Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda

Ratu Roseline menuangkan teh untuk ayahnya,saat keduanya berada di taman belakang istana ratu.

"Silakan, Ayah." Ucap Ratu Roseline.

Duke Sullivan hanya mengangguk dan menghela napas panjang.

"Sebenarnya apa yang kau rencanakan saat ini, Seline?" Tanya Duke Sullivan.

Ratu Roseline tersenyum. "Apa maksud Ayah?"

"Mengapa kau yang menggantikan posisi Yang Mulia Raja? Meskipun hanya sementara, itu akan memicu protes dan ketidaksukaan yang luar biasa dari para bangsawan dan pejabat kerajaan. Ayah tidak ingin mereka sampai berbuat jahat dan menyakitimu, Putriku." Tutur Duke Sullivan.

Ratu Roseline tersenyum dan menyentuh tangan ayahnya. "Ayah tidak perlu khawatir, Seline akan baik-baik saja. Seline terpaksa melakukannya karena Seline yakin mereka pasti akan mengajukan orang lain yang ambisius untuk menduduki posisi Raja Cardania."

"Apa kau tahu siapa orang itu?" Tanya Duke Sullivan.

"Siapa lagi kalau bukan Baron Joseph, putra dari Baroness Yolanda. Mendiang Raja Uther tidak memiliki saudara kandung, begitu juga dengan Raja Alec. Dan satu-satunya yang dianggap sebagai kerabat Yang Mulia adalah Baroness Yolanda dan Baron Joseph."

Duke Sullivan mengangguk. Duke Sullivan membenarkan apa yang Ratu Roseline katakan. Baron Joseph adalah pria terpelajar, namun dia terkenal sebagai pria bengis dengan memiliki ambisi yang besar.

"Dan jika hal itu sampai terjadi, Ayah bisa membayangkan jika istana ini akan dijadikan tempat bordir oleh Baron Joseph yang suka main perempuan." Ujar Ratu Roseline.

Duke Sullivan mengangguk setuju.

"Kurang aj*r! Bagaimana Ratu bisa mempunyai stempel Kerajaan dan menggantikan posisi Raja selama Raja Alec sakit?" Teriak Baroness Yolanda yang berada di kamarnya.

"Semua pasti karena campur tangan Ibu Suri Helene, Baroness." Jawab Viscount August.

Baroness Yolanda mengepalkan tangannya. "Jika seperti ini yang terjadi, putraku Joseph tidak akan bisa menduduki singgasana Raja."

"Bukan hanya itu, ternyata selama ini Ratu sering keluar istana untuk melakukan penyelidikan kepada para bangsawan dan pejabat kerajaan. Banyak bangsawan dan pejabat yang tertangkap karena ketahuan melakukan kecurangan, terutama Menteri Perdagangan. Ratu berhasil menjebloskan Tuan Robin ke dalam penjara dengan barang bukti yang sudah berada di tangan para prajurit Raja." Terang Viscount August.

"Ratu sialan! Seandainya saja saat makan malam itu dia memakan sup beracun itu, wanita itu pasti tidak akan menjadi penghalang untuk semua rencanaku."

"Viscount August. Pergi dan cari pembunuh bayaran yang handal, yang selalu melakukan pekerjaannya dengan rapi. Kita harus segera melenyapkan wanita licik itu. Karena Roseline yang sekarang bukan lagi wanita yang lugu dan bodoh yang bisa kita peralat." Ucap Baroness Yolanda.

"Apa yang Baroness katakan memang benar. Ratu yang sekarang berbeda dengan Ratu yang sebelumnya, yang terlihat polos dan bodoh. Atau selama ini dia memang sengaja bersikap seolah-olah menjadi wanita lugu untuk membodohi kita semua." Sahut Viscount August.

"Saat ini hanya Countess Sarah yang bisa kita jadikan sebagai alat untuk membuat Raja Alec bertekuk lutut kepada kita. Sebarkan gosip yang lebih panas dan menghebohkan tentang kedekatan Raja Alec dan Countess Sarah. Himpun para bangsawan dan pejabat kerajaan untuk mendesak Raja Alec agar segera menikahi Countess Sarah." Ujar Baroness Yolanda.

"Baik Baroness. Akan aku lakukan semua yang kau perintahkan. Aku juga tidak ingin kemakmuran hidupku terancam karena ulah Ratu." Jawab Viscount August.

"Bagus. Dan aku akan terus memantau keadaan Raja Alec dan memastikan jika Raja masih tetap terbaring tak berdaya di ranjangnya. Karena sampai sekarang, tabib belum bisa membuat dan menemukan penawar racun itu." Ucap Baroness Yolanda sambil menyeringai.

Viscount August segera keluar dari ruangan Baroness Yolanda bersama pelayan pribadinya. Viscount August berpapasan dengan Countess Sarah yang hendak menemui Baroness Yolanda.

"Selamat siang, Countess Sarah." Sapa Viscount August.

"Selamat siang Viscount August." Jawab Countess Sarah sambil memberi hormat.

"Bagaimana keadaan Anda? Apa luka Anda sudah sembuh, Countess?" Tanya Viscount August dengan ramah.

"Sudah lebih baik, Viscount." Jawab Countess Sarah.

"Syukurlah. Semoga setelah Countess Sarah sembuh, Yang Mulia Raja Alec bisa segera menikahi Anda. Karena menurut saya, Countess Sarah lebih cocok dan pantas mendampingi Yang Mulia Raja dibandingkan Ratu."

Countess Sarah merasa tersanjung dan tersenyum malu. Viscount August memang pandai bersilat lidah dan menyenangkan hati para wanita dengan ucapan manis dan gombalnya.

"Apa Viscount baru saja menemui Baroness Yolanda?" Tanya Countess Sarah.

"Benar Countess. Saya datang ke sini karena ingin menyapa saudara angkat mendiang Yang Mulia Raja Uther. Saya dulu bersahabat baik dengan mendiang Baron Julius, suami Baroness Yolanda." Jawab Viscount August.

Baroness Yolanda berjalan mendekati mereka berdua.

"Countess Sarah. Mengapa kau datang ke sini? Apa kau ingin bertemu denganku?" Tanya Baroness Yolanda.

"Benar, Baroness. Saya ingin mengajak Baroness untuk mengunjungi istana raja. Saya terus mengkhawatirkan Raja dan ingin melihat keadaan Raja." Jawab Countess Sarah dengan raut wajah sedih.

Viscount August dan Baroness Sarah saling melempar senyum licik.

"Baiklah, saya permisi dulu Countess Sarah dan Baroness Yolanda. Saya mohon kalian berdua nantinya sudi untuk memberitahu tentang keadaan Yang Mulia Raja. Karena saya juga sangat mengkhawatirkan Raja. Semoga dengan keberadaan Countess Sarah di samping Raja, Raja bisa segera sembuh dan kembali seperti sedia kala." Ucap Viscount August dengan raut wajah sedihnya.

Countess Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum. Viscount August segera pergi meninggalkan paviliun tamu.

"Mari Countess, kita pergi ke istana raja." Ajak Baroness Yolanda.

Baroness Yolanda dan Countess Sarah tiba di istana raja. Dan seperti kejadian sebelumnya, para penjaga kamar raja melarang mereka untuk masuk dan menemui Raja Alec.

"Lancang! Kalian pikir kalian itu siapa? Hanya prajurit rendahan dengan beraninya melawanku yang statusnya lebih tinggi dari kalian!" Bentak Baroness Yolanda yang tak terima saat penjaga melarangnya untuk menemui Raja.

Raja Alec mendengus kesal saat mendengar suara ribut-ribut di depan kamarnya karena ulah Baroness Yolanda.

"Apa mereka berdua itu tuli dan dungu? Sudah dilarang masih saja datang dan memaksa untuk masuk ke sini." Ucap Raja Alec kesal.

"Apa perlu hamba yang menyuruh mereka pergi, Yang Mulia? Hamba tidak ingin mereka sampai menerobos masuk dan mengetahui keadaan Yang Mulia yang sebenarnya. Karena kita masih belum tahu siapa orang yang telah meracuni Yang Mulia." Ujar Marquess Filan.

"Kau benar, jangan sampai berita tentang kesembuhanku secepatnya menyebar keluar." Sahut Raja Alec.

"Minggir! Aku ingin menemui keponakanku!" Bentak Baroness Yolanda lagi.

"Maaf Baroness. Kami dilarang untuk mengijinkan siapapun menemui Yang Mulia Raja, selain Ibu Suri Helene dan Ratu." Jawab salah seorang penjaga.

"Memangnya siapa yang telah berani memberikan larangan?" Tanya Countess Sarah yang ikut tersulut emosinya.

"Aku."

Baroness Yolanda dan Countess Sarah segera membalikkan badan mereka. Mereka terkejut melihat Ratu Roseline berdiri di belakang mereka dengan angkuhnya.

"Hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Teriak para penjaga.

Marquess Filan menghentikan langkahnya saat mengetahui Ratu Roseline berada di depan kamar Raja. Raja Alec melebarkan matanya saat mendengar suara Ratu Roseline. Jantungnya berdetak dengan kencang dan tak beraturan.

"Ternyata para prajurit ini lebih berpendidikan dari pada kalian berdua." Sindir Ratu Roseline.

"Ho-hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah sambil memberikan hormat dan diikuti oleh Baroness Yolanda.

"Apa kalian pikir istana raja ini hutan belantara? Sehingga kalian bisa berteriak seenaknya. Yang Mulia Raja sedang sakit dan membutuhkan ketenangan untuk beristirahat. Aku tidak menyangka bangsawan seperti kalian bisa bersikap bodoh dengan membuat keributan di sini." Ejek Ratu Roseline.

Baroness Yolanda mengeraskan rahangnya dan kedua tangannya meremas gaunnya. Ingin rasanya dia mencabik-cabik wanita angkuh yang ada di hadapannya itu.

"Mohon ampun, Ratu. Mengapa Ratu melarang kami untuk menemui Yang Mulia Raja? Padahal kami sangat mengkhawatirkan keadaan Raja." Tanya Baroness Yolanda dengan nada memelas.

"Dasar ratu drama. Kau ingin melakukan playing victim? Baiklah akan aku ikuti permainanmu." Batin Ratu Roseline.

"Tentu saja karena aku tidak ingin ketenangan dan istirahat Raja terganggu. Aku ingin Raja segera sembuh. Dan yang tak kalah penting, aku tidak ingin suamiku disentuh oleh wanita lain yang mencari kesempatan dalam kesempitan." Jawab Ratu Roseline sambil menyunggingkan bibirnya.

Hati Raja Alec berbunga-bunga saat Ratu Roseline memanggilnya dengan sebutan suamiku. Raja Alec tersenyum bahagia. Wajahnya langsung merah merona sampai ke telinganya. Marquess Filan menyerngitkan dahinya saat melihat ekspresi Rajanya yang tak biasa itu.

Countess Sarah menunduk sambil menggigit bibir bawahnya mendengar sindiran Ratu Roseline kepadanya.

"Suami? Sejak kapan Ratu menganggap Raja sebagai seorang suami? Bukankah Ratu selama ini selalu mengabaikan Yang Mulia Raja?" Tanya Countess Sarah.

Ratu Roseline tertawa.

"Memangnya kapan aku pernah mengatakan bahwa Yang Mulia Raja bukanlah suamiku?" Ratu Roseline balik bertanya.

Countess Sarah terdiam.

"Meskipun aku tidak perlu merendahkan diriku dengan terus menempel pada Yanga Mulia Raja, bukan berarti aku tidak menganggapnya sebagai suamiku. Aku mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan perhatianku sebagai seorang istri tanpa harus mengumbar dan memamerkannya di depan orang lain."

Raja Alec menyunggingkan bibirnya. "Itu artinya aku masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hati Ratu kembali. Meskipun butuh waktu dan perjuangan, aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cinta Ratu kembali."

"Tapi hamba adalah bibi Yang Mulia Raja. Tidak sepantasnya Ratu juga melarangku untuk melihat kondisi Raja, keponakanku sendiri. Hamba adalah kerabat Raja." Protes Baroness Yolanda.

"Terima kasih atas perhatiannya Baroness. Nanti akan aku sampaikan kepada Raja." Jawab Ratu Roseline dengan santainya.

"Apa Ratu sengaja melakukan semua ini agar Raja tidak bisa mendapatkan banyak dukungan dari orang terdekatnya dan selalu menyemangatinya? Apa karena Ratu tidak ingin Raja segera sembuh? Sehingga Ratu bisa terus menempati posisi Raja." Ucap Baroness Yolanda dengan tatapan sinis.

"Baroness Yolanda pasti mengatakan hal itu karena kecewa, putramu Baron Joseph, gagal menjadi pengganti Yang Mulia Raja dan duduk di singgasana Raja." Balas Ratu Roseline.

Baroness Yolanda menggertakkan giginya karena Ratu Roseline berhasil memutar balikkan serangannya. Baroness Yolanda segera pergi dengan wajah kesalnya. Dia tidak ingin menjadi lepas kendali dan merusak semua rencana yang telah disusunnya.

"Baiklah, hamba akan pergi. Tolong sampai doa dari kami untuk Yang Mulia Raja."

Baroness Yolanda memberi hormat dan memlangkahkan kakinya pergi dari sana. Countess Sarah mengikutinya dari belakang karena dia tidak ingin menjadi bulan-bulanan Ratu jika masih berada di sana.

"Terima kasih karena kalian telah bekerja dengan baik. Terus perketat penjagaan di sekitar kamar Yang Mulia Raja dan jangan biarkan ada orang lain yang seenaknya keluar masuk kamar Raja tanpa seijinku atau Ibu Suri Helene. Aku nanti akan mengirimkan gaji tambahan sebagai bonus dan mengirimkannya langsung ke keluarga kalian." Ucap Ratu Roseline.

"Terima kasib atas kemurahan hati Yang Mulia Ratu. Semoga Yang Mulia Ratu panjang umur dan sehat selalu." Ucap para penjaga.

Ratu Roseline hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.

To be continue ...

...***-❤❤❤-***...

Baca juga novel author :

1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku

Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :

✔Klik favorite❤

✔Tinggalkan comment✍

✔Tinggalkan like👍

✔Tinggalkan vote🔖

✔Beri hadiah🎁🌹

Terima kasih🙏🥰

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘

2024-03-13

0

Bu Jumaeda

Bu Jumaeda

keren banget karyamu Thor, lanjutkan 👍

2023-01-16

2

Raine

Raine

suka kalo ratunya tegas tak terkalahkan ❤

2022-12-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Novel Usang
2 Bab 2. Mengubah Takdir
3 Bab 3. Bertemu Raja Alec
4 Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5 Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6 Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7 Bab 7. Pesona Risoles
8 Bab 8. Rumor
9 Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10 Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11 Bab 11. Baroness Yolanda
12 Bab 12. Sup Ikan Beracun
13 Bab 13. Sate Domba
14 Bab 14. Ratu Terluka
15 Bab 15. Raja Alec Diracun
16 Bab 16. Gunung Goby
17 Bab 17. Obat Penawar
18 Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19 Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20 Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21 Bab 21. Pembunuh Bayaran
22 Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23 Bab 23. Menepati Janji
24 Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25 Bab 25. Pesta Makan Bersama
26 Bab 26. Cemburu
27 Bab 27. Jati Diri Victor
28 Bab 28. Perhatian Raja Alec
29 Bab 29. Rencana Jahat
30 Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31 Bab 31. Rasa Sakit
32 Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33 Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34 Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35 Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36 Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37 Bab 37. Senjata Makan Tuan
38 Bab 38. Barbeque
39 Bab 39. Adu Acting
40 Bab 40. Hukuman
41 Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42 Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43 Bab 43. Obat Manis
44 Bab 44. Tawaran
45 Bab 45. Siapa Kau?
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. Tiga Ular
48 Bab 48. Berubah Haluan
49 Bab 49. Aku Tidak Peduli
50 Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51 Bab 51. Kejujuran
52 Bab 52. Tak Percaya
53 Bab 53. Keluarga
54 Bab 54. Perlakuan Kasar
55 Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56 Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57 Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58 Bab 58. Pergilah!
59 Bab 59. Wanita Bodoh
60 Bab 60. Kemenangan
61 Bab 61. Menghilang
62 Bab 62. Menghilang 2
63 Bab 63. Kabar Bahagia
64 Bab 64. Lamaran
65 Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66 Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67 Bab 67. Sakit Sekali
68 Bab 68. Pengakuan
69 Bab 69. Pengakuan 2
70 Bab 70. Maafkan Aku
71 Bab 71. Tanggung JawabKu
72 Bab 72. Diabaikan
73 Bab 73. Melihatmu Bahagia
74 Bab 74. Bimbang
75 Bab 75. Mengenalimu
76 Bab 77. Aku telah kembali
77 Bab 76. Kembali Ke Istana
78 Bab 78. Pengaduan
79 Bab 79. Simpanan
80 Bab 80. Canduku
81 Bab 81. Janji Suci
82 Bab 81. Gaya Baru
83 Bab 82. Pesta
84 Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85 Bab 84. Sebuah Maha Karya
86 Bab 85. Eksekusi Massal
87 Bab 86. Nigel
88 Bab 87. Pangeran Leon
89 Bab 88. Kembali
90 Bab 89. Back To The Real Life
91 Bab 90. Siapa Dia?
92 Bab 91. Menang Tender
93 Bab 92. Pelelangan
94 Bab 93. Kalung Itu Milikku
95 Bab 94. XS
96 Bab 95. Kencan Kontrak
97 Bab 96. First Date
98 Bab 97. Dandelion
99 Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100 Bab 99. Kekecewaan
101 Bab 100. Katherine Alonzo
102 Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103 Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104 Bab 103. Rencana Jahat
105 Bab 104. You Found Me
106 Bab 105. Aku Tak Sempurna
107 Bab 106. Calon Istriku
108 Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109 Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110 Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111 Bab 110. Salam Perkenalan.
112 Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113 Bab 112. Video Mesum
114 Bab 113. Hukuman Berat
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Novel Usang
2
Bab 2. Mengubah Takdir
3
Bab 3. Bertemu Raja Alec
4
Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5
Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6
Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7
Bab 7. Pesona Risoles
8
Bab 8. Rumor
9
Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10
Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11
Bab 11. Baroness Yolanda
12
Bab 12. Sup Ikan Beracun
13
Bab 13. Sate Domba
14
Bab 14. Ratu Terluka
15
Bab 15. Raja Alec Diracun
16
Bab 16. Gunung Goby
17
Bab 17. Obat Penawar
18
Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19
Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20
Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21
Bab 21. Pembunuh Bayaran
22
Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23
Bab 23. Menepati Janji
24
Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25
Bab 25. Pesta Makan Bersama
26
Bab 26. Cemburu
27
Bab 27. Jati Diri Victor
28
Bab 28. Perhatian Raja Alec
29
Bab 29. Rencana Jahat
30
Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31
Bab 31. Rasa Sakit
32
Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33
Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34
Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35
Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36
Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37
Bab 37. Senjata Makan Tuan
38
Bab 38. Barbeque
39
Bab 39. Adu Acting
40
Bab 40. Hukuman
41
Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43
Bab 43. Obat Manis
44
Bab 44. Tawaran
45
Bab 45. Siapa Kau?
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. Tiga Ular
48
Bab 48. Berubah Haluan
49
Bab 49. Aku Tidak Peduli
50
Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51
Bab 51. Kejujuran
52
Bab 52. Tak Percaya
53
Bab 53. Keluarga
54
Bab 54. Perlakuan Kasar
55
Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58
Bab 58. Pergilah!
59
Bab 59. Wanita Bodoh
60
Bab 60. Kemenangan
61
Bab 61. Menghilang
62
Bab 62. Menghilang 2
63
Bab 63. Kabar Bahagia
64
Bab 64. Lamaran
65
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66
Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67
Bab 67. Sakit Sekali
68
Bab 68. Pengakuan
69
Bab 69. Pengakuan 2
70
Bab 70. Maafkan Aku
71
Bab 71. Tanggung JawabKu
72
Bab 72. Diabaikan
73
Bab 73. Melihatmu Bahagia
74
Bab 74. Bimbang
75
Bab 75. Mengenalimu
76
Bab 77. Aku telah kembali
77
Bab 76. Kembali Ke Istana
78
Bab 78. Pengaduan
79
Bab 79. Simpanan
80
Bab 80. Canduku
81
Bab 81. Janji Suci
82
Bab 81. Gaya Baru
83
Bab 82. Pesta
84
Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85
Bab 84. Sebuah Maha Karya
86
Bab 85. Eksekusi Massal
87
Bab 86. Nigel
88
Bab 87. Pangeran Leon
89
Bab 88. Kembali
90
Bab 89. Back To The Real Life
91
Bab 90. Siapa Dia?
92
Bab 91. Menang Tender
93
Bab 92. Pelelangan
94
Bab 93. Kalung Itu Milikku
95
Bab 94. XS
96
Bab 95. Kencan Kontrak
97
Bab 96. First Date
98
Bab 97. Dandelion
99
Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100
Bab 99. Kekecewaan
101
Bab 100. Katherine Alonzo
102
Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103
Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104
Bab 103. Rencana Jahat
105
Bab 104. You Found Me
106
Bab 105. Aku Tak Sempurna
107
Bab 106. Calon Istriku
108
Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109
Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110
Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111
Bab 110. Salam Perkenalan.
112
Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113
Bab 112. Video Mesum
114
Bab 113. Hukuman Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!