Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa

"Yang Mulia. Ratu sudah kembali, dan saat ini berada di istana Ratu." Lapor Marquess Filan.

"Sesore ini dia baru kembali." Ucap Raja Alec kesal.

Raja Alec segera keluar dari ruangan pribadinya itu melalui pintu dan jalan rahasia yang menghubungkannya langsung dengan kamarnya.

"Siapkan air hangat untukku. Aku mau mandi. Dan aku sedang tidak ingin diganggu atau menemui siapapun, kecuali Ibu Suri." Seru Raja Alec kepada para penjaga dan pelayannya dari dalam kamar.

"Baik, Yang Mulia." Jawab sang penjaga dan pelayan.

Raja Alec berusaha menenangkan diri dan meredam emosinya yang membuncah karena kelakuan Ratu, dengan berendam air hangat. Raja Alec menutup matanya, dan seketika muncul wajah cantik Ratu Roseline yang sedang tersenyum. Raja Alec segera membuka matanya.

"Mengapa wajah Ratu yang sedang tersenyum tiba-tiba muncul di dalam pikiranku?" gumam Raja Alec tak mengerti.

Raja Alec terdiam dan merenung.

"Entah mengapa aku merindukan senyuman itu. Dulu Ratu selalu tersenyum bagaimana pun caraku bersikap padanya. Dia selalu berusaha keras untuk menarik perhatianku. Meskipun terkesan murahan, tapi aku melihat ketulusan di matanya."

"Sejak awal aku memang tidak menginginkannya dan selalu mengabaikan Ratu. Aku ingin dia pergi jauh dari hidupku. Lalu, ada apa dengan perasaanku saat ini?"

Raja Alec terus bermonolog. Raja Alec menghirup napas panjang, lalu membuangnya dengan kasar.

Raja Alec memerintahkan agar hidangan makan malamnya disiapkan lebih cepat dan segera diantarkan ke kamarnya. Raja Alec sedang malas untuk keluar kamar.

"Apa Yang Mulia Raja ada di kamarnya?" Tanya Ratu Roseline kepada penjaga Raja.

"Ada Yang Mulia Ratu. Tapi Yang Mulia sedang tidak ingin diganggu dan tidak ingin menemui siapapun." Jawab si penjaga.

"Padahal aku ingin membahas tentang masalah para petani dengannya. Ya sudahlah aku selesaikan saja sendiri. Tanpa bantuannya sekalipun, aku tetap bisa membantu para petani itu." Batin Ratu Roseline.

Ratu Roseline hanya mengangguk, lalu pergi meninggalkan kamar Raja. Saat berada di depan istana Raja, Ratu Roseline bertemu dengan Countess Sarah. Countess Sarah sengaja mendatangi istana Raja karena ingin bertemu Raja Alec dan mengajaknya makan malam bersama.

"Salam Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah.

"Countess Sarah." Sahut Ratu Roseline sambil mengangguk, lalu melanjutkan langkah kakinya.

"Dasar ratu sombong." Gumam Nara tapi masih bisa didengar oleh telinga Ratu Roseline yang memiliki pendengaran yang sangat tajam.

Countess Sarah terkejut dan langsung menatap pelayannya itu.

Ratu Roseline segera menghentikan langkahnya.

"Lancang! Beraninya pelayan rendahan sepertimu menghina Ratu dari Kerajaan Cardania!" Bentak Ratu Roseline.

Countess Sarah dan Nara langsung gelagapan.

"Penjaga!" Teriak Ratu Roseline.

Dua penjaga istana langsung menghadap.

"Hormat Yang Mulia Ratu." Ucap para penjaga.

"Hukum pelayan ini dengan 50 cambukan, karena mulut kotornya telah berani menghina Ratu Kerajaan Cardania!" Perintah Ratu Roseline.

Countess Sarah dan Nara langsung membelalakkan matanya.

Nara langsung berlutut dan memohon ampun.

"Ampun Yang Mulia Ratu. Hamba mohon ampun."

"Hamba mohon Yang Mulia Ratu, mohon maafkan kebodohan pelayan hamba ini. Hamba minta maaf karena tidak bisa mendidiknya dengan baik." Mohon Countess Sarah.

"Baguslah kalau kau tahu diri. Sudah seharusnya kau mendidik pelayanmu dengan baik. Tapi hukuman tetap akan dijalankan." Ucap Ratu Roseline tanpa rasa kasihan.

"Tapi Yang Mulia." Sahut Countess Sarah tak terima.

"Kau pikir siapa dirimu dengan beraninya membantah ucapanku! Kau harus tahu dan ingat di mana posisimu Countess Sarah. Kau bukan siapa-siapa di istana ini. Kau hanyalah seseorang yang beruntung mendapatkan kebaikan Yang Mulia Raja, sehingga kau bisa tinggal di dalam istana ini untuk sementara waktu, sebagai rasa terima kasih karena kau telah menyelamatkan nyawa Yang Mulia."

"Kalau kau tidak terima dengan keputusanku, silakan angkat kaki dari istana ini. Meskipun kau mengadu kepada Yang Mulia Raja sekalipun, aku tak peduli." Ucap Ratu Roseline tegas.

Countess Sarah hanya bisa menunduk dan meremas gaunnya. Countess Sarah tidak ingin gegabah dan membuatnya harus keluar dari istana. Countess Sarah tidak ingin berjauhan dengan Raja Alec.

"Apa kalian tuli? Cambuk dia sebanyak 50 kali." Bentak Ratu Roseline.

Para penjaga tersentak dan terkejut mengetahui perubahan sikap Ratu mereka yang tak kalah menakutkan seperti Raja Alec.

"Baik, Yang Mulia." Jawab para penjaga, lalu mengeluarkan cambuk mereka.

"Jika kejadian ini sampai terulang lagi. Aku pastikan dia akan kehilangan kedua kaki dan tangannya." Ucap Ratu Roseline dengan tatapan membunuhnya.

Tubuh Countess Sarah seketika gemetar karena ketakutan.

Ratu Roseline dan Marie meninggalkan istana Raja. Para penjaga segera memberikan hukuman cambuk kepada Nara. Nara berteriak kesakitan. Countess Sarah tidak tega melihatnya. Dalam hati Countess Sarah tidak terima dengan perlakuan Ratu Roseline. Countess Sarah segera berlari masuk ke dalam istana Raja.

"Penjaga. Katakan kepada Yang Mulia Raja jika aku, Countess Sarah ingin bertemu." Teriak Countess Sarah dengan wajah paniknya.

"Maaf Nona, Yang Mulia Raja sedang tidak ingin menemui siapapun." Ucap penjaga.

"Tapi ada hal penting yang harus aku sampaikan kepada Yang Mulia Raja. Aku mohon sampaikan jika aku mau menghadap." Ucap Countess Sarah sedikit berteriak.

"Sekali lagi maaf Nona. Kami tidak bisa menyampaikannya karena kami harus memenuhi perintah Yang Mulia Raja. Silakan Anda pergi dari sini." Jawab penjaga.

"Aku ini wanita yang dekat dengan Yang Mulia Raja." Bentak Countess Sarah dengan emosi.

Penjaga hanya menyunggingkan senyumnya.

"Yang Mulia Ratu Roseline, istri sah dari Yang Mulia Raja saja tidak bisa menemui beliau. Sebaiknya Anda pergi dari sini, atau kami akan menyeret Anda keluar karena telah mengacau di sini." Ucap penjaga.

Countess Sarah menatap penjaga itu dengan tatapan marah, lalu kembali ke tempat Nara yang sedang diberi hukuman. Countess Sarah menangis melihat Nara yang terus mendapatkan cambukan tanpa ampun. Setelah 50 kali cambukan diberikan, penjaga menyeret tubuh Nara yang lemah itu menuju paviliun tamu. Countess Sarah meminta pelayan yang lain untuk mengobati luka Nara.

"Maafkan hamba, Nona." Lirih Nara.

"Lain kali jangan kau ulangi lagi. Apa yang kau lakukan tadi bisa mengancam posisiku di sini. Aku sudah berusaha keras agar aku bisa terus berada di istana dan dekat dengan Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah kesal.

"Hamba tahu. Hamba berjanji tidak akan mengulangi kesalahan hamba lagi." Ujar Nara sambil menahan perih saat lukanya diberi obat.

Ratu Roseline baru saja selesai menikmati makan malamnya bersama Marie.

"Yang Mulia. Bagaimana jika Countess Sarah mengadu kepada Yang Mulia Raja? Hamba takut Yang Mulia Raja akan marah kepada Anda," Ucap Marie.

Ratu Roseline tersenyum tipis.

"Aku tidak peduli dan aku tidak takut padanya. Jika Yang Mulia Raja tidak terima, maka aku akan membawa masalah ini ke hadapan Yang Mulia Ibu Suri dan masalah ini akan dilanjutkan ke pengadilan kerajaan. Dan pastinya pihak Countess Sarah lah yang akan dirugikan." Ucap Ratu Roseline sambil menyeringai.

Marie hanya mengangguk. Meskipun Marie merasa aneh dengan perubahan sikap Ratunya, tapi dia juga merasa senang karena Ratu tidak akan mudah disakiti seperti dulu.

Ratu Roseline (Alice) ingat cerita yang ada di novel. Saat Ratu Roseline menghukum pelayan Countess Sarah, Raja Alec marah dan memberikan hukuman cambuk serta Ratu Roseline dilarang keluar dari istana Ratu selama satu minggu.

"Kalau sampai dia berani memberikan hukuman cambuk padaku, maka aku akan balik memberinya cambukan menggunakan cambuk yang sudah dilapisi dengan potongan pisau milikku." Batin Ratu Roseline.

Pada keesokan paginya, Countess Sarah sudah menunggu di depan istana Raja, dengan didampingi pelayannya yang baru, karena Nara masih sakit dan tidak bisa melayaninya. Countess Sarah menunggu Raja Alec keluar dari istananya.

Saat melihat Raja Alec keluar bersama Marquess Filan, Countess Sarah tersenyum bahagia.

"Salam Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah sambil memberi hormat.

"Countess Sarah. Apa yang sedang kau lakukan di depan istanaku? Dan sepagi ini?" Tanya Raja Alec bingung.

"Hamba minta maaf Yang Mulia, jika hamba telah mengganggu Yang Mulia di pagi ini. Hamba ingin memohon bantuan Yang Mulia." Jawab Countess Sarah.

Raja Alec menyerngitkan dahinya.

"Bantuan apa? Katakan." Tanya Raja Alec.

"Hamba memohon keadilan kepada Yang Mulia Raja untuk pelayan hamba, Nara." Jawab Countess Sarah.

"Memangnya ada masalah apa? Dan di mana pelayan pribadimu itu?" Tanya Raja Alec sambil melihat pelayan baru Countess Sarah.

"Pelayan hamba, Nara, sedang sakit Yang Mulia setelah mendapatkan hukuman cambuk dari Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah sedih.

Raja Alec dan Marquess Filan membelalakkan mata mereka.

"Yang Mulia Ratu pasti mempunyai alasan mengapa beliau sampai memberikan hukuman kepada pelayanmu itu." Ucap Marquess Filan.

"Semua karena salah hamba Yang Mulia, karena hamba tidak bisa mendidik pelayan hamba dengan baik sehingga dianggap kurang sopan oleh Yang Mulia Ratu. Hamba sudah memohon ampun, tapi Yang Mulia Ratu tidak peduli." Ucap Countess Sarah sambil menangis.

"Hanya karena masalah itu. Bagaimana Ratu bisa melakukan hal kejam dengan memberikan hukuman cambuk?" Ucap Raja Alec.

"Kita ke istana Ratu sekarang." Seru Raja Alec dengan wajah emosinya.

Raja Alec hendak melangkahkan kakinya menuju istana Ratu.

"Mau ke mana kau, Putraku?" Seru Ibu Suri Helene.

"Salam Ibu." Ucap Raja Alec.

Marquess Filan dan Countess Sarah juga memberi hormat kepada Ibu Suri Helene.

"Ananda mau ke istana Ratu, Ibu." Jawab Raja Alec.

"Untuk apa? Apakah untuk memarahi Ratu karena telah menghukum pelayan dari Countess Sarah?" Tanya Ibu Suri Helene.

"Benar Ibu." Jawab Raja Alec.

"Ratu pergi keluar dari istana sejak pagi tadi."

"Apa seorang Raja akan membela pelayan yang sudah berani menghina Ratunya?" Tanya Ibu Suri Helena.

"Apa maksud Ibu?" Tanya Raja Alec tak mengerti.

"Pelayan dari Countess Sarah telah berani menghina Ratu, sehingga Ratu memberikan hukuman padanya. Benar seperti itu, Countess Sarah?" Ujar Ibu Suri Helene.

"A-ampun Yang Mulia Ibu Suri. Pelayan hamba tidak bermaksud menghina Yang Mulia Ratu. Nara masih terlalu muda sehingga masih harus banyak belajar dalam bersikap." Ucap Countess Sarah dengan nada memelas.

"Jadi kau mencoba membenarkan sikap pelayanmu itu?" Seru Ibu Suri Helene.

Countess Sarah gelagapan.

"Ti-tidak Yang Mulia." Sahut Countess Sarah.

"Marquess Filan. Tolong katakan, apa hukuman dari Kerajaan Cardania bagi orang yang telah berani menghina anggota kerajaan, terutama Raja dan Ratu?" Tanya Ibu Suri Helene.

"Hukuman mati, Yang Mulia." Jawab Marquess Filan tegas.

Countess Sarah membulatkan matanya dan mulai ketakutan.

"Seharusnya Countess Sarah bersyukur Ratu tidak langsung memberikan hukuman mati kepada pelayanmu. Jangan karena kau mendapatkan kebaikan dari Yang Mulia Raja, kau bisa bersikap seenaknya di istana ini. Posisi Ratu setara dengan posisi Raja." Ucap Ibu Suri Helene.

Countess Sarah hanya bisa menunduk sambil meremas gaunnya.

"Dan kau, Putraku. Seharusnya kau menyelidiki masalah ini terlebih dahulu sebelum memberikan tuduhan kepada Ratu. Sebagai seorang pemimpin dan penguasa, Raja harus bisa bersikap adil dan bijaksana."

"Baik, Ibu. Ananda minta maaf."

"Sebaiknya kita segera ke ruang makan untuk sarapan bersama, Ibu." Ucap Raja Alec.

"Tidak perlu. Ibu sudah makan karena pagi-pagi sekali Ratu sudah membuatkan sarapan untuk Ibu." Ujar Ibu Suri Helene, lalu pergi meninggalkan istana Raja.

"Yang Mulia. Ha-hamba...." Ucap Countess Sarah.

"Cukup, Countess. Jangan membahas masalah ini lagi. Pelayanmu terbukti bersalah dan apa yang dilakukan oleh Ratu sudah benar. Sebaiknya kau kembali ke kamarmu." Sahut Raja Alec kesal.

Countess Sarah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia segera pergi meninggalkan istana Raja dengan perasaan kecewa karena tidak mendapatkan pembelaan dari Raja Alec.

"Penjaga!" Panggil Raja Alec.

Para penjaga segera menghadap.

"Apa Ratu kemarin datang ke istana Raja?" Tanya Raja Alec.

"Benar Yang Mulia." Jawab penjaga istana.

"Mengapa kalian tidak menyuruhnya masuk?" Marah Raja Alec.

Para penjaga istana segera berlutut.

"Ampun Yang Mulia. Yang Mulia Raja sendiri yang mengatakan jika Yang Mulia tidak ingin bertemu dengan siapapun, kecuali Ibu Suri." Ucap penjaga istana.

Raja Alec menghela napas panjang. Dia baru ingat jika dia sendiri yang memberikan perintah kepada para pelayan dan penjaganya.

"Baiklah, kalian boleh pergi." Ucap Raja Alec.

Para penjaga segera kembali ke tempat mereka.

"Ratu pergi ke mana sepagi ini?" Guman Raja Alec.

"Ampun Yang Mulia. Menurut laporan dari para pengawal bayangan kita, Ratu pergi ke sebuah tempat latihan pasukan khusus milik Panglima Ramon, kakak dari Yang Mulia Ratu, yang masih berada di wilayah Duke Sullivan. Dan mereka juga mengatakan jika Ratu mahir dalam ilmu bela diri dan bermain pedang." Lapor Marquess Filan.

Raja Alec mengeraskan rahangnya.

"Apa? Ratu berlatih pedang? Apa maksud dan tujuan Ratu sebenarnya?" Batin Raja Alec.

Baca juga novel author :

1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku

Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :

✔Klik favorite❤

✔Tinggalkan comment✍

✔Tinggalkan like👍

✔Tinggalkan vote🔖

✔Beri hadiah🎁🌹

Terima kasih🙏🥰

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

mantap 😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘

2024-03-13

0

Zieya🖤

Zieya🖤

wahhh aku suka sekali ceritanya.....

❤️❤️❤️❤️

2023-12-16

2

Rin Rs

Rin Rs

Huuu knpa crita semua sama buat kelainan dong biar dia pisah terus menyesal bukn skrg dia mula tertarik biar yesal duluan bru dia sadar nah itu yg bru mantap biar rasain tu raja sombong

2023-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Novel Usang
2 Bab 2. Mengubah Takdir
3 Bab 3. Bertemu Raja Alec
4 Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5 Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6 Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7 Bab 7. Pesona Risoles
8 Bab 8. Rumor
9 Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10 Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11 Bab 11. Baroness Yolanda
12 Bab 12. Sup Ikan Beracun
13 Bab 13. Sate Domba
14 Bab 14. Ratu Terluka
15 Bab 15. Raja Alec Diracun
16 Bab 16. Gunung Goby
17 Bab 17. Obat Penawar
18 Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19 Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20 Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21 Bab 21. Pembunuh Bayaran
22 Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23 Bab 23. Menepati Janji
24 Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25 Bab 25. Pesta Makan Bersama
26 Bab 26. Cemburu
27 Bab 27. Jati Diri Victor
28 Bab 28. Perhatian Raja Alec
29 Bab 29. Rencana Jahat
30 Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31 Bab 31. Rasa Sakit
32 Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33 Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34 Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35 Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36 Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37 Bab 37. Senjata Makan Tuan
38 Bab 38. Barbeque
39 Bab 39. Adu Acting
40 Bab 40. Hukuman
41 Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42 Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43 Bab 43. Obat Manis
44 Bab 44. Tawaran
45 Bab 45. Siapa Kau?
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. Tiga Ular
48 Bab 48. Berubah Haluan
49 Bab 49. Aku Tidak Peduli
50 Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51 Bab 51. Kejujuran
52 Bab 52. Tak Percaya
53 Bab 53. Keluarga
54 Bab 54. Perlakuan Kasar
55 Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56 Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57 Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58 Bab 58. Pergilah!
59 Bab 59. Wanita Bodoh
60 Bab 60. Kemenangan
61 Bab 61. Menghilang
62 Bab 62. Menghilang 2
63 Bab 63. Kabar Bahagia
64 Bab 64. Lamaran
65 Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66 Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67 Bab 67. Sakit Sekali
68 Bab 68. Pengakuan
69 Bab 69. Pengakuan 2
70 Bab 70. Maafkan Aku
71 Bab 71. Tanggung JawabKu
72 Bab 72. Diabaikan
73 Bab 73. Melihatmu Bahagia
74 Bab 74. Bimbang
75 Bab 75. Mengenalimu
76 Bab 77. Aku telah kembali
77 Bab 76. Kembali Ke Istana
78 Bab 78. Pengaduan
79 Bab 79. Simpanan
80 Bab 80. Canduku
81 Bab 81. Janji Suci
82 Bab 81. Gaya Baru
83 Bab 82. Pesta
84 Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85 Bab 84. Sebuah Maha Karya
86 Bab 85. Eksekusi Massal
87 Bab 86. Nigel
88 Bab 87. Pangeran Leon
89 Bab 88. Kembali
90 Bab 89. Back To The Real Life
91 Bab 90. Siapa Dia?
92 Bab 91. Menang Tender
93 Bab 92. Pelelangan
94 Bab 93. Kalung Itu Milikku
95 Bab 94. XS
96 Bab 95. Kencan Kontrak
97 Bab 96. First Date
98 Bab 97. Dandelion
99 Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100 Bab 99. Kekecewaan
101 Bab 100. Katherine Alonzo
102 Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103 Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104 Bab 103. Rencana Jahat
105 Bab 104. You Found Me
106 Bab 105. Aku Tak Sempurna
107 Bab 106. Calon Istriku
108 Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109 Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110 Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111 Bab 110. Salam Perkenalan.
112 Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113 Bab 112. Video Mesum
114 Bab 113. Hukuman Berat
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Novel Usang
2
Bab 2. Mengubah Takdir
3
Bab 3. Bertemu Raja Alec
4
Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5
Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6
Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7
Bab 7. Pesona Risoles
8
Bab 8. Rumor
9
Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10
Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11
Bab 11. Baroness Yolanda
12
Bab 12. Sup Ikan Beracun
13
Bab 13. Sate Domba
14
Bab 14. Ratu Terluka
15
Bab 15. Raja Alec Diracun
16
Bab 16. Gunung Goby
17
Bab 17. Obat Penawar
18
Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19
Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20
Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21
Bab 21. Pembunuh Bayaran
22
Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23
Bab 23. Menepati Janji
24
Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25
Bab 25. Pesta Makan Bersama
26
Bab 26. Cemburu
27
Bab 27. Jati Diri Victor
28
Bab 28. Perhatian Raja Alec
29
Bab 29. Rencana Jahat
30
Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31
Bab 31. Rasa Sakit
32
Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33
Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34
Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35
Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36
Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37
Bab 37. Senjata Makan Tuan
38
Bab 38. Barbeque
39
Bab 39. Adu Acting
40
Bab 40. Hukuman
41
Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43
Bab 43. Obat Manis
44
Bab 44. Tawaran
45
Bab 45. Siapa Kau?
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. Tiga Ular
48
Bab 48. Berubah Haluan
49
Bab 49. Aku Tidak Peduli
50
Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51
Bab 51. Kejujuran
52
Bab 52. Tak Percaya
53
Bab 53. Keluarga
54
Bab 54. Perlakuan Kasar
55
Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58
Bab 58. Pergilah!
59
Bab 59. Wanita Bodoh
60
Bab 60. Kemenangan
61
Bab 61. Menghilang
62
Bab 62. Menghilang 2
63
Bab 63. Kabar Bahagia
64
Bab 64. Lamaran
65
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66
Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67
Bab 67. Sakit Sekali
68
Bab 68. Pengakuan
69
Bab 69. Pengakuan 2
70
Bab 70. Maafkan Aku
71
Bab 71. Tanggung JawabKu
72
Bab 72. Diabaikan
73
Bab 73. Melihatmu Bahagia
74
Bab 74. Bimbang
75
Bab 75. Mengenalimu
76
Bab 77. Aku telah kembali
77
Bab 76. Kembali Ke Istana
78
Bab 78. Pengaduan
79
Bab 79. Simpanan
80
Bab 80. Canduku
81
Bab 81. Janji Suci
82
Bab 81. Gaya Baru
83
Bab 82. Pesta
84
Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85
Bab 84. Sebuah Maha Karya
86
Bab 85. Eksekusi Massal
87
Bab 86. Nigel
88
Bab 87. Pangeran Leon
89
Bab 88. Kembali
90
Bab 89. Back To The Real Life
91
Bab 90. Siapa Dia?
92
Bab 91. Menang Tender
93
Bab 92. Pelelangan
94
Bab 93. Kalung Itu Milikku
95
Bab 94. XS
96
Bab 95. Kencan Kontrak
97
Bab 96. First Date
98
Bab 97. Dandelion
99
Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100
Bab 99. Kekecewaan
101
Bab 100. Katherine Alonzo
102
Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103
Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104
Bab 103. Rencana Jahat
105
Bab 104. You Found Me
106
Bab 105. Aku Tak Sempurna
107
Bab 106. Calon Istriku
108
Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109
Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110
Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111
Bab 110. Salam Perkenalan.
112
Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113
Bab 112. Video Mesum
114
Bab 113. Hukuman Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!