Ratu Roseline saat ini berada di kediaman Duke Sullivan untuk menemui kakakknya, Duke Ramon.
"Kakak. Ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Ratu Roseline.
"Ada apa Seline?" Sahut Duke Ramon.
"Berapa jumlah prajurit yang dimiliki oleh Kerajaan Cardania?" Tanya Ratu Roseline.
Duke Ramon menyerngitkan dahinya.
"Kakak jawab saja dengan jujur, berapa jumlah seluruhnya?"
"Ada sekitar 20.000 prajurit, terdiri dari prajurit yang berjaga di dalam istana dan prajurit yang akan dikirim untuk pergi ke medan perang." Jawab Duke Ramon.
Ratu Roseline hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku dengar di daerah Silla terdapat banyak benang wol dan benang jaring laba-laba. Apa itu benar?" Tanya Ratu Roseline.
"Benar. Penduduk di daerah Silla banyak yang memelihara domba dan laba-laba. Setahu kakak benang yang mereka hasilkan adalah salah satu benang terbaik di kerajaan ini." Ucap Duke Ramon.
"Aku ingin meminta tolong kepada Kakak. Tolong kirimkan orang-orang terbaik Kakak untuk membeli kedua benang itu sebanyak-banyaknya. Kalau perlu buat mereka menjual semua pasokan benang kepada kita." Ucap Ratu Roseline.
Duke Ramon melebarkan matanya.
"Untuk apa Seline? Apa kau ingin membuat gaun dari kedua benang itu? Tapi tidak perlu membeli sebanyak itu," Tanya Duke Roman.
Ratu Roseline tersenyum.
"Bukan untukku, Kak. Tapi untuk para prajurit Cardania. Nanti saja aku jelaskan, yang penting Kakak harus membantuku untuk mendapatkan kedua benang berharga itu. Untuk biayanya Kakak tidak perlu khawatir. Aku akan menggunakan uangku sendiri, uang yang menjadi hakku selama aku menjadi Ratu Cardania." Jawab Ratu Roseline.
Duke menghela napas panjang.
"Baiklah. Kakak akan membantumu. Dan Kakak pastikan kau akan mendapatkan kedua benang itu sebanyak yang kau inginkan. Bukan hanya benang saja tapi kainnya pun akan Kakak dapatkan untukmu. Kakak mengenal orang yang berkuasa di daerah Silla." Ucap Duke Ramon.
"Terima kasih, Kakak," Seru Ratu Roseline dengan senyum bahagianya.
Duke Ramon senang bisa melihat kembali senyum adiknya seperti dulu lagi. Sejak menjadi istri Raja Alec, Duke Ramon sering melihat adiknya murung. Ratu Roseline selalu menampilkan senyum palsunya saat bertemu dengannya dan ayah mereka, untuk menutupi sakit hati yang dia rasakan karena diabaikam oleh suaminya.
Dari luar terdengar suara kereta kuda memasuki kediaman Duke Sullivan. Duke Sullivan keluar dari kereta kuda itu dan berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah lebar dan wajah memerah menahan marah. Kedua tangannya menggenggam erat sampai urat-uratnya terlihat dan rahangnya mengeras.
"Ayah." Sapa Ratu Roseline.
Duke Sullivan menghentikan langkahnya dan terkejut melihat putri kesayangannya yang telah berada di sana. Duke Sullivan langsung mendekati Ratu Roseline dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan Ayah, Seline. Ayah telah mengantarkanmu ke jurang penderitaan. Ayah minta maaf." Ucap Duke Sullivan.
"Ada apa, Ayah? Apa ada sesuatu yang buruk?" Tanya Duke Ramon.
Duke Sullivan mengurai pelukannya.
"Ada rumor tentang Yang Mulia Raja yang ingin menikah lagi dan memiliki seorang selir. Rumor itu telah menyebar di istana." Jawab Duke Sullivan.
"Apa?" Teriak Duke Ramon tak percaya.
"Seharusnya hari ini akan diadakan pertemuan penting di istana untuk membahas beberapa masalah, terutama tentang rumor itu. Banyak bangsawan dan pejabat pemerintah yang senang dengan mendengar rumor itu. Dengan Yang Mulia Raja memiliki seorang selir, maka calon pewaris kerajaan bisa segera lahir di istana. Mereka menyalahkan Ratu karena sampai sekarang belum dianugerahi keturunan." Ucap Duke Sullivan sambil mengeraskan rahangnya.
"Kurang a**r! Beraninya mereka menghina Ratu dari kerajaan ini!" Teriak Duke Ramon dengan penuh emosi.
Duke Ramon memukul meja dengan keras untuk melampiaskan kemarahannya.
"Tapi Yang Mulia Raja mendadak membatalkan pertemuan dengan alasan kondisi tubuh Yang Mulia sedang tidak baik." Ucap Duke Sullivan.
"Apakah wanita yang dirumorkan itu adalah Countess Sarah, Ayah?" Tanya Ratu Roseline.
"Benar. Para bangsawan dan pejabat istana terus menyebut nama Countess Sarah yang akan dinikahi oleh Yang Mulia Raja." Jawab Duke Sullivan dengan tatapan sedih.
"Ternyata rumornya sudah mulai menyebar, seperti dugaanku. Karena jalan ceritanya tidak jauh berbeda dengan yang ada di novel itu." Pikir Ratu Roseline.
"Apa kau baik-baik saja, Seline?" Tanya Duke Ramon khawatir.
Ratu Roseline tersentak.
"Kalian tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Bukankah itu hal yang baik, sehingga aku bisa segera pergi meninggalkan istana." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.
Ratu Roseline memeluk ayah dan kakaknya. Duke Sullivan dan Duke Ramon tahu jika Ratu Roseline berusaha tersenyum untuk menutupi sakit hati yang dirasakannya.
"Akan kubiarkan kalian hidup bersama. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian bersatu dengan mudahnya. Kalian harus melewati semua jalan terjal dan berkerikil tajam nan berbara yang aku siapkan untuk kalian." Batin Ratu Roseline sambil menyeringai.
Seorang ksatria masuk ke dalam ruang kerja Raja Alec dengan gagahnya.
"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap ksatria itu sambil memberi hormat.
"Berdirilah, Marquess Andry." Ucap Raja Alec.
Marquess Andry segera berdiri.
"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan siapa yang telah menyebarkan rumor itu?" Tanya Raja Alec.
"Ampun Yang Mulia. Kami sudah menemukan siapa orangnya, namun orang itu sudah tak bernyawa. Sepertinya ada yang membayar orang itu, lalu membunuhnya untuk menghilangkan jejak dan saksi." Lapor Marquess Andry.
Brakk...
Raja Alec memukul mejanya dengan keras.
"Siapa yang telah berani mencari masalah denganku?" Gumam Raja Alec dengan tatapan membunuhnya.
Raja Alec langsung berdiri dari kursi kebesarannya.
"Lanjutkan penyelidikan kalian. Dan segera redam rumor itu. Aku tidak ingin rumor itu sampai menghebohkan kerajaanku." Ucap Raja Alec.
"Baik, Yang Mulia." Jawab Marquess Andry.
Raja Alec keluar dari ruangannya dan berjalan menuju istana Ibu Suri Helene bersama Marquess Filan.
"Apa Ibu Suri ada di dalam?" Tanya Raja Alec kepada pelayan Ibu Suri.
"Yang Mulia Ibu Suri berada di kamarnya, Yang Mulia Raja." Jawab pelayan itu.
Raja Alec langsung menuju kamar ibunya.
"Salam Ibu." Sapa Raja Alec.
"Apa kedatanganmu kemari untuk meminta restu supaya Ibu mengijinkanmu menikah lagi dengan Countess Sarah?" Tanya Ibu Suri Helene.
Raja Alec membelalakkan matanya.
"Mengapa Ibu berpikiran seperti itu? Aku ingin menjelaskan jika rumor itu tidaklah benar." Jawab Raja Alec.
Ibu Suri Helene tersenyum sinis.
"Semua mata normal dan sehat yang melihat kedekatan kalian selama ini pasti membenarkan rumor itu. Aku tidak peduli dengan semua itu. Lakukan apapun yang kau lakukan. Tapi kau harus tahu Putraku, jika aku hanya akan menganggap Seline sebagai menantuku. Sedangkan wanita lain akan aku anggap tak lebih sebagai sekedar wanita penghiburmu." Ucap Ibu Suri Helene.
"Ibu juga tidak melihat usahamu untuk memperbaiki hubunganmu dengan Ratu." Tambah Ibu Suri Helene.
Raja Alec menghela napas berat.
"Bukannya aku tidak ingin berusaha Ibu, tapi Ratu yang tidak ingin hubungan kami membaik. Aku merasa Ratu semakin membenciku. Aku tidak yakin jika hubungan kami bisa membaik." Ucap Raja Alec dengan wajah sendunya.
Ibu Suri Helene tertawa kecil.
"Bukankah semua berjalan sesuai keinginanmu, Putraku? Lakukan apapun yang kau inginkan, Ibu tidak akan melarang. Tapi Ibu mohon jika kau tidak bisa membahagiakan Roseline, maka jangan menyakiti hatinya terus menerus. Lepaskan dia." Ucap Ibu Suri Helene.
"Apa maksud Ibu?" Tanya Raja Alec dengan mata yang mulai memerah.
"Maksud Ibu, bebaskan Roseline dari ikatan kalian. Biarkan Roseline mencari kebahagiaannya sendiri." Jawab Ibu Suri Helene.
Raja Alec menggeleng.
"Tidak Ibu. Aku tidak akan pernah melepaskannya. Roseline adalah istriku, Ratu dari Kerajaan Cardania. Bagaimana bisa Ibu menyuruhku membebaskannya dari ikatan pernikahan kami? Itu tidak akan terjadi Ibu. Tidak akan pernah terjadi. Roseline milikku dan hanya akan menjadi milikku." Ucap Raja Alec sambil mengeraskan rahangnya.
"Jangan menjadi pria yang egois, Putraku. Ratu tidak bahagia hidup bersamamu." Sahut Ibu Suri Helene.
"Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak akan pernah melepaskan Roseline. Meskipun itu permintaan dari Ibu." Tegas Raja Alec.
Raja Alec segera keluar dari kamar Ibu Suri Helene dengan hati penuh amarah. Raja Alec tidak terima dengan permintaan Ibu Suri Helene.
"Sepertinya kau baru menyadari perasaanmu pada Ratu, Putraku." Gumam Ibu Suri Helene sambil tersenyum.
Ibu Suri Helene memang sengaja mengatakan hal sefrontal itu kepada Raja Alec karena Ibu Suri ingin tahu perasaan Raja Alec yang sebenarnya. Raja Alec dan Marquess Filan melangkah pergi menuju istana Ratu.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-03-13
0
nacho
seperti movie korea mr queen
2024-03-13
0
Kototo
alah munafik, aku tetap gak suka sama lu
2023-12-16
3