"Apa yang terjadi? Aku berada di mana sekarang?" Lirih Alice sambil membelalakkan matanya.
Alice melihat ada seorang wanita yang menggunakan baju yang biasa dipakai pada jaman kerajaan kuno, bersujud di atas lantai sambil menangis. Alice berusaha bangun namun dia merasakan sekujur tubuhnya sakit luar biasa seperti habis jatuh dari tempat yang tinggi.
"Aarrgghh!" Rintih Alice.
"Yang Mulia! Syukurlah Anda sudah siuman." Seru wanita itu dan menghampiri Alice.
"Siapa kau? Dan di mana aku sekarang?" Tanya Alice.
Wanita itu membulatkan matanya.
"Apa Anda tidak ingat apa-apa Yang Mulia? Anda juga tidak mengingat hamba?" Tanya wanita itu bingung.
Alice menggeleng.
"Ya Tuhan apa yang terjadi dengan Yang Mulia Ratu?" Ucap wanita itu sambil menangis.
"Kau belum menjawab pertanyaanku." Ucap Alice dingin.
Wanita itu segera menghapus air matanya.
"Saya adalah Marie, pelayan setia Anda, Yang Mulia Ratu Roseline. Suami Anda adalah Yang Mulia Raja Alec Cardania. Dan saat ini kita berada di kerajaan Cardania. Dan Yang Mulia Raja saat ini berada di Kerjaan Brilian untuk menandatangi surat perjanjian perdamaian dan menghentikan peperangan yang terjadi antara Kerajaan Cardania dan Kerajaan Brilian." Ucap Marie.
Alice membulatkan kedua bola matanya tak percaya.
"Jadi aku masuk ke dalam dunia novel yang aku baca di kamar Daddy dan Mommy. Dan sekarang aku memerankan Ratu Roseline, ratu yang lemah dan terabaikan." Batin Alice.
"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" Tanya Marie membuyarkan lamunan Alice.
"Aku baik-baik saja, Marie. Apa yang terjadi denganku? Mengapa tubuhku terasa sakit sekali?" Tanya Alice.
"Yang Mulia pingsan setelah mendapatkan hukuman cambuk sebanyak 25 kali. Yang Mulia Raja Alec marah karena Anda dengan lancangnya meminum minuman milik raja di pesta ulang tahun Yang Mulia Ibu Suri Helene." Terang Marie.
Alice terdiam dan mengingat isi cerita dalam novel.
"Dasar raja tak tahu diuntung. Ratu Roseline sengaja meminumnya karena minuman itu sudah diberi racun. Dan dengan teganya pria b******k itu menghukum penyelamat nyawanya." Gerutu Alice dalam hatinya.
"Itu artinya racun itu masih bersemanyam di dalam tubuh ini. Aku harus segera mengeluarkannya." Tambahnya.
"Marie. Apa kau mau menolongku?" Tanya Alice.
"Tentu saja Yang Mulia," Jawab Marie.
"Bagus. Aku ingin kau mencarikan beberapa tanaman obat untukku, dan kau harus segera mendapatkannya." Ucap Alice.
Alice menyebutkan beberapa jenis tanaman obat yang akan dia buat menjadi obat penawar racun.
"Baiklah Yang Mulia, saya akan segera mendapatkannya untuk Anda." Ucap Marie, lalu segera melangkah pergi dari kamar Alice.
Dengan perlahan Alice turun dari ranjang dan menuju ke depan cermin. Dari pantulan cermin, Alice melihat sosok Ratu Roseline yang mirip sekali dengan dirinya yang ada di dunia modern, namun tubuhnya sedikit kurus dan wajahnya sangat pucat.
"Aku tidak tahu apa yang membawaku ke tempat ini dan menggantikan tempat Ratu Roseline. Tapi saat ini yang menempati tubuh ini adalah aku, Alicia Alexandria Quinn. Aku akan mengubah takdir hidup wanita ini. Aku adalah Ratu Roseline yang tangguh dan akan ku balas semua orang yang telah membuat Ratu Roseline terdahulu menderita." Ucap Alice sambil menyeringai.
Marie mendapatkan semua tanaman obat yang Roseline butuhkan. Roseline memeriksanya satu per satu, lalu menyuruh Marie untuk merebus semua tanaman itu sampai air rebusannya hanya tinggal satu gelas.
"Yang Mulia, obat yang Anda inginkan sudah siap." Ucap Marie sambil membawa hasil rebusan tanaman obat tadi.
Roseline yang sudah membersihkan diri dan berganti baju segera duduk dan meminum obat itu.
"Marie tolong ambilkan sebuah baskom untukku." Pinta Roseline.
"Baskom itu apa Yang Mulia?" Tanya Marie tak mengerti.
"Mangkok yang besar." Jawab Roseline sambil menahan rasa sakit dan panas di bagian perut dan dadanya.
Marie segera mengambilkan baskom atau mangkuk besar dan menyerahkannya kepada Roseline. Roseline sudah tidak kuat menahannya, lalu memuntahkan darah berwarna hitam ke dalam baskom.
Marie membelalakkan matanya.
"Yang Mulia." Teriak Marie cemas.
"Tenanglah Marie. Aku baik-baik saja. Racun dalam tubuhku sudah keluar sekarang." Ucap Roseline sambil tersenyum.
"Racun?" Seru Marie.
"Ya. Minuman raja telah diberi racun, dam aku sengaja meminumnya." Ucap Roseline.
Marie langsung menangis.
"Kamu tidak perlu khawatir, Marie. Aku sudah sembuh sekarang." Ucap Roseline.
Perlahan kulit pucat Roseline berubah menjadi normal kembali. Marie segera membersihkan darah yang bercampur racun itu. Roseline meminta Marie untuk merahasiakannya dari siapapun.
Roseline berdiri di dekat jendela dan melihat pemandangan berupa bangunan Kerajaan Eropa kuno.
"Ratu Roseline masih memiliki keluarga, yaitu ayah dan kakak laki-lakinya. Aku harus menemui mereka, supaya aku bisa mengubah takdir Ratu Roseline. Aku tidak mau mati sia-sia di tangan pria yang tak punya hati itu." Gumam Roseline.
Marie masuk ke dalam kamar Roseline.
"Marie, aku ingin pulang ke kediaman ayahku. Antarkan aku ke sana." Ucap Roseline.
"Tapi Anda baru saja sembuh Yang Mulia. Dan Anda tidak bisa keluar masuk istana semudah itu, Yang Mulia." Ucap Marie.
"Kau tidak perlu takut. Nanti aku yang akan mengatakannya pada Yang Mulia Ibu Suri." Ucap Roseline.
Di ceritavdalam novel Yang Mulia Ibu Suri Helene, ibu dari Raja Alec adalah wanita yang baik dan sangat menyayangi Roseline. Satu-satunya anggota keluarga kerajaan yang menerima kehadirannya.
Pagi-pagi sekali, Roseline dan Marie segera pergi ke kediaman Duke Sullivan menggunakan kereta kuda. Dan sebelum siang menjelang mereka sudah tiba di kediaman Sullivan. Roseline segera turun dari kereta muda. Hembusan angin menerpa gaun Roseline saat berlari masuk ke dalam kediaman Duke. Ada rasa rindu yang mendalam yang ia rasakan.
Para penjaga dan pelayan menunduk hormat padanya.
"Ayah." Panggil Roseline.
"Seline?" Sahut Duke Sullivan yang keluar dari ruang kerjanya.
Roseline menatap wajah Duke Sullivan dengan lekat. Wajah Duke Sullivan mirip sekali dengan wajah mendiang ayahnya. Roseline langsung berlari ke dalam pelukan Duke Sullivan.
"Ayah. Aku merindukanmu." Ucap Roseline sambil terisak.
Duke Sullivan tersenyum sambil mengusap punggung putrinya.
"Ayah juga merindukanmu, Seline." Ujar Duke Sullivan.
"Seline. Kau datang?" Seru Ramon, kakak laki-laki Roseline.
Tuan Sullivan mengurai pelukan mereka. Roseline menatap wajah Ramon lekat, dan sekali lagi Alice (Roseline) dibuat terkejut. Wajah Ramon mirip sekali dengan wajah ibunya, Nyonya Gabriela Quinn. Dia ingat jika orang tuanya dulu pernah bercerita sebenarnya dia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Romeo. Saat berusia 2 tahun Romeo meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi dan kejang-kejang.
"K-kakak." Panggil Roseline sedikit kaku.
"Hei, mengapa adik manjaku menjadi kaku seperti ini? Ayo peluk kakak tampanmu ini." Ucap Ramon.
Ramon menarik tubuh Roseline ke dalam pelukannya. Ada rasa hangat yang Roseline rasakan dalam hatinya.
"Jadi seperti ini rasanya pelukan seorang kakak." Batin Roseline sambil tersenyum tipis.
"Ada apa kau tiba-tiba datang kemari? Dan apakah kau baik-baik saja? Kakak dengar Yang Mulia Raja menghukummu karena sikap tidak sopanmu di pesta ulang tahun Ibu Suri." Cerca Ramon.
"Aku baik-baik saja, Kak." Jawab Roseline.
"Ayah, Kakak. Seline mohon bawa Seline pergi dari istana. Seline tidak ingin tinggal di sana lagi." Ucap Roseline dengan wajah memohon.
Duke Sullivan dan Ramon terkejut dan melebarkan mata mereka.
"Apa yang kau katakan, Seline? Kau sekarang adalah Ratu Kerajaan Cardania." Tegur Duke Sullivan.
Duke Sullivan menghela napas panjang.
"Ayah minta maaf, karena dulu Ayah tidak kuasa menolak keinginan Raja terdahulu untuk menikahkanmu dengan putranya. Ayah tahu kau tersiksa karena Yang Mulia Raja belum bisa mencintaimu. Ayah harap kamu bisa bersabar. Ayah yakin suatu saat nanti Raja Alec pasti akan mencintaimu." Tutur Duke Sullivan.
"Itu tidak akan terjadi Ayah. Raja Alec mencintai wanita lain. Dan tidak lama lagi wanita itu akan dibawanya masuk ke dalam istana." Ucap Roseline.
Di dalam novel diceritakan bahwa Raja Alec membawa pulang seorang wanita yang nantinya akan menjadi selir kesayangan Raja.
"Apa kau mau bilang Raja Alec memiliki wanita lain selain dirimu, istri sahnya?" Tanya Ramon penuh emosi.
Roseline mengangguk.
"Kau tahu dari mana?" Tanya Duke Sullivan.
"Kalian tidak perlu tahu dari mana aku mengetahuinya. Ayah dan kakak buktikan saja sendiri. Wanita itu adalah Countess Sarah, putri dari Count Donovan. Aku yakin Yang Mulia Raja akan membawanya pulang ke istana saat dia kembali dari Kerajaan Brilian." Jawab Roseline.
Duke Sullivan terduduk di atas kursi. Dia tidak sanggup jika harus melihat putri kesayangannya memiliki saingan cinta dari suaminya. Wajah Ramon mengeras dan tangannya meremas jubahnya keras. Ramon tidak terima adiknya diduakan oleh Raja Alec.
"Kau tidak bisa pergi begitu saja dari istana, meskipun Raja Alec membawa wanita lain masuk ke dalam istana. Yang Mulia Ibu Suri pasti tidak akan semudah itu menerima wanita itu. Ibu Suri sangat menyayangimu." Ucap Duke Sullivan.
"Tapi kita tidak boleh tinggal diam jika Seline diperlakukan tidak adil, Ayah. Aku tidak akan pernah terima melihat adikku tersiksa karena adanya wanita lain yang masuk ke dalam rumah tangga mereka." Protes Ramon.
Duke Sullivan menghelan napas panjang.
"Sebaiknya kau segera kembali ke istana, Seline. Ayah tidak ingin kau sampai mendapatkan masalah lagi nantinya." Ucap Duke Sullivan.
"Baiklah Ayah. Seline kembali ke istana sekarang. Ayah dan kakak harus menjaga kesehatan kalian dengan baik. Seline sangat menyayangi kalian." Ucap Roseline sambil memeluk kedua pria yang sudah dia anggap seperti ayah dan kakak kandungnya sendiri.
Roseline dan Marie segera kembali ke istana. Roseline akan menemui Ibu Suri dan meminta maaf karena pergi tanpa ijin.
Roseline berjalan menuju istana Ibu Suri. Para pengawal dan pelayan dibuat terkejut melihat penampilan Roseline yang tidak biasa. Jika Ratu Roseline yang dulu selalu tampil glamor dengan gaun yang mahal dan riasan sedikit tebal, tapi saat ini gaun yang dia pakai terkesan sederhana dan riasannya juga terlihat natural. Tapi semua itu tidak bisa menghilangkan aura kecantikan alami seorang Ratu Roseline.
"Sampaikan kepada Yang Mulia Ibu Suri jika aku datang untuk menghadap," perintah Roseline kepada pelayan Ibu Suri.
Pelayan itu mengangguk hormat dan segera masuk ke dalam ruangan Ibu Suri, dan tak lama kemudian pelayan itu keluar.
"Silakan masuk Yang Mulia Ratu. Yang Mulia Ibu Suri sudah menunggu Anda," ucap pelayan itu.
Seline segera masuk ke dalam ruangan Ibu Suri.
"Oh, Seline. Putriku sayang, masuklah." Sambut Ibu Suri Helene.
"Ibu. Bagaimana kabar Ibu?" Tanya Roseline.
"Wanita tua ini baik sayang." Jawab Ibu Suri Helene sambil memeluk Roseline.
Keduanya langsung duduk sambil berhadapan di atas kursi.
"Seline datang ke sini untuk meminta maaf kepada Ibu, karena Seline pulang ke kediaman Duke Sullivan tanpa meminta ijin terlebih dahulu." Ucap Roseline.
"Ibu tidak apa-apa, Nak. Ibu tahu kau pasti merindukan ayah dan kakakmu. Ibu memaafkanmu." Ujar Ibu Suri Helene.
"Terima kasih, Ibu." Ucap Roseline sambil tersenyum.
"Dua hari lagi Yang Mulia Raja akan kembali." Ujar Ibu Suri.
Roseline hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Ibu minta maaf atas semua sikap Yang Mulia Raja padamu. Ibu harap kau bisa bersabar. Ibu yakin kau pasti akan mendapatkan cinta putraku. Aku ingin melihat kalian berdua bahagia." Ujar Ibu Suri.
"Yang Mulia, Marquess Filan datang untuk menghadap." Lapor seorang pelayan.
"Suruh dia masuk." Jawab Ibu Suri.
Marquess Filan masuk ke dalam ruangan.
"Salam Yang Mulia Ibu Suri. Salam Yang Mulia Ratu." Sapa Marquess Filan.
"Duduklah, Marquess." Perintah Ibu Suri.
Marquess Filan segera duduk dan terkejut melihat penampilan baru Roseline, dan mendapat tatapan dingin dari Roseline.
"Jadi pria ini yang dengan kejamnya memenggal kepala Marie, saat berusaha melindungi Ratu Roseline dari tuduhan kejam itu." Batin Roseline.
"Tidak biasanya wanita ini menatapku seperti ini? Biasanya dia menunduk dan tak berani menatapku sedikitpun." Batin Marquess Filan.
"Ibu, sepertinya ada hal penting yang akan Marquess Filan sampaikan. Seline akan kembali ke istana Seline." Ujar Roseline.
"Baiklah, Nak. Kamu istirahat, pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh dari kediaman Duke Sullivan." Ucap Ibu Suri.
Roseline memberikan hormat kepada Ibu Suri dan Marquess Filan lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan istana Ibu Suri bersama Marie, dan kembali ke istana Ratu.
...***...
Roman yang baru tiba di kediaman Duke langsung menemui ayahnya.
"Bagaimana Ramon?" Tanya Duke Sullivan.
"Apa yang dikatakan Seline benar, Ayah. Yang Mulia Raja Alec sudah bertemu dengan Countess Sarah. Dan mereka akan kembali ke Cardania bersama-sama." Jawab Ramon.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Ayah?" Tanya Ramon.
"Nanti akan kita bicarakan dengan Seline. Jika Raja Alec benar akan menikahi wanita itu, maka aku sendiri yang akan meminta Yang Mulia Raja untuk mengembalikan Seline dan membawanya pergi jauh dari kerajaan ini." Ujar Duke Sullivan.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkkk
2024-03-13
0
Fariss69
Hapus “ratu” jadi wanita tangguh aja masih mau ama tu raja?
2023-01-29
4
Andriyani Amuromolo Sdw
kesel liat raja nya
2023-01-13
2