Sudah tiga bulan sekolah di SMA Tunas Bangsa, tapi Tara tidak memiliki teman sama sekali, semua orang selalu menjauhinya yang lebih parah lagi mereka dengan terang-terangan membully Tara. Apa lagi Dian dia tidak pernah absen untuk selalu membully Tara. Contohnya seperti sekarang ini Dian dan satu temanya Sri tengan menarik rambut Tara di belakang halaman sekolah mereka.
"Udah gue bilang cepet kerjain tugas gue, lu berani hah! sama gue, atau lu mau yang lebih parah dari ini?" dengan begitu kasar Dian menarik rambut milik Tara.
"Ampun Dian, janji gak akan lupa lagi"
"Awas ya, kalau lu boong abis lu sama gue"
"ayok cabut Sri"
Dian dan Sri berlalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan Tara yang sudah tidak terbentuk lagi rupanya. Setelah kepergian Dian dan Sri. Tara segera pergi ke kamar mandi sekolah untuk mencuci muka, hal seperti ini sudah biasa dialami.
********
Ruang Osis..
Reza seorang osis yang sangat populer di sekolah SMA Tunas Bangsa, dia bukan hanya terkenal karena kegantengannya. Tapi juga bakat dan kepintaran yang iya miliki semua cewek selalu ingin dekat dengan Reza. Tapi tidak ada satupun yang bisa mendekati Reza satu lagi dia juga sering menolong banyak orang, tapi sayangnya hal ini jarang ada yang mengetahuinya. Mereka hanya tau Reza adalah orang yang tegas dan sedikit kejam pada orang yang berbuat salah. Ya seperti Tata kemaren lah salah satunya yang merasakan kekejaman Reza.
"Jadi gimana Re? apa kita akan mengadakan lomba cerdas cermat untuk memilih siapa yang akan mewakili sekolah kita ke kota?"
Para osis sedang mendiskusikan sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.
"Sepertinya begitu Ar, tapi apa kalian semua setuju?"
"Gue setuju Re, tapi siapa saja boleh mendaftarkan diri untuk ikut di kompetisi ini,"
Dea menyampaikan pendapatnya.
"Boleh, mulai besok kita akan mengerjakan semuanya baik pertemuan osis, untuk hari ini sampai di sini saja"
Setelah semaunya sepakat dengan apa yang direncanakan Reza juga yang lainnya mereka bubar masing-masing.
"Haii" sapa seorang perempuan kepada Tara yang sedang diam-diam memperhatikan Reza dari kejauhan.
"Iya, ada apa?"
"Kamu Tara ya? kenalin aku Nia boleh gak kalau kita berteman?"
Nia bertanya dengan begitu antusias. Sebenarnya dia sudah tiga hari di sekolah ini selalu memperhatikan Tara. Nia selalu bertanya-tanya kenapa Tara tidak pernah bergaul dengan anak-anak lainnya dia selalu sendiri. Sedangkan Nia saja yang anak baru di sekolah SMA Tunas Bangsa sudah mendapatkan banyak kawan.
"Boleh, tapi kamu bener mau temenan sama aku?" ucap Tara ragu.
Nia mengangguk-anggukan kepalanya begitu imut.
"Jadi kita sekarang teman?" Tara bertanya dengan hati-hati, karena barus pertama kali ada orang yang mau menyapanya dengan ramah.
"Iya teman" sambil memegang tangan Tara.
"Udah yuk ke kantin, lu pasti belum makan kan?" ajak Nia dia seperti sudah sangat akrab dengan Tara padahal mereka baru saja kenal.
"Ta-pi"
"Udah ayok ikut, anggap aja ini ngerayain pertemanan kita," ajak Nia.
Dengan terpaksa Tara mengikuti Nia, karena tangannya sudah ditarik duluan oleh Nia. Bukan Tara tidak mau ke kantin tapi jika dia berada di kantin pasti akan selalu menjadi bahan ejekan dan bullyan teman sekolahnya, maka dari itu selama tiga bulan sekolah disana Tara tidak pernah menginjakan diri di kantin kecuali Dian yang menyuruhnya membelikan sesuatu.
"Wah, si cupu berani banget nunjukin muka jeleknya ke kantin"
"Upss, sorry sengaja"
Murid perempuan yang duduk di pinggir kursi kantin dengan sengaja meletakan kakinya di tengah-tengah jalan yang Tara lewati agar Tara terjatuh.
"Hahaha"
Seisi kanti dipenuhi dengan gelak tau orang-orang yang berada di sana, karena Insiden jatuhnya Tara dengan sigap Nia segera membantunya. Tadinya Nia hendak memarahi murid perempuan yang dengan sengaja menyelonjorkan kakinya di jalan. Tapi dengan cepat Tara mengajak Nia agar segera pergi karena Tara tidak mau Nia dapat masalah karena sudah membelanya.
"Kita duduk disitu aja Tara, biarin mereka"
Nia jengah melihat tingkah semua orang yang memperlakukan Tara bukan seperti manusia. Padahal Tara kan orang juga. Dian kembali membuat gara-gara dengan pura-pura menyenggol tempat duduk Tara agar jus yang iya bawa tupah tepat di seragam Tara.
"Audah, maaf cupu gue gak sengaja," Dian tertawa mengejek.
"Hehh, lu punya sopan santun gak sih?"
Nia sudah tidak bisa memendam emosinya lagi akhirnya terjadi pertengkaran antara Nia dan Dian, Tara berusaha menenangkan Nia tapi karena Nia sudah terlanjur emosi susah untuk mengendalikan emosinya sendiri.
"Ada apa ini ribut-ribut?"
semua orang menoleh ke sumber suara.
"Kak Reza dia nampar aku," adu Dian dengan begitu centil.
"Heh, cabe lu duluan yang nyiram temen gue pake jus yang lu bawa dan satu lagi lu juga nampar gue gak usah fitnah!!" sakral Nia.
"Lu yang duluan nampar gue sialan!!" ucap Dian tidak terima padahal jelas-jelas Dian lah yang menampar Nia terlebih dahulu.
"Lu duluan cabee!!" Nia dan Dian sama-sama berteriak dengan kencang.
"STOPP!! Kalian bertiga ikut saya ke ruang BK"
Karena sudah terlalu pusing akhirnya Reza menyerahkan mereka keruangan BK tempat paling tepat untuk ketiganya. Padahal Tara tidak ikut dalam peperangan tadi tapi Reza tetap saja membawa Tara ke ruang Bk bersama Nia dan Dian.
Di ruang BK
"Nia kamu kan anak baru kenapa sudah bikin masalah?" Ibu Devi sebagai guru BK bertanya dengan sangat hati-hati. saat mereka sudah masuk di ruang Bk.
"Dian bu duluan," sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah Dian.
"Enak aja lu! lu yang duluan" Dian juga kembali berteriak sedangkan Tara hanya bisa diam.
"Udah jangan ribut lagi, ibu hukum kalain bertiga tapi ingat ya, jika ibu dengar kalian ribut lagi maka ibu akan memanggil orang tua kalian dan ibu akan skors kalain sampai satu bulan paham!"
"Paham Bu" jawab mereka kompak.
"Sudah sana kerjakan hukuman kalain"
Tara Nia dan Dian kini sedang membersihkan semua WC yang ada di sekolah Tunas Bangsa, dengan ogah-ogahan Dian mengerjakan semua ini, jika bukan karena dihukum mana mungkin Dian memegang yang namanya sapu.
"Heh lu, janggan santai aja dong kerja juga liat tu masih banyak," tegor Nia kesal.
"Terus gue lah, kenapa masalah buat lo?"
"Nia udah biarin aja dia kita kerja lagi biar cepet selesai"
Sedari tadi Tara berusaha menenangkan Nia yang sangat mudah terpancing emosinya. Dian pergi lebih dulu sebelum semuanya selesai sedangkan Nia dan Tara barus saja menyelesaikan semua pekerjaan mereka.
"Akhirnya selesai juga"
"Gue capek banget Tar, yuk lah beli minum" ajak Nia.
Tara dan Nia pergi menuju kantin, tapi saat mereka melewati area papan mading disitu sudah banyak sekali para siswa yang berkumpul entah apa yang sedang mereka lihat di mading yang terpajang itu.
"Nia coba liat itu, kenapa rama baget deh di depan mading? kesana yuk"
"Ayo, siapa tau gosip gue tadi udah tersebar kemana-mana, awas aja kalau sampek mama papa gue tau bisa mati gue" canda Nia. Tapi Tara menanggapi ucapan Nia dengan serius.
"Udah lah gak usah mikir yang aneh-aneh Nia, kita liat aja dimading lagian juga gak mungkin berita tadi langsung dipajang di mading gitu aja"
"Gue bercanda kali Tar, tapi jangan sampai orang tua gue juga tau tentang kejadian hari ini disekolah hehe udah yuk liat ke mading"
Tara dan Nia berjalan bersama ke arah papan mading.
'Pengumuman akan diadakan lomba cerdas cermat siapa yang berminat silahkan mendaftar diri di ruang Osis'
"Kenapa buat lomba kak?" seorang siswa bertanya pada Ari. Dia yang sedang menempelkan pengumuman itu di papan mading.
"Buat lomba di kota entar kita lagi cari kandidatnya"
Semua mengerti dengan penjelasan yang Ari berikan.
"Siapa aja boleh daftar kan kak?" Tara bertanya dengan ramah.
"Boleh, kalau gitu gue permisi semua kalau kalian ada yang mau ikut daftar aja ke ruang osis"
Setelah menjawab beberapa pertanyaan Ari segera pergi meninggalkan papan mading yang masih dipenuhi para siswa-siswi.
"Ada si cupu, apa dia juga mau ikut cerdas cermat emang dia bisa," bisik para siswa.
Mereka belum tau dengan kepintaran Tara karena banyak orang hanya menilai dari luarnya saja mereka tidak tau aslinya seperti apa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
💋ShasaVinta💋
ikutan gih Tara.... tunjukin kamu bisa....
sherina dr kekasih palsu si culun juga ikutan ,, nnt bs ketemu pas lomba di kota. hehehehehe
2022-03-26
1
Bhebz
semangat kakak author
2022-03-16
1
Kirana Pramudya
Ayo, Tara...
tunjukkan kalau kamu bisa... ✊🏻✊🏻
2022-03-08
1