Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya

"Mengapa kau tidak bilang kepada Kakak, Seline? Dan mengapa kau bilang baik-baik saja saat kakak bertanya apakah kau terluka?" Cerca Duke Ramon.

Duke Ramon terus mengomeli Ratu Roseline saat mengetahui bahwa adik kesayangannya itu tertusuk duri bunga mawar hitam dan terkena racunnya.

"Kakak, tenanglah. Aku memang terkena racun, tapi aku akan baik-baik saja. Aku juga meminum obat penawar yang dibuat dari ekstrak bunga mawar hitam. Tabib Fay juga sudah memberikan obat pereda rasa sakit untukku."

Ratu Roseline berusaha menenangkan kakaknya. Duke Ramon langsung memeluk adiknya.

"Berjanjilah, Seline. Jangan pernah membahayakan nyawamu lagi untuk orang lain, baik itu raja sekalipun. Kakak lebih baik kehilangan harta dan kedudukan daripada harus kehilangan anggota keluargaku lagi." Ucap Duke Ramon sambil menangis.

Ratu Roseline hanya mengangguk. Pintu kamar Ratu Roseline dibuka dengan sedikit kasar. Ratu Roseline dan Duke Ramon tersentak membuat pelukan keduanya terurai.

"Ayah!" Seru Ratu Roseline dan Duke Ramon.

Duke Sullivan langsung berlari ke arah putrinya dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Apa kau tidak apa-apa, Nak? Ayah dengar kau terkena racun saat mencari obat untuk Yang Mulia Raja." Tanya Duke Sullivan sambil kedua tangannya menakup wajah Ratu Roseline dengan tatapan sedihnya.

"Seline baik-baik saja, Ayah. Ayah tidak perlu khawatir. Seline akan segera sembuh." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.

Duke Sullivan tak bisa membendung air matanya lagi. Ratu Roseline mengajaknya untuk duduk.

"Ayah minta maaf. Ayah benar-benar menyesal telah memasukkanmu ke dalam istana ini. Seandainya dulu Ayah berani menolak permintaan mendiang Raja Uther untuk menikahkanmu dengan Raja Alec, kau pasti tidak akan menderita seperti ini." Ucap Duke Sullivan sambil terisak.

Ratu Roseline menghapus air mata ayahnya dengan lembut. Lalu kedua tangannya menggenggam tangan ayahnya.

"Ayah tidak perlu meminta maaf. Anggap saja ini adalah garisan takdir yang diberikan oleh Tuhan untukku. Dan aku akan menjalaninya dengan baik, Ayah. Ayah tenang saja, Seline tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Seline lagi." Ucap Ratu Roseline lembut.

Duke Sullivan mengangguk.

"Ayah akan meminta kepada Ibu Suri Helene dan Raja Alec untuk melepaskanmu dari ikatan ini, Nak. Apapun akan Ayah lakukan untuk melihatmu bahagia." Ucap Duke Sullivan.

"Tidak. Jangan berkata seperti itu, Duke Sullivan." Terdengar teriakan dari arah pintu.

Ibu Suri Helene berdiri di tengah pintu dan mendengarkan perkataan Duke Sullivan. Ratu Roseline, Duke Sullivan dan Duke Ramon segera berdiri dan memberi hormat.

"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri."

Ibu Suri Helene melangkah masuk ke dalam kamar dan mendekati Ratu Roseline.

"Bagaimana keadaanmu, Nak?" Tanya Ibu Suri Helene dengan wajah khawatir dan tangannya menggenggam yang Ratu Roseline.

"Seline baik, Ibu. Seline minta maaf karena telah membuat Ibu khawatir dan sampai harus datang ke sini di malam selarut ini." Ucap Ratu Roseline lembut.

"Tidak Nak. Kau tidak perlu meminta maaf. Justru Ibu datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih karenamu putraku bisa mendapatkan penawar racunnya."

"Ibu juga meminta maaf, Seline, karena kau sampai terluka untuk mendapatkan bunga mawar hitam itu." Ucap Ibu Suri Helene penuh sesal.

"Itu sudah menjadi tugasku Ibu." Ucap Ratu Roseline.

Ibu Suri Helene menatap Duke Sullivan.

"Duke Sullivan, aku minta maaf atas semua yang terjadi kepada putrimu. Aku sangat menyesal atas semua penderitaan yang dia rasakan karena putraku. Jujur hatiku juga hancur saat melihat kesedihannya."

"Tapi aku mohon jangan bawa pergi Seline dari kami. Berikanlah satu kesempatan lagi kepada putraku untuk memperbaiki kesalahannya dan pernikahan mereka." Mohon Ibu Suri Helene.

"Tapi Yang Mulia." Sahut Duke Sullivan.

Ibu Suri Helene langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai dan berlutut di hadapan Duke Sullivan sambil menakupkan kedua tangannya.

"Yang Mulia." Seru Duke Sullivan dan Duke Ramon.

"Ibu. Apa yang Ibu lakukan? Seline mohon berdirilah Ibu." Ucap Ratu Roseline.

Ratu Roseline berusaha membantu Ibu Suri Helene untuk berdiri, namun Ibu Suri Helene menolak.

"Aku mohon Duke. Ini adalah permohonan dari seorang Ibu." Ujar Ibu Suri Helene dengan air mata berlinang.

Duke Sullivan langsung berlutut.

"Hamba mohon Yang Mulia. Jangan merendahkan diri Yang Mulia seperti ini. Berdirilah Yang Mulia." Ucap Duke Sullivan.

"Aku tidak akan berdiri sebelum Duke Sullivan mengabulkan permohonanku." Sahut Ibu Suri Helene.

"Baiklah hamba penuhi permohonan Yang Mulia. Sekarang hamba mohon Yang Mulia untuk segera berdiri." Ucap Duke Sullivan pasrah.

Ibu Suri Helene pun segera bangkit, dan diikuti oleh Duke Sullivan.

"Terima kasih Duke. Aku berjanji padamu. Jika Putraku sampai menyakiti hati Seline lagi, maka aku sendiri yang akan memutuskan ikatan mereka dan membebaskan Seline dari semua hukum istana dan kerajaan Cardania. Aku sendiri yang akan memastikan kebahagiaan Seline." Janji Ibu Suri Helene.

"Terima kasih Yang Mulia." Ucap Duke Sullivan.

Malam semakin larut. Tinggallah Ratu Roseline berdua dengan Marie di kamarnya. Ratu Roseline merasakan perutnya bergejolak. Marie sudah menyiapkan ember dan air sesuai permintaan Ratu Roseline. Ratu Roseline sudah tidak kuat lagi dan memuntahkan darah berwarna hitam pekat ke dalam ember.

"Yang Mulia." Pekik Marie ketakutan.

"Tenanglah, Marie. Aku tidak apa-apa. Racunnya sudah keluar. Tolong ambilkan air." Ucap Ratu Roseline.

Marie segera memberikan air dan membersihkan muntahan darah milik Ratu. Kemudian mengambil obat yang diberikan oleh tabib Fay untuk meredakan rasa sakit Ratu. Setelah minum obat Ratu Roseline segera merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan matanya.

Hal yang sama juga dialami oleh Raja Alec. Raja Alec memuntahkan lebih banyak darah hitam pekat. Tubuh Raja Alec gemetar saat melihat apa yang dimuntahkannya. Jantungnya terasa ditusuk-tusuk dan diremas.

"Apa benar yang aku minum tadi obat, dan bukan racun?" Batin Raja Alec.

Marquess Filan terlihat sangat khawatir dan takut.

"Tabib Ma. Mengapa Raja muntah darah seperti ini?" Tanya Marquess Filan.

"Itu artinya obatnya bekerja dengan baik. Darah hitam yang dimuntahkan oleh Yang Mulia ini mengandung racun. Yang Mulia harus memuntahkannya agar racun dalam tubuh Raja keluar." Jawab tabib Ma.

Tubuh Raja Alec langsung lemas setelah memuntahkan banyak darah. Perlahan matanya mulai berat, dan dia segera tertidur kembali. Tabib Ma segera membersihkan sisa muntahan dari wajah dan tubuh Raja Alec. Kemudian tabib Ma memeriksa tubuh Raja Alec.

"Kondisi tubuh Yang Mulia Raja semakin membaik. Denyut nadinya juga semakin kuat. Obatnya berhasil menetralisir racun dalam tubuh Yang Mulia Raja." Ucap tabib Ma.

Marquess Filan bernapas lega.

"Lalu bagaimana dengan keadaan Yang Mulia Ratu? Apa Ratu baik-baik saja?" Tanya Marquess Filan dengan pelan.

"Ratu terkena duri bunga mawar hitam dan racunnya menyebar di dalam tubuh Ratu. Ratu mengatakan jika tadi sempat meminum obat Yang Mulia Raja, semoga racunnya juga bisa segera dinetralisir. Tabib Fay juga sudah membuatkan obat pereda sakit untuk Ratu dan obat untuk luka di bahu Ratu." Jawab tabib Ma pelan.

Keduanya berbicara dengan pelan karena tidak ingin sampai mengganggu tidur Raja Alec. Tabib Ma segera undur diri untuk menyiapkan obat pereda mual dan sakit untuk Raja Alec. Saat tabib Ma sudah keluar, Raja Alec membuka matanya perlahan. Sebenarnya Raja Alec tidak benar-benar tidur dan dia mendengar pembicaraan Marquess Filan dan tabib Ma.

"Filan." Panggil Raja Alec dengan suara pelan.

Marquess Filan membelalakkan matanya, begitu juga dengan Raja Alec yang terkejut saat menyadari dirinya bisa berbicara kembali meskipun sangat pelan.

"Yang Mulia. Anda sudah bisa bicara." Ucap Marquess Filan senang.

Raja Alec mengangguk sambil tersenyum.

"Filan. Katakan, apa yang terjadi dengan Ratu?" Tanya Raja Alec.

"Mmm... Ratu baik-baik saja Yang Mulia." Jawab Marquess sambil memaksakan senyumannya.

"Jangan membohongiku. Katakan dengan jujur demi nyawaku." Ucap Raja Alec.

"Yang Mulia." Seru Marquess Filan.

Raja Alec menatap Marquess Filan dengan tajam. Marquess Filan menelan salivanya kasar.

"Ratu Roseline terkena racun dari duri bunga mawar hitam, Yang Mulia." Ucap Marquess Filan.

"Katakan dengan jelas, Filan." Ujar Raja Alec menuntut.

"Racun yang menyerang Yang Mulia Raja adalah racun yang sangat berbahaya. Dan tabib istana tidak bisa membuatkan penawarnya. Hanya pemilik racun itu yang memiliki obat penawarnya. Akan tetapi kami tidak bisa menemukan siapa pelakunya. Bahkan Ratu yang juga menguasai ilmu pengobatan tidak bisa meramu obat penawarnya."

"Tabib Ma memberitahu bahwa satu-satunya cara untuk mengobati sakit Yang Mulia adalah dengan bunga mawar hitam yang hanya ada di Gunung Goby. Gunung yang terkenal menakutkan dan sangat berbahaya yang terletak di wilayah barat kerajaan Cardania." Terang Marquess Filan.

"Lalu?" Tanya Raja Alec.

"Ratu memutuskan untuk pergi ke Gunung Goby dan mendapatkan bunga mawar hitam itu untuk Yang Mulia. Duke Ramon dan Felix yang menemani Ratu pergi ke Gunung Goby dengan didampingi oleh Marquess Andry dan beberapa anak buahnya."

Raja Alec melebarkan matanya dan teringat akan ucapan Ratu Roseline padanya.

"Kau itu benar-benar menyusahkan. Apa kau tahu untuk mendapatkan obat ini butuh perjuangan?"

"Ratu berhasil mendapatkan bunga mawar hitam yang sangat langka dan hanya tumbuh satu bunga setiap tahunnya. Pada saat mengambil mawar hitam, Ratu terkena durinya yang beracun. Tabib Ma mengatakan jika Ratu akan baik-baik saja, karena Ratu berkata jika Ratu sempat meminum obat Yang Mulia Raja tadi." Ucap Marquess Filan.

Raja Alec sangat terkejut mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Ratu Roseline untuknya.

"Jadi Ratu tidak pernah datang mengunjungiku selama ini karena dia pergi ke Gunung Goby dan mendapatkan mawar hitam untukku." Ucap Raja Alec.

"Benar Yang Mulia. Padahal saat itu Ratu sedang terluka karena terkena cakaran serigala di bahunya." Jawab Marquess Filan.

"A-apa maksudmu?" Tanya Raja Alec tak mengerti.

Marquess Filan menghela napas panjang.

"Base camp para prajurit berhasil diterobos oleh kawanan serigala liar saat Ratu berkunjung ke sana. Ratu Roseline dan Felix membantu Jendral Azel dan anak buahnya untuk melindungi para prajurit dari serangan kawanan serigala itu. Dan naasnya, Ratu terkena cakaran yang cukup dalam di bahu kirinya. Karena itulah, Ratu kembali ke istana dengan menaiki kuda bersama Felix, Yang Mulia." Jawab Marquess Filan.

Raja Alec terdiam. Bulir air matanya jatuh secara perlahan. Dia sangat menyesal telah berpikiran buruk dan menuduh Ratu Roseline dengan tuduhan yang kejam.

"Aku pria yang jahat. Aku suami yang kejam. Bisa-bisanya aku menuduh istriku sendiri berselingkuh. Padahal kenyataannya dia terluka demi melindungi para prajurit kerajaanku." Ucap Raja Alec penuh sesal.

Marquess Filan hanya diam dan menunduk.

"Selama ini aku terus memberikannya rasa sakit dan penderitaan. Dan di saat nyawaku terancam, dialah orang yang berjuang untuk menyelamatku." Lirih Raja Alec.

"Cintailah Ratu, Yang Mulia. Jangan sampai Yang Mulia menyesal di kemudian hari saat Ratu sudah tidak berada di samping Yang Mulia."

Marquess Filan memberikan diri untuk mengungkapkannya kepada Raja. Raja tersenyum.

"Aku sudah mencintainya, Filan. Dan sayangnya, aku terlambat menyadarinya. Saat aku ingin merengkuhnya, dia menjadi tak tergapai. Dia membenciku saat ini." Ungkap Raja Alec dengan tatapan sedih.

"Yang Mulia tidak boleh menyerah. Ratu masih peduli dengan Yang Mulia. Jika tidak, tidak mungkin Ratu sampai rela mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan bunga mawar hitam." Ucap Marquess Filan.

Raja Alec mengangguk.

"Aku tidak akan menyerah, Filan. Aku berjanji akan mendapatkan kembali cinta istriku. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun orang yang berusaha menyakitinya." Ucap Raja Alec dengan tatapan dinginnya.

Keesokan harinya para bangsawan dan pejabat istana sudah berkumpul di aula. Sebagian besar dari mereka masih belum menyerah dan akan terus berusaha meyakinkan Ibu Suri Helene untuk mencari pengganti Raja sementara. Seorang penjaga mengumumkan dari luar aula.

"Yang Mulia Ratu Roseline memasuki aula." Teriak penjaga itu.

Para bangsawan dan pejabat istana langsung menoleh ke arah pintu. Raut kaget dan terkejut tercetak jelas di wajah mereka saat melihat Ratu Roseline berjalan memasuki aula dengan anggun juga dengan raut wajah dan tatapan dinginnya.

To be continue ...

...***-❤❤❤-***...

Baca juga novel author :

1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku

Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :

✔Klik favorite❤

✔Tinggalkan comment✍

✔Tinggalkan like👍

✔Tinggalkan vote🔖

✔Beri hadiah🎁🌹

Terima kasih🙏🥰

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk

2024-03-13

0

Naturelight

Naturelight

klo letak gn. Goby msih d kerajaan Cardania, hrsny Shane Filan gk ush ngjelasin k raja

2023-02-27

2

Neng Niehan

Neng Niehan

Tunjukan kekuasaan mu Ratu

2022-11-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Novel Usang
2 Bab 2. Mengubah Takdir
3 Bab 3. Bertemu Raja Alec
4 Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5 Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6 Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7 Bab 7. Pesona Risoles
8 Bab 8. Rumor
9 Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10 Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11 Bab 11. Baroness Yolanda
12 Bab 12. Sup Ikan Beracun
13 Bab 13. Sate Domba
14 Bab 14. Ratu Terluka
15 Bab 15. Raja Alec Diracun
16 Bab 16. Gunung Goby
17 Bab 17. Obat Penawar
18 Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19 Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20 Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21 Bab 21. Pembunuh Bayaran
22 Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23 Bab 23. Menepati Janji
24 Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25 Bab 25. Pesta Makan Bersama
26 Bab 26. Cemburu
27 Bab 27. Jati Diri Victor
28 Bab 28. Perhatian Raja Alec
29 Bab 29. Rencana Jahat
30 Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31 Bab 31. Rasa Sakit
32 Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33 Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34 Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35 Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36 Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37 Bab 37. Senjata Makan Tuan
38 Bab 38. Barbeque
39 Bab 39. Adu Acting
40 Bab 40. Hukuman
41 Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42 Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43 Bab 43. Obat Manis
44 Bab 44. Tawaran
45 Bab 45. Siapa Kau?
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. Tiga Ular
48 Bab 48. Berubah Haluan
49 Bab 49. Aku Tidak Peduli
50 Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51 Bab 51. Kejujuran
52 Bab 52. Tak Percaya
53 Bab 53. Keluarga
54 Bab 54. Perlakuan Kasar
55 Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56 Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57 Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58 Bab 58. Pergilah!
59 Bab 59. Wanita Bodoh
60 Bab 60. Kemenangan
61 Bab 61. Menghilang
62 Bab 62. Menghilang 2
63 Bab 63. Kabar Bahagia
64 Bab 64. Lamaran
65 Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66 Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67 Bab 67. Sakit Sekali
68 Bab 68. Pengakuan
69 Bab 69. Pengakuan 2
70 Bab 70. Maafkan Aku
71 Bab 71. Tanggung JawabKu
72 Bab 72. Diabaikan
73 Bab 73. Melihatmu Bahagia
74 Bab 74. Bimbang
75 Bab 75. Mengenalimu
76 Bab 77. Aku telah kembali
77 Bab 76. Kembali Ke Istana
78 Bab 78. Pengaduan
79 Bab 79. Simpanan
80 Bab 80. Canduku
81 Bab 81. Janji Suci
82 Bab 81. Gaya Baru
83 Bab 82. Pesta
84 Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85 Bab 84. Sebuah Maha Karya
86 Bab 85. Eksekusi Massal
87 Bab 86. Nigel
88 Bab 87. Pangeran Leon
89 Bab 88. Kembali
90 Bab 89. Back To The Real Life
91 Bab 90. Siapa Dia?
92 Bab 91. Menang Tender
93 Bab 92. Pelelangan
94 Bab 93. Kalung Itu Milikku
95 Bab 94. XS
96 Bab 95. Kencan Kontrak
97 Bab 96. First Date
98 Bab 97. Dandelion
99 Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100 Bab 99. Kekecewaan
101 Bab 100. Katherine Alonzo
102 Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103 Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104 Bab 103. Rencana Jahat
105 Bab 104. You Found Me
106 Bab 105. Aku Tak Sempurna
107 Bab 106. Calon Istriku
108 Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109 Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110 Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111 Bab 110. Salam Perkenalan.
112 Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113 Bab 112. Video Mesum
114 Bab 113. Hukuman Berat
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Novel Usang
2
Bab 2. Mengubah Takdir
3
Bab 3. Bertemu Raja Alec
4
Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5
Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6
Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7
Bab 7. Pesona Risoles
8
Bab 8. Rumor
9
Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10
Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11
Bab 11. Baroness Yolanda
12
Bab 12. Sup Ikan Beracun
13
Bab 13. Sate Domba
14
Bab 14. Ratu Terluka
15
Bab 15. Raja Alec Diracun
16
Bab 16. Gunung Goby
17
Bab 17. Obat Penawar
18
Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19
Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20
Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21
Bab 21. Pembunuh Bayaran
22
Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23
Bab 23. Menepati Janji
24
Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25
Bab 25. Pesta Makan Bersama
26
Bab 26. Cemburu
27
Bab 27. Jati Diri Victor
28
Bab 28. Perhatian Raja Alec
29
Bab 29. Rencana Jahat
30
Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31
Bab 31. Rasa Sakit
32
Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33
Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34
Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35
Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36
Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37
Bab 37. Senjata Makan Tuan
38
Bab 38. Barbeque
39
Bab 39. Adu Acting
40
Bab 40. Hukuman
41
Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43
Bab 43. Obat Manis
44
Bab 44. Tawaran
45
Bab 45. Siapa Kau?
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. Tiga Ular
48
Bab 48. Berubah Haluan
49
Bab 49. Aku Tidak Peduli
50
Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51
Bab 51. Kejujuran
52
Bab 52. Tak Percaya
53
Bab 53. Keluarga
54
Bab 54. Perlakuan Kasar
55
Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58
Bab 58. Pergilah!
59
Bab 59. Wanita Bodoh
60
Bab 60. Kemenangan
61
Bab 61. Menghilang
62
Bab 62. Menghilang 2
63
Bab 63. Kabar Bahagia
64
Bab 64. Lamaran
65
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66
Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67
Bab 67. Sakit Sekali
68
Bab 68. Pengakuan
69
Bab 69. Pengakuan 2
70
Bab 70. Maafkan Aku
71
Bab 71. Tanggung JawabKu
72
Bab 72. Diabaikan
73
Bab 73. Melihatmu Bahagia
74
Bab 74. Bimbang
75
Bab 75. Mengenalimu
76
Bab 77. Aku telah kembali
77
Bab 76. Kembali Ke Istana
78
Bab 78. Pengaduan
79
Bab 79. Simpanan
80
Bab 80. Canduku
81
Bab 81. Janji Suci
82
Bab 81. Gaya Baru
83
Bab 82. Pesta
84
Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85
Bab 84. Sebuah Maha Karya
86
Bab 85. Eksekusi Massal
87
Bab 86. Nigel
88
Bab 87. Pangeran Leon
89
Bab 88. Kembali
90
Bab 89. Back To The Real Life
91
Bab 90. Siapa Dia?
92
Bab 91. Menang Tender
93
Bab 92. Pelelangan
94
Bab 93. Kalung Itu Milikku
95
Bab 94. XS
96
Bab 95. Kencan Kontrak
97
Bab 96. First Date
98
Bab 97. Dandelion
99
Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100
Bab 99. Kekecewaan
101
Bab 100. Katherine Alonzo
102
Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103
Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104
Bab 103. Rencana Jahat
105
Bab 104. You Found Me
106
Bab 105. Aku Tak Sempurna
107
Bab 106. Calon Istriku
108
Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109
Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110
Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111
Bab 110. Salam Perkenalan.
112
Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113
Bab 112. Video Mesum
114
Bab 113. Hukuman Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!