"Mengapa kau tidak bilang kepada Kakak, Seline? Dan mengapa kau bilang baik-baik saja saat kakak bertanya apakah kau terluka?" Cerca Duke Ramon.
Duke Ramon terus mengomeli Ratu Roseline saat mengetahui bahwa adik kesayangannya itu tertusuk duri bunga mawar hitam dan terkena racunnya.
"Kakak, tenanglah. Aku memang terkena racun, tapi aku akan baik-baik saja. Aku juga meminum obat penawar yang dibuat dari ekstrak bunga mawar hitam. Tabib Fay juga sudah memberikan obat pereda rasa sakit untukku."
Ratu Roseline berusaha menenangkan kakaknya. Duke Ramon langsung memeluk adiknya.
"Berjanjilah, Seline. Jangan pernah membahayakan nyawamu lagi untuk orang lain, baik itu raja sekalipun. Kakak lebih baik kehilangan harta dan kedudukan daripada harus kehilangan anggota keluargaku lagi." Ucap Duke Ramon sambil menangis.
Ratu Roseline hanya mengangguk. Pintu kamar Ratu Roseline dibuka dengan sedikit kasar. Ratu Roseline dan Duke Ramon tersentak membuat pelukan keduanya terurai.
"Ayah!" Seru Ratu Roseline dan Duke Ramon.
Duke Sullivan langsung berlari ke arah putrinya dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Apa kau tidak apa-apa, Nak? Ayah dengar kau terkena racun saat mencari obat untuk Yang Mulia Raja." Tanya Duke Sullivan sambil kedua tangannya menakup wajah Ratu Roseline dengan tatapan sedihnya.
"Seline baik-baik saja, Ayah. Ayah tidak perlu khawatir. Seline akan segera sembuh." Ucap Ratu Roseline sambil tersenyum.
Duke Sullivan tak bisa membendung air matanya lagi. Ratu Roseline mengajaknya untuk duduk.
"Ayah minta maaf. Ayah benar-benar menyesal telah memasukkanmu ke dalam istana ini. Seandainya dulu Ayah berani menolak permintaan mendiang Raja Uther untuk menikahkanmu dengan Raja Alec, kau pasti tidak akan menderita seperti ini." Ucap Duke Sullivan sambil terisak.
Ratu Roseline menghapus air mata ayahnya dengan lembut. Lalu kedua tangannya menggenggam tangan ayahnya.
"Ayah tidak perlu meminta maaf. Anggap saja ini adalah garisan takdir yang diberikan oleh Tuhan untukku. Dan aku akan menjalaninya dengan baik, Ayah. Ayah tenang saja, Seline tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Seline lagi." Ucap Ratu Roseline lembut.
Duke Sullivan mengangguk.
"Ayah akan meminta kepada Ibu Suri Helene dan Raja Alec untuk melepaskanmu dari ikatan ini, Nak. Apapun akan Ayah lakukan untuk melihatmu bahagia." Ucap Duke Sullivan.
"Tidak. Jangan berkata seperti itu, Duke Sullivan." Terdengar teriakan dari arah pintu.
Ibu Suri Helene berdiri di tengah pintu dan mendengarkan perkataan Duke Sullivan. Ratu Roseline, Duke Sullivan dan Duke Ramon segera berdiri dan memberi hormat.
"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri."
Ibu Suri Helene melangkah masuk ke dalam kamar dan mendekati Ratu Roseline.
"Bagaimana keadaanmu, Nak?" Tanya Ibu Suri Helene dengan wajah khawatir dan tangannya menggenggam yang Ratu Roseline.
"Seline baik, Ibu. Seline minta maaf karena telah membuat Ibu khawatir dan sampai harus datang ke sini di malam selarut ini." Ucap Ratu Roseline lembut.
"Tidak Nak. Kau tidak perlu meminta maaf. Justru Ibu datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih karenamu putraku bisa mendapatkan penawar racunnya."
"Ibu juga meminta maaf, Seline, karena kau sampai terluka untuk mendapatkan bunga mawar hitam itu." Ucap Ibu Suri Helene penuh sesal.
"Itu sudah menjadi tugasku Ibu." Ucap Ratu Roseline.
Ibu Suri Helene menatap Duke Sullivan.
"Duke Sullivan, aku minta maaf atas semua yang terjadi kepada putrimu. Aku sangat menyesal atas semua penderitaan yang dia rasakan karena putraku. Jujur hatiku juga hancur saat melihat kesedihannya."
"Tapi aku mohon jangan bawa pergi Seline dari kami. Berikanlah satu kesempatan lagi kepada putraku untuk memperbaiki kesalahannya dan pernikahan mereka." Mohon Ibu Suri Helene.
"Tapi Yang Mulia." Sahut Duke Sullivan.
Ibu Suri Helene langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai dan berlutut di hadapan Duke Sullivan sambil menakupkan kedua tangannya.
"Yang Mulia." Seru Duke Sullivan dan Duke Ramon.
"Ibu. Apa yang Ibu lakukan? Seline mohon berdirilah Ibu." Ucap Ratu Roseline.
Ratu Roseline berusaha membantu Ibu Suri Helene untuk berdiri, namun Ibu Suri Helene menolak.
"Aku mohon Duke. Ini adalah permohonan dari seorang Ibu." Ujar Ibu Suri Helene dengan air mata berlinang.
Duke Sullivan langsung berlutut.
"Hamba mohon Yang Mulia. Jangan merendahkan diri Yang Mulia seperti ini. Berdirilah Yang Mulia." Ucap Duke Sullivan.
"Aku tidak akan berdiri sebelum Duke Sullivan mengabulkan permohonanku." Sahut Ibu Suri Helene.
"Baiklah hamba penuhi permohonan Yang Mulia. Sekarang hamba mohon Yang Mulia untuk segera berdiri." Ucap Duke Sullivan pasrah.
Ibu Suri Helene pun segera bangkit, dan diikuti oleh Duke Sullivan.
"Terima kasih Duke. Aku berjanji padamu. Jika Putraku sampai menyakiti hati Seline lagi, maka aku sendiri yang akan memutuskan ikatan mereka dan membebaskan Seline dari semua hukum istana dan kerajaan Cardania. Aku sendiri yang akan memastikan kebahagiaan Seline." Janji Ibu Suri Helene.
"Terima kasih Yang Mulia." Ucap Duke Sullivan.
Malam semakin larut. Tinggallah Ratu Roseline berdua dengan Marie di kamarnya. Ratu Roseline merasakan perutnya bergejolak. Marie sudah menyiapkan ember dan air sesuai permintaan Ratu Roseline. Ratu Roseline sudah tidak kuat lagi dan memuntahkan darah berwarna hitam pekat ke dalam ember.
"Yang Mulia." Pekik Marie ketakutan.
"Tenanglah, Marie. Aku tidak apa-apa. Racunnya sudah keluar. Tolong ambilkan air." Ucap Ratu Roseline.
Marie segera memberikan air dan membersihkan muntahan darah milik Ratu. Kemudian mengambil obat yang diberikan oleh tabib Fay untuk meredakan rasa sakit Ratu. Setelah minum obat Ratu Roseline segera merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan matanya.
Hal yang sama juga dialami oleh Raja Alec. Raja Alec memuntahkan lebih banyak darah hitam pekat. Tubuh Raja Alec gemetar saat melihat apa yang dimuntahkannya. Jantungnya terasa ditusuk-tusuk dan diremas.
"Apa benar yang aku minum tadi obat, dan bukan racun?" Batin Raja Alec.
Marquess Filan terlihat sangat khawatir dan takut.
"Tabib Ma. Mengapa Raja muntah darah seperti ini?" Tanya Marquess Filan.
"Itu artinya obatnya bekerja dengan baik. Darah hitam yang dimuntahkan oleh Yang Mulia ini mengandung racun. Yang Mulia harus memuntahkannya agar racun dalam tubuh Raja keluar." Jawab tabib Ma.
Tubuh Raja Alec langsung lemas setelah memuntahkan banyak darah. Perlahan matanya mulai berat, dan dia segera tertidur kembali. Tabib Ma segera membersihkan sisa muntahan dari wajah dan tubuh Raja Alec. Kemudian tabib Ma memeriksa tubuh Raja Alec.
"Kondisi tubuh Yang Mulia Raja semakin membaik. Denyut nadinya juga semakin kuat. Obatnya berhasil menetralisir racun dalam tubuh Yang Mulia Raja." Ucap tabib Ma.
Marquess Filan bernapas lega.
"Lalu bagaimana dengan keadaan Yang Mulia Ratu? Apa Ratu baik-baik saja?" Tanya Marquess Filan dengan pelan.
"Ratu terkena duri bunga mawar hitam dan racunnya menyebar di dalam tubuh Ratu. Ratu mengatakan jika tadi sempat meminum obat Yang Mulia Raja, semoga racunnya juga bisa segera dinetralisir. Tabib Fay juga sudah membuatkan obat pereda sakit untuk Ratu dan obat untuk luka di bahu Ratu." Jawab tabib Ma pelan.
Keduanya berbicara dengan pelan karena tidak ingin sampai mengganggu tidur Raja Alec. Tabib Ma segera undur diri untuk menyiapkan obat pereda mual dan sakit untuk Raja Alec. Saat tabib Ma sudah keluar, Raja Alec membuka matanya perlahan. Sebenarnya Raja Alec tidak benar-benar tidur dan dia mendengar pembicaraan Marquess Filan dan tabib Ma.
"Filan." Panggil Raja Alec dengan suara pelan.
Marquess Filan membelalakkan matanya, begitu juga dengan Raja Alec yang terkejut saat menyadari dirinya bisa berbicara kembali meskipun sangat pelan.
"Yang Mulia. Anda sudah bisa bicara." Ucap Marquess Filan senang.
Raja Alec mengangguk sambil tersenyum.
"Filan. Katakan, apa yang terjadi dengan Ratu?" Tanya Raja Alec.
"Mmm... Ratu baik-baik saja Yang Mulia." Jawab Marquess sambil memaksakan senyumannya.
"Jangan membohongiku. Katakan dengan jujur demi nyawaku." Ucap Raja Alec.
"Yang Mulia." Seru Marquess Filan.
Raja Alec menatap Marquess Filan dengan tajam. Marquess Filan menelan salivanya kasar.
"Ratu Roseline terkena racun dari duri bunga mawar hitam, Yang Mulia." Ucap Marquess Filan.
"Katakan dengan jelas, Filan." Ujar Raja Alec menuntut.
"Racun yang menyerang Yang Mulia Raja adalah racun yang sangat berbahaya. Dan tabib istana tidak bisa membuatkan penawarnya. Hanya pemilik racun itu yang memiliki obat penawarnya. Akan tetapi kami tidak bisa menemukan siapa pelakunya. Bahkan Ratu yang juga menguasai ilmu pengobatan tidak bisa meramu obat penawarnya."
"Tabib Ma memberitahu bahwa satu-satunya cara untuk mengobati sakit Yang Mulia adalah dengan bunga mawar hitam yang hanya ada di Gunung Goby. Gunung yang terkenal menakutkan dan sangat berbahaya yang terletak di wilayah barat kerajaan Cardania." Terang Marquess Filan.
"Lalu?" Tanya Raja Alec.
"Ratu memutuskan untuk pergi ke Gunung Goby dan mendapatkan bunga mawar hitam itu untuk Yang Mulia. Duke Ramon dan Felix yang menemani Ratu pergi ke Gunung Goby dengan didampingi oleh Marquess Andry dan beberapa anak buahnya."
Raja Alec melebarkan matanya dan teringat akan ucapan Ratu Roseline padanya.
"Kau itu benar-benar menyusahkan. Apa kau tahu untuk mendapatkan obat ini butuh perjuangan?"
"Ratu berhasil mendapatkan bunga mawar hitam yang sangat langka dan hanya tumbuh satu bunga setiap tahunnya. Pada saat mengambil mawar hitam, Ratu terkena durinya yang beracun. Tabib Ma mengatakan jika Ratu akan baik-baik saja, karena Ratu berkata jika Ratu sempat meminum obat Yang Mulia Raja tadi." Ucap Marquess Filan.
Raja Alec sangat terkejut mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Ratu Roseline untuknya.
"Jadi Ratu tidak pernah datang mengunjungiku selama ini karena dia pergi ke Gunung Goby dan mendapatkan mawar hitam untukku." Ucap Raja Alec.
"Benar Yang Mulia. Padahal saat itu Ratu sedang terluka karena terkena cakaran serigala di bahunya." Jawab Marquess Filan.
"A-apa maksudmu?" Tanya Raja Alec tak mengerti.
Marquess Filan menghela napas panjang.
"Base camp para prajurit berhasil diterobos oleh kawanan serigala liar saat Ratu berkunjung ke sana. Ratu Roseline dan Felix membantu Jendral Azel dan anak buahnya untuk melindungi para prajurit dari serangan kawanan serigala itu. Dan naasnya, Ratu terkena cakaran yang cukup dalam di bahu kirinya. Karena itulah, Ratu kembali ke istana dengan menaiki kuda bersama Felix, Yang Mulia." Jawab Marquess Filan.
Raja Alec terdiam. Bulir air matanya jatuh secara perlahan. Dia sangat menyesal telah berpikiran buruk dan menuduh Ratu Roseline dengan tuduhan yang kejam.
"Aku pria yang jahat. Aku suami yang kejam. Bisa-bisanya aku menuduh istriku sendiri berselingkuh. Padahal kenyataannya dia terluka demi melindungi para prajurit kerajaanku." Ucap Raja Alec penuh sesal.
Marquess Filan hanya diam dan menunduk.
"Selama ini aku terus memberikannya rasa sakit dan penderitaan. Dan di saat nyawaku terancam, dialah orang yang berjuang untuk menyelamatku." Lirih Raja Alec.
"Cintailah Ratu, Yang Mulia. Jangan sampai Yang Mulia menyesal di kemudian hari saat Ratu sudah tidak berada di samping Yang Mulia."
Marquess Filan memberikan diri untuk mengungkapkannya kepada Raja. Raja tersenyum.
"Aku sudah mencintainya, Filan. Dan sayangnya, aku terlambat menyadarinya. Saat aku ingin merengkuhnya, dia menjadi tak tergapai. Dia membenciku saat ini." Ungkap Raja Alec dengan tatapan sedih.
"Yang Mulia tidak boleh menyerah. Ratu masih peduli dengan Yang Mulia. Jika tidak, tidak mungkin Ratu sampai rela mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan bunga mawar hitam." Ucap Marquess Filan.
Raja Alec mengangguk.
"Aku tidak akan menyerah, Filan. Aku berjanji akan mendapatkan kembali cinta istriku. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun orang yang berusaha menyakitinya." Ucap Raja Alec dengan tatapan dinginnya.
Keesokan harinya para bangsawan dan pejabat istana sudah berkumpul di aula. Sebagian besar dari mereka masih belum menyerah dan akan terus berusaha meyakinkan Ibu Suri Helene untuk mencari pengganti Raja sementara. Seorang penjaga mengumumkan dari luar aula.
"Yang Mulia Ratu Roseline memasuki aula." Teriak penjaga itu.
Para bangsawan dan pejabat istana langsung menoleh ke arah pintu. Raut kaget dan terkejut tercetak jelas di wajah mereka saat melihat Ratu Roseline berjalan memasuki aula dengan anggun juga dengan raut wajah dan tatapan dinginnya.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-03-13
0
Naturelight
klo letak gn. Goby msih d kerajaan Cardania, hrsny Shane Filan gk ush ngjelasin k raja
2023-02-27
2
Neng Niehan
Tunjukan kekuasaan mu Ratu
2022-11-15
2