Merubah penampilan

Sesuai janji yang sudah Tara tepati pada Nia. Hari ini mereka berdua akan pergi kesuatu tempat, Tara sendiri tidak tahu Nia akan membawanya kemana. Mereka pergi diantar oleh supir pribadi Nia. Saat ini keduannya sedang berdiri di sebuah ruko yang begitu besar, yang Tara tau tempat itu adalah tempat kecantikan, karena di depan papan ruko itu terpasang sebuah tulisan yang menandakan bahwa tempat itu sebuah tempat untuk kecantikan diri.

"Nia ngapain kita kesini?" tanya Tara, sambil memegang bahu Nia sedangkan matanya tetap fokus pada objek yang berada di depannya.

"Nanti kamu juga tau, yok ikut" Nia menarik tangan Tara yang masih tetap berdiri  memperhatikan sebuah tulisan yang terpajang.

Tara bisa melihat berlalu lalang orang-orang yang keluar masuk dari tempat itu, mereka semua berpakaian yang sangat bagus dan menarik. Tara sendiri malau melihat penampilannya saat ini jika dibandingkan dengan orang-orang itu.

"Mbak Tia" sapa Nia, saat sampai di depan seorang wanita yang lebih tua dari Nia dan Tara, dengan berparas cantik dan berpakaian mewah.

"Wow, Nia apa kabar? lama baget kamu gak kesini" ucap orang yang dipanggil Nia dengan sebutan mbak Tia itu. Dia memperhatikan Nia dan juga Tara yang berada di sebelah Nia.

Nia tersenyum dengan penuturan mbak Tia barusan. "Iya Mbak soalnya keluarga ku pindah rumah jadi kalau mau kesini jauh"

"Lalu kamu kesini sama siapa Nia?" sedari tadi mbak Tia memperhatikan Tara dari atas hingga bawah.

"Apakah asisten pribadi mu?" tanya mbak Tia lagi.

Nia mengangkat satu tangannya lalu dia berkata pada mbak Tia. "Dia sahabat ku Mbak, dan aku mau Mbak Tia merubah penampilannya sebaik mungkin," Nia berkata dengan sangat serius sambil sedikit tersenyum pada kedua orang yang berdiri di samping dan di depannya itu.

"Tenang aja kalau masalah itu semuanya serahin sama Mbak Tia"

Mbak Tia memanggil beberapa anak buahnya untuk bersiap-siap melakukan perawatan pada Tara. Mbak Tia memperlakukan Nia dengan baik karena Nia merupakan pelanggan setianya selama ini.

"Nia aku gak punya uang buat bayar ini semua, kalau kamu bilang kita mau kesini pasti aku buka tabungan dulu buat bayar itu semua," bisik Tara pada Nia.

"Udah tenang aja masalah uang mah gampang"

"Ta-pi"

"Untuk Tara silahkan duduk kita akan segera melakukan perawatan," panggil salah satu karyawan mbak Tia.

"Udah sana gak usah banyak mikir, gue juga mau perawatan kok"

Nia terus mendorong Tara aga dia mau masuk ke dalam ruangan yang sudah disediakan, sedangkan Tara hanya bisa pasrah atas semua yang dilakukan Nia padanya. Agar tidak bosan menunggu Tara selesai Nia juga ikut melakukan perawatan yang biasa dia lakukan.

"Gimana Tara, kamu sudah siap?" tanya mbak Tia.

"Iya mbak," menjawab sambil tersenyum.

Saat ini mbak Tia dan dua karyawannya sedang melakukan tugas mereka untuk merubah penampilan Tara. Biasanya jika satu pelanggan hanya butuh dua karyawan tapi Tara harus butuh tiga karyawan bahkan lebih. Dua Jam sudah dilalui oleh mbak Tia dan karyawannya untuk merubah penampilan Tara akhirnya selesai juga.

Tara Amaliya.

"Akhirnya selesai juga, ternyata karya ku memang tidak pernah gagal," ucap Mbak Tia bangan pada diri sendiri.

"Coba lihat di cermin," salah satu karyawan mbak Tia menyuruh Tara agar melihat penampilannya saat ini.

"ini beneran aku?" tanya Tara tidak percaya, saat dia melihat ke arah cermin.

Mereka semua menganggukan kepalanya dan tersenyum bahagian pada Tara.

Nia masuk ke dalam ruangan itu tanpa permisi betapa kagetnya dia dengan penampilan Tara saat ini.

"Tara ini beneran lu?" Nia bertanya, dia juga sudah yakin jika sahabatnya ini diubah sedikit penampilannya pasti akan terlihat sangat cantik.

"Iya ini aku Nia, terimakasih banyak,"  ucap Tara sambil memeluk Nia dengan haru, semua yang berada di ruangan itu juga ikut merasakan pemandangan haru yang ada di depan mereka.

"Mbak Tia memang good Job, tidak bisa diragukan lagi,"

Nia mengangkat satu jari jempolnya untuk memuji keahlian mbak Tia.

"Gue yakin nih satu sekolah bakal gempar," batin Nia senang.

"Ya udah kalau gitu yok kita pulang nanti Ibu lu khawatir lagi, oh iya mbak Tia seperti biasa ya"

"Oke Nia"

Setelah selesai urusannya dengan mbak Tia, Nia segera mengantar Tara pulang ke rumah, karena hari sudah semakin sore.

Sampai di rumah Tara...

"Assalamualaikum, Ibu Tara pulang"

"Wa-lai-kum-sa-lam, Ta-ra, kamu bener Tara anak ibu?" Ibu Siti berkata dengan ragu dia tahu persis seperti apa penampilan putrinya setiap hari.

Sedangkan Tara hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan manis.

"Bener Ibu, ini Tara," ucap Nia yang sudah mengenal ibu Siti  dekat begitu juga sebaliknya.

"Ya Allah, anak ibu cantik banget" puji ibu Siti haru.

"Ini semua berkat Nia Ibu, dia udah baik banget sama Tara"

"Kita kan sahabat sampai kapanpun tetap sahabat, akan saling membantu satu sama lain mau suka ataupun duka" kedua sahabat itu saling berpelukan kembali. Ibu Siti sangat bersyukur Tara memiliki teman baik seperti Nia.

"Kalau gitu gue pulang dulu ya sampai ketemu besok di sekolah, assalamualaikum" ucap Nia sambil berlalu menuju mobilnya.

"Waalaikumsalam" jawab Tara dan ibu Siti.

🌾

🌾

Pagi hari yang cerah semua murid SMA Tunas Bangsa sudah kembali masuk sekolah setelah libur di hari minggu satu persatu mereka memasuki gerbang sekolah.

"Pagi pak satpam," sapa Tara tersenyum. Tara memang setiap pagi atau pun pulang sekolah pasti menyapa satpam yang menjaga gerbang.

"Pagi, murid baru ya?" tanya pak satpam.

Memang dia baru pertama kali melihat murid cantik depannya. Tapi belum sempat Tara menjawab pertanyaan satpam tersebut keduanya sudah kembali sibuk masing-masing.

"Itu murid baru ya? coba liat cantik banget"

"Iya bener cantik banget bahkan lebih cantik dari Putri," ucap beberapa murid yang melihat Tara hampir sepanjang jalan masuk semuanya menatap kecantikan Tara dengan berbagai Tatapan. Sedangkan  Putri merupakan primadona sekolah SMA Tunas bangsa yang saat ini dia sudah kelas 12.

"Cantik"

"Tapi kalau dia murid baru kenapa seperti sudah hafal sekolah ini?"

"Taraaa!"  Nia memanggil Tara dengan begitu kencang, sehingga semua orang yang ada disana bisa mendegar ucapan Nia dengan jelas. Nia berjalan mendekati Tara.

"Nia akhirnya kamu datang juga, aku risih diliatin semua orang" bisik Tara.

"APA TARA!?" beberapa murid yang ada di koridor sekolah kaget, dengan apa yang mereka dengar barusan dari mulut Nia.

"Tara cewe cupu itu kan? masa iya sih, salah orang kali lu  Nia"

"Kalau lu semua kagak percaya terserah gue gak peduli! ayok Tar" Nia dan Tara segera meninggalkan orang-orang yang sedang mencerna hal yang baru saja terjadi.

"Kaget kan lu semua"  batin Nia.

"Ketemu di kantin ya entar," ucap Nia karena Tara sudah sampai di depan kelasnya.

"Oke"

Setelah kepergian Nia Tara seperti biasa masuk ke dalam kelasnya sendiri, sama seperti saat di koridor sekolah tadi, saat ini semua orang menatap Tara tanpa berkedip.

"Siapa cewek cantik itu? kenapa dia duduk di bangku Tara?"

Bisik beberapa murid yang sudah berada di dalam kelas, bahkan ada beberapa murid laki-laki  sampai mimisan, karena melihat Tara sedangkan Tara tidak peduli pada mereka semua dia hanya fokus pada bukunya. hal tersebut sudah biasa Tara lakukan, untuk tidak mendengarkan omongan-omongan orang-orang yang selalu merendahkannya.

Terpopuler

Comments

Anak orang

Anak orang

Semangat, semangat

2022-04-04

2

Anak orang

Anak orang

Akhirnya Tara berubah juga, terimakasih Nia😊

2022-04-04

0

Ilmara

Ilmara

Kan tpoy lagi capek 😭

2022-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!