Kabar Heboh

Tara segera bergegas turun dari bus yang iya tumpangi, saat bus sudah sampai di jalan menuju rumahnya. Tara masih perlu berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya, letak rumah dan halte bus tidak terlalu jauh tapi tetap saja Tara harus masuk dulu ke sebuah desa kecil barus dia bisa sampai kerumah.

"Ibu gak boleh lihat aku habis nangis, dia bisa khawatir kalau tau aku abis nangis, juga ini kenapa tangan ku masih mengeluarkan darah? Tara harus ke sungai dulu sebentar untuk mencuci muka dan membersihkan tangan yang terluka," ucap Tara pada diri sendiri.

Tara berjalan menuju sungai kecil yang berada di dekat desa tempatnya tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. biasanya sungai itu dipakai untuk mandi dan lain-lain.

"Misi Ibu," sapa Tara pada seorang petani yang baru saja pulang dari kebun.

"Neng Tara mau kemana?" sapa ibu-ibu itu juga yang memang mengenal Tara.

"Mau ke sungai sebentar Ibu"

"Ya udah hati-hati, kalau gitu saya dulan ya neng"

"Iya ibu" ucap Tara ramah.

setelah kepergian ibu-ibu tadi. Tara segera pergi  menuju sungai, dia tidak mau jika telat pulang pasti ibunya akan lebih mengkhawatirkan.

"Sampai juga" ucapnya.

Tata segera mencuci muka dan punggung tangannya yang berdarah tadi.

"Tempat ini nyaman sekali,"  ucap Tara dalam benaknya.

Setelah selesai mencuci muka dan tangan. Tara  merentangkan tangannya untuk merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang menerjang tubuhnya, dia juga menutup matanya untuk merasakan keindahan alam yang tiada duanya.

Saat sudah merasa sedikit lega Tara segera pulang ke rumahnya.

"Assalamualaikum, Ibu Tara pulang" ucapanya. Sambil  melepaskan sepatunya.

"Waalaikumsalam" jawab ibu Siti dari samping rumah, yang sedang mengangkat jemuran yang sudah kering.

"Kenapa jam segini baru pulang?"

"Maaf ibu tadi macet di jalan" boong Tara.

"Ya sudah kalau begitu cepat solat, abis itu kamu disuruh mang Damar buat bantu ngajar ngaji anak-anak di surau"

"Iya Ibu, Tara masuk dulu kalau gitu"

Tara memang sering membantu mengajar ngaji anak-anak di kampungnya, walaupun banyak orang yang tidak menyukai Tara tapi dia tetap bersyukur, karena masih bisa menolong orang dan masih bisa berbagi ilmu dengan yang lain.

"Ibu Tara berangkat ke surau dulu, assalamualaikum" ucap Tara setelah selesai mandi, sholat dan segala macam.

"Iya, waalaikumsalam jangan pulang telat"

Tara pergi ke surau yang berada tepat di tengah-tengah kampung sekali-kali dia menyapa orang yang lewat.

"Assalamualaikum" sapa Tara pada semua orang yang berada di dalam surau.

"Waalaikumsalam, neng Tara ayok masuk, itu mereka udah pada siapa untuk ngaji" ucap mang Damar.

"Iya, Mang"

Tara mengajar mereka semua dengan seirus, sampai seorang memanggilnya mengalihkan fokusnya.

"Tara" panggil mang Damar.

"Iya mang, ada apa?"

"Mamang titip anak-anak dulu ya mamang lupa ada perlu sama RT"

"Iya udah mang, gak papa"

"Maaf ya Tar merepotkan kamu" ucap mang Damar tidak enak.

"Iya mang, udah gak papa"

Setelah kepergian mang Damar para anak yang sedang mengaji, mereka mengerjai Tara. Tara sudah biasa dijahili Aldo dan teman-temannya.

"Kakak cupu," panggil seorang anak laki-laki yang bernama Aldo itu saat ini usianya  kira-kira  sudah menginjak  8 tahun.

"Kenapa Al?" jawab Tara santai.

"Ada ular kakak," ucap mereka semua kompak.

"Mana ular mana? mana?" Tara segara berdiri dari duduknya.

"Hahahah"

"Hahahah"

Mereka semua menertawakan Tara yang sudah sangat ketakutan.

"Kalain ya," ucap Tara, sambil gelang-gelang kepala setelah selesai mengajar Tara segera pulang.

Malam harinya...

Tara sudah selesai mengerjakan semua tugas sekolah untuk besok, kini dia sudah siap untuk menghadapi hari esok pasti tidak ada yang istimewa untuk hari-hari Tara, setiap harinya dia akan selalu menjadi caci makian semua orang juga bullyan para teman-temanya.

"Waktunya tidur, selamat tidur Tara untuk diri sendiri, kamu pasti bisa melewati hari esok seperti hari-hari sebelumnya," Tara menyemangati diri sendiri.

Entah mengapa Tara merasa besok adalah hari paling berat yang akan iya hadapi. Setelah tenggelam dengan lamunannya sendiri Tara tertidur lelap sampai adzan subuh berkumandang membanggunkan tidurnya.

.

.

SMA Tunas Bangsa.

Satu persatu para murid berdatangan untuk menuntut ilmu, tapi kadang juga ada murid yang sekolah hanya untuk bersenang-senang atau bahkan menjadikan diri mereka seperti bos untuk menyiksa murid yang lain.

Hari ini murid SMA Tunas bangsan digemparkan dengan masalah Reza dan Tara kemarin. Disana sini semua orang sedang membicarakan Tara yang tidak satu level dengan Reza.

"Liat tu cewe cupu gatel udah dateng"

"Iya bener ya, emang dia gak malu apa setelah kejadian kemaren?"

"Kalau gue sih jelas malu, gue kagak bakal berangkat sekolah sih"

Sindir beberapa murid yang berpapasan dengan Tara.

"Ada apa dengan mereka semua? kenapa menatapku seperti itu ?"  batin Tara.

Tapi karena dia tidak mau ambil pusing dia membiarkan apa saja yang semua murid-murid itu lontarkan padanya. Sesampainya di kelas Tara masing mendapatkan caci makian dari teman sekelasnya juga. Di meja sekolah Tara juga terdapat sebuah tulisan yang sangat menyakitkan.

'Dasar cewek cupu gak tau malu, masa berani-beraninya dia suka sama ketua Osis'

'Dasar cewek murahan!!'

Tess...

Tara meneteskan air mata saat membaca tulisan yang kedua, tulisan itu sangat menyakitkan menurut Tara. siapa yang sudah memfitnahnya seperti ini..

"Cupu lu kenapa?" tanya Dian pura-pura polos, bukan mendengar jawaban dari Tara mereka semua malah mendengar suara keras dari pintu kelas.

Brak...

Sebuah suara dari pintu kelas Tara mengalihkan tatapan semua murid di.dalam kelas itu.

"Taraaa," terika Nia sambil mencari keberadaan Tara, karena barus pertama kalinya Nia masuk ke dalam kelas Tara.

"Woi, masuk ke kelas orang yang sopan dong!!"

"Tau main tendang-tendang aja lu"

Nia tidak menggubris orang-orang itu, sekarang yang dia pikirkan hanyalah Tara, Nia yakin sahabatnya itu sekarang sedang tertekan sekali oleh semua orang yang berada di.sekolah ini.

"Tara ayok ikut," Nia menarik tangan Tara dengan paksa sedari tadi sahabatnya itu tidak merespon apa-apa.

Sesampainya di taman sekolah yang masih sepi tidak ada orang Nia segera memeluk Tara.

"Tar, lu gak papa kan?"  Nia bertanya dengan sangat khawatir.

Tara yang merasakan Nia sangat khawatir padanya berusaha untuk tetap tegar. "Heii Nia kamu kenapa nangis?, aku baik-baik aja" Tara sangat bersyukur masih ada orang yang mau menolongnya.

"Kamu bener gak papa?" Nia bertanya sambil menyeka air matanya.

Bagaimana dia tidak khawatir dengan Tara sepanjang masuk dari gerbang sampai ke papan mading semua berita tentang Tara atas kejadian kemaren terpasang dengan sempurna. Untung saja Nia sempat mencopot semua kertas yang isinya tentang Tara dan Reza. sebelum Tara melihat semuanya lebih dulu pasti dia akan lebih sakit lagi. Entah siapa yang menyebarkan berita tersebut.

"Maaf, kemarin gak pulang bareng lu" ucap Nia merasa bersalah.

"Nia ini bukan salah kamu, biarlah semua sudah terjadi, sekarang ayok kita masuk ke.kelas sebentar lagi lonceng," ajak Tara. Sambil pura-pura tersenyum untuk menutupi luka di hatinya yang terdalam.

"Gue pastiin kalian semua bakal nyesel udah ngerendahin sahabat gue, termasuk lu Reza gue bersumpah, dan gue heran kenapa sahabat gue punya hati yang sangat baik, sebenarnya hati lu terbuat dari apa Tar ?"  batin Nia sambil terus berjalan mengikuti langkah Tara.

Saat lewat di koridor sekolah dari lantai dua hinggal lantai satu Nia dapat melihat tatapan yang mengejek dan menjijikan yang mereka perlihatkan untuk Tara, Nia heran kenapa Tara bisa tidak peduli dengan mereka semua. Sedangkan dia sendiri sudah risih dengan semua orang yang menatap Tara penuh dengan kebencian padahal Tara tidak berbuat salah apapun pada mereka.

Terpopuler

Comments

💋ShasaVinta💋

💋ShasaVinta💋

untung ada Nia, sahabat yg baik

2022-03-30

1

Ilmara

Ilmara

heran typo terus kalau nulis 😭

2022-03-19

0

Bhebz

Bhebz

gadis Pemimpi nya Bhebz mampir lagi nih kak

2022-03-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!