Saat berada di depan istana Ratu, Raja Alec bertemu dengan Countess Sarah. Countess Sarah sangat bahagia, akhirnya dia bisa melihat Raja Alec. Namun Countess Sarah berusaha menutupi rasa bahagianya dengan menunjukkan raut wajah sedih.
"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Countess Sarah.
"Apa yang kau lakukan di sini, Countess Sarah?" Tanya Raja Alec dingin.
"Hamba ingin menemui Yang Mulia Ratu. Hamba ingin menjelaskan kepada Yang Mulia Ratu jika rumor itu tidak benar. Hamba merasa sangat malu dan tidak enak kepada Ratu. Karena keberadaan hamba di istana telah menimbulkan rumor yang tidak baik. Hamba berharap semoga Yang Mulia Ratu tidak salah paham kepada Yang Mulia Raja." Jawab Countess Sarah dengan wajah sendunya.
Raja Alec terdiam dan merenung.
"Sepertinya apa yang dikatakan oleh Countess Sarah ada benarnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia dan Countess Sarah menjelaskan kepada Ratu secara bersama, hamba yakin Ratu tidak akan salah paham dan mempercayai rumor itu." Ucap Marquess Filan.
"Baiklah. Ayo kita menemui Ratu bersama-sama, dan segera selesaikan masalah ini" Ucap Raja Alec.
Mereka pun memasuki istana Ratu bersama. Para pelayan Ratu mulai membicarakan kedekatan Raja Alec dan Countess Sarah. Mereka semakin yakin jika rumor itu benar. Dalam hati, mereka tak terima jika Ratu mereka yang baik hati itu harus berbagi suami dengan wanita lain. Countess Sarah menyadari jika para pelayan menatapnya dengan tatapan tak senang. Countess Sarah semakin menundukkan wajahnya.
Di dalam kamarnya, Ratu Roseline sedang mengupas buah apel saat Marie menyajikan teh panasnya di atas meja.
"Sebentar lagi mereka akan tiba di sini. Aku yakin wanita rubah itu akan memainkan sandiwaranya di depan Raja Alec. Jika di dalam novel akan ada insiden yang membuat Countess Sarah terluka dan membuat Raja Alec marah besar kepada Ratu Roseline. Raja Alec sampai menghukum Ratu Roseline dengan hukuman cambuk dan harus tinggal di kamar pelayan, serta menggantikan tugas pelayan selama satu minggu." Pikir Roseline sambil tersenyum tipis.
"Baiklah aku akan mengikuti sandiwaramu wanita rubah." Gumam Ratu Roseline pelan.
Saat Raja Alec tiba di depan kamar Ratu Roseline dan para pelayan Ratu membungkuk memberi hormat.
"Apa Ratu ada di dalam?" Tanya Raja Alec.
"Yang Mulia Ratu ada di dalam, Yang Mulia Raja." Jawab pelayan Ratu.
Pelayan membukakan pintu kamar. Lalu masuklah Raja Alec dan Countess Sarah.
"Hormat hamba, Yang Mulia Ratu. Yang Mulia Raja dan Countess Sarah datang untuk menemui Anda." Lapor salah seorang pelayan.
Countess Sarah sangat takjub melihat kemegahan dan keindahan kamar Ratu Roseline. Rasanya dia ingin sekali merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk milik Ratu. Ranjang di paviliun tamu memang bagus, tapi masih kalah jauh mewahnya dari ranjang Ratu.
"Hormat hamba, Yang Mulia Raja." Ucap Ratu Roseline.
Raja Alec hanya mengangguk. Raja Alec membelalakkan matanya saat melihat Ratu duduk kembali di tempatnya sambil melanjutkan mengupas kulit apel. Raja Alec segera duduk di hadapan Ratu, sedangkan Countess Sarah tetap berdiri di samping Raja.
"Apa Yang Mulia ingin makan buah apel juga?" Tanya Ratu Roseline.
"Apa Ratu mau mengupaskannya untukku?" Raja Alec balas bertanya sambil tersenyum.
Ratu Roseline tersenyum sinis.
"Bukankah sudah ada Countess Sarah yang selalu siap melayani Yang Mulia Raja." Sindir Ratu Roseline.
Senyuman Raja Alec pun menghilang, lalu dia pun mengepalkan tangannya.
"Ada apa Yang Mulia Raja dan Countess Sarah datang kemari? Apa kalian sudah tidak sabar untuk segera menikah? Yang Mulia Raja tidak perlu khawatir, aku tidak akan menghalangi rencana pernikahan kalian. Lakukan apapun yang kalian inginkan. Aku tidak peduli. Apa perlu aku sendiri yang menyiapkan pesta pernikahan untuk kalian?" Ucap Ratu Roseline santai.
Countess Sarah tersenyum tipis. Hatinya sangat bahagia mendengar jika Ratu Roseline sudah setuju Yang Mulia Raja menikahinya.
"Ratu!" Bentak Raja Alec.
"Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya?" Teriak Raja Alec.
"Bukankah rumor sudah menyebar. Bahkan para bangsawan dan pejabat istana sudah setuju. Mereka senang sekali jika Yang Mulia Raja menikah lagi dan memiliki seorang selir. Dalam waktu dekat Count Donovan akan kembali dari Kerajaan Gorzan." Ucap Ratu Roseline.
"Dengan Yang Mulia Raja menikah kembali, Yang Mulia bisa segera diberikan keturunan. Aku, Ratu Kerajaan Cardania adalah ratu yang tidak berguna karena sampai sekarang belum bisa memberikan pewaris tahta kerajaan ini." Tambah Ratu Roseline sambil tersenyum hambar.
Emosi Raja Alec langsung turun saat melihat tatapan penuh luka dari mata Ratu Roseline. Raja Alec tahu jika ucapan Ratu itu menyindir dirinya. Pada kenyataannya bukan kesalahan Ratu yang tidak bisa memberikan pewaris, tetapi karena Raja memang tidak pernah menyentuh Ratu. Dan sekarang semua orang melimpahkan kesalahan itu pada Ratu.
"Rumor itu tidaklah benar Ratu. Hubunganku dan Countess Sarah tidak seperti yang Ratu pikirkan. Benarkan Countess Sarah? Aku mohon Countess Sarah, jelaskan kepada Ratu supaya Ratu tidak salah paham." Ucap Raja Alec.
"Be-benar Yang Mulia Ratu. Yang Mulia Raja memang sangat baik kepada hamba. Tapi Yang Mulia Raja tetap mencintai Ratu." Ucap Countess Sarah lembut.
Ratu Roseline tertawa.
"Jangan berbicara tentang cinta di hadapanku. Tidak ada yang namanya cinta, yang ada hanya penderitaan. Mungkin kau merasakan cinta, tapi tidak denganku." Ucap Ratu Roseline.
Countess Sarah langsung berlutut.
"Hamba mohon, Ratu jangan salah paham. Hamba dan Yang Mulia Raja memang tidak memiliki hubungan khusus. Percayalah kepada Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah dengan nada memelas.
"Mengapa kau masih tidak percaya Ratu? Bahkan Countess Sarah sampai berlutut di hadapanmu." Tanya Raja Alec.
"Aku akan percaya dengan semua ucapan kalian, jika Countess Sarah berani bersumpah. Countess Sarah harus bersumpah bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun atau cinta kepada Yang Mulia Raja. Dan Countess Sarah juga harus bersumpah bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan Yang Mulia Raja, bahkan jika Yang Mulia Raja sekalipun yang memintanya." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.
Countess Sarah langsung menunduk. Dia menggertakkan giginya dan kedua tangannya meremas gaunnya.
"Cepat ucapkan sumpahmu sesuai permintaan Ratu, Countess Sarah. Katakan jika kau tidak memiliki perasaan padaku dan kau tidak akan pernah menikah denganku." Seru Raja Alec.
"H-hamba... Hamba...." Ucap Countess Sarah dengan terbata-bata.
Raja Alec menjadi geram.
"Cepat katakan Countess Sarah!" Bentak Raja Alec.
"Hamba.... mohon ampun Yang Mulia. Hamba ti-tidak...." Ucap Countess Sarah sambil terisak.
Raja Alec menatap Countess Sarah tak percaya.
"Wanita ini tidak berani bersumpah bukan?" Ucap Ratu Roseline.
"Kurang a**r! Ratu berusaha mempermalukanku di depan Raja Alec. Aku pasti akan membalasmu." Batin Countess Sarah.
Countess Sarah melirik nampan berisi secangkir teh panas di atas meja.
"Aku tahu apa yang ada di otakmu, wahai rubah." Batin Ratu Roseline sambil menyeringai.
"Hamba mohon Ratu. Hamba mohon jangan salah paham kepada Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah dengan berusaha bangkit dan menyentuh tangan Ratu Roseline.
Namun, Ratu Roseline sudah lebih dulu berdiri sehingga tangan mereka tidak sampai bersentuhan. Countess Sarah sengaja menginjak gaunnya sendiri, sehingga dia terjatuh. Siku tangannya menyenggol nampan di atas meja dan cangkir itu pun jatuh sehingga air teh panas tumpah di lengannya, tepat di atas lukanya yang hampir sembuh.
"Aarrgg!!" Teriak Countess Sarah.
"Countess Sarah!" Seru Raja Alec.
Countess Sarah menangis merasakan rasa panas dan perih di lengannya.
"Marquess Filan. Pelayan." Panggil Raja Alec.
Marquess Filan dan Nara segera masuk. Mereka berdua terkejut melihat Countess Sarah yang meringkuk di lantai dan kesakitan.
"Nona!" Teriak Nara.
Nara langsung menghampiri Countess Sarah.
"Apa yang terjadi, Nona?" Tanya Nara.
Countess Sarah tidak menjawab dan hanya menangis.
"Apa yang terjadi Yang Mulia?" Tanya Marquess Filan.
"Lengan Countess Sarah tersiram air teh panas." Jawab Raja Alec.
Marquess Filan membulatkan matanya, lalu melihat ke arah Ratu Roseline. Nara juga langsung menatap Ratu Roseline.
"Apa salah Nona hamba Yang Mulia Ratu? Nona Sarah datang kemari ingin menjelaskan tentang rumor yang beredar supaya Yang Mulia Ratu tidak salah paham kepada Yang Mulia Raja. Tapi mengapa Yang Mulia Ratu tega membuat Nona Sarah terkena air teh panas?" Tuduh Nara.
"Lancang!" Bentak Raja Alec.
"Beraninya pelayan sepertimu menuduh Ratu sembarangan? Ratu tidak bersalah. Countess Sarah terjatuh sendiri dan menyenggol nampan yang ada di atas meja, sehingga cangkirnya jatuh dan air teh panas itu tumpah mengenai lengannya. Ratu bahkan tidak menyentuhnya sedikitpun." Bantah Raja Alec.
Nara membelalakkan matanya tak percaya. Sedangkan Countess Sarah menggigit bibir bawahnya setelah mendengar kemarahan Raja Alec untuk membela Ratu Roseline.
"Marquess Filan beri hukuman cambuk kepada pelayan tidak tahu diri ini!" Perintah Raja Alec.
"Ampun Yang Mulia, hamba mohon jangan hukum Nara. Hamba meminta maaf atas kebodohan pelayan hamba." Mohon Countess Sarah.
"Tapi dia telah lancang menuduh Ratu." Ujar Raja Alec tak terima.
"Sudahlah Yang Mulia. Mau seberapa banyak hukuman cambuk yang Anda berikan kepadanya, perilakunya akan tetap sama dan takkan berubah. Jika ada pelayan yang tidak tahu tata krama, itu bukan kesalahannya tapi kesalahan majikannya yang tidak mengajarkan disiplin dan tata krama yang benar padanya." Ujar Ratu Roseline.
"Tapi Ratu?" Sahut Raja Alec.
"Sebaiknya kalian membawa Countess Sarah pergi dari sini dan carikan tabib untuk mengobati lukanya." Ucap Ratu Roseline.
Nara dengan dibantu pelayan yang lain segera membawa Countess Sarah kembali ke paviliun tamu. Sedangkan Marquess Filan meminta pelayan yang lain memanggilkan tabib untuk memeriksa kondisi Countess Sarah.
"Mengapa Yang Mulia masih berada di sini? Seharusnya Yang Mulia Raja menemani Countess Sarah, dia pasti sangat membutuhkan keberadaan Yang Mulia di sampingnya." Ucap Ratu Roseline.
"Apa semudah itu kau mendorongku ke dalam pelukan wanita lain?" Tanya Raja Alec dengan tatapan sedihnya.
"Mengapa hal yang mudah harus dibuat sulit Yang Mulia? Selama posisi Ratu tetap menjadi milikku, aku tak masalah. Sebanyak apapun wanita yang Yang Mulia bawa masuk ke istana dan menjadikan mereka selir Yang Mulia, posisi mereka tetap di jauh bawahku." Jawab Ratu Roseline.
Raja Alec tertawa.
"Posisi? Jadi, selama ini posisi Ratu yang kau inginkan?" Tanya Raja Alec.
"Tentu saja. Menjadi Ratu adalah keinginanku. Aku bisa berkuasa dan melakukan apapun yang aku inginkan semauku. Dan tidak akan ada yang bisa menghentikanku." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.
"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan. Akan aku pastikan posisi Ratu akan selalu menjadi milikmu dan tidak akan ada seorangpun yang bisa merebutnya darimu." Ucap Raja Alec dengan wajah memerah karena marah bercampur kecewa.
Raja Alec yang sedang diliputi amarah, segera pergi meninggalkan istana Ratu bersama Marquess Filan. Ratu Roseline melihat kepergian Raja Alec dari balik kaca jendela kamarnya. Hatinya terasa sakit saat melihat kekecewaan di mata Raja Alec.
"Ini pasti perasaan Ratu Roseline yang sebenarnya." Gumam Ratu Roseline (Alice) sambil menyentuh dadanya yang terasa nyeri.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkkk
2024-03-13
0
Kototo
playing victim banget sih, sok paling tersakiti raja nya ini, keturunan Israel yaa 🤭
2023-12-16
2
Theresa Eleanora bethneth
najid
2023-01-09
3