Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya

Ratu Roseline saat ini berada di kediaman Duke Sullivan untuk menemui kakakknya, Duke Ramon.

"Kakak. Ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Ratu Roseline.

"Ada apa Seline?" Sahut Duke Ramon.

"Berapa jumlah prajurit yang dimiliki oleh Kerajaan Cardania?" Tanya Ratu Roseline.

Duke Ramon menyerngitkan dahinya.

"Kakak jawab saja dengan jujur, berapa jumlah seluruhnya?"

"Ada sekitar 20.000 prajurit, terdiri dari prajurit yang berjaga di dalam istana dan prajurit yang akan dikirim untuk pergi ke medan perang." Jawab Duke Ramon.

Ratu Roseline hanya menganggukkan kepalanya.

"Aku dengar di daerah Silla terdapat banyak benang wol dan benang jaring laba-laba. Apa itu benar?" Tanya Ratu Roseline.

"Benar. Penduduk di daerah Silla banyak yang memelihara domba dan laba-laba. Setahu kakak benang yang mereka hasilkan adalah salah satu benang terbaik di kerajaan ini." Ucap Duke Ramon.

"Aku ingin meminta tolong kepada Kakak. Tolong kirimkan orang-orang terbaik Kakak untuk membeli kedua benang itu sebanyak-banyaknya. Kalau perlu buat mereka menjual semua pasokan benang kepada kita." Ucap Ratu Roseline.

Duke Ramon melebarkan matanya.

"Untuk apa Seline? Apa kau ingin membuat gaun dari kedua benang itu? Tapi tidak perlu membeli sebanyak itu," Tanya Duke Roman.

Ratu Roseline tersenyum.

"Bukan untukku, Kak. Tapi untuk para prajurit Cardania. Nanti saja aku jelaskan, yang penting Kakak harus membantuku untuk mendapatkan kedua benang berharga itu. Untuk biayanya Kakak tidak perlu khawatir. Aku akan menggunakan uangku sendiri, uang yang menjadi hakku selama aku menjadi Ratu Cardania." Jawab Ratu Roseline.

Duke menghela napas panjang.

"Baiklah. Kakak akan membantumu. Dan Kakak pastikan kau akan mendapatkan kedua benang itu sebanyak yang kau inginkan. Bukan hanya benang saja tapi kainnya pun akan Kakak dapatkan untukmu. Kakak mengenal orang yang berkuasa di daerah Silla." Ucap Duke Ramon.

"Terima kasih, Kakak," Seru Ratu Roseline dengan senyum bahagianya.

Duke Ramon senang bisa melihat kembali senyum adiknya seperti dulu lagi. Sejak menjadi istri Raja Alec, Duke Ramon sering melihat adiknya murung. Ratu Roseline selalu menampilkan senyum palsunya saat bertemu dengannya dan ayah mereka, untuk menutupi sakit hati yang dia rasakan karena diabaikam oleh suaminya.

Dari luar terdengar suara kereta kuda memasuki kediaman Duke Sullivan. Duke Sullivan keluar dari kereta kuda itu dan berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah lebar dan wajah memerah menahan marah. Kedua tangannya menggenggam erat sampai urat-uratnya terlihat dan rahangnya mengeras.

"Ayah." Sapa Ratu Roseline.

Duke Sullivan menghentikan langkahnya dan terkejut melihat putri kesayangannya yang telah berada di sana. Duke Sullivan langsung mendekati Ratu Roseline dan memeluknya dengan erat.

"Maafkan Ayah, Seline. Ayah telah mengantarkanmu ke jurang penderitaan. Ayah minta maaf." Ucap Duke Sullivan.

"Ada apa, Ayah? Apa ada sesuatu yang buruk?" Tanya Duke Ramon.

Duke Sullivan mengurai pelukannya.

"Ada rumor tentang Yang Mulia Raja yang ingin menikah lagi dan memiliki seorang selir. Rumor itu telah menyebar di istana." Jawab Duke Sullivan.

"Apa?" Teriak Duke Ramon tak percaya.

"Seharusnya hari ini akan diadakan pertemuan penting di istana untuk membahas beberapa masalah, terutama tentang rumor itu. Banyak bangsawan dan pejabat pemerintah yang senang dengan mendengar rumor itu. Dengan Yang Mulia Raja memiliki seorang selir, maka calon pewaris kerajaan bisa segera lahir di istana. Mereka menyalahkan Ratu karena sampai sekarang belum dianugerahi keturunan." Ucap Duke Sullivan sambil mengeraskan rahangnya.

"Kurang a**r! Beraninya mereka menghina Ratu dari kerajaan ini!" Teriak Duke Ramon dengan penuh emosi.

Duke Ramon memukul meja dengan keras untuk melampiaskan kemarahannya.

"Tapi Yang Mulia Raja mendadak membatalkan pertemuan dengan alasan kondisi tubuh Yang Mulia sedang tidak baik." Ucap Duke Sullivan.

"Apakah wanita yang dirumorkan itu adalah Countess Sarah, Ayah?" Tanya Ratu Roseline.

"Benar. Para bangsawan dan pejabat istana terus menyebut nama Countess Sarah yang akan dinikahi oleh Yang Mulia Raja." Jawab Duke Sullivan dengan tatapan sedih.

"Ternyata rumornya sudah mulai menyebar, seperti dugaanku. Karena jalan ceritanya tidak jauh berbeda dengan yang ada di novel itu." Pikir Ratu Roseline.

"Apa kau baik-baik saja, Seline?" Tanya Duke Ramon khawatir.

Ratu Roseline tersentak.

"Kalian tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Bukankah itu hal yang baik, sehingga aku bisa segera pergi meninggalkan istana." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.

Ratu Roseline memeluk ayah dan kakaknya. Duke Sullivan dan Duke Ramon tahu jika Ratu Roseline berusaha tersenyum untuk menutupi sakit hati yang dirasakannya.

"Akan kubiarkan kalian hidup bersama. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian bersatu dengan mudahnya. Kalian harus melewati semua jalan terjal dan berkerikil tajam nan berbara yang aku siapkan untuk kalian." Batin Ratu Roseline sambil menyeringai.

Seorang ksatria masuk ke dalam ruang kerja Raja Alec dengan gagahnya.

"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap ksatria itu sambil memberi hormat.

"Berdirilah, Marquess Andry." Ucap Raja Alec.

Marquess Andry segera berdiri.

"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan siapa yang telah menyebarkan rumor itu?" Tanya Raja Alec.

"Ampun Yang Mulia. Kami sudah menemukan siapa orangnya, namun orang itu sudah tak bernyawa. Sepertinya ada yang membayar orang itu, lalu membunuhnya untuk menghilangkan jejak dan saksi." Lapor Marquess Andry.

Brakk...

Raja Alec memukul mejanya dengan keras.

"Siapa yang telah berani mencari masalah denganku?" Gumam Raja Alec dengan tatapan membunuhnya.

Raja Alec langsung berdiri dari kursi kebesarannya.

"Lanjutkan penyelidikan kalian. Dan segera redam rumor itu. Aku tidak ingin rumor itu sampai menghebohkan kerajaanku." Ucap Raja Alec.

"Baik, Yang Mulia." Jawab Marquess Andry.

Raja Alec keluar dari ruangannya dan berjalan menuju istana Ibu Suri Helene bersama Marquess Filan.

"Apa Ibu Suri ada di dalam?" Tanya Raja Alec kepada pelayan Ibu Suri.

"Yang Mulia Ibu Suri berada di kamarnya, Yang Mulia Raja." Jawab pelayan itu.

Raja Alec langsung menuju kamar ibunya.

"Salam Ibu." Sapa Raja Alec.

"Apa kedatanganmu kemari untuk meminta restu supaya Ibu mengijinkanmu menikah lagi dengan Countess Sarah?" Tanya Ibu Suri Helene.

Raja Alec membelalakkan matanya.

"Mengapa Ibu berpikiran seperti itu? Aku ingin menjelaskan jika rumor itu tidaklah benar." Jawab Raja Alec.

Ibu Suri Helene tersenyum sinis.

"Semua mata normal dan sehat yang melihat kedekatan kalian selama ini pasti membenarkan rumor itu. Aku tidak peduli dengan semua itu. Lakukan apapun yang kau lakukan. Tapi kau harus tahu Putraku, jika aku hanya akan menganggap Seline sebagai menantuku. Sedangkan wanita lain akan aku anggap tak lebih sebagai sekedar wanita penghiburmu." Ucap Ibu Suri Helene.

"Ibu juga tidak melihat usahamu untuk memperbaiki hubunganmu dengan Ratu." Tambah Ibu Suri Helene.

Raja Alec menghela napas berat.

"Bukannya aku tidak ingin berusaha Ibu, tapi Ratu yang tidak ingin hubungan kami membaik. Aku merasa Ratu semakin membenciku. Aku tidak yakin jika hubungan kami bisa membaik." Ucap Raja Alec dengan wajah sendunya.

Ibu Suri Helene tertawa kecil.

"Bukankah semua berjalan sesuai keinginanmu, Putraku? Lakukan apapun yang kau inginkan, Ibu tidak akan melarang. Tapi Ibu mohon jika kau tidak bisa membahagiakan Roseline, maka jangan menyakiti hatinya terus menerus. Lepaskan dia." Ucap Ibu Suri Helene.

"Apa maksud Ibu?" Tanya Raja Alec dengan mata yang mulai memerah.

"Maksud Ibu, bebaskan Roseline dari ikatan kalian. Biarkan Roseline mencari kebahagiaannya sendiri." Jawab Ibu Suri Helene.

Raja Alec menggeleng.

"Tidak Ibu. Aku tidak akan pernah melepaskannya. Roseline adalah istriku, Ratu dari Kerajaan Cardania. Bagaimana bisa Ibu menyuruhku membebaskannya dari ikatan pernikahan kami? Itu tidak akan terjadi Ibu. Tidak akan pernah terjadi. Roseline milikku dan hanya akan menjadi milikku." Ucap Raja Alec sambil mengeraskan rahangnya.

"Jangan menjadi pria yang egois, Putraku. Ratu tidak bahagia hidup bersamamu." Sahut Ibu Suri Helene.

"Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak akan pernah melepaskan Roseline. Meskipun itu permintaan dari Ibu." Tegas Raja Alec.

Raja Alec segera keluar dari kamar Ibu Suri Helene dengan hati penuh amarah. Raja Alec tidak terima dengan permintaan Ibu Suri Helene.

"Sepertinya kau baru menyadari perasaanmu pada Ratu, Putraku." Gumam Ibu Suri Helene sambil tersenyum.

Ibu Suri Helene memang sengaja mengatakan hal sefrontal itu kepada Raja Alec karena Ibu Suri ingin tahu perasaan Raja Alec yang sebenarnya. Raja Alec dan Marquess Filan melangkah pergi menuju istana Ratu.

To be continue ...

...***-❤❤❤-***...

Baca juga novel author :

1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku

Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :

✔Klik favorite❤

✔Tinggalkan comment✍

✔Tinggalkan like👍

✔Tinggalkan vote🔖

✔Beri hadiah🎁🌹

Terima kasih🙏🥰.

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘

2024-03-13

0

nacho

nacho

seperti movie korea mr queen

2024-03-13

0

Kototo

Kototo

alah munafik, aku tetap gak suka sama lu

2023-12-16

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Novel Usang
2 Bab 2. Mengubah Takdir
3 Bab 3. Bertemu Raja Alec
4 Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5 Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6 Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7 Bab 7. Pesona Risoles
8 Bab 8. Rumor
9 Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10 Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11 Bab 11. Baroness Yolanda
12 Bab 12. Sup Ikan Beracun
13 Bab 13. Sate Domba
14 Bab 14. Ratu Terluka
15 Bab 15. Raja Alec Diracun
16 Bab 16. Gunung Goby
17 Bab 17. Obat Penawar
18 Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19 Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20 Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21 Bab 21. Pembunuh Bayaran
22 Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23 Bab 23. Menepati Janji
24 Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25 Bab 25. Pesta Makan Bersama
26 Bab 26. Cemburu
27 Bab 27. Jati Diri Victor
28 Bab 28. Perhatian Raja Alec
29 Bab 29. Rencana Jahat
30 Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31 Bab 31. Rasa Sakit
32 Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33 Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34 Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35 Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36 Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37 Bab 37. Senjata Makan Tuan
38 Bab 38. Barbeque
39 Bab 39. Adu Acting
40 Bab 40. Hukuman
41 Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42 Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43 Bab 43. Obat Manis
44 Bab 44. Tawaran
45 Bab 45. Siapa Kau?
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. Tiga Ular
48 Bab 48. Berubah Haluan
49 Bab 49. Aku Tidak Peduli
50 Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51 Bab 51. Kejujuran
52 Bab 52. Tak Percaya
53 Bab 53. Keluarga
54 Bab 54. Perlakuan Kasar
55 Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56 Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57 Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58 Bab 58. Pergilah!
59 Bab 59. Wanita Bodoh
60 Bab 60. Kemenangan
61 Bab 61. Menghilang
62 Bab 62. Menghilang 2
63 Bab 63. Kabar Bahagia
64 Bab 64. Lamaran
65 Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66 Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67 Bab 67. Sakit Sekali
68 Bab 68. Pengakuan
69 Bab 69. Pengakuan 2
70 Bab 70. Maafkan Aku
71 Bab 71. Tanggung JawabKu
72 Bab 72. Diabaikan
73 Bab 73. Melihatmu Bahagia
74 Bab 74. Bimbang
75 Bab 75. Mengenalimu
76 Bab 77. Aku telah kembali
77 Bab 76. Kembali Ke Istana
78 Bab 78. Pengaduan
79 Bab 79. Simpanan
80 Bab 80. Canduku
81 Bab 81. Janji Suci
82 Bab 81. Gaya Baru
83 Bab 82. Pesta
84 Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85 Bab 84. Sebuah Maha Karya
86 Bab 85. Eksekusi Massal
87 Bab 86. Nigel
88 Bab 87. Pangeran Leon
89 Bab 88. Kembali
90 Bab 89. Back To The Real Life
91 Bab 90. Siapa Dia?
92 Bab 91. Menang Tender
93 Bab 92. Pelelangan
94 Bab 93. Kalung Itu Milikku
95 Bab 94. XS
96 Bab 95. Kencan Kontrak
97 Bab 96. First Date
98 Bab 97. Dandelion
99 Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100 Bab 99. Kekecewaan
101 Bab 100. Katherine Alonzo
102 Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103 Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104 Bab 103. Rencana Jahat
105 Bab 104. You Found Me
106 Bab 105. Aku Tak Sempurna
107 Bab 106. Calon Istriku
108 Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109 Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110 Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111 Bab 110. Salam Perkenalan.
112 Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113 Bab 112. Video Mesum
114 Bab 113. Hukuman Berat
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Novel Usang
2
Bab 2. Mengubah Takdir
3
Bab 3. Bertemu Raja Alec
4
Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5
Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6
Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7
Bab 7. Pesona Risoles
8
Bab 8. Rumor
9
Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10
Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11
Bab 11. Baroness Yolanda
12
Bab 12. Sup Ikan Beracun
13
Bab 13. Sate Domba
14
Bab 14. Ratu Terluka
15
Bab 15. Raja Alec Diracun
16
Bab 16. Gunung Goby
17
Bab 17. Obat Penawar
18
Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19
Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20
Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21
Bab 21. Pembunuh Bayaran
22
Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23
Bab 23. Menepati Janji
24
Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25
Bab 25. Pesta Makan Bersama
26
Bab 26. Cemburu
27
Bab 27. Jati Diri Victor
28
Bab 28. Perhatian Raja Alec
29
Bab 29. Rencana Jahat
30
Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31
Bab 31. Rasa Sakit
32
Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33
Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34
Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35
Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36
Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37
Bab 37. Senjata Makan Tuan
38
Bab 38. Barbeque
39
Bab 39. Adu Acting
40
Bab 40. Hukuman
41
Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43
Bab 43. Obat Manis
44
Bab 44. Tawaran
45
Bab 45. Siapa Kau?
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. Tiga Ular
48
Bab 48. Berubah Haluan
49
Bab 49. Aku Tidak Peduli
50
Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51
Bab 51. Kejujuran
52
Bab 52. Tak Percaya
53
Bab 53. Keluarga
54
Bab 54. Perlakuan Kasar
55
Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58
Bab 58. Pergilah!
59
Bab 59. Wanita Bodoh
60
Bab 60. Kemenangan
61
Bab 61. Menghilang
62
Bab 62. Menghilang 2
63
Bab 63. Kabar Bahagia
64
Bab 64. Lamaran
65
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66
Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67
Bab 67. Sakit Sekali
68
Bab 68. Pengakuan
69
Bab 69. Pengakuan 2
70
Bab 70. Maafkan Aku
71
Bab 71. Tanggung JawabKu
72
Bab 72. Diabaikan
73
Bab 73. Melihatmu Bahagia
74
Bab 74. Bimbang
75
Bab 75. Mengenalimu
76
Bab 77. Aku telah kembali
77
Bab 76. Kembali Ke Istana
78
Bab 78. Pengaduan
79
Bab 79. Simpanan
80
Bab 80. Canduku
81
Bab 81. Janji Suci
82
Bab 81. Gaya Baru
83
Bab 82. Pesta
84
Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85
Bab 84. Sebuah Maha Karya
86
Bab 85. Eksekusi Massal
87
Bab 86. Nigel
88
Bab 87. Pangeran Leon
89
Bab 88. Kembali
90
Bab 89. Back To The Real Life
91
Bab 90. Siapa Dia?
92
Bab 91. Menang Tender
93
Bab 92. Pelelangan
94
Bab 93. Kalung Itu Milikku
95
Bab 94. XS
96
Bab 95. Kencan Kontrak
97
Bab 96. First Date
98
Bab 97. Dandelion
99
Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100
Bab 99. Kekecewaan
101
Bab 100. Katherine Alonzo
102
Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103
Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104
Bab 103. Rencana Jahat
105
Bab 104. You Found Me
106
Bab 105. Aku Tak Sempurna
107
Bab 106. Calon Istriku
108
Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109
Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110
Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111
Bab 110. Salam Perkenalan.
112
Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113
Bab 112. Video Mesum
114
Bab 113. Hukuman Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!