Countess Sarah dan Baroness Yolanda sudah tiba di ruang makan lebih dulu. Countess Sarah mengenakan gaun berwarna merah jambu dengan polesan wajahnya sedikit tebal dan rambutnya digelung ke atas lalu diberi hiasan rambut bermotif kupu-kupu. Countess Sarah ingin tampil cantik dan sempurna untuk menarik perhatian Raja Alec.
Ibu Suri Helene tiba di ruang makan, saat keduanya sedang asyik bercengkrama.
"Lancang sekali kau duduk di situ!" Hardik Ibu Suri Helene.
Countess Sarah dan Baroness Yolanda tersentak. Keduanya segera berdiri dan memberi hormat.
"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri." Ucap Countess Sarah dengan lembut.
"Hormat hamba, Kakak Ipar." Ucap Baroness Yolanda sambil tersenyum.
Ibu Suri Helene melangkahkan kakinya menuju meja makan. Ibu Suri Helene sangat marah, dia tidak terima Countess Sarah duduk di sebelah kursi Raja. Kursi itu hanya boleh ditempati oleh istri raja.
"Countess Sarah. Jangan hanya karena kau diundang ke jamuan makan malam bersama keluarga istana, kau bisa bertindak seenaknya. Kau harus tahu di mana kedudukan dan posisimu. Tempat duduk itu, bukanlah tempatmu. Tempat itu hanya boleh ditempati oleh istri Yang Mulia Raja. Apa Baroness Yolanda tidak memberitahumu?" Cerca Ibu Suri Helene.
"M-maafkan hamba, Yang Mulia." Ucap Countess Sarah sambil menunduk dan menggigit bibir bawahnya.
"Kakak. Mengapa kakak bersikap seperti itu kepada calon menantumu sendiri?" Tanya Baroness Yolanda.
"Jangan asal bicara Yolanda. Menantuku hanya satu, yaitu Ratu Roselind. Kau jangan percaya pada rumor itu, Yolanda. Yang Mulia Raja sudah mengatakan jika itu semua hanyalah rumor belaka. Jika Countess Sarah tidak menguasai tata krama di lingkungan istana, sebaiknya Countess Sarah makan malam saja di paviliun tamu." Ujar Ibu Suri Helene sambil berusaha menahan emosinya.
"Tapi Yang Mulia Raja tidak mungkin mengijinkan seorang wanita yang bukan anggota kerajaan tinggal cukup lama di istana, jika Yang Mulia Raja tidak menaruh perhatian lebih padanya, Kakak." Cerocos Baroness Yolanda.
Baroness Yolanda melihat kedatangan Raja Alec, dan seketika raut wajahnya berubah sedih.
"Kakak. Aku mohon jangan terlalu kasar kepada Countess Sarah. Bagaimanapun juga Countess Sarah sangat berjasa karena telah menyelamatkan hidup Yang Mulia Raja. Countess Sarah itu wanita yang baik dan ramah. Ijinkanlah dia ikut makan malam bersama kita." Ucap Baroness Yolanda dengan nada memelas.
"Ada apa ini?" Terdengar suara berat Raja Alec.
"Hormat hamba, Yang Mulia Raja." Ucap Countess Sarah dan Baroness Yolanda sambil sedikit membungkuk untuk memberi hormat.
"Katakan. Apa yang terjadi di sini?" Tanya Raja Alec lagi.
"Mohon maaf Yang Mulia, semua karena kesalahan hamba. Hamba yang salah karena tidak tahu di mana posisi hamba." Jawab Countess Sarah.
"Itu tidak benar. Countess Sarah hanya duduk di kursi yang berada di sebelah kursi Yang Mulia Raja dan Ibu Suri Helene langsung marah padanya. Ibu Suri juga melarangnya ikut makan malam bersama kita. Aku mohon berikan keadilan untuk Countess Sarah, Yang Mulia." Ucap Baroness Yolanda.
"Huft... Dasar ratu drama." Batin Ibu Suri Helene kesal sambil memutar bola matanya.
"Apa benar yang dikatakan oleh Baroness Yolanda, Ibu?" Tanya Raja Alec.
"Benar. Tidak seharusnya dia menempati kursi yang hanya boleh ditempati oleh istri Yang Mulia Raja, yaitu Ratu. Ibu hanya ingin menunjukkan bagaimana tata krama yang ada di istana ini." Jawab Ibu Suri Helene. "Apa Ibu salah?"
Raja Alec menghela napas panjang, lalu duduk di kursinya. Sedangkan Marquess Filan duduk agak jauh darinya.
"Ibu tidak salah. Tapi Countess Sarah akan tetap makan malam bersama kita, sebagai ungkapan terima kasihku kepadanya karena telah menyelamatkanku. Aku harap Ibu tidak keberatan." Ucap Raja Alec.
"Baiklah. Asal dia tahu di mana posisinya." Sahut Ibu Suri Helene sambil duduk di tempatnya.
"Terima kasih, Ibu. Countess Sarah silakan duduk di tempatmu yang seharusnya." Ujar Raja Alec dengan wajah datarnya.
"Baik Yang Mulia. Terima kasih banyak." Ucap Countess Sarah.
Countess Sarah sangat bahagia karena Yang Mulia mengijinkannya ikut makan malam bersama.
"Yang Mulia Raja, bukankah malam ini Countess Sarah terlihat sangat cantik dan anggun?" Baroness Yolanda memecah keheningan.
Raja Alec menatap ke arah Countess Sarah.
"Ya." Jawab Raja Alec singkat.
Wajah Countess Sarah langsung merona dengan hati berbunga-bunga. Tak lama kemudian, Ratu Roseline tiba di ruang makan. Semua mata langsung tertuju padanya, terutama pada model gaun warna zamrut yang dikenakannya malam ini. Raja Alec dibuatnya takjub dengan penampilan Ratu Roseline pada malam ini.
"Hormat hamba, Yang Mulia Raja."
"Hormat hamba, Yang Mulia Ibu Suri."
Raja Alec tidak menjawab karena lidahnya terasa kelu karena pesona Ratu Roseline.
"Seline, kau terlihat luar biasa malam ini." Puji Ibu Suri Helene.
"Terima kasih, Ibu. Tapi tetap tidak bisa mengalahkan keanggunanmu Ibu." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.
"Yang Mulia Ibu Suri benar, Yang Mulia Ratu terlihat
sangat cantik dan mempesona malam ini." Puji Marquess Filan sambil tersenyum.
Namun senyuman Marquess Filan langsung menguap saat menyadari tatapan tajam Raja Alec padanya yang seolah ingin menelannya hidup-hidup.
"Ekhm!" Baroness Yolanda berdehem.
Ratu Roseline dan Ibu Suri Helene menoleh ke arah Baroness Yolanda. Baroness Yolanda kesal karena dia merasa diabaikan.
"Apa seperti itu sikap seorang ratu saat bertemu dengan kerabat jauh Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu? Apa Yang Mulia Ratu masih belum menguasai tata krama di istana?" Tanya Baroness Yolanda menyindir.
Ratu Roseline menyunggingkan bibirnya.
"Mohon maaf Yang Mulia Raja, hamba ingin bertanya. Memangnya sejak kapan seorang ratu harus membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada orang yang statusnya lebih rendah dari ratu? Apakah ada tata krama seperti itu di istana?" Tanya Ratu Roseline sambil menatap wajah Raja Alec.
Raja Alec menahan napasnya saat mendapat tatapan dari mata indah itu.
"Ratu hanya boleh membungkuk dan memberi hormat kepada Raja dan kedua orang tua Raja. Siapapun yang tidak memberi hormat kepada Ratu sama halnya dia tidak menghormati posisiku sebagai Raja." Jawab Raja Alec dingin.
Countess Sarah dan Baroness Yolanda langsung berdiri dan memberi hormat.
"Hormat hamba, Yang Mulia Ratu." Ucap Countess Sarah dan Baroness Yolanda bersamaan.
"Hormat kalian, aku terima."Jawab Ratu Roseline dengan angkuhnya.
Countess Sarah dan Baroness Yolanda segera mengangkat kepala mereka dan duduk kembali di kursi mereka. Baroness Yolanda menahan marah di dalam hatinya karena Ratu Roseline telah berani mempermalukannya di hadapan Raja Alec dan Ibu Suri Helene.
"Ayo, duduklah Seline. Sebentar lagi pelayan akan mengantarkan hidangan makan malam kita." Ucap Ibu Suri Helene.
Ratu Roseline segera duduk di seberang Ibu Suri Helene.
"Mengapa kau duduk di situ? Tempatmu seharusnya di sebelah Yang Mulia Raja?" Tanya Ibu Suri Helene.
"Maaf Ibu, bukannya Seline tidak menguasai tata krama dan aturan istana. Tapi Seline tidak suka menempati bekas orang lain, itu kurang baik untuk kesehatan. Karena kita tidak tahu orang lain itu membawa penyakit atau tidak." Jawab Ratu Roseline sambil tersenyum.
Countess Sarah menunduk dengan mengeraskan rahangnya, serta tangannya meremas gaunnya karena mendapat sindiran seperti itu dari Ratu Roseline.
"Yang Mulia Ratu terlihat berbeda dari wanita bangsawan pada umunya. Gaun Yang Mulia juga terlihat sedikit aneh. Apalagi warna hijaunya yang kontras dengan warna kulit dan warna bibir Yang Mulia yang merah menyala." Ucap Baroness Yolanda.
"Ini disebut perkembangan mode Baroness Yolanda. Kita hidup itu harus dengan pola pikir maju, bukan mundur apalagi berhenti di tempat. Dan tentu saja aku sengaja menggunakan pewarna bibir berwarna merah. Jika aku menggunakan warna hijau, aku khawatir ular sanca hijau akan merasa tersaingi oleh kecantikanku." Jawab Ratu Roseline.
"Aku ingin bertanya, apakah Baroness Yolanda sangat suka makan cabai? Karena aku perhatikan sejak tadi, setiap ucapan yang keluar dari mulut Baroness Yolanda terasa sangatlah pedas." Lanjutnya sambil menyeringai.
Ibu Suri Helene dan Marquess Filan berusaha menahan tawa mereka mendengar ucapan Ratu Roseline. Hati Baroness Yolanda terasa sangat panas mendengar hinaan Ratu Roseline.
"Ucapan hamba memang seperti Yang Mulia Ratu, mungkin karena hamba terlalu sering menghabiskan waktu bersama rakyat biasa. Hamba mohon maaf jika ucapan hamba menyinggung perasaan Yang Mulia Ratu." Ucap Baroness Yolanda sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda permohonan maaf.
"Santai saja, Baroness Yolanda." Ujar Ratu Roseline.
Nara datang dengan membawa sebuah tanaman kecil yang diletakkan di dalam pot.
"Yang Mulia Ratu. Hamba ingin meminta maaf atas sikap hamba dan pelayan hamba yang membuat Ratu tidak senang sebelumnya. Sebagai ungkapan permintaan maaf, hamba ingin memberikan tanaman yang dikirimkan khusus dari kerajaan Brilian kepada Yang Mulia. Ini adalah tanaman yang sangat langka di kerajaan ini. Hamba harap Yang Mulia Ratu bersedia menerimanya." Ucap Countess Sarah dengan sopan.
"Wah, kau baik sekali Countess Sarah. Kau sampai memesankan tanaman langka itu jauh-jauh dari kerajaan Brilian untuk meminta maaf kepada Ratu. Hatimu sungguh mulia." Puji Baroness Yolanda.
Countess Sarah tersenyum malu.
"Baiklah, aku akan menerima tanaman bonsai ini." Jawab Ratu Roseline.
"Tanaman bonsai?" Tanya Raja Alec dan semua yang berada di sana.
"Ya, tanaman kerdil seperti ini disebut tamanan bonsai. Apa kalian tidak tahu?" Sahut Ratu Roseline.
Semuanya menggelengkan kepala. Ratu Roseline membuang napasnya kasar.
"Tanaman bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan atau tanaman yang sengaja dibiarkan tetap kecil dan tidak dibiarkan tumbuh besar. Tanaman ini diletakkan di dalam pot agar terlihat lebih indah." Ucap Ratu Roseline.
"Dari mana Ratu tahu tentang tanaman ini?" Tanya Raja Alec penasaran.
"Tentu saja dari membaca. Percuma istana kerajaan Cardania memiliki perpustakaan yang sangat besar dengan buku yang bertumpuk-tumpuk tapi tidak pernah dibaca." Jawab Ratu Roseline ketus.
Raja Alec langsung mendehem, seolah-olah tenggorokannya sedang gatal. Nara menyerahkan tanaman bonsai itu kepada Marie. Para pelayan datang untuk menyajikan hidangan makan malam mereka, yaitu sup ikan tuna sirip biru.
Ratu Roseline menajamkan indra penciumannya saat seorang pelayan meletakkan semangkuk sup ikan itu di hadapan Ratu Roseline. Ratu Roseline menarik salah satu ujung bibirnya.
"Marie, bawa tanaman bonsai itu kemari." Ucap Ratu Roseline.
Marie segera membawa tanaman bonsai itu dan meletakkannya di atas meja depan Ratu Roseline. Ratu Roseline mengangkat mangkuk sup itu dan menyiramkan semua isinya ke dalam pot tanaman bonsai. Semua orang dibuat terkejut dan menghentikan kegiatan makan mereka.
"Apa yang kau lakukan, Ratu?" Teriak Raja Alec.
"Yang Mulia Ratu sungguh keterlaluan. Sebenci itukah Ratu kepada Countess Sarah. Itu adalah tanaman yang dipesan khusus oleh Countess Sarah jauh-jauh dari kerajaan Brilian." Sahut Baroness Yolanda.
"Sudahlah tidak perlu berisik. Kita tunggu beberapa saat. Dan setelah itu Yang Mulia Raja dan kalian semua boleh marah dan mengomel sepuas kalian." Ucap Ratu Roseline sambil memutar bola matanya.
Setelah beberapa saat, tampaklah tanaman bonsai itu mulai menguning warnanya dan semakin layu, dan akhirnya mati.
"Apa yang terjadi? Mengapa tanaman itu bisa mati?" Tanya Raja Alec.
"Tentu saja karena tanaman ini menyerap racun, Yang Mulia Raja." Jawab Ratu Roseline.
Raja Alec dan yang lainnya langsung membelalakkan mata mereka.
"Felix!"
"Cepat cari orang telah menaruh racun di makananku." Teriak Ratu Roseline.
"Baik, Yang Mulia." Felix segera pergi untuk mencari pelakunya.
"Marquess Filan, cepat ikuti Felix bersama anak buahmu untuk mencari orang yang ingin berbuat jahat dengan meracuni Ratu." Perintah Raja Alec.
Marquess Filan segera pergi menyusul Felix bersama beberapa pengawal istana untuk mencari orang yang berencana jahat kepad Ratu Roseline.
"Bagaimana Yang Mulia Ratu bisa mengetahui jika di dalam sup itu ada racunnya?" Tanya Baroness Yolanda penasaran.
Raja Alec dan Ibu Suri Helene juga penasaran.
"Karena Tuhan telah memberikan anugerah yang luar biasa kepadaku dengan indra penciuman yang tajam. Aku juga menuruni bakat mendiang Duchess Rosalia, ibuku." Jawab Ratu Roseline sambil menyeringai.
To be continue ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-03-13
0
Naturelight
zamrut ap zamrud sih!!?
2023-02-27
2
Aya Vivemyangel
PDy si ratu 😂😂😂😂
2023-02-15
3