"Seline." Panggil Duke Ramon saat memasuki kamar Ratu Roseline.
Ratu Roseline sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasanya dia gunakan untuk keluar berkeliling kerajaan.
"Kakak mohon urungkan niatmu. Gunung Goby itu sangat berbahaya. Kakak tidak ingin terjadi sesuatu padamu." Mohon Duke Ramon.
"Kita tidak punya pilihan lain Kak. Kita harus segera mendapatkan penawar racun itu dan menyembuhkan Yang Mulia Raja." Jawab Ratu Roseline.
"Apa kau masih mencintai Raja Alec? Bukankah kau ingin keluar dari istana? Ini adalah kesempatan yang baik untukmu." Ucap Duke Ramon.
"Kakak hentikan. Aku memang ingin keluar dari istana, tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku tidak ingin memanfaatkan sakitnya Raja untuk kepentinganku sendiri." Sahut Ratu Roseline.
Duke Ramon terdiam.
"Maafkan aku, Kakak. Raja Alec harus segera sembuh atau sesuatu yang buruk akan datang lebih cepat. Bukan hanya keluarga istana yang akan menjadi sasaran kejahatan mereka, tapi juga keluarga kita. Di kehidupanku sebagai Alice, aku sudah kehilangan Daddy dan Mommyku. Dan di kehidupanku yang sekarang, aku tidak ingin kehilangan ayah dan kakak." Batin Ratu Roseline.
"Kakak tidak perlu cemas. Felix akan ikut bersamaku. Aku akan baik-baik saja, Kak." Ucap Ratu Roseline meyakinkan.
Duke Ramon menghela napas panjang.
"Baiklah, aku tidak akan melarangmu. Tapi aku juga akan ikut denganmu." Ujar Duke Ramon.
"Tapi Kak."
"Kakak tidak menerima penolakan, Seline. Kakak sudah berjanji kepada ibu kita untuk selalu menjaga dan melindungimu." Sahut Duke Ramon.
"Baiklah." Ratu Roseline pun mengalah.
"Hormat hamba, Yang Mulia. Nona Arabella sudah datang." Lapor Marie.
Seorang wanita cantik dengan memakai tudung di kepalanya masuk ke dalam kamar Ratu Roseline.
"Ara." Seru Duke Ramon.
Arabella langsung membuka tudungnya dan tersenyum. Arabella Benneth adalah adik sepupu dari Duke Ramon dan Ratu Roseline, anak dari adik perempuan Duchess Rosalia yaitu Countess Almeera.
"Kak Ramon, Kak Seline." Sapa Arabella.
"Aku yang meminta Ara untuk datang ke sini dan menyamar menjadi diriku selama aku tidak berada di istana. Postur tubuhku dan Ara tidak jauh berbeda. Dan Dean akan menyamar menjadi Felix, agar tidak ada yang curiga. Aku sudah mengatakannya kepada Ibu Suri Helene. Ara akan tetap tinggal di istana ratu, dengan alasan Ratu sedang sakit." Terang Ratu Roseline.
Duke Ramon mengangguk setuju.
"Ara, terima kasih banyak karena kau sudah bersedia membantuku. Dan aku minta maaf kau harus mengubah rambut warna cokelatmu menjadi hitam agar mirip denganku." Ucap Ratu Roseline.
"Tidak apa-apa Yang Mulia Ratu alias Kakak perempuan tersayangku. Adikmu ini akan melakukan apapun untuk membantumu." Jawab Arabella.
Ratu Roseline, Duke Ramon dan Felix sudah berada di kamar Raja Alec. Mereka menggunakan jalan rahasia yang ditunjukkan oleh Marquess Filan.
"Seline. Kau bawalah pedang Yang Mulia Raja. Ini bukan pedang biasa dan nantinya bisa membantumu untuk menakhlukkan binatang-binatang buas yang ada di gunung Goby. Seperti yang pernah dilakukan oleh mendiang suamiku, Raja Uther."
Ibu Suri Helene menyerahkan pedang Raja kepada Ratu Roseline. Ratu terpana melihat sebuah pedang yang indah dengan hiasan batu rubi pada pegangannya yang berada di tangannya.
"Marquess Filan, beri penjagaan yang ketat di istana raja. Aku yakin dalang dari sakitnya Raja masih berkeliaran di istana ini." Ucap Ratu Roseline.
Marquess Filan mengangguk. Ratu Roseline duduk di tepi ranjang Raja Alec, lalu menggenggam tangannya.
"Bertahanlah. Kau harus tetap hidup dan jangan biarkan musuhmu menang. Aku tidak ingin mati konyol di dunia ini." Batin Ratu Roseline.
"Marquess Filan akan menunjukkan lorong rahasia yang akan mengantarkan kalian menuju tepi hutan yang berada di sebelah barat istana." Ujar Ibu Suri Helene.
"Baik Ibu. Kami berangkat dan doakan supaya kami bisa mendapatkan bunga mawar hitam dan membawanya ke sini." Ucap Roseline.
Marquess Filan mengantarkan Ratu Roseline, Duke Ramon dan Felix melewati lorong rahasia yang membawa mereka sampai di tepi hutan. Marquess Andry dan anak buahnya sudah berada di sana dan menyiapkan kuda yang akan mereka tunggangi. Ratu Roseline dengan dibantu Duke Ramon naik ke atas kuda, lalu mereka segera memulai perjalanan menuju Gunung Goby. Marquess Andry dan beberapa anak buahnya mengawal mereka.
Saat berada di tengah perjalanan, ada beberapa bandit yang menghalangi jalan dan hendak merampok barang bawaan mereka. Marquess Andry dan anak buahnya langsung membereskan para bandit itu agar perjalanan Ratu berjalan dengan baik.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah hari, akhirnya mereka tiba di kaki Gunung Goby.
"Kami hanya mengawal sampai di sini Yang Mulia Ratu. Kami akan berjaga di tempat ini dan menunggu Yang Mulia Ratu, Duke Ramon dan Felix kembali." Ujar Marquess Andry.
"Terima kasih Marquess Andry." Ucap Ratu Roseline.
Ratu Roseline, Duke Ramon dan Felix melanjutkan perjalanan dan memasuki kawasan hutan Gunung Goby.
Sedangkan di istana raja, Raja Alec mulai membuka matanya secara perlahan saat mendengar suara tangisan. Raja Alec mengedarkan pandangannya dan melihat ada Ibu Suri Helene yang duduk di tepi ranjangnya sambil berlinang air mata. Raja Alec juga melihat keberadaan Countess Sarah dan Baroness Yolanda di sana. Raja Alec membuka mulutnya untuk mengeluarkan suara, namun tak bisa.
"Yang Mulia Raja sudah sadar." Seru Marquess Filan yang mengetahui Raja Alec sudah membuka matanya.
"Putraku. Syukurlah kau sudah bangun." Ucap Ibu Suri Helene.
Tabib Ma langsung memeriksa kondisi Raja Alec.
"Hamba bersyukur Yang Mulia sudah bangun dari pingsannya. Namun tubuh Yang Mulia sangatlah lemah. Yang Mulia terkena racun yang ganas, sehingga sebagian tubuh Yang Mulia mengalami kelumpuhan dan Yang Mulia juga tidak bisa bicara. Jangan terlalu banyak mengeluarkan tenaga untuk bergerak agar kondisi tubuh Yang Mulia tidak semakin menurun." Ucap tabib Ma.
Raja Alec membelalakkan matanya karena terkejut.
"Ratu mana?" Tanya Raja Alec sambil menggerakkan mulutnya pelan.
"Yang Mulia Ratu saat ini sedang kurang enak badan dan harus tinggal di istananya." Jawab Marquess Filan.
"Tapi aku tidak yakin jika Ratu benar-benar sakit. Saat kami bertemu Ratu kemarin, kondisi Ratu sangatlah baik. Tidak mungkin Ratu tiba-tiba mengalami sakit saat Yang Mulia Raja terbaring di atas ranjang. Istri macam apa itu? Jangan-jangan saat ini dia sedang bermesraan dengan pengawal pribadinya yang tampan dan gagah itu." Cerocos Baroness Yolanda.
Raja Alec langsung mengeraskan rahangnya saat mendengar ucapan Baroness Yolanda.
"Apa benar yang dikatakan oleh Baroness Yolanda, jika saat ini Ratu tidak menemaniku di sini dan lebih bermesraan dengan Felix." Batin Raja Alec dengan mata yang mulai memerah.
"Hentikan Yolanda! Di saat kondisi Yang Mulia Raja yang seperti ini, kau malah sibuk memanaskan suasana dengan omong kosongmu itu." Bentak Ibu Suri Helene.
Baroness Yolanda langsung diam.
"Sebaiknya kalian berdua segera pergi dari sini dan kembalilah ke paviliun tamu." Ucap Ibu Suri Helene dingin.
"Baiklah, kakak ipar. Aku dan Countess Sarah akan pergi dari sini. Mari Countess Sarah." Ujar Baroness Yolanda.
Dengan berat hati Countess Sarah pergi meninggalkan kamar raja bersama Baroness Yolanda. Sebenarmya Countess Sarah saat ini ingin selalu berada di dekat Raja Alec.
Kembali lagi ke gunung Goby. Begitu masuk ke dalam hutan, mereka bertiga langsung merasakan perubahan tekanan udara yang ada di hutan itu. Hutan Goby ditumbuhi ribuan pohon hujan tropis yang memiliki batang yang besar dan daun yang sangat rimbun, sehingga menciptakan suasana yang mencekam.
Ggrrr!!!
Ratu Roseline menghentikan kudanya yang mulai tidak tenang.
"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Felix.
"Kita kedatangan tamu." Jawab Ratu Roseline.
Duke Ramon dan Felix langsung bersiaga dengan mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya. Muncullah sebuah harimau putih yang cukup besar dari ukuran normalnya dan berjalan mendekati mereka dengan tatapan lapar. Harimau putih itu langsung melompat menyerang Duke Ramon dan Felix. Duke Ramon dan Felix mengerahkan tenaga mereka untuk melawan harimau putih itu, namun tidak ada yang berhasil melukainya. Duke Ramon dan Felix terpental karena kibasan ekor harimau putih dan memuntahkan darah segar.
Ratu Roseline turun dari kudanya, lalu menghunus pedang Raja. Tanpa rasa takut sedikitpun, Ratu Roseline mengarahkan pedang itu ke harimau putih dan menatapnya dengan tajam.
"Hati-hati, Seline." Teriak Duke Ramon.
Hoaarrr!!! (Harimau putih itu mengaum)
Dengan perlahan harimau putih itu duduk dan kepalanya menunduk seperti memberi hormat kepada Ratu Roseline. Duke Ramon dan Felix dibuat tak percaya. Ratu Roseline mendekat mengelus kepala harimau putih dengan lembut.
"Tolong tunjukkan padaku, jalan menuju bunga mawar hitam." Ucap Ratu Roseline.
Harimau putih itu langsung berdiri dan berjalan menyusuri sebuah jalan. Ratu Roseline, Duke Ramon dan Felix mengikutinya dari belakang dan meninggalkan kuda mereka di sana. Semakin jauh mereka masuk ke dalam hutan satu per satu binatang buas penjaga hutan Goby seperti serigala, beruang, singa, macan kumbang dan ular phyton keluar dari persembunyian mereka, lalu memberi hormat kepada Ratu Roseline. Setelah cukup lama berjalan, harimau putih itupun berhenti.
Ratu Roseline melihat sebuah jalan yang pinggir kanan dan kirinya ditumbuhi bunga mawar merah yang indah. Ratu Roseline segera melangkahkan kakinya menyusuri jalan itu. Saat Duke Ramon dan
Felix akan ikut melangkah, harimau putih dan macan kumbang menghadang mereka.
"Kakak, Felix. Kalian tunggu saja di sini. Sepertinya hanya aku yang diijinkan masuk ke dalam dan mengambil bunga mawar hitam itu sendiri." Ucap Ratu Roseline.
"Berhati-hatilah, Seline. Dan ingat pesan tabib Ma, jangan sampai kau terkena duri dari bunga mawar itu." Ucap Duke Ramon.
Ratu Roseline mengangguk sambil tersenyum, lalu melangkahkan kakinya lagi sampai dia menemukan sebuah taman bunga mawar merah. Ratu Roseline dibuat takjub dengan pemandangan dari hamparan bunga mawar merah di hadapannya. Sampai kedua bola mata indah Ratu Roseline tertuju pada sebuah tanaman mawar yang sedikit berbeda dan terletak di bagian paling tengah.
"Bunga mawar hitam." Gumam Ratu Roseline sambil tersenyum.
Ratu Roseline segera mendekati bunga mawar hitam itu. Tampaklah hanya ada satu tanaman bunga mawar hitam di sana dengan batang dan tangkainya dipenuhi duri yang tajam seperti mata pisau dan jarum.
"Aku harus berhati-hati saat memetiknya dan dengan menggunakan tanganku sendiri. Dan hanya yang berhati tulus yang bisa mengambil bunga ini." Ratu Roseline bermonolog.
Di luar taman, Duke Ramon dan Felix terlihat sangat gelisah.
"Jika bukan karena keberadaan Yang Mulia Ratu dan pedang Yang Mulia Raja, mungkin kita sudah menjadi santapan mereka, Tuan." Ujar Felix.
"Ucapanmu itu benar sekali, Felix. Lihatlah ketajaman gigi dan kuku mereka, membuatku merinding." Sahut Duke Ramon sambil mengamati gigi tajam dari para binatang buas yang ada di sana.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Duke Ramon dan Felix melihat Ratu Roseline keluar dari dalam taman dengan setangkai bunga mawar hitam di tangannya. Ratu Roseline berjalan menghampiri mereka dengan senyuman kemenangan. Duke Ramon dan Felix sangat bahagia.
"Akhirnya kita berhasil mendapatkan bunga mawar hitam ini." Ucap Duke Ramon penuh semangat. "Apa kau terluka, Seline?"
Ratu Roseline menggeleng.
"Tidak Kakak. Aku baik-baik saja. Sebaiknya kita segera kembali ke istana dan mengobati Yang Mulia Raja." Jawab Seline.
"Terima kasih harimau putih dan kalian semua." Ucap Ratu Roseline sambil membungkuk memberikan hormat.
Harimau putih langsung mengaum keras dan diikuti oleh bintang yang lain. Setelah itu harimau putih menghentakkan satu kakinya ke tanah. Seketika Ratu Roseline, Duke Ramon, Felix, beserta ketiga kuda mereka tiba-tiba berada kaki Gunung Goby. Marquess Andry dan anak buangnya langsung keluar dari persembunyian mereka.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-03-13
0
Zieya🖤
uissss ceritanya makin seru....
aku berharap cerita ini tidak akan pernah tamat 🤭🤭🤭🤭😂😂😂
2023-12-16
2
Widya Febrina
itu lh kesaktian hutan digunung....dimana akal sehat tidak berjalan saat hal mistis atau makhluk astral...memang benar adanya
2022-11-02
2