"Hai Redes jangan bosen-bosen ya baca cerita receh aku, hehehe"
🌼Ikuti terus perjalanan hidup Tara🌼
"Tara sini sebentar nak" panggil ibu Siti.
"Iya ibu," Tara menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.
Tara keluar dari kamarnya dengan pakain sekolah yang sudah rapi iya kenakan. "Ada apa ibu?" tanyanya.
"Kamu udah mau berangkat sekolah ya?"
"Iya Ibu"
Ibu Siti menyodorkan sebuah handphone baru pada putrinya, selama ini dia kasihan melihat Tara tidak memiliki handphone setiap hari jika ada tugas yang harus menggunakan handphone dia selalu kebingungan.
Tara mengambil barang yang ibunya sodorkan padanya. "Ini apa ibu maksudnya?"
"Itu buat kamu nak," ucap ibu Siti senang.
"Ini buat Tara ibu? yang bener aja" Tara tidak percaya dia yakin pasti ibunya sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli handphone yang bermerek Vivo itu.
"Ya udah pake gih, ooh iya ntar siang ibu mau ke sekolahan kamu"
"Makasih banyak Ibu, kalau gitu Tara pamit dulu, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Tara sangat bahagia mendapatkan hadiah yang begitu berharga dari ibunya. Tapi dia juga tidak enak dengan ibunya pasti ibunya sudah menabung sejak lama untuk membelikan handphone mahal ini.
"Terimakasih pak," ucap Tara pada pengemudi bus. Mereka sudah sangat akrab karena Tara sering menyapa pengemudi bus tersebut.
"Iya sama-sama Tara, belajar yang rajin"
"Oke, siap pak"
Tara berjalan sendirian menuju kelasnya biasanya dia akan bersama Nia tapi sepertinya Nia belum berangkat.
Teng...
Tengg....
Bunyi lonceng masuk membuat semua murid memasuki kelas mereka masing-masing begitu juga dengan Tara.
"Baik anak-anak hari ini kita ada praktek kimia" ucap pak Joko, yang sudah duduk di kuris guru dia hari ini yang mengisi kelas Tara.
Mendengar kata praktek membuat Tara begitu bersemangat untuk ikut.
"Pak kita mau praktek apa?" tanya Agus, seorang murid laki-laki di kelas Tara.
"Udah ikut aja ke ruang laboratorium"
Mereka semua mengikuti pak joko masuk kedalam ruang laboratorium yang berada di lantai tiga sekolah mereka. Ini untuk pertama kalinya kelas 10 Ipa 1 memasuki ruang laboratorium. Ruangan itu sangat luas dan dipenuhi cairan-cairan kimia yang berbagai macam warna Tara sendiri belum tau apa nama-mana cairan itu semua.
"Semuanya silahkan duduk di masing-masing tempat kita akan mulai melakukan praktek" pak Joko memberi instruksi, karena sudah ada kuris dan meja yang tersedia jadi mereka duduk secara acak.
"Baik kita disini akan berpraktek memahami suatu perubahan pada reaksi kimia" Pak Joko sudah mulai memberi instruksi untuk praktek.
"Sebelum kita mulai bapak akan mengenalkan terlebih dahulu teori dasarnya"
"Baik pak" jawab mereka serentak.
DASAR TEORI.
Reaksi Kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan perubahan senyawa kimia. Reaksi kimia dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang
biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Suatu reaksi kimia dapat dikenali
karena adanya perubahan yang timbul selama proses reaksi berlangsung. Perubahan tersebut dapat berupa:
adanya perubahan suhu. 2.adanya perubahan warna.
timbulnya gas.
timbulnya endapan.
"Sampai sini jelas semuanya?"
"Jelas pak" mereka menjawab dengan sangat kompak.
Di depan meja mereka masing-masing sudah ada beberapa bahan dan alat yang sudah tersedia seperti; Botol plastik bekas tidak berwarna, tabung reaksi pyrex gelas minum kaca, botol kaca bekas tidak berwarna. Kapur sirih dan cangkang telur juga masih banyak lainnya.
Pak Joko sudah mulai melakukan praktek setelah menjelaskan semuanya pada murid-murid mereka hanya tinggal mengikuti apa yang akan pak Joko praktekan. mereka barus berhasil semua setelah melakukan lima kali percobaan.
"Baik anak-anak karena sudah waktunya untuk istirahat kita akhiri kelas kimia sampai disini saya permisi, assalamualaikum" ucap pak Joko, sambil berlalu keluar dari ruang laboratorium.
"Waalaikumsalam, pak" jawab mereka dengan sangat kompak.
"Gila capek banget gue" ucap Agus pada teman-temannya...
"Tara ayok ke ruang kepala sekolah," ajak Nia yang baru saja sampai di hadapan Tara sedari tadi dia mencari keberadaan Tara tapi dia lupa kalau hari ini Tara ada kelas kimia.
"Astagfirullah, sampe lupa Nia"
Nia dan Tara segera menuju ruang pak Galih, sesampainya disitu semua orang yang mendapatkan surat panggilan sudah hadir begitu juga dengan ibu Siti.
"Ibu udah dari tadi disini?" sapa Tara dengan berbisik.
"Luamayan nak"
"Baik karena kalian sudah berkumpul semua saya hanya ingin menyelesaikan suatu masalah yang terjadi diantara mereka" ucap pak Galih sambil melihat satu persatu muridnya.
"Ada apa sih pak sebenarnya?" tanya wanita paruh baya yang memakai, pakaian mahal yang duduk bersebelahan dengan Dian. Dia juga menatap Ibu Siti dengan tatapan merendahkan tapi Ibu Siti tidak peduli toh dia tidak kenal dengan orang itu.
"Jadi gini ibu Ria, dari pada saya jelaskan lebih baik ibu lihat sendiri video ini" ucap Pak Galih, sambil memutar video yang kemaren Nia berikan.
"Dian!!" ucap Ibu Ria malu sendiri dengan tingkah anaknya.
"Sri!!" Begitu juga dengan pak Banu bapak dari Sri.
Sedangkan ibu Siti menatap putrinya dengan penuh pertanyaan yang sudah melambung di kepalanya.
Setelah selesai menunjukan vidio tersebut pak Galih menyuruh Nia untuk mengeluarkan bukti yang lainnya.
"Masuk," ucap Nia setelah mengatakan itu seorang masuk kedalam ruang kepala sekolah.
"Rio!!" ucap Dian kaget, saat melihat siapa yang baru saja masuk kedalam ruang kepala sekolah.
"Rio sialan!! kenapa lo muncul di situasi kayak gini ? " umpat Dian tapi dia tidak berani bicara apa-apa. Saat ini Dian sedang menatap Rio dengan penuh kebencian.
"Rio, ada apa kesini?" tanya pak Galih. Dia sangat mengenali murid alumninya ini yang barus tahun kemarin lulus.
"Saya mau menjelaskan yang sebenarnya pak" ucap Rio. Lalu dia menjelaskan semuanya pada semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Rio juga mengatakan jika dia sudah mengembalikan uang yang pernah Dian berikan padanya ke atm miliki Dian. Serta dia juga sudah menyerahkan diri pada pihak berwajib. Setelah mengatakan yang sebenarnya Rio pamit undur diri dia masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
"Pak sudah tidak usah diperpanjang saya sudah memaafkan mereka" ucap Tara.
"Iya pak saya juga sebagai ibu dari Tara sudah memaafkan mereka" ucap ibu Siti meyakinkan.
"Sok baik bangetni orang miskin cari perhatian aja dasar miskin" ketus Ria di dalam benaknya.
"Baik kalau begitu masalah sudah selesai saya minta kalian saling bermaaf-maafan, tapi untuk Dian dan Sri, saya tetap akan meskors mereka selama satu minggu. Tapi jika mereka tidak bisa merenungi kesalahan apa yang sudah mereka lakukan dengan terpaksa saya akan menambah hukumannya," jelas pak Galih setelah selesai bicara mereka saling bersalaman dan meminta maaf satu sama lain.
"Good Job! kamu memang anak baik sayang"
Puji Mia pada anaknya Nia, mereka baru saja Keluar dari ruang kepala sekolah. sedangkan Dian dan mamanya entah sudah pergi kemana tidak terlihat lagi begitu juga dengan Sri dan papanya.
"Tara kan sahabat aku ma, kita itu harus membela yang benar" jawabnya sok bijak.
"Terimakasih banyak Nia kamu udah jagain Tara dan terimakasih juga Ibu Mia," ucap Ibu Siti sangat berterimakasih pada Nia dan juga mamanya.
"Iya Ibu sama-sama"
"Tara kapan main kerumah tante" sapa Mia dengan baik sambil mengelus pucuk kepala Tara.
"Besok tan in sya allah, Tara juga udah janji sama Nia" ucapanya ramah.
"Good, tante tunggu, oh iya ibu Siti kesini naik apa?" tanya Mia dengan ramah sebelumnya mereka sudah berkenalan terlebih dahulu saat di ruang kepsek tadi.
"Saya naik bis, bu Mia"
"Ya udah kalau gitu yok saya antar" ajak mama Mia.
"Ta-pi-"
"Udah Ibu ikut aja sama mama itung-itung mama mau silaturahmi ke rumah tante" ucap Nia agar Ibu Siti tidak menolak tawaran mamanya.
"Kalian memang keluarga yang sangat baik" batin Tara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Bhebz
keluarga yang sangat baik. Salam dari gadis Pemimpi
2022-04-20
1
Bro Koli
nia sma maknya sama
2022-04-06
1
Anak orang
Semangat thor
2022-04-06
3