Bab 12. Sup Ikan Beracun

Countess Sarah dan Baroness Yolanda sudah tiba di ruang makan lebih dulu. Countess Sarah mengenakan gaun berwarna merah jambu dengan polesan wajahnya sedikit tebal dan rambutnya digelung ke atas lalu diberi hiasan rambut bermotif kupu-kupu. Countess Sarah ingin tampil cantik dan sempurna untuk menarik perhatian Raja Alec.

Ibu Suri Helene tiba di ruang makan, saat keduanya sedang asyik bercengkrama.

"Lancang sekali kau duduk di situ!" Hardik Ibu Suri Helene.

Countess Sarah dan Baroness Yolanda tersentak. Keduanya segera berdiri dan memberi hormat.

"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri." Ucap Countess Sarah dengan lembut.

"Hormat hamba, Kakak Ipar." Ucap Baroness Yolanda sambil tersenyum.

Ibu Suri Helene melangkahkan kakinya menuju meja makan. Ibu Suri Helene sangat marah, dia tidak terima Countess Sarah duduk di sebelah kursi Raja. Kursi itu hanya boleh ditempati oleh istri raja.

"Countess Sarah. Jangan hanya karena kau diundang ke jamuan makan malam bersama keluarga istana, kau bisa bertindak seenaknya. Kau harus tahu di mana kedudukan dan posisimu. Tempat duduk itu, bukanlah tempatmu. Tempat itu hanya boleh ditempati oleh istri Yang Mulia Raja. Apa Baroness Yolanda tidak memberitahumu?" Cerca Ibu Suri Helene.

"M-maafkan hamba, Yang Mulia." Ucap Countess Sarah sambil menunduk dan menggigit bibir bawahnya.

"Kakak. Mengapa kakak bersikap seperti itu kepada calon menantumu sendiri?" Tanya Baroness Yolanda.

"Jangan asal bicara Yolanda. Menantuku hanya satu, yaitu Ratu Roselind. Kau jangan percaya pada rumor itu, Yolanda. Yang Mulia Raja sudah mengatakan jika itu semua hanyalah rumor belaka. Jika Countess Sarah tidak menguasai tata krama di lingkungan istana, sebaiknya Countess Sarah makan malam saja di paviliun tamu." Ujar Ibu Suri Helene sambil berusaha menahan emosinya.

"Tapi Yang Mulia Raja tidak mungkin mengijinkan seorang wanita yang bukan anggota kerajaan tinggal cukup lama di istana, jika Yang Mulia Raja tidak menaruh perhatian lebih padanya, Kakak." Cerocos Baroness Yolanda.

Baroness Yolanda melihat kedatangan Raja Alec, dan seketika raut wajahnya berubah sedih.

"Kakak. Aku mohon jangan terlalu kasar kepada Countess Sarah. Bagaimanapun juga Countess Sarah sangat berjasa karena telah menyelamatkan hidup Yang Mulia Raja. Countess Sarah itu wanita yang baik dan ramah. Ijinkanlah dia ikut makan malam bersama kita." Ucap Baroness Yolanda dengan nada memelas.

"Ada apa ini?" Terdengar suara berat Raja Alec.

"Hormat hamba, Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah dan Baroness Yolanda sambil sedikit membungkuk untuk memberi hormat.

"Katakan. Apa yang terjadi di sini?" Tanya Raja Alec lagi.

"Mohon maaf Yang Mulia, semua karena kesalahan hamba. Hamba yang salah karena tidak tahu di mana posisi hamba." Jawab Countess Sarah.

"Itu tidak benar. Countess Sarah hanya duduk di kursi yang berada di sebelah kursi Yang Mulia Raja dan Ibu Suri Helene langsung marah padanya. Ibu Suri juga melarangnya ikut makan malam bersama kita. Aku mohon berikan keadilan untuk Countess Sarah, Yang Mulia." Ucap Baroness Yolanda.

"Huft... Dasar ratu drama." Batin Ibu Suri Helene kesal sambil memutar bola matanya.

"Apa benar yang dikatakan oleh Baroness Yolanda, Ibu?" Tanya Raja Alec.

"Benar. Tidak seharusnya dia menempati kursi yang hanya boleh ditempati oleh istri Yang Mulia Raja, yaitu Ratu. Ibu hanya ingin menunjukkan bagaimana tata krama yang ada di istana ini." Jawab Ibu Suri Helene. "Apa Ibu salah?"

Raja Alec menghela napas panjang, lalu duduk di kursinya. Sedangkan Marquess Filan duduk agak jauh darinya.

"Ibu tidak salah. Tapi Countess Sarah akan tetap makan malam bersama kita, sebagai ungkapan terima kasihku kepadanya karena telah menyelamatkanku. Aku harap Ibu tidak keberatan." Ucap Raja Alec.

"Baiklah. Asal dia tahu di mana posisinya." Sahut Ibu Suri Helene sambil duduk di tempatnya.

"Terima kasih, Ibu. Countess Sarah silakan duduk di tempatmu yang seharusnya." Ujar Raja Alec dengan wajah datarnya.

"Baik Yang Mulia. Terima kasih banyak." Ucap Countess Sarah.

Countess Sarah sangat bahagia karena Yang Mulia mengijinkannya ikut makan malam bersama.

"Yang Mulia Raja, bukankah malam ini Countess Sarah terlihat sangat cantik dan anggun?" Baroness Yolanda memecah keheningan.

Raja Alec menatap ke arah Countess Sarah.

"Ya." Jawab Raja Alec singkat.

Wajah Countess Sarah langsung merona dengan hati berbunga-bunga. Tak lama kemudian, Ratu Roseline tiba di ruang makan. Semua mata langsung tertuju padanya, terutama pada model gaun warna zamrut yang dikenakannya malam ini. Raja Alec dibuatnya takjub dengan penampilan Ratu Roseline pada malam ini.

"Hormat hamba, Yang Mulia Raja."

"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri."

Raja Alec tidak menjawab karena lidahnya terasa kelu karena pesona Ratu Roseline.

"Seline, kau terlihat luar biasa malam ini." Puji Ibu Suri Helene.

"Terima kasih, Ibu. Tapi tetap tidak bisa mengalahkan keanggunanmu Ibu." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.

"Yang Mulia Ibu Suri benar, Yang Mulia Ratu terlihat

sangat cantik dan mempesona malam ini." Puji Marquess Filan sambil tersenyum.

Namun senyuman Marquess Filan langsung menguap saat menyadari tatapan tajam Raja Alec padanya yang seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Ekhm!" Baroness Yolanda berdehem.

Ratu Roseline dan Ibu Suri Helene menoleh ke arah Baroness Yolanda. Baroness Yolanda kesal karena dia merasa diabaikan.

"Apa seperti itu sikap seorang ratu saat bertemu dengan kerabat jauh Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu? Apa Yang Mulia Ratu masih belum menguasai tata krama di istana?" Tanya Baroness Yolanda menyindir.

Ratu Roseline menyunggingkan bibirnya.

"Mohon maaf Yang Mulia Raja, hamba ingin bertanya. Memangnya sejak kapan seorang ratu harus membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada orang yang statusnya lebih rendah dari ratu? Apakah ada tata krama seperti itu di istana?" Tanya Ratu Roseline sambil menatap wajah Raja Alec.

Raja Alec menahan napasnya saat mendapat tatapan dari mata indah itu.

"Ratu hanya boleh membungkuk dan memberi hormat kepada Raja dan kedua orang tua Raja. Siapapun yang tidak memberi hormat kepada Ratu sama halnya dia tidak menghormati posisiku sebagai Raja." Jawab Raja Alec dingin.

Countess Sarah dan Baroness Yolanda langsung berdiri dan memberi hormat.

"Hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah dan Baroness Yolanda bersamaan.

"Hormat kalian, aku terima."Jawab Ratu Roseline dengan angkuhnya.

Countess Sarah dan Baroness Yolanda segera mengangkat kepala mereka dan duduk kembali di kursi mereka. Baroness Yolanda menahan marah di dalam hatinya karena Ratu Roseline telah berani mempermalukannya di hadapan Raja Alec dan Ibu Suri Helene.

"Ayo, duduklah Seline. Sebentar lagi pelayan akan mengantarkan hidangan makan malam kita." Ucap Ibu Suri Helene.

Ratu Roseline segera duduk di seberang Ibu Suri Helene.

"Mengapa kau duduk di situ? Tempatmu seharusnya di sebelah Yang Mulia Raja?" Tanya Ibu Suri Helene.

"Maaf Ibu, bukannya Seline tidak menguasai tata krama dan aturan istana. Tapi Seline tidak suka menempati bekas orang lain, itu kurang baik untuk kesehatan. Karena kita tidak tahu orang lain itu membawa penyakit atau tidak." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.

Countess Sarah menunduk dengan mengeraskan rahangnya, serta tangannya meremas gaunnya karena mendapat sindiran seperti itu dari Ratu Roseline.

"Yang Mulia Ratu terlihat berbeda dari wanita bangsawan pada umunya. Gaun Yang Mulia juga terlihat sedikit aneh. Apalagi warna hijaunya yang kontras dengan warna kulit dan warna bibir Yang Mulia yang merah menyala." Ucap Baroness Yolanda.

"Ini disebut perkembangan mode Baroness Yolanda. Kita hidup itu harus dengan pola pikir maju, bukan mundur apalagi berhenti di tempat. Dan tentu saja aku sengaja menggunakan pewarna bibir berwarna merah. Jika aku menggunakan warna hijau, aku khawatir ular sanca hijau akan merasa tersaingi oleh kecantikanku." Jawab Ratu Roseline.

"Aku ingin bertanya, apakah Baroness Yolanda sangat suka makan cabai? Karena aku perhatikan sejak tadi, setiap ucapan yang keluar dari mulut Baroness Yolanda terasa sangatlah pedas." Lanjutnya sambil menyeringai.

Ibu Suri Helene dan Marquess Filan berusaha menahan tawa mereka mendengar ucapan Ratu Roseline. Hati Baroness Yolanda terasa sangat panas mendengar hinaan Ratu Roseline.

"Ucapan hamba memang seperti Yang Mulia Ratu, mungkin karena hamba terlalu sering menghabiskan waktu bersama rakyat biasa. Hamba mohon maaf jika ucapan hamba menyinggung perasaan Yang Mulia Ratu." Ucap Baroness Yolanda sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda permohonan maaf.

"Santai saja, Baroness Yolanda." Ujar Ratu Roseline.

Nara datang dengan membawa sebuah tanaman kecil yang diletakkan di dalam pot.

"Yang Mulia Ratu. Hamba ingin meminta maaf atas sikap hamba dan pelayan hamba yang membuat Ratu tidak senang sebelumnya. Sebagai ungkapan permintaan maaf, hamba ingin memberikan tanaman yang dikirimkan khusus dari kerajaan Brilian kepada Yang Mulia. Ini adalah tanaman yang sangat langka di kerajaan ini. Hamba harap Yang Mulia Ratu bersedia menerimanya." Ucap Countess Sarah dengan sopan.

"Wah, kau baik sekali Countess Sarah. Kau sampai memesankan tanaman langka itu jauh-jauh dari kerajaan Brilian untuk meminta maaf kepada Ratu. Hatimu sungguh mulia." Puji Baroness Yolanda.

Countess Sarah tersenyum malu.

"Baiklah, aku akan menerima tanaman bonsai ini." Jawab Ratu Roseline.

"Tanaman bonsai?" Tanya Raja Alec dan semua yang berada di sana.

"Ya, tanaman kerdil seperti ini disebut tamanan bonsai. Apa kalian tidak tahu?" Sahut Ratu Roseline.

Semuanya menggelengkan kepala. Ratu Roseline membuang napasnya kasar.

"Tanaman bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan atau tanaman yang sengaja dibiarkan tetap kecil dan tidak dibiarkan tumbuh besar. Tanaman ini diletakkan di dalam pot agar terlihat lebih indah." Ucap Ratu Roseline.

"Dari mana Ratu tahu tentang tanaman ini?" Tanya Raja Alec penasaran.

"Tentu saja dari membaca. Percuma istana kerajaan Cardania memiliki perpustakaan yang sangat besar dengan buku yang bertumpuk-tumpuk tapi tidak pernah dibaca." Jawab Ratu Roseline ketus.

Raja Alec langsung mendehem, seolah-olah tenggorokannya sedang gatal. Nara menyerahkan tanaman bonsai itu kepada Marie. Para pelayan datang untuk menyajikan hidangan makan malam mereka, yaitu sup ikan tuna sirip biru.

Ratu Roseline menajamkan indra penciumannya saat seorang pelayan meletakkan semangkuk sup ikan itu di hadapan Ratu Roseline. Ratu Roseline menarik salah satu ujung bibirnya.

"Marie, bawa tanaman bonsai itu kemari." Ucap Ratu Roseline.

Marie segera membawa tanaman bonsai itu dan meletakkannya di atas meja depan Ratu Roseline. Ratu Roseline mengangkat mangkuk sup itu dan menyiramkan semua isinya ke dalam pot tanaman bonsai. Semua orang dibuat terkejut dan menghentikan kegiatan makan mereka.

"Apa yang kau lakukan, Ratu?" Teriak Raja Alec.

"Yang Mulia Ratu sungguh keterlaluan. Sebenci itukah Ratu kepada Countess Sarah. Itu adalah tanaman yang dipesan khusus oleh Countess Sarah jauh-jauh dari kerajaan Brilian." Sahut Baroness Yolanda.

"Sudahlah tidak perlu berisik. Kita tunggu beberapa saat. Dan setelah itu Yang Mulia Raja dan kalian semua boleh marah dan mengomel sepuas kalian." Ucap Ratu Roseline sambil memutar bola matanya.

Setelah beberapa saat, tampaklah tanaman bonsai itu mulai menguning warnanya dan semakin layu, dan akhirnya mati.

"Apa yang terjadi? Mengapa tanaman itu bisa mati?" Tanya Raja Alec.

"Tentu saja karena tanaman ini menyerap racun, Yang Mulia Raja." Jawab Ratu Roseline.

Raja Alec dan yang lainnya langsung membelalakkan mata mereka.

"Felix!"

"Cepat cari orang telah menaruh racun di makananku." Teriak Ratu Roseline.

"Baik, Yang Mulia." Felix segera pergi untuk mencari pelakunya.

"Marquess Filan, cepat ikuti Felix bersama anak buahmu untuk mencari orang yang ingin berbuat jahat dengan meracuni Ratu." Perintah Raja Alec.

Marquess Filan segera pergi menyusul Felix bersama beberapa pengawal istana untuk mencari orang yang berencana jahat kepad Ratu Roseline.

"Bagaimana Yang Mulia Ratu bisa mengetahui jika di dalam sup itu ada racunnya?" Tanya Baroness Yolanda penasaran.

Raja Alec dan Ibu Suri Helene juga penasaran.

"Karena Tuhan telah memberikan anugerah yang luar biasa kepadaku dengan indra penciuman yang tajam. Aku juga menuruni bakat mendiang Duchess Rosalia, ibuku." Jawab Ratu Roseline sambil menyeringai.

To be continue ...

...***-❤❤❤-***...

Baca juga novel author :

1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku

Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :

✔Klik favorite❤

✔Tinggalkan comment✍

✔Tinggalkan like👍

✔Tinggalkan vote🔖

✔Beri hadiah🎁🌹

Terima kasih🙏🥰

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk

2024-03-13

0

Naturelight

Naturelight

zamrut ap zamrud sih!!?

2023-02-27

2

Aya Vivemyangel

Aya Vivemyangel

PDy si ratu 😂😂😂😂

2023-02-15

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Novel Usang
2 Bab 2. Mengubah Takdir
3 Bab 3. Bertemu Raja Alec
4 Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5 Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6 Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7 Bab 7. Pesona Risoles
8 Bab 8. Rumor
9 Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10 Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11 Bab 11. Baroness Yolanda
12 Bab 12. Sup Ikan Beracun
13 Bab 13. Sate Domba
14 Bab 14. Ratu Terluka
15 Bab 15. Raja Alec Diracun
16 Bab 16. Gunung Goby
17 Bab 17. Obat Penawar
18 Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19 Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20 Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21 Bab 21. Pembunuh Bayaran
22 Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23 Bab 23. Menepati Janji
24 Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25 Bab 25. Pesta Makan Bersama
26 Bab 26. Cemburu
27 Bab 27. Jati Diri Victor
28 Bab 28. Perhatian Raja Alec
29 Bab 29. Rencana Jahat
30 Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31 Bab 31. Rasa Sakit
32 Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33 Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34 Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35 Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36 Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37 Bab 37. Senjata Makan Tuan
38 Bab 38. Barbeque
39 Bab 39. Adu Acting
40 Bab 40. Hukuman
41 Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42 Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43 Bab 43. Obat Manis
44 Bab 44. Tawaran
45 Bab 45. Siapa Kau?
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. Tiga Ular
48 Bab 48. Berubah Haluan
49 Bab 49. Aku Tidak Peduli
50 Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51 Bab 51. Kejujuran
52 Bab 52. Tak Percaya
53 Bab 53. Keluarga
54 Bab 54. Perlakuan Kasar
55 Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56 Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57 Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58 Bab 58. Pergilah!
59 Bab 59. Wanita Bodoh
60 Bab 60. Kemenangan
61 Bab 61. Menghilang
62 Bab 62. Menghilang 2
63 Bab 63. Kabar Bahagia
64 Bab 64. Lamaran
65 Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66 Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67 Bab 67. Sakit Sekali
68 Bab 68. Pengakuan
69 Bab 69. Pengakuan 2
70 Bab 70. Maafkan Aku
71 Bab 71. Tanggung JawabKu
72 Bab 72. Diabaikan
73 Bab 73. Melihatmu Bahagia
74 Bab 74. Bimbang
75 Bab 75. Mengenalimu
76 Bab 77. Aku telah kembali
77 Bab 76. Kembali Ke Istana
78 Bab 78. Pengaduan
79 Bab 79. Simpanan
80 Bab 80. Canduku
81 Bab 81. Janji Suci
82 Bab 81. Gaya Baru
83 Bab 82. Pesta
84 Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85 Bab 84. Sebuah Maha Karya
86 Bab 85. Eksekusi Massal
87 Bab 86. Nigel
88 Bab 87. Pangeran Leon
89 Bab 88. Kembali
90 Bab 89. Back To The Real Life
91 Bab 90. Siapa Dia?
92 Bab 91. Menang Tender
93 Bab 92. Pelelangan
94 Bab 93. Kalung Itu Milikku
95 Bab 94. XS
96 Bab 95. Kencan Kontrak
97 Bab 96. First Date
98 Bab 97. Dandelion
99 Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100 Bab 99. Kekecewaan
101 Bab 100. Katherine Alonzo
102 Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103 Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104 Bab 103. Rencana Jahat
105 Bab 104. You Found Me
106 Bab 105. Aku Tak Sempurna
107 Bab 106. Calon Istriku
108 Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109 Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110 Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111 Bab 110. Salam Perkenalan.
112 Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113 Bab 112. Video Mesum
114 Bab 113. Hukuman Berat
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Novel Usang
2
Bab 2. Mengubah Takdir
3
Bab 3. Bertemu Raja Alec
4
Bab 4. Rasa Yang Telah Berubah
5
Bab 5. Kau Bukanlah Siapa-Siapa
6
Bab 6. Apa Dia Membenciku?
7
Bab 7. Pesona Risoles
8
Bab 8. Rumor
9
Bab 9. Aku Takkan Melepaskannya
10
Bab 10. Hanya Ingin Menjadi Ratu
11
Bab 11. Baroness Yolanda
12
Bab 12. Sup Ikan Beracun
13
Bab 13. Sate Domba
14
Bab 14. Ratu Terluka
15
Bab 15. Raja Alec Diracun
16
Bab 16. Gunung Goby
17
Bab 17. Obat Penawar
18
Bab 18. Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya
19
Bab 19. Pengganti Raja Sementara
20
Bab 20. Kemarahan Baroness Yolanda
21
Bab 21. Pembunuh Bayaran
22
Bab 22. Permohonan Duke Sullivan
23
Bab 23. Menepati Janji
24
Bab 24. Kejadian Tak Terduga
25
Bab 25. Pesta Makan Bersama
26
Bab 26. Cemburu
27
Bab 27. Jati Diri Victor
28
Bab 28. Perhatian Raja Alec
29
Bab 29. Rencana Jahat
30
Bab 30. Aku Akan Menjadi Tamengmu
31
Bab 31. Rasa Sakit
32
Bab 32. Perasaan Yang Mulai Goyah
33
Bab 33. Rumor Yang Belum Mereda
34
Bab 34. Pesona Ratu Roseline
35
Bab 35. Perdebatan Antar Ratu
36
Bab 36. Pesta Ulang Tahun Ibu Suri
37
Bab 37. Senjata Makan Tuan
38
Bab 38. Barbeque
39
Bab 39. Adu Acting
40
Bab 40. Hukuman
41
Bab 41. Mengetahui Sebuah Kenyataan
42
Bab 42. Penyesalan Yang Terlambat
43
Bab 43. Obat Manis
44
Bab 44. Tawaran
45
Bab 45. Siapa Kau?
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. Tiga Ular
48
Bab 48. Berubah Haluan
49
Bab 49. Aku Tidak Peduli
50
Bab 50. Kebusukan Yang Terungkap
51
Bab 51. Kejujuran
52
Bab 52. Tak Percaya
53
Bab 53. Keluarga
54
Bab 54. Perlakuan Kasar
55
Bab 55. Ratu Jatuh Sakit
56
Bab 56. Jamuan Makan Siang Raja Alec
57
Bab 57. Menyingkirkan Penyakit
58
Bab 58. Pergilah!
59
Bab 59. Wanita Bodoh
60
Bab 60. Kemenangan
61
Bab 61. Menghilang
62
Bab 62. Menghilang 2
63
Bab 63. Kabar Bahagia
64
Bab 64. Lamaran
65
Bab 65. Keinginan Ibu Hamil
66
Bab 66. Kedatangan Raja Alec
67
Bab 67. Sakit Sekali
68
Bab 68. Pengakuan
69
Bab 69. Pengakuan 2
70
Bab 70. Maafkan Aku
71
Bab 71. Tanggung JawabKu
72
Bab 72. Diabaikan
73
Bab 73. Melihatmu Bahagia
74
Bab 74. Bimbang
75
Bab 75. Mengenalimu
76
Bab 77. Aku telah kembali
77
Bab 76. Kembali Ke Istana
78
Bab 78. Pengaduan
79
Bab 79. Simpanan
80
Bab 80. Canduku
81
Bab 81. Janji Suci
82
Bab 81. Gaya Baru
83
Bab 82. Pesta
84
Bab 83. Marcello & Micheline Cardania
85
Bab 84. Sebuah Maha Karya
86
Bab 85. Eksekusi Massal
87
Bab 86. Nigel
88
Bab 87. Pangeran Leon
89
Bab 88. Kembali
90
Bab 89. Back To The Real Life
91
Bab 90. Siapa Dia?
92
Bab 91. Menang Tender
93
Bab 92. Pelelangan
94
Bab 93. Kalung Itu Milikku
95
Bab 94. XS
96
Bab 95. Kencan Kontrak
97
Bab 96. First Date
98
Bab 97. Dandelion
99
Bab 98. Kencan Yang Menyenangkan
100
Bab 99. Kekecewaan
101
Bab 100. Katherine Alonzo
102
Bab 101. Seorang Pelunas Hutang
103
Bab 102. Kembali Untuk Menagih Hutang
104
Bab 103. Rencana Jahat
105
Bab 104. You Found Me
106
Bab 105. Aku Tak Sempurna
107
Bab 106. Calon Istriku
108
Bab 107. Kebenaran Yang Dirahasiakan
109
Bab 108. Romeo Gabriel Quinn
110
Bab 109. Darah Keluarga Quinn
111
Bab 110. Salam Perkenalan.
112
Bab 111. Pembalasan Kecil Untuk O'bero
113
Bab 112. Video Mesum
114
Bab 113. Hukuman Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!