Lomba cerdas cermat

Dua bulan sudah pencarian kandidat lomba cerdas cermat, akhirnya hari ini pertanyaan kuis akan dilakukan oleh para guru sma Tunas Bangsa. Ada sekitar 100 siswa diantaranya 45 peserta perempuan dan sisanya peserta laki-laki yang mendaftarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini salah satunya Tara. Gadis remaja yang selalu menjadi bahan ejekan dan bullyan teman-temannya.

Semua murid sudah berkumpul di aula untuk menyaksikan siapa yang akan mewakili sekolah mereka nanti untuk berangkat lomba cerdas cermat di kota.

Tara dan Nia  sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut begitu juga dengan para siswa-siswi yang lainnya yang sudah mendaftarkan diri menjadi kandidat lomba cerdas cermat.

"Tar kok gue deg, degan deh," ucap Nia mereka berdua sedang berjalan menuju aula tempat diadakannya lomba.

"Rilex aja Nia pasti kamu bisa " Tara menyemangati sahabatnya padahal bukan hanya Nia yang deg, degan Tara juga tapi dia tetap berekspresi biasa saja.

🌾

🌾

Aula.....

Sesampainya di aula semua peserta sudah tersusun rapi untuk menjawab semua pertanyaan yang akan diberikan oleh kepala sekolah langsung.

"Baik apa semua peserta sudah siap?" ucap pak Galih sebagai kepala sekolah sma Tunas Bangsa.

"Siap Pak," semua peserta menjawab dengan kompak.

"Baik sebelum saya mulai untuk memberikan pertanyaan pada kalian semua, saya akan membacakan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh para guru dan kesepakatan dari seluruh pengurus osis"

Peraturan yang ada untuk seluruh peserta lomba sudah ada di layar monitor yang ditampilkan.

Semua peserta wajib menjawab soal-soal yang diberikan dalam waktu 2 menit.

Peserta tidak boleh curang. Jika peserta curang akan diskualifikasi.

Semua area Aula sudah dipantau dan setiap peserta memiliki 1 pengawas masing-masing.

Hanya ada 5 peserta yang akan dipilih dalam lomba ini dari 100 Siswa-siswi dan 2 diantaranya hanyalah cadangan.

"Sampai disini semua mengerti?"

"Mengerti pak," mereka menjawab dengan kompak.

Saat Pak Galih sedang berpidato panjang lebar terdengar ada beberapa siswa yang meremehkan Tara.

"Coba liat geh, itu kan cewek cupu yang sok cantik itu"

"Iya bener, apa sekarang dia juga mau sok pinter ya"

"Hahaha, mana mungkin dia menang, paling juga juara terakhir"

Banyak lagi ucapan para siswa-siswi yang merendahkan Tara bahkan Nia yang mendengar perkataan orang-orang yang merendahkan sahabatnya sudah mulai terpancing emosinya sedangkan Tara hanya diam saja.

"Tar buktiin ke semua orang kalau lu bisa, biar mulut mereka tertutup rapat-rapat nantinya setelah mengetahui hasil akhirnya" bisik Nia pada Tara, karena kebetulan mereka berdua duduk bersebelahan.

"TOLONG UNTUK SEMUA PENONTON HARAP TENANG, KARENA SEBENTAR LAGI LOMBA AKAN DIMULAI!!"  Reza berkata dengan suara keras, agar semua orang yang ada di aula bisa mendengarkan ucapannya, karena dia tidak menggunakan mic untuk berbicara pada semua orang disana yang sedang riuh.

"Baik pak silahkan dimulai," Reza berkata sopan pada kepala sekolahnya saat keadaan sudah mulai membaik.

"Silahkan untuk para pengawas maupun dari guru maupun jajaran Osis untuk mengawasi masing-masing peserta," Pak Galih berkata dengan nada  tegas.

Satu persatu para pengawas mendekati masing-masing peserta yang telah ditentukan.

"Baik semua sudah mulai tenang, saya akan membacakan soalnya"

Soal pertama.

Bunyi dapat dihasilkan dari sebuah benda yang bergetar. Benda tersebut dapat disebut?

2.14x27\=

3.The underlined sentence expresses?

"Silahkan jawab di kertas yang sudah disediakan di depan kalian, kalian hanya punya waktu 2 menit untuk menjawab semuanya dimulai dari sekarang"

Dalam waktu dua menit pak Galih memperhatikan semua peserta satu persatu dengan begitu serius. Dari peserta no 1 sampai no 100. Mereka semua tidak bisa saling contek atau berbuat curang karena peraturan yang dibuat sangatlah ketat.

"Baik, waktu kalian sudah habis silahkan berikan jawaban kalian pada masing-masing petugas yang berdiri di sebelah kalain" tegas pak Galih.

Sedangkan di barisan peserta semuanya terlihat sangat tegang begitu juga dengan para penonton.

"Kita liat aja Tara  pasti lu kagak bakal menang Tara!!" batin Dian.

"Ya Allah, semoga Tara bisa lolos Aamiin," doa Tara dalam hatinya.

Semua pengawas diperintahkan untuk membacakan satu persatu jawaban yang sudah ditulis oleh peserta.  Sudah ada 25 peserta yang sudah dibacakan jawaban mereka tapi belum ada satupun yang benar semua.

"Baik peserta kedua puluh enam Tara Amalya. silakan pengawas dibacakan jawabannya"

Jawaban Tara.

14 × 27

\= (10 + 4) × (20 + 7)

\= 10 × (20 + 7) + 4 × (20 + 7)

\= (10 × 20) + (10 × 7) + (4 × 20) + (4 × 7)

\= 200 + 70 + 80 + 28

\= 378

Hasil kedua :  14 × 27 adalah 1 kg.

sumber bunyi.

There is no answer for this question, because the question is't complete.

Semua orang tidak percaya dengan jawaban Tara, Tara menjawab dengan begitu rapi dan mereka semua yaki jawaban Tara pasti benar, Tapi ada juga yang menertawakan jawaban Tara 14*27 kenapa bisa 1 kg coba.

"Baiklah teruskan sampai peserta terakhir setelah semua pengawas membacakan jawaban masing-masing peserta saya akan membahas ketiga soal tersebut"

Pengawas melanjutkan tugas mereka sampai pada peserta terakhir. Ada 4 peserta yang menjawab hampir benar tapi hanya Tara yang menjawab dengan sempurna.

"Kita sudah mendapatkan 5 kandidat yang kita inginkan untuk para kandidat yang saya panggil harap maju kedepan"

"Tara Amalya, dari kelas 10 IPA 1, Aji Wijaya kelas 11 IPS, Nia Santika kelas 10 IPS, Mibar dari kelas 11 IPA 2 dan terakhir Abi dari kelas 10 Bahasa, mohon berikan apresiasi pada para pemenang"

Para murid bertepuk tangan dengan sangat meriah begitu juga para guru, tapi tetap saja ada murid-murid yang julid tidak terima jika Tara menjadi kandidat Inti dari empat kandidat lainnya.

Untuk kelas 12 mereka tidak diperbolehkan ikut lomba karena harus fokus sebentar lagi akan menghadapi UN.

"Si cupu pinter juga ya ternyata"

"Paling juga kebetulan dia beruntung aja"

"Iya bener biasanya juga dia gak pernah menang kok, waktu smp juga dia kalah terus sama gue," ucap Dian yang ikut nimbrung para murid yang sedang menggosipkan Tara.

"SEMUANYA MOHON PERHATIANNYA," tegas pak Galih.

"Saya akan menjelaskan ketiga soal diatas dan kenapa hanya ada satu peserta yang bisa menjawab soal pertama dengan benar, jadi untuk soal pertama adalah soal yang saya buat jebakan itu soal tebak-tebakan soal kedua itu sains dan untuk soal ketiga saya tidak perlu menjelaskan lagi karena semua peserta menjawab dengan benar. Sampai sini semua paham?"

"Paham, Pak" ucap semua orang yang berada di aula.

Setelah lomba selesai mereka semua meninggalkan aula satu persatu.

"Tara" panggil Nia.

"Selamat untuk keberhasilannya," Nia memeluk Tara dengan haru.

"Selamat buat kamu juga Nia"

"Pasti ibu seneng denger kabar ini," batin Tara

"Bener Tar kamu harus buktiin ke mereka semua kalau lu itu bukan orang yang lemah dan bodoh, oh Iya besok lu ikut gue oke ke suatu tempat ingat tidak ada penolakan"

"Memang mau kemana sih Nia?"

"RAHASIA"

Mereka berdua tertawa bersama menikmati proses yang telah mereka capai saat ini.

Terpopuler

Comments

smiling(:

smiling(:

anjai namaku juga Nia hehe

2022-10-15

0

Ijo Tomat

Ijo Tomat

Semangat, semagat

2022-04-06

0

Bhebz

Bhebz

aku suka lomba cerdas cermat

2022-03-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!