monster
23 23. Tertangkap
24 24. Belenggu Gairah
25 25. Pelecehan
26 26. Kecewa
27 27. Bunuh Diri
28 28. Melawan Malaikat Kematian
29 29. Azriel si Ceria
30 30. Rumah Sakit
31 31. Rasa Bersalah
32 32. Sadar
33 33. Seperti Boneka
34 34. Rumah Baru
35 35. Awal Perjuangan
36 36. Istri Kedua
37 37. Seperti Hewan Liar
38 38. Mengambil Hati
39 39. Berenang Bersama
40 40.Kejutan
41 41. Ajakan Menikah
42 42. Takut
43 43. Kesempatan
44 44. Sadar dari Koma
45 45. 99 Tangkai bunga mawar
46 46. Harapan
47 47. Aneh
48 48. Terulang Kembali
49 49. Fakta
50 50.Rencana
51 51. Bimbang
52 52. Pilihan
53 53. Aku Akan Menghancurkan Dunia
54 54. Arti Cinta
55 55. Aku Akan Berusaha
56 56. Tangisan Rindu
57 57. Percaya pada ku
58 58.Cerai
59 59. Aku Bukan Wanita Jahat
60 60. Hamil
61 61. Garis Dua
62 62. Kecewa
63 63. Kehilangan
64 64. Pergi
65 65. Aku Adalah Karma
66 66. Rumit
67 67. Membuka Hati
68 68. Kecewa
69 69. Marah
70 70. Drama yang memuakkN
71 71. Bersalah
72 72. Dingin
73 73. Kau tidak apa-apa Nona
74 74. Pelac*r
75 75. Air Putih
76 76. Masa Lalu
77 77. Umpan
78 78. Mesum
79 79. Kekasih
80 80. Hancur
81 81. Kakak
82 82. Karma
83 83. Nikah
84 84. Tanda tangan
85 85. Resmi menikah
86 86. Istri
87 87. Kecupan
88 88. Makan Siang
89 89. Anting-anting
90 90. Penjelasan
91 91. Pesta topeng
92 92. Kesalahan
93 93. Kesalahan
94 94. Kesalahan indah
95 95. Pembalasan
96 97. Harapan
97 98. Takut
98 99. Dendam
99 100. Tanpa judul
100 101. Tanpa judul
101 102. Alex
102 103. Penghinaan
103 104. Mantan cucu
104 105. Bulan madu
105 106. Pantai
106 107. Siasat
107 108. Maria
108 109. Sebuah kebohongan
109 110. Pertemuan
110 113. Cemas
111 114. Tamparan
112 115. Impotent?
113 116. Terkejut
114 117. Keputusan
115 118. Pembunuh
116 119. Terkuak
117 120. Terkuak
118 121. Menyesal
119 122. Menyesal
120 123. Fakta baru
121 124. Seperti dulu
122 125. Tidak memberi kesempatan kedua
123 126. Pembalasan
124 127. Pembalasan
125 128. Farel nyidam
126 129. Kedatangan Max
127 130. Aku mencintaimu
128 131. Baby
129 132. Pergi
130 133. Tanpa judul
131 134. Tanpa judul
132 135. Kedatangan Zakiel
133 136. Kematian Jhonatan
134 137. Rahsia yang harus ditutup
135 138. Gaun
136 139. Konferensi pers
137 140. Akhir?
138 142. Bayi botak
139 143. Bukan wanita simpanan
140 Cerita baru, yg kangen Max, melipir cusss
Episodes

Updated 140 Episodes

1
1.Sendiri
2
2. Cinta Bukan tentang gairah
3
3. Gairah
4
4. Derita
5
5. Gairah
6
6. Luka
7
7. Merasa Seperti Murahan
8
8. Tetaplah bertahan
9
9. Terpaksa
10
10. Hanya Pemuas Nafsu
11
11. Koma
12
12. Maria Wiratman
13
13. Rumah pertama dan Rumah kedua
14
14. Perasaan
15
15. Rencana
16
16. Rencana
17
17. Cemburu
18
18. Patner Ranjang
19
19. Kabur
20
20. Bahagia
21
21. Cemas
22
22. Monster
23
23. Tertangkap
24
24. Belenggu Gairah
25
25. Pelecehan
26
26. Kecewa
27
27. Bunuh Diri
28
28. Melawan Malaikat Kematian
29
29. Azriel si Ceria
30
30. Rumah Sakit
31
31. Rasa Bersalah
32
32. Sadar
33
33. Seperti Boneka
34
34. Rumah Baru
35
35. Awal Perjuangan
36
36. Istri Kedua
37
37. Seperti Hewan Liar
38
38. Mengambil Hati
39
39. Berenang Bersama
40
40.Kejutan
41
41. Ajakan Menikah
42
42. Takut
43
43. Kesempatan
44
44. Sadar dari Koma
45
45. 99 Tangkai bunga mawar
46
46. Harapan
47
47. Aneh
48
48. Terulang Kembali
49
49. Fakta
50
50.Rencana
51
51. Bimbang
52
52. Pilihan
53
53. Aku Akan Menghancurkan Dunia
54
54. Arti Cinta
55
55. Aku Akan Berusaha
56
56. Tangisan Rindu
57
57. Percaya pada ku
58
58.Cerai
59
59. Aku Bukan Wanita Jahat
60
60. Hamil
61
61. Garis Dua
62
62. Kecewa
63
63. Kehilangan
64
64. Pergi
65
65. Aku Adalah Karma
66
66. Rumit
67
67. Membuka Hati
68
68. Kecewa
69
69. Marah
70
70. Drama yang memuakkN
71
71. Bersalah
72
72. Dingin
73
73. Kau tidak apa-apa Nona
74
74. Pelac*r
75
75. Air Putih
76
76. Masa Lalu
77
77. Umpan
78
78. Mesum
79
79. Kekasih
80
80. Hancur
81
81. Kakak
82
82. Karma
83
83. Nikah
84
84. Tanda tangan
85
85. Resmi menikah
86
86. Istri
87
87. Kecupan
88
88. Makan Siang
89
89. Anting-anting
90
90. Penjelasan
91
91. Pesta topeng
92
92. Kesalahan
93
93. Kesalahan
94
94. Kesalahan indah
95
95. Pembalasan
96
97. Harapan
97
98. Takut
98
99. Dendam
99
100. Tanpa judul
100
101. Tanpa judul
101
102. Alex
102
103. Penghinaan
103
104. Mantan cucu
104
105. Bulan madu
105
106. Pantai
106
107. Siasat
107
108. Maria
108
109. Sebuah kebohongan
109
110. Pertemuan
110
113. Cemas
111
114. Tamparan
112
115. Impotent?
113
116. Terkejut
114
117. Keputusan
115
118. Pembunuh
116
119. Terkuak
117
120. Terkuak
118
121. Menyesal
119
122. Menyesal
120
123. Fakta baru
121
124. Seperti dulu
122
125. Tidak memberi kesempatan kedua
123
126. Pembalasan
124
127. Pembalasan
125
128. Farel nyidam
126
129. Kedatangan Max
127
130. Aku mencintaimu
128
131. Baby
129
132. Pergi
130
133. Tanpa judul
131
134. Tanpa judul
132
135. Kedatangan Zakiel
133
136. Kematian Jhonatan
134
137. Rahsia yang harus ditutup
135
138. Gaun
136
139. Konferensi pers
137
140. Akhir?
138
142. Bayi botak
139
143. Bukan wanita simpanan
140
Cerita baru, yg kangen Max, melipir cusss

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!