Ratu Roseline menuangkan teh untuk ayahnya,saat keduanya berada di taman belakang istana ratu.
"Silakan, Ayah." Ucap Ratu Roseline.
Duke Sullivan hanya mengangguk dan menghela napas panjang.
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan saat ini, Seline?" Tanya Duke Sullivan.
Ratu Roseline tersenyum. "Apa maksud Ayah?"
"Mengapa kau yang menggantikan posisi Yang Mulia Raja? Meskipun hanya sementara, itu akan memicu protes dan ketidaksukaan yang luar biasa dari para bangsawan dan pejabat kerajaan. Ayah tidak ingin mereka sampai berbuat jahat dan menyakitimu, Putriku." Tutur Duke Sullivan.
Ratu Roseline tersenyum dan menyentuh tangan ayahnya. "Ayah tidak perlu khawatir, Seline akan baik-baik saja. Seline terpaksa melakukannya karena Seline yakin mereka pasti akan mengajukan orang lain yang ambisius untuk menduduki posisi Raja Cardania."
"Apa kau tahu siapa orang itu?" Tanya Duke Sullivan.
"Siapa lagi kalau bukan Baron Joseph, putra dari Baroness Yolanda. Mendiang Raja Uther tidak memiliki saudara kandung, begitu juga dengan Raja Alec. Dan satu-satunya yang dianggap sebagai kerabat Yang Mulia adalah Baroness Yolanda dan Baron Joseph."
Duke Sullivan mengangguk. Duke Sullivan membenarkan apa yang Ratu Roseline katakan. Baron Joseph adalah pria terpelajar, namun dia terkenal sebagai pria bengis dengan memiliki ambisi yang besar.
"Dan jika hal itu sampai terjadi, Ayah bisa membayangkan jika istana ini akan dijadikan tempat bordir oleh Baron Joseph yang suka main perempuan." Ujar Ratu Roseline.
Duke Sullivan mengangguk setuju.
"Kurang aj*r! Bagaimana Ratu bisa mempunyai stempel Kerajaan dan menggantikan posisi Raja selama Raja Alec sakit?" Teriak Baroness Yolanda yang berada di kamarnya.
"Semua pasti karena campur tangan Ibu Suri Helene, Baroness." Jawab Viscount August.
Baroness Yolanda mengepalkan tangannya. "Jika seperti ini yang terjadi, putraku Joseph tidak akan bisa menduduki singgasana Raja."
"Bukan hanya itu, ternyata selama ini Ratu sering keluar istana untuk melakukan penyelidikan kepada para bangsawan dan pejabat kerajaan. Banyak bangsawan dan pejabat yang tertangkap karena ketahuan melakukan kecurangan, terutama Menteri Perdagangan. Ratu berhasil menjebloskan Tuan Robin ke dalam penjara dengan barang bukti yang sudah berada di tangan para prajurit Raja." Terang Viscount August.
"Ratu sialan! Seandainya saja saat makan malam itu dia memakan sup beracun itu, wanita itu pasti tidak akan menjadi penghalang untuk semua rencanaku."
"Viscount August. Pergi dan cari pembunuh bayaran yang handal, yang selalu melakukan pekerjaannya dengan rapi. Kita harus segera melenyapkan wanita licik itu. Karena Roseline yang sekarang bukan lagi wanita yang lugu dan bodoh yang bisa kita peralat." Ucap Baroness Yolanda.
"Apa yang Baroness katakan memang benar. Ratu yang sekarang berbeda dengan Ratu yang sebelumnya, yang terlihat polos dan bodoh. Atau selama ini dia memang sengaja bersikap seolah-olah menjadi wanita lugu untuk membodohi kita semua." Sahut Viscount August.
"Saat ini hanya Countess Sarah yang bisa kita jadikan sebagai alat untuk membuat Raja Alec bertekuk lutut kepada kita. Sebarkan gosip yang lebih panas dan menghebohkan tentang kedekatan Raja Alec dan Countess Sarah. Himpun para bangsawan dan pejabat kerajaan untuk mendesak Raja Alec agar segera menikahi Countess Sarah." Ujar Baroness Yolanda.
"Baik Baroness. Akan aku lakukan semua yang kau perintahkan. Aku juga tidak ingin kemakmuran hidupku terancam karena ulah Ratu." Jawab Viscount August.
"Bagus. Dan aku akan terus memantau keadaan Raja Alec dan memastikan jika Raja masih tetap terbaring tak berdaya di ranjangnya. Karena sampai sekarang, tabib belum bisa membuat dan menemukan penawar racun itu." Ucap Baroness Yolanda sambil menyeringai.
Viscount August segera keluar dari ruangan Baroness Yolanda bersama pelayan pribadinya. Viscount August berpapasan dengan Countess Sarah yang hendak menemui Baroness Yolanda.
"Selamat siang, Countess Sarah." Sapa Viscount August.
"Selamat siang Viscount August." Jawab Countess Sarah sambil memberi hormat.
"Bagaimana keadaan Anda? Apa luka Anda sudah sembuh, Countess?" Tanya Viscount August dengan ramah.
"Sudah lebih baik, Viscount." Jawab Countess Sarah.
"Syukurlah. Semoga setelah Countess Sarah sembuh, Yang Mulia Raja Alec bisa segera menikahi Anda. Karena menurut saya, Countess Sarah lebih cocok dan pantas mendampingi Yang Mulia Raja dibandingkan Ratu."
Countess Sarah merasa tersanjung dan tersenyum malu. Viscount August memang pandai bersilat lidah dan menyenangkan hati para wanita dengan ucapan manis dan gombalnya.
"Apa Viscount baru saja menemui Baroness Yolanda?" Tanya Countess Sarah.
"Benar Countess. Saya datang ke sini karena ingin menyapa saudara angkat mendiang Yang Mulia Raja Uther. Saya dulu bersahabat baik dengan mendiang Baron Julius, suami Baroness Yolanda." Jawab Viscount August.
Baroness Yolanda berjalan mendekati mereka berdua.
"Countess Sarah. Mengapa kau datang ke sini? Apa kau ingin bertemu denganku?" Tanya Baroness Yolanda.
"Benar, Baroness. Saya ingin mengajak Baroness untuk mengunjungi istana raja. Saya terus mengkhawatirkan Raja dan ingin melihat keadaan Raja." Jawab Countess Sarah dengan raut wajah sedih.
Viscount August dan Baroness Sarah saling melempar senyum licik.
"Baiklah, saya permisi dulu Countess Sarah dan Baroness Yolanda. Saya mohon kalian berdua nantinya sudi untuk memberitahu tentang keadaan Yang Mulia Raja. Karena saya juga sangat mengkhawatirkan Raja. Semoga dengan keberadaan Countess Sarah di samping Raja, Raja bisa segera sembuh dan kembali seperti sedia kala." Ucap Viscount August dengan raut wajah sedihnya.
Countess Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum. Viscount August segera pergi meninggalkan paviliun tamu.
"Mari Countess, kita pergi ke istana raja." Ajak Baroness Yolanda.
Baroness Yolanda dan Countess Sarah tiba di istana raja. Dan seperti kejadian sebelumnya, para penjaga kamar raja melarang mereka untuk masuk dan menemui Raja Alec.
"Lancang! Kalian pikir kalian itu siapa? Hanya prajurit rendahan dengan beraninya melawanku yang statusnya lebih tinggi dari kalian!" Bentak Baroness Yolanda yang tak terima saat penjaga melarangnya untuk menemui Raja.
Raja Alec mendengus kesal saat mendengar suara ribut-ribut di depan kamarnya karena ulah Baroness Yolanda.
"Apa mereka berdua itu tuli dan dungu? Sudah dilarang masih saja datang dan memaksa untuk masuk ke sini." Ucap Raja Alec kesal.
"Apa perlu hamba yang menyuruh mereka pergi, Yang Mulia? Hamba tidak ingin mereka sampai menerobos masuk dan mengetahui keadaan Yang Mulia yang sebenarnya. Karena kita masih belum tahu siapa orang yang telah meracuni Yang Mulia." Ujar Marquess Filan.
"Kau benar, jangan sampai berita tentang kesembuhanku secepatnya menyebar keluar." Sahut Raja Alec.
"Minggir! Aku ingin menemui keponakanku!" Bentak Baroness Yolanda lagi.
"Maaf Baroness. Kami dilarang untuk mengijinkan siapapun menemui Yang Mulia Raja, selain Ibu Suri Helene dan Ratu." Jawab salah seorang penjaga.
"Memangnya siapa yang telah berani memberikan larangan?" Tanya Countess Sarah yang ikut tersulut emosinya.
"Aku."
Baroness Yolanda dan Countess Sarah segera membalikkan badan mereka. Mereka terkejut melihat Ratu Roseline berdiri di belakang mereka dengan angkuhnya.
"Hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Teriak para penjaga.
Marquess Filan menghentikan langkahnya saat mengetahui Ratu Roseline berada di depan kamar Raja. Raja Alec melebarkan matanya saat mendengar suara Ratu Roseline. Jantungnya berdetak dengan kencang dan tak beraturan.
"Ternyata para prajurit ini lebih berpendidikan dari pada kalian berdua." Sindir Ratu Roseline.
"Ho-hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah sambil memberikan hormat dan diikuti oleh Baroness Yolanda.
"Apa kalian pikir istana raja ini hutan belantara? Sehingga kalian bisa berteriak seenaknya. Yang Mulia Raja sedang sakit dan membutuhkan ketenangan untuk beristirahat. Aku tidak menyangka bangsawan seperti kalian bisa bersikap bodoh dengan membuat keributan di sini." Ejek Ratu Roseline.
Baroness Yolanda mengeraskan rahangnya dan kedua tangannya meremas gaunnya. Ingin rasanya dia mencabik-cabik wanita angkuh yang ada di hadapannya itu.
"Mohon ampun, Ratu. Mengapa Ratu melarang kami untuk menemui Yang Mulia Raja? Padahal kami sangat mengkhawatirkan keadaan Raja." Tanya Baroness Yolanda dengan nada memelas.
"Dasar ratu drama. Kau ingin melakukan playing victim? Baiklah akan aku ikuti permainanmu." Batin Ratu Roseline.
"Tentu saja karena aku tidak ingin ketenangan dan istirahat Raja terganggu. Aku ingin Raja segera sembuh. Dan yang tak kalah penting, aku tidak ingin suamiku disentuh oleh wanita lain yang mencari kesempatan dalam kesempitan." Jawab Ratu Roseline sambil menyunggingkan bibirnya.
Hati Raja Alec berbunga-bunga saat Ratu Roseline memanggilnya dengan sebutan suamiku. Raja Alec tersenyum bahagia. Wajahnya langsung merah merona sampai ke telinganya. Marquess Filan menyerngitkan dahinya saat melihat ekspresi Rajanya yang tak biasa itu.
Countess Sarah menunduk sambil menggigit bibir bawahnya mendengar sindiran Ratu Roseline kepadanya.
"Suami? Sejak kapan Ratu menganggap Raja sebagai seorang suami? Bukankah Ratu selama ini selalu mengabaikan Yang Mulia Raja?" Tanya Countess Sarah.
Ratu Roseline tertawa.
"Memangnya kapan aku pernah mengatakan bahwa Yang Mulia Raja bukanlah suamiku?" Ratu Roseline balik bertanya.
Countess Sarah terdiam.
"Meskipun aku tidak perlu merendahkan diriku dengan terus menempel pada Yanga Mulia Raja, bukan berarti aku tidak menganggapnya sebagai suamiku. Aku mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan perhatianku sebagai seorang istri tanpa harus mengumbar dan memamerkannya di depan orang lain."
Raja Alec menyunggingkan bibirnya. "Itu artinya aku masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hati Ratu kembali. Meskipun butuh waktu dan perjuangan, aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cinta Ratu kembali."
"Tapi hamba adalah bibi Yang Mulia Raja. Tidak sepantasnya Ratu juga melarangku untuk melihat kondisi Raja, keponakanku sendiri. Hamba adalah kerabat Raja." Protes Baroness Yolanda.
"Terima kasih atas perhatiannya Baroness. Nanti akan aku sampaikan kepada Raja." Jawab Ratu Roseline dengan santainya.
"Apa Ratu sengaja melakukan semua ini agar Raja tidak bisa mendapatkan banyak dukungan dari orang terdekatnya dan selalu menyemangatinya? Apa karena Ratu tidak ingin Raja segera sembuh? Sehingga Ratu bisa terus menempati posisi Raja." Ucap Baroness Yolanda dengan tatapan sinis.
"Baroness Yolanda pasti mengatakan hal itu karena kecewa, putramu Baron Joseph, gagal menjadi pengganti Yang Mulia Raja dan duduk di singgasana Raja." Balas Ratu Roseline.
Baroness Yolanda menggertakkan giginya karena Ratu Roseline berhasil memutar balikkan serangannya. Baroness Yolanda segera pergi dengan wajah kesalnya. Dia tidak ingin menjadi lepas kendali dan merusak semua rencana yang telah disusunnya.
"Baiklah, hamba akan pergi. Tolong sampai doa dari kami untuk Yang Mulia Raja."
Baroness Yolanda memberi hormat dan memlangkahkan kakinya pergi dari sana. Countess Sarah mengikutinya dari belakang karena dia tidak ingin menjadi bulan-bulanan Ratu jika masih berada di sana.
"Terima kasih karena kalian telah bekerja dengan baik. Terus perketat penjagaan di sekitar kamar Yang Mulia Raja dan jangan biarkan ada orang lain yang seenaknya keluar masuk kamar Raja tanpa seijinku atau Ibu Suri Helene. Aku nanti akan mengirimkan gaji tambahan sebagai bonus dan mengirimkannya langsung ke keluarga kalian." Ucap Ratu Roseline.
"Terima kasib atas kemurahan hati Yang Mulia Ratu. Semoga Yang Mulia Ratu panjang umur dan sehat selalu." Ucap para penjaga.
Ratu Roseline hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-03-13
0
Bu Jumaeda
keren banget karyamu Thor, lanjutkan 👍
2023-01-16
2
Raine
suka kalo ratunya tegas tak terkalahkan ❤
2022-12-15
2