Kekacauan?

Seperti biasa hari ini Tara sudah mulai masuk sekolah kembali setelah pulang dari acara lomba di kota, tidak ada kata libur untuk mereka semua yang telah ikut berpartisipasi di lomba kemarin. Mereka semua sama tetap masuk sekolah seperti murid-murid yang lain.

"Ibu Tara berangkat ya, assalamualaikum" ucapnya setengah berteriak dari pintu keluar.

"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan oke"

"Siap ibu" sambil mengangkat tangannya untuk hormat pada Ibu Siti.

"Anak ini" ucap Ibu siti sambil tersenyum.

"Sayang ibu banyak-banyak pokoknya" Tara memeluk dan mencium pipi Ibu Siti secepat kilat, lalu dia berlari begitu saja setelah melakukan hal tersebut pada ibunya.

"Anak itu bener-bener" ucap ibu Siti lagi, sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah putri satu-satunya yang sangat menggemaskan.

Saat ini Tara sedang berjalan beriringan bersama Nia,  kebetulan sekali mereka berdua bertemu di depan gerbang sekolah.

"Gimana, Ibu khawatir nggak sama lu?" Nia memulai percakapan.

"Iya, tapi ibu bersyukur kita semua selamat diperjalanan"

"Alhamdulillah" ucap keduanya kompak.

"Tar yok besok main ke rumah gue, mau ya plisss masa gue terus yang main tempat lu"

"Iya tenang aja"

"Asik besok gue jemput" ucap Nia begitu senang, akhirnya Tara mau main kerumahnya.

"Woii, coba liat geh si cewe murahan masih berani ternyata dia berangkat sekolah" teriak seorang murid perempuan yang berada tidak jauh dari posisi Nia dan Tara. Tara sangat tau jika ucapan orang tadi ditujukan untuk dirinya.

"Iya bener dasar gak tau malu," timpal yang lain.

"SIAPA YANG LU BILANG KAGAK TAU MALU HAHA!?" ucap Nia emosi.

"Ya siapa lagi kalau bukan cewe murahan ini," orang itu,  menunjuk kearah Tara.

Dian yang melihat keributan tersebut dari kejauhan sangat puas dia tertawa bahagia. Ternyata selama Tara dan yang lainnya pergi ke kota Dian berhasil menghasut orang-orang di sekolah untuk menjelek-jelekan Tara. Walaupun Rio telah menipunya tapi hari ini dia sudah sangat puas karena bisa menjebak Tara.

"Lu punya bukti apa ngatain sahabat gue kayak gitu hah?" tuding Nia, sambil menatap orang-orang itu dengan sinis.

"APA SALAH SAYA SAMA KALIAN SEMUA JAWAB?" Tara juga sudah tidak tahan dengan ini semua ikut emosi.

"Halah, murahan mana mau ngaku iya gak?" ucap Dian yang baru saja datang bersama Sri di kerumunan orang-orang itu.

"KAMU YA DIANN! APA SALAH SAYA SAMA KAMU HAH?" ucap Tara, pada Dian.

"Banyak lu selalu unggul dari gue, gue benci itu semua lu paham?" Dian berkata dengan nada sinis.

"Gue udah peringatain lu ya Dian, tapi apa boleh buat lu sendiri yang mengantarkan diri lu ke dalam jurang" sindir Nia..

Sekarang hampir semua orang melihat kejadian itu entah mengapa tidak ingin melerai keributan yang pagi-pagi sudah terjadi di koridor sekolah.

"Apa maksud lu?" tanya Sri takut-takut.

"KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI MAU TAU, SESUATU YANG SANGAT MENGEJUTKAN, BAIKLAH AKAN SAYA PERLIHATKAN" ucap Nia, dia menarik tangan Tara agar ikut dengannya.

"Mau kemana lu bilang aja lu takut kan?" tukas Dian yang melihat Nia pergi dari keramaian itu.

"Dian, kok gue takut ya sama ancaman Nia," bisik Sri karena mereka masih ada di tengah-tengah lautan manusia.

semua orang bertanya-tanya kenapa Nia dan Tara pergi begitu saja apa benar mereka hanya menghindari ini semua, tapi saat pikiran mereka  masing-masing entah kemana pengeras suara di ruang osis berbunyi hingga terdengar di seluruh sekolah.

"Nia lu mau ngapain?" Tara penasaran dengan tingkah Nia. Mereka berdua sudah ada di ruang osis.

"Sekarang lu ngomong di mic, kita akan melihat pertunjukan" ucap Nia. Tara mengikuti saja apa yang Nia suruh.

"Assalamualaikum semua saya Tara, saya cuman mau ngucapain terimakasih atas bully an yang selama ini kalian berikan"

Tess...

Tara tidak kuat untuk tidak menahan tangis yang sedari tadi ingin meluncur. Sedangkan semua orang-orang yang berada di luar sedang mendengarkan dengan saksama apa yang akan dilakukan Tara juga Nia.

"Tapi ada yang mau saya kasih tau pada kalian semua sebelum itu"

Tara berusaha tetap tegar setelah mengucapkan kata terakhir Nia memutar sebuah video yang iya dekatkan dipengeras suara agar semua orang tau apa yang sebenarnya terjadi. Di video tersebut terdengar dimana Dian dan Sri sedang merencanakan niat jahat mereka untuk Tara.

Semua orang tidak menyangka ternyata Sri juga Dian begitu jahat, bahkan Tara yang berada disebelah Nia hampir syok menyaksikan vidio tersebut.

"Diaan," ucap Tara tidak percaya.

"Gimana ini Dian?" ucap Sri sudah keringat dingin, sedangkan Dian segera berlari ke ruang osis. Sesampainya di ruang osis Dian langsung mengambil alih mic yang sedari tadi dipegang oleh Tara.

"Itu semua pasti editan, mana mungkin gue kayak gitu, mereka berdua pasti udah fitnah gue sama Sri kalain kenapa percaya aja sama video editan itu," ucap Dian dengan lantang di mic.

"Gue gak pernah ngedit ya, kalau lu mau gue ada saksinya," ucap Nia tidak terima.

"Gue udah peringatain lu dari kemaren-kemaren ya Dian, tapi lu nggak mau dengerin gue"

"LU!" Dian hendak menampar Nia tapi dengan sigap Tara memegang tangan Dian sehingga tidak bisa bergerak.

"KAMU BERANI MAIN FISIK SAMA SAHABAT SAYA, SAYA GAK BAKAL TINGGAL DIAM" sakral Tara.

Brakk..

Suara dorongan pintu membuat mereka semua berhenti bicara.

"Kalian berempat ikut saya keruang kepala sekolah," perintah Reza dengan intonasi tegas. Reza lah yang mendorong pintu hingga mengeluarkan suara yang sangat keras.

Akhirnya mereka semua pergi keruangan pak Galih, untuk menyelesaikan masalah ini semua yang sudah sangat rumit.

Saat sampai di ruang kepsek mereka semua diam tidak ada yang berani bicara.

"Tara sebelumnya kami dari pihak sekolah meminta maaf, karena tidak mengetahui selama ini ada pembullyan yang dilakukan di sekolah ini" ucap pak Galih sangat menyesal dia merasa selama ini telah gagal menjadi kepala sekolah.

"Iya pak" jawab Tara seadanya.

"Dan saya mau bertanya sama kamu Nia, apa benar video yang kamu putar editan?"

"Bukan pak, itu video asli tapi kalau bapak gak percaya saya masih punya bukti yang lain" jawab Nia cepat.

"Bohong pak pasti itu editan" elak Sri juga Dian.

"Saya akan memanggil orang tau kalian besok dan untuk kamu Nia, tolong besok bawakan lagi bukti selain video ini" tegas pak Galih tanpa mau dibantah.

Tara sudah banyak dirugikan dalam hal ini. Tapi beruntung Nia seperti malaikat penolong Tara, setiap Tara ada dalam masalah Nia lah orang yang berada di garda terdepan. Mereka semua sudah keluar dari ruang kepala sekolah, sebelumnya pak Galih sudah meminta mereka untuk saling bermaaf-maafan tapi pasti kalian tau kalau Dian meminta maaf dengan terpaksa.

"Nia makasih banyak," ucap Tara haru setelah keluar dari ruang kepala sekolah, sedangkan Sri dan Dian pergi begitu saja melewati Nia dan Tara yang berdiri di sebelah mereka.

"Nia tunggu," teriak Reza.

"Apa?" Nia berbicara dengan ketus.

"Wow, santai kali kayak mau nelen orang aja lu" canda Reza, tapi antara Tara dan Nia tidak ada yang menanggapi.

"Gak usah basa basi"

"Gue mau minta alamat rumah lu, gue disuruh nganter surat untuk orang tua kalian," jelas Reza, sekilas dia melihat Tara tapi Tara sama sekali tidak ingin  melihat Reza.  Ada rasa sakit yang Reza rasakan saat Tara tidak mau melihatnya.

"Kok cuman gue, Tara kagak?" tanya Nia penasaran.

"Gue udah tau rumahnya, by gue duluan" ucap Reza, setelah mendapatkan alamat rumah Nia, karena Reza malas dengan pertanyaan-pertanyan yang dilontarkan Nia.

"Tar" ucap Nia penuh tanda tanya.

"Jangan sekarang tar aku jelasin, kapan-kapan oke sekarang ayo ke kelas udah masuk" ajak Tara.

🌾

🌾

Hai semua minta dukungannya ya karena karya ini sedang mengikuti Event MT.

Jangan lupa Like komen.

Favorit juga kalau boleh gift.

Terpopuler

Comments

Mar Marmaryanti

Mar Marmaryanti

moga aja nia ngak berbalik jhatin tara.ke sinetron

2022-10-12

0

Bhebz

Bhebz

hai gadis Pemimpi mampir nih kak

2022-04-18

1

Fb: Ponn Ponn

Fb: Ponn Ponn

lanjut kak, semangat💖🤗💪

2022-03-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!