Main kerumah Nia

Saat sampai di depan rumah Nia, Tara begitu takjub melihat rumah yang sangat indah dan mewah itu.

"Nia ini bener rumah kamu?" ucap Tara tidak percaya. Hari ini Tara benar-benar menepati janjinya untuk bermain ke rumah Nia.

"Iya Tar, bukan maksud gue ini rumah papa mama gue kalau gue belum punya rumah kan gue masih sekolah" ralat Nia.

"Terserah kamu Nia maksud saya begitu"

"Ya udah yok masuk mama udah nunggu dari tadi," ajak Nia mereka berdua berlalu masuk ke dalam rumah yang sangat megah itu.

"Assalamualaikum" ucap Tara dan Nia saat memasuki rumah keluarga Nia.

"Walaikumsalam" jawab Mia dia menyambut Nia dan Tara kebetulan dia sedang asik nonton di ruang tamu.

"Tante" sapa Tara sambil mencium punggung tangan Mia.

"Akhirnya kamu main kesini juga Tara," ucap Mia senang.

"Hehe, iya tante"

Sedangkan Nia sudah pergi terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu di dalam kamarnya.

Tara dan mama Mia mengobrol sambil menunggu Nia keluar dari kamarnya. Banyak sekali yang mereka bicarakan mulai dari kehidupan Tara sampai kepindahan Nia dan keluarganya kesini. Mereka berdua sangat cepat menyesuaikan satu sama lain Tara juga tidak merasa canggung pada orang tua Nia karena Mia memperlakukan Tara dengan baik.

"Tara!!" panggil Nia setelah keluar dari kamarnya dia sedikit berlari kecil menuju ruang tamu.

"Hati-hati awas jatoh" tegur Mia pada anaknya.

"Kenapa Nia?" tanya Tara saat Nia sudah duduk disebelahnya.

"Kita metis mangga yuk" ajak Nia antusias.

"Mangga dari mana? emang sekarang musim mangga?"

"Mintalah, Ma sama tetangga yang jaraknya dua rumah sama kita kalau gak dikasih ya beli, tapi denger-denger yang punya rumah orangnya baik" ucap Nia menjelaskan tujuannya.

"Maksudnya rumah ibu Lia?"

"Iya Ma, bener banget" ucap Nia.

"Ya udah gih sana minta, mama juga mau"

Nia mengajak Tara untuk meminta mangga di rumah ibu Lia sedangkan mamanya menyiapakan bahan untuk mereka metis nanti.

"Assalamualaikum" ucap Nia dan Tara saat sudah berdiri di depan rumah ibu Lia.

"Walaikumsalan" jawab orang yang punya rumah dari dalam, dia berlalu keluar untuk menemui siapa tamunya.

"Ada apa neng? ini neng Nia kan? anaknya ibu Mia?" tanya ibu Lia dengan ramah.

"Iya Ibu" jawab Nia sambil cengar-cengir sedangkan Tara hanya tersenyum pada ibu Lia.

"Kalau ini siapa neng Nia, cantik banget" puji Lia pada Tara.

"Saya, Tara Bu" sapanya dengan ramah.

"Neng Tara sama neng Nia ada keperluan apa?"

"Anu, anu bu" Nia menyengol-nyengol Tara agar membantunya untuk bicara.

"Anu apa neng?" tanya Lia bingung.

"Mangga" ucap Nia sepontan.

Sedangkan Tara dan ibu Lia sedang menahan tawa mereka agar Nia tidak malu.

"Owalah, mau minta mangga begitukan neng?" entah pertanyaan itu ditunjukan untuk siapa tapi kali ini Tara yang menjawab.

"Iya bu" ucap Tara malu.

"Gak usah sungkan ambil aja, tapi emang kalain bisa ngambilnya? buahnya tinggi-tinggi lo" Nia dan Tara hanya mengelengkan kepala memang benar apa yang dikatakan ibu Lia buah mangganya tinggi-tinggi .

"Ya udah kalau gitu sebentar ibu panggilin anak ibu dulu ya"  ucap ibu Lia.

"Tapi bu emang gak ngerepotin?" tanya Tara tidak enak hati.

"Udah gak papa kok, sebentar ya"

Ibu Lia masuk ke dalam rumahnya kembali untuk memanggil anak laki-lakinya yang sedang ngobrol dengan pekonakannya yang kebetulan sedaang main.

"Za, Ir" panggil Lia, pada anaknya dan juga keponakannya itu, kerena keduanya merasa dipanggil jadilah mereka pergi kesumber suara.

"Kenapa bund?" tanya anaknya dan keponakannya itu.

"Itu ambilin mangga di depan"

"Buat siapa bund?"

"Buat cewe cantik, udah sono siap tau jodoh sama yang di depan"  ucap Lia, sedangkan Tara dan Nia masih setia menunggu di bawah pohon mangga.

"Bunda kalau ngomong ada-ada aja"

Ketiganya keluar dari dalam rumah secara bersamaan.

"kok,  ada kak Reza sama kak Irfan?"  batin Tara

"Ini mah bener kata bunda emang cewe cantik" batin Reza.

"Kok, lu disini?" tanya Nia heboh.

"Ini rumah gue aneh, ya iya lah gue disini"

"Terus waktu itu ngapain minta alamat rumah gue?" ketus Nia.

"Mana gue tau,  kalau lu tetangga gue" jawab Reza, tak kalah ketus.

"Kalian saling kenal?" ucap Lia penasaran.

"Mereka, adek kelas Reza bund"

"Tapi kok gue gak tau ya lu tetangga gue? aneh, tapi gue juga kagak mau tau sih" ucap Nia sambil menatap Reza kesal.

"Serah lu"

"Pasti si Nia kayak gitu gara-gara gue pernah buat sahabatnya itu nangis"  dalam hati Reza.

"Lu, Tara kan?" tanya Irfan yang sedari tadi sedang mengingat-ingat kedua gadis yang ada di depannya ini.

"Iya kak, kak Irfan kan?"

"Lah, sama Irfan juga kenal?"

"Iya tan kenal, pas mereka ada acara lomba di kota dan luar biasanya lagi mereka berdua yang membawa sekolah mereka menjadi pemenang" jelas Irfan.

"Mangganya jadi kagak?" tanya Reza.

"Jadi lah gue udah malu-malu minta masa gak jadi" ucap Nia blak-blakan sedangakan yang lain hanya bisa tersenyum.

"Gue harus minta maaf sama Tara sekarang mumpung dia ada disini, gue bakal terima apa keputusan dia mau maafin gue atau gak. yang pasti gue gak bakal nyerah sebelum Tara bener-bener maafin gue. ini lagi kenapa gue gak suka liat Irfan nyapa si Tara" batin Reza.

Tidak lama dari itu Reza dan Irfan segera memanjat pohon mangga yang tidak terlalu besar di depan rumahnya. Tidak memerlukan waktu lama keduanya sudah mengumpulkan mangga yang lumayan banyak. Sedangkan Ibu Lia dan kedua gadis itu hanya menunggu di bawah pohon mangga.

"Assalamualikum" salam seorang dari luar pagar.

"Walaikumsalam" jawab mereka semua dengan kompak bahkan yang berada di atas juga menjawab.

"Ibu Mia, ada apa?" sapa ibu Lia ramah.

"Ini nungguin Nia sama Tara katanya minta mangga disini tapi gak pulang-pulang sampek saya bosen nunggu mereka berdua" jelas Mia.

"Ya bu, itu mangganya lagi dipetikin sama Reza sama si Irfan"

"Owalah"

Setelah Reza dan Irfan selesai memetik mangga mereka semua diajak Ibu Mia untuk memakan lutis bersama di rumahnya.

"Wah udah siap semua kayaknya" ucap Ibu Lia ketika mereka sudah sampai dirumah Nia.

"Ayok dimakan," ucap Ibu Mia setelah Tara dan Nia membawa mangga yang sudah mereka bersihkan.

Mereka makan sambil mengobrol banyak hal sekali-kali Reza mencuri pandangan pada Tara begitu juga dengan Irfan.

"Sahabat gue emang cantik, bahkan dua cowok ini diem-diem ngeliatin terus dari tadi, coba aja waktu Tara masih cupu dulu si Reza sampek buat dia nangis, awas aja kalau sampek gak minta maaf sama Tara abis lu sama gue" batin Nia.

"Hemmm, Tar maaf ya gue gak bisa nganterin lu pulang gue ada hal yang harus diurus" Nia terpaksa berbohong agar dia memberikan waktu untuk Reza bisa meminta maaf pada Tara.

"Iya Nia gak papa, aku bisa naik bus nanti pulangnya" jawab Tara seadanya.

"Janggan!" jawab kempat orang yang berada disitu dengan sangat kompak. Sedangkan Irfan sudah pamit pulang terlebih dahulu.

"Kenapa tante?, Nia?, kak Reza?" tanya Tara heran, sebenarnya dia tidak mau menyebut nama Reza, tapi karena takut tidak sopan jadi Tara terpaksa mengucapakan nama Reza dari bibirnya.

"Udah lama banget itu bibir kagak nyebut nama gue akhirnya sekarang keluar lagi nama gue dari bibir indahnya" dalam benak Reza.

"Biar dianter Reza aja neng Tara mau ya?" tawar bunda Reza.

" Ta-pi ta-n"

"Gak ada penolakan kamu harus dianter sama Reza, bunda takut kamu kenapa-napa" ucap Lia lagi.

"Iya sama tante juga kahwatir" ucap Mia menambahkan, dengan terpaksa Tara mengiyakan tawaran tersebut.

"Yesss ini kesempatan gue" batin Reza senang 

Terpopuler

Comments

Bhebz

Bhebz

Taraaa gadis Pemimpi mampir nih

2022-04-21

0

Bhebz

Bhebz

Mama Mia lezatos

2022-04-21

0

Fb: Ponn Ponn

Fb: Ponn Ponn

lanjut🤗

2022-03-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!