20. Undangan Pernikahan (LB)

Cklek …. Suara pintu kamar mandi terbuka membuat jantung Cara semakin maraton di dalam sana. Gadis itu masih merasa begitu malu dengan kejadian tadi. Sedangkan Geo yang baru saja keluar mengernyit bingung saat melihat tubuh Cara tidak terlihat. Laki-laki datar itu hanya melihat sesuatu yang menggunung di balik selimut, dia tebak itu pasti Cara.

Geo terkekeh kecil saat menebak gadisnya itu pasti masih merasa malu dengan kejadian tadi. Geo mendekat dengan senyum nakalnya, entahlah … mengerjai Cara sudah menjadi salah satu hal menyenangkan baginya saat ini. Geo duduk perlahan di tepian ranjang, Cara yang merasakan pergerakan di dekatnya sudah menelan salivanya kasar. "Sayang," panggil Geo.

Geo menarik perlahan selimut itu, tetapi sepertinya Cara menahannya dari dalam. "Jangan ditutup seperti ini. Nanti kamu sesak napas, bukalah," ucap Geo.

Perlahan Cara mulai membuka selimut itu, tetapi gadis itu hanya membuka bagian atas saja. Cara mengintip dari balik selimut, hal itu membuat Geo terkekeh gemas. "Kenapa? Mau dilanjutkan?" goda Geo.

Cara kembali menutup wajahnya saat mendengar kalimat Geo, hal itu kembali mampu membuat Geo tertawa. "Jangan ditutup Sayang." Geo menarik selimut itu kembali.

Cara melotot saat menyadari kalau kekasih tampannya itu belum memakai baju. Jujur saja gadis itu sudah biasa melihat Geo bertelanjang dada, bahkan tidak jarang Cara menggerayangi tubuh kekasihnya itu. Sebab Cara begitu menyukai delapan kotak roti sobek di perut Geo itu. Namun, kali ini situasinya berbeda, Cara masih merasa malu dengan kejadian tadi. Jadi saat melihat tubuh kekar Geo tampa balutan baju membuatnya semakin merasa malu.

"Kenapa Kak Ge belum memakai baju?" cicit Cara.

Geo menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Bukankah aku memang selalu seperti ini?" tanya Geo.

"Iya, tapi sekarang situasinya kan berbeda," sahut Cara.

"Kenapa memangnya?" Geo menyahut sengaja memancing Cara.

"Kak Geo ih," kesal Cara.

Geo terkekeh. "Apa Sayang?" Geo mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Cara. "Kenapa ini merah? Kamu pakai blush on?" ledek Geo.

"Jangan meledekku Kak," kesal Cara.

Geo tertawa sambil mengangkat tubuh Cara dan membawa gadis itu ke atas pangkuannya, posisi yang begitu disukai oleh sepasang kekasih itu. "Ayo kita lanjutkan yang tadi." Geo tersenyum nakal ke arah Cara yang kembali memerah.

Cara memeluk tubuh polos Geo. "Jangan diingat Kak," gumam Cara.

"Bukankah kamu yang masih mengingatnya? Sampai bersembunyi di balik selimut," ledek Geo lagi.

"Kak Ge ingin aku gigit lagi?" kesal Cara.

"Boleh, kalau kamu ingin melanjutkan yang tadi," goda Geo. Cara mencubit perut keras milik Geo membuat Geo tertawa geli.

"Aku bahkan sudah begitu tidak sabar menunggu pesta kita Sayang, aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Aku sengsara." Suara serak Geo membuat Cara terpaku. Geo memeluk tubuh Cara erat, laki-laki itu merebahkan kepalanya di dada Cara.

Cara mengusap punggung polos kekasihnya sambil mengecup lembut kening Geo. "Hanya satu minggu lagi Kak, undangannya kan sudah siap dan tinggal diedarkan," ucap Cara.

"Tapi satu minggu itu lama Sayang," balas Cara.

Cara terkekeh, gadis itu menarik wajah Geo dari dadanya kemudian mengecup gemas bibir laki-laki tampan itu. 'Kamu sukses menaklukan jiwa iblisku, Cara.' Geo membatin sambil menatap Cara hangat.

"Ayo pakai baju, Kakak sudah berjanji akan kembali ke bawah," ujar Cara.

Geo melirik jam dinding di dalam kamarnya. "Tapi ini sudah gelap Sayang," tutur Geo.

Cara menunduk kecewa mendengar kalimat Geo, sedangkan Geo yang melihat itu terkejut dan merasa bersalah. "Aku pakai baju dulu, tunggulah." Geo mengecup bibir Cara sebelum meletakkan gadis itu di atas ranjang.

Cara tersenyum senang. "Yes!" teriak Cara senang. 'Meski masih di kawasan mansion, tetapi aku tetap senang. Serasa adegan piknik romantis, hihi.' Cara membatin sambil terkekeh kecil.

...*****...

Torih berjalan dengan keadaan berantakan. Laki-laki paruh baya itu begitu frustasi karena kondisi Gerisam Group yang kembali anjlok. Torih menatap sekeliling rumah yang terasa begitu sepi. 'Ke mana mereka?' batin Torih.

Kring … kring … kring …

Suara telepon rumah mengalihkan perhatian Torih. Dengan langkah malas laki-laki paruh baya itu berjalan menuju benda berisik itu. "Halo," sapa Torih.

"Mas," sahut seorang wanita di seberang telepon.

Torih mengernyit bingung. "Sasa?" tanya Torih memastikan.

"Iya, ini aku. Aku sedang di rumah sakit, Jesy tadi pingsan. Sekarang dia harus dirawat di sini, setidaknya satu hari," papar Sasa.

Torih terdiam, sedikit rasa bersalah menyelinap ke dalam hatinya. "Rumah sakit mana?" tanya Torih.

"Rumah sakit Kesehatan Utama, kamu bisa ke sini Mas? Tolong bawakan aku baju ganti," ucap Sasdia.

"Baiklah," sahut Torih. Setelahnya laki-laki itu mematikan sambungan telepon begitu saja.

Torih menatap sekeliling ruangan tamu itu, begitu berantakan. Kekacauan yang ditinggalkannya tadi pagi masih begitu lengkap di sana. Mereka memang sudah tidak memiliki pembantu tepat saat Gerisam Group menurun sekitar tiga bulan yang lalu.

Bruk …. Torih menghempaskan tubuhnya ke atas sofa sambil menghela napas panjang. 'Kenapa jadi begini? Anak sialan itu benar-benar membuat semuanya hancur,' batin Torih frustasi.

...*****...

Cara mendorong kasar pintu ruangan Geo membuat tiga orang di sana terkejut, di sana ternyata sedang ada Alex dan juga Farel. Tiga laki-laki itu menoleh ke arah Cara, sedangkan Cara berjalan santai tanpa menghiraukan tatapan tiga laki-laki itu. Cara mendekat dan memilih duduk di antara Alex dan Farel sehingga membuat mereka kembali terkejut. Alex dan Farel melirik kaku ke arah Geo yang sudah menatap tajam ke arah mereka.

Glek …. Alex dan Farel menelan salivanya kasar. "Ra," panggil Alex.

Cara menoleh dan menatap Alex bertanya. "Apa?" tanya Cara santai.

"Kamu tidak sedang menginginkan ada aksi pembantaian bukan?" ujar Alex.

Cara mengernyit tidak mengerti. "Maksud Kakak?" tanya Cara bingung.

Alex menghela napas dalam. "Tolong lihatlah tatapan pemilik ruangan ini," tutur Alex.

Cara mengernyit, tetapi setelah itu dia menoleh ke arah Geo yang sudah menatapnya tajam. Namun, bukannya takut Cara malah menghiraukannya terlihat begitu cuek. Hal itu membuat Alex dan Farel saling pandangan, kemudian dua laki-laki itu melirik Geo yang terlihat mengernyit. Sepertinya laki-laki datar itu sama bingungnya dengan tingkah Cara saat ini. "Ekhm … kamu ingin Geo mengamuk kepada kami?" ringis Alex.

"Atau mungkin nanti akan ada pembantaian sadis di markas," papar Farel datar. Juan mengangguk, sedangkan Cara sempat terkejut. Cara kembali melirik Geo yang masih diam di kursi kekuasaannya sambil menatap dingin ke arah mereka.

Cara membalas tatapan Geo dengan tatapan malas, setelahnya gadis itu berdiri dan kembali keluar dari ruangan itu. Alex dan Farel menganga melihat itu, setelahnya mereka menatap Geo yang begitu terlihat bingung. "Kau apakan Nyonya Vetro sampai dia seperti itu Tuan Vetro?" tanya Juan.

Geo berdiri dari duduknya kemudian bergerak cepat bermaksud menyusul Cara. Alex mendengus malas melihat laki-laki datar itu pergi tanpa menjawab pertanyaanya.

.

.

.

Cara berjalan kesal. "Ck … tidak peka sekali si datar itu," kesal Cara.

Cara terkejut saat seseorang menarik tangannya, gadis itu menoleh dan terkejut melihat keberadaan Geo. Setelahnya Cara menatap Geo malas. "Kenapa?" tanya Geo.

Cara menatap Geo dengan wajah kesal. "Apa yang kenapa?" ketus Cara.

Geo semakin mengernyit, tidak biasanya Cara seperti itu. "Kamu yang kenapa Sayang?" tutur Geo lembut.

"Aku tidak kenapa-kenapa Tuan Vetro," tekan Cara malas.

"Kenapa Sayang?" Geo kembali bertanya.

"Aku ingin pergi, malas di sini. Panas!" Cara menjawab sambil menatap sinis ke arah Geo.

Geo menatap kepergian Cara dengan sejuta kebingungan di dalam benaknya. Sedangkan Cara sudah menggerutu kesal disela langkahnya. "Kenapa?" gerutu Cara meledek ucapan Geo.

"Mentang-mentang tampan, dia … akhh." Kalimat Cara terpotong karena tiba-tiba gadis itu berteriak. Cara menatap kesal Geo yang dengan tiba-tiba menggendong dirinya ala bridal style. Sedangkan Geo tetap berjalan sambil menatap lurus ke depan dengan wajah datarnya seperti biasa.

"Aku mau turun," ucap Cara. Namun, ucapannya tidak dihiraukan oleh Geo membuat gadis itu semakin kesal.

"Kak, aku mau turun," kesal Cara.

"Ingin aku cium di sini Baby?" bisik Geo. Cara melotot, yang benar saja. Mereka sedang berjalan di koridor kantor yang begitu ramai, jika Geo benar-benar melakukan itu … jelas saja akan begitu memalukan.

Cara dengan cepat menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, hal itu membuat Geo terkekeh kecil. Geo membawa tubuh Cara ke lobi perusahaan. Sepanjang perjalanan itu jelas saja mereka menjadi pusat perhatian. "Tuan." Beberapa orang pengawal menunduk hormat kepada Geo.

Geo meletakkan tubuh Cara ke dalam mobil. Setelahnya laki-laki itu melajukan mobil dan membawa Cara pergi. Sedangkan Cara hanya diam tanpa berniat untuk bersuara. Jujur saja Geo merasa begitu aneh, sebab biasanya kekasihnya itu sangatlah cerewet. Tidak seperti sekarang yang hanya diam, hal itu membuat hati Geo tidak tenang. "Sayang," panggil Geo begitu lembut.

Cara masih diam, gadis itu memiringkan wajahnya melihat jalanan kota. Geo menghela napas berat, dia bingung harus bagaimana menghadapi sikap Cara yang sepertinya sedang merajuk. Laki-laki itu bingung, hal apa yang membuat gadisnya itu terlihat begitu marah kepadanya. "Sayang, berbicaralah. Aku bingung kenapa kamu seperti ini," ucap Geo lagi.

"Kak Re bawa saja mobilnya," sahut Cara.

Geo kembali menghela napas. "Baiklah, tapi kamu ingin ke mana sekarang?" tanya Geo.

Cara menatap Geo dengan pandangan tajam. "Bukankah Kak Ge yang tiba-tiba mengajakku?" kesal Cara.

Geo meringis melihat wajah marah kekasihnya. 'Aku tidak menyangka, diumurku yang sudah menginjak angka 25 tahun. Ini adalah kali pertama aku merasa ngeri melihat kemarahan seseorang,' batin Geo.

...*****...

Geo yang baru saja berniat membukakan pintu untuk Cara terhenti saat melihat Cara sudah lebih dulu berada di luar. Gadis itu berjalan mendahuluinya membuat Geo mengejar langkah kecil gadis itu. "Hei," panggil Geo.

Cara mendongak dengan mata menyipit. Geo kembali meringis. 'Aku tidak menyangka kalau marahnya begitu menakutkan,' batin Geo.

Cara berniat menutup pintu kamarnya tetapi segera ditahan oleh Geo. Gadis itu mendengus malas dan berlalu begitu saja, Geo masuk dan mengikuti langkah kaki Cara ke arah ranjang. Laki-laki itu menatap wajah Cara intens. "Ayo katakan Sayang, ada apa?" ucap Geo lembut. Laki-laki itu mengusap lembut pipi Cara yang sedang menggembung kesal.

"Dia siapa?" Cara menatap tajam Reo.

"Dia? Dia siapa Sayang?" tanya Geo bingung.

"Ish … tidak usah pura-pura lupa." Cara menatap Geo dengan mata menyipit.

'Astaga, aku yakin kalau dia benar-benar jodohku. Marahnya mengerikan,' batin Geo meringis. "Aku benar-benar tidak mengerti Sayang," sahut Geo.

"Tadi bertemu dengan siapa?" tanya Cara memperjelas.

Geo terdiam, beberapa detik kemudian laki-laki itu tersenyum geli. 'Apa dia melihat aku bertemu dengan Maya?' batin Geo.

"Ternyata Nyonya Vetro ini sedang cemburu rupanya," ledek Geo.

Cara menatap kesal ke arah Geo. "Jadi siapa Tuan Vetro?" tekan Cara kesal.

Geo tertawa. "Namanya Maya, Sayang. Dia itu wakil CEO QR Group, salah satu rekan bisnis kita. Tadi aku tidak bertemu berdua saja, pasti kamu melihat kami saat Tuan David meminta izin untuk menelepon," jelas Geo.

Cara memicingkan matanya, gadis itu tahu kalau Geo tidak berbohong. "Tapi dia suka Kak Ge," sinis Cara.

"Bukan aku yang suka dia kan Sayang?" Geo mencubit pipi Cara gemas.

"Tetap saja aku tidak suka, jelas sekali dari tatapannya dia mencoba mencari perhatian Kakak," ujar Cara kesal.

Geo tertawa, laki-laki itu menarik tubuh Cara kemudian memeluknya erat. "Tapi aku tidak tertarik kepadanya, bukan kah itu yang lebih penting? Ingat, satu minggu lagi kita akan menikah Sayang, dan aku juga memberi dia undangan pernikahan kita." Geo mengecup gemas seluruh wajah Cara.

Cara mengerucutkan bibirnya kesal. "Marahnya Nyonya Vetro ternyata mengerikan juga ya. Ternyata karena cemburu." Geo tersenyum nakal ke arah Cara.

Cara memukul dada bidang Geo merasa malu, Geo terkekeh. "Aku sempat takut loh tadi," ujar Geo lagi.

"Aku takut Kak Ge selingkuh, wanita tadi cantik dan …."

Cup …. Kalimat Cara terpotong sebab Geo mencium bibir gadis itu. "Tidak ada yang secantik kamu Baby," bisik Geo. Setelahnya Geo kembali mencium bibir Cara dan sedikit me***at nya lembut.

...*****...

Torih, Sasdia dan Jesy menatap tajam seorang gadis yang sedang duduk santai di sebuah kursi ruang tunggu rumah sakit. Mereka bergerak cepat menuju gadis itu. "Wah … siapa ini?" ujar Jesy sinis.

Cara mendongak dan sedikit terkejut saat melihat keberadaan Torih, Sasdia dan Jesy. Gadis itu berdiri dan tersenyum miring saat melihat muka pucat milik Jesy. "Kamu begitu pucat, sedang sakit kah? Apa karena pelajaran yang dimaksud Tuan Gerisam kemarin? Anda yang membuat putri tercinta Anda ini masuk rumah sakit Tuan?" ejek Cara.

"Diam kau!" bentak Sasdia.

"Wuih … santai Nyonya Gerisam." Cara tersenyum sinis ke arah Sasdia.

"Kau sendiri sedang apa di sini? Apa jangan-jangan kau sedang memeriksakan kandungan? Siapa bapaknya, maksudku … ada berapa bapaknya?" Jesy tersenyum licik.

"Benarkah begitu? Aku benar-benar malu memiliki anak murahan sepertimu," desis Torih.

Sedangkan Cara hanya diam sambil menatap mereka datar. "Terserahku ingin melakukan apa di sini, lebih baik kalian pulang. Bukankah perusahaan Anda sedang berada di penghujung umurnya? Perlukan aku bantu kau Tuan Gerisam? Maksudku … membantu meruntuhkannya." Cara tersenyum miring ke arah Torih yang sudah mengepalkan tangannya marah.

Laki-laki itu bersiap menampar Cara, tetapi niatnya itu kembali terhalang karena tangan kekar seseorang sudah lebih dulu menahannya. Torih terperanjat saat melihat tatapan tajam dari seorang laki-laki yang begitu dikenalnya. "Tu-tuan Vetro," gumam Torih terkejut.

Geo menatap tajam Torih, tatapan itu mampu membuat laki-laki paruh baya itu bergetar takut. Sedangkan Jesy sudah menganga di tempatnya menatap wajah tampan Geo tanpa berkedip. "Maaf Tuan Vetro, gadis ini adalah gadis tidak benar. Dia sudah menggoda banyak laki-laki. Menurut saya dia tidak pantas menduduki posisi direktur utama di VT Group," ucap Torih gugup.

"Siapa kau berani mengatur perusahaanku."

Glek …. Suara rendah Geo mampu membuat Torih menelan ludahnya kasar. Tatapan mata Geo saja seakan sedang mengulitinya hidup-hidup. Cara yang melihat wajah takut Torih tersenyum miring. "Nyalimu besar juga mencoba menyakiti gadisku," sambung Geo dingin.

Deg …. Torih melotot. "Gadismu?" Torih bergumam sambil menatap Cara yang sedang tersenyum sinis. Sasdia dan Jesy ikut terkejut.

Cara mengulurkan sebuah undangan yang begitu terlihat mewah dan elegan sambil tersenyum miring. Torih menatap undangan itu dan mengambilnya ragu. Mata Torih melotot seakan ingin keluar dari porosnya, tangan laki-laki itu bergetar sambil menatap Cara yang sudah tersenyum mengejek. "Me-menikah? Satu minggu lagi?" gumam Torih tidak percaya.

"Aku harap kalian datang dihari bahagia kami nanti, keluargaku." Cara menekan kata keluargaku di dalam kalimatnya sambil tersenyum licik.

"Kalian … jika bukan karena permintaan gadisku. Kalian sudah lama pensiun dari bumi ini." Glek ….

Terpopuler

Comments

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

apa mayat😱🤔

2024-02-21

0

TNS Slayer

TNS Slayer

mirip sekali dengan kriteriaku😀🤪🤪

2023-08-30

0

Eni Sulastri

Eni Sulastri

sudah habiskah masa kontraknya makanya pensiun 🤣🤣🤣🤣

2022-07-23

3

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!