9. Suka (LB)

"Bangsat! Siapa yang berani meneror ku seperti ini," murka Torih.

"Datang lagi? Hasil pencarian orang suruhan Mas itu bagaimana?" tanya Sasdia.

"Tidak ada hasil, katanya data pengirim tanpa cela. Benar-benar rapi dan sulit untuk dilacak, mereka menduga pelakunya orang berpengaruh," tutur Torih fruatasi.

"Padahal ini sudah hampir dua minggu Mas, paket misterius ini selalu datang," ujar Sasdia.

"Dia tahu semuanya, bahkan sampai titik koma korupsiku," panik Torih.

"Siapa kira-kira Mas? Apakah Mas akhir-akhir ini punya masalah dengan seseorang?" tanya Sasdia.

Torih terdiam, laki-laki paruh baya itu nampak berpikir siapa si pelaku. "Aku tidak merasa memiliki masalah dengan orang penting, dengan para bawahan mungkin iya. Tapi … aku yakin mereka tidak akan mampu melakukan ini," papar Torih.

"Terus siapa? Kalau sampai kasus ini bocor, bisa bahaya Mas," ucap Sasdia panik.

"Kau diamlah! Aku pusing." Torih pergi begitu saja dengan wajah frustasinya.

...*****...

Cara menatap sosok laki-laki yang sedang duduk tegap di ruangan makan, terlihat laki-laki itu sedang fokus dengan ponselnya. Cara menarik napas dalam mencoba menghilangkan rasa gugupnya setelah kejadian di ruangan gym tadi. "Selamat pagi Kak!" sapa Cara mencoba terlihat biasa saja.

Geo mendongak dan mendapati Cara sedang tersenyum kepadanya, laki-laki itu menatap wajah Cara intens sehingga membuat kegugupan yang sedang ditutupi Cara semakin meronta ingin keluar. 'Ya ampun, tidak bisakah dia tidak membuat aku gugup?' batin Cara.

"Duduklah," ucap Geo menyadarkan Cara.

"Ah … iya." Cara duduk dengan gerakan sedikit kaku.

"Kakak ingin makan apa?" tanya Cara. Sudah hampir setiap pagi atau pun malam, gadis itu akan mengucapkan hal itu. Sebab Cara melayani Geo seakan seorang suami, Geo pun tidak menolak bahkan sampai saat ini. Laki-laki itu malah sudah terbiasa dengan kehadiran Cara, kesepian di dalam dirinya perlahan mulai memudar.

"Seperti kemarin," sahut Geo.

"Baiklah," balas Cara.

.

.

.

"Cara," panggil Geo. Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan sarapan pagi.

"Iya Kak," sahut Cara.

"Ikut aku," tutur Geo.

Cara mengernyit bingung. "Ke mana Kak?" tanya Cara bingung.

"Pertemuan dengan perwakilan Jaya Company," papar Geo.

"Denganku? Bukankah biasanya Kak Ge dengan Kak Farel?" bingung Cara.

"Farel ada urusan," jelas Geo.

Cara mengangguk singkat. "Baiklah, kapan?" tanya Cara.

"Sebentar lagi, kamu siap-siap saja. Aku sudah menyiapkan baju untukmu," ujar Geo.

"Padahal bajuku masih begitu banyak," gumam Cara.

"Kalau begitu aku akan siap-siap dulu, Kak." Cara berdiri dari duduknya, kemudian berlalu dari sana.

...*****...

Geo menatap tajam laki-laki yang berada dihadapannya. Sebab laki-laki itu sedari tadi terus menatap ke arah Cara dengan pandangan tertarik. Entah kenapa melihat itu membuat hati Geo panas dan begitu tidak suka. "Saya tidak menyangka, perempuan semuda Anda sudah menjabat sebagai direktur utama di VT Group. Saya benar-benar kagum." Jodi tersenyum kepada Cara.

"Terima kasih, Tuan." Cara membalas dengan senyum ramahnya. Jodi Mersua, laki-laki yang menjabat sebagai wakil CEO di Jaya Company. Laki-laki itu menjadi utusan dari perusahaannya karena CEO mereka tidak dapat bertemu. Jodi jugalah laki-laki yang sedari tadi ditatap tajam oleh Geo.

Tiba-tiba Geo berdiri membuat Cara dan Jodi mendongak. Setelahnya Cara dan Jodi ikut berdiri. "Kalau begitu terima kasih atas hari ini Tuan Jodi, semoga kerjasama antara perusahaan kita berjalan dengan baik." Cara kembali tersenyum ramah.

"Tentu saja, saya sangat senang hari ini bisa bertemu dan berkenalan denganmu." Jodi mulai mendekat ke arah Cara dengan tatapan penuh nafsu.

Dengan gerakan cepat Cara mendekat ke arah Geo dan memegang lengan kekar laki-laki datar itu. Sebenarnya sedari tadi Cara sudah sangat risih dengan tatapan menjijikan yang ditujukan Jodi kepadanya. Sedangkan Geo masih saja menatap tajam Jodi dengan raut tak terbaca.

Tiba-tiba Geo mengulurkan tangan kanannya ke arah Jodi. Awalnya Jodi terkejut dan menatap bingung uluran tangan Geo. Namun, setelahnya laki-laki itu menerima uluran tangan kanan Geo. "Sampaikan pesan saya kepada Tuan Jay, jangan mengusik singa tidur," desis Geo.

Jodi meringis merasakan telapak tangannya seakan remuk. Jabatan tangannya dengan Geo ternyata tidak sekedar jabatan tangan biasa. Geo menggenggam tangannya begitu erat, sukses membuat Jodi menahan jeritan sebab tulang telapak tangannya seakan hancur. "To-tolong lepaskan, Tuan," rintih Jodi menahan sakit.

Krak ….

"Akh …!" Jeritan Jodi menggema di ruangan itu. Cara bahkan sudah terlonjak karena terkejut, apa lagi gadis itu juga mendengar dengan jelas suara tulang patah dari telapak tangan Jodi.

Cara mendongak dan terkejut melihat raut gelap dari wajah Geo. Ekspresi Geo memang masih terlihat datar, tetapi aura yang di keluarkan sudah begitu lain. Bahkan Cara tidak berani menatap mata tajam Geo yang sekarang terlihat lebih menakutkan dari biasanya. "Ma-maafkan saya Tuan, ta-tapi apa salah saya?" Jodi berucap disela rintihan kesakitan.

"Kau mengusik milikku," desis Geo tajam.

Deg …. Jodi terkesiap, setelahnya laki-laki itu melirik takut ke arah Cara yang sedang mendongak menatap Geo dengan pandangan tidak kalah terkejut. "Sa-saya minta maaf Tuan, saya tidak tahu kalau Nona Cara adalah gadis Tuan," panik Jodi.

"Sebut namanya sekali, kau mati," desis Geo. Glek …. Dengan gemetar Jodi menutup mulut menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya masih digenggam oleh Geo. Padahal dapat dipastikan telapak tangannya itu sudah remuk.

Cara mengeratkan pegangan tangannya di lengan kekar Geo, hal itu mampu mengembalikan kesadaran Geo. Laki-laki datar itu menunduk guna menatap wajah Cara, terlihat wajah Cara sudah pucat. Sepertinya gadis itu ikut takut melihat jiwa iblis Geo yang sempat terpancing untuk keluar. "Pergi sebelum kau mati di sini," usir Geo datar.

Jodi berlari ketakutan begitu tangannya dilepas oleh Geo. Sedangkan Cara menghela napas pelan merasa sedikit lega, meski sebenarnya aura mencekam di dalam ruangan itu masih tersisa. "Tidak apa-apa?" tanya Geo singkat.

"Tidak Kak, terima kasih." Cara tersenyum manis ke arah Geo.

"Jangan perlihatkan senyum itu kepada laki-laki lain," pesan Geo.

"Hah?" Cara menatap bingung ke arah Reo.

"Aku tidak suka," sambung Geo.

Cara masih saja ternganga, bahkan gadis itu tidak sadar saat Geo mengajaknya keluar dari ruangan itu. "Aku tidak mengerti," gumam Cara.

Geo menoleh saat mendengar kalimat pelan yang dilontarkan Cara. Tiba-tiba laki-laki itu menghentikan langkahnya, kemudian Geo menatap Cara dengan tatapan intens. Sedangkan Cara terkesiap saat Geo berhenti tiba-tiba dan menatapnya seperti itu. "Entah sejak kapan, tapi … aku mulai menyukaimu. Aku tidak suka jika ada laki-laki lain menatapmu dengan pandangan tertarik," tutur Geo serius meski masih dengan nada datarnya.

Cara melotot dengan mulut terbuka merasa tidak percaya. "Mimpikah?" gumam Cara ling-lung.

"Tidak," sahut Geo.

Cara terlonjak saat Geo menyahut perkataannya. 'Jadi tidak mimpi? Ya ampun, Kak Geo menyukaiku?' jerit Cara di dalam hati.

"Ingat pesanku, jangan tersenyum kepada laki-laki lain," peringat Geo.

Cara mengangguk patuh sebab gadis itu masih berada dalam kebingungannya. "Good girl," Geo mengusap puncak kepala Cara sambil tersenyum begitu tipis.

Kebingungan Cara yang belum habis kini bertambah karena aksi dari Geo itu. Cara berjalan mengikuti langkah kaki Geo dengan pandangan kosong masih merasa tidak percaya. 'Sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi gila karenamu, Kak,' batin Cara frustasi.

...*****...

Torih menatap sebuah lembaran kertas yang bertuliskan 'Bagaimana jika bukti korupsi ini aku sebar?'. Tatapan Torih menajam, dengan gerakan penuh emosi laki-laki paruh baya itu merobek selembar kertas itu. "Datang lagi Mas?" tanya Sasdia.

Torih hanya diam, matanya menyorot tajam entah ke mana. "Siapa?" geram Torih.

Tring … tring … tring …

Suara ponsel Torih mengalihkan perhatian sepasang paruh baya itu. Torih mengernyit saat melihat nomor tidak dikenal menghubunginya. "Halo," sapa Torih.

"Apa kiriman saya sudah sampai, Tuan Gerisam?" tanya seorang wanita di seberang telepon.

Torih mengernyit. "Siapa kau?" tanya Torih.

"Apakah semudah itu kau melupakan aku, anak tercintamu?" ejek wanita itu.

Torih terdiam sejenak, setelahnya laki-laki itu melotot terkejut. "Cara?" gumam Torih.

Cara tertawa di seberang telepon, tebakan Torih benar. "Ya, seratus untuk Anda," sahut Cara.

Torih mengepalkan tangannya. "Apa maksudmu?" tanya Torih.

"Kiriman saya hari ini sudah sampai bukan? Terus bagaimana, apa kau setuju jika aku menyebarkan bukti korupsi itu?" ujar Cara santai.

Torih kembali melotot. "Jadi kau yang selama ini menerorku?" murka Torih.

Torih dapat mendengar suara tawa Cyra dari telepon genggam miliknya. "Bukankah aku sudah memperingati kalian sebelumnya, seharusnya kalian tahu kalau itu adalah aku. Kalian mencoba mencari tahu, tapi sayang … hasilnya zonk sampai saat ini. Kasihan sekali," ejek Cara.

Torih mengepalkan tangannya erat. 'Bagaimana dia bisa tahu ini semua?' batin Torih.

"Apa kau bingung kenapa saya tahu semua rahasiamu itu? Itu adalah hal mudah bagi saya, padahal saya sudah menunggu-nunggu balasan dari kalian. Tetapi, sampai saat ini kalian masih tidak dapat menemukan saya, jadi … saya mulai bosan dengan permainan ini. Makanya sekarang saya beri tahu Anda, kalian terlalu lemah." Cara tertawa mengejek. Sedangkan Torih sempat terkejut saat Cara bisa memintas pikirannya.

"Kau benar-benar kurang ajar, anak tidak tahu diuntung!" bentak Torih.

Cara tertawa keras. "Aku tahu, sebab ayahku juga seorang laki-laki brengsek. Maka … tidak salah jika aku sebagai anaknya menjadi seperti ini bukan?" tutur Cara.

Torih terdiam, wajahnya memerah menahan amarah. "Aku sudah benar-benar bosan dengan permainan ini, bagaimana kalau kita buat permainan baru?" Kalimat Cara mampu membuat Torih menegang di tempat.

"Apa yang kau inginkan bangsat?" umpat Torih.

"Saya? Saya ingin kalian merasakan hal yang pernah saya rasakan dulu, bahkan saya akan membuat semuanya menjadi berkali lipat," desis Cara.

Torih terpaku, lidahnya terasa kelu tidak dapat bersuara. Laki-laki paruh baya itu menelan salivanya susah payah saat menangkap perkataan Cara tidaklah main-main. Mengingat itu membuat Torih merasakan kekhawatiran di dalam dirinya. Posisi Cara saat ini sangat memungkinkan untuk gadis itu melakukan apa saja kepada mereka. Buktinya aksi teror ini, sudah hampir satu bulan Torih tidak bisa menemukan pelaku yang ternyata putrinya sendiri.

"Kalian ingin permainan seperti apa?" tanya Cara lagi.

"Tolong hentikan semua ini Cara, aku adalah ayahmu. Kau ingin menjadi anak durhaka?" papar Torih.

Cara terkekeh sinis. "Ayah saya? Ya, memang Anda adalah ayah saya dan saya adalah anak kandung Anda, saya sangat tahu itu. Tetapi … apakah garis takdir ini Anda ingat beberapa bulan yang lalu? Di saat Anda memperlakukan saya begitu kasar dan kejam, bahkan saya hampir meregang nyawa empat bulan yang lalu. Apa Anda ingat?" tutur Cara dingin.

Torih terdiam kaku, laki-laki itu tidak dapat menjawab perkataan Cara. "Kenapa Anda diam? Tidak dapat menyerga sebab itu semua benar adanya bukan? Bahkan bunda saya yang sudah tenang di surga pun selalu mendapat umpatan dari mulut busuk Anda itu. Saya muak berlama-lama berbicara dengan Anda, saya memang anak durhaka. Hasil dari didikan ayah saya," geram Cara.

"Oh iya, saya ada hadiah untuk Anda. Setelah panggilan ini saya putuskan, Anda akan segera mendapat panggilan lain tentang hadiah itu. Apakah Anda penasaran? Kalau begitu saya akan tutup panggilan telepon ini, supaya Anda segera tahu apa hadiah dari saya. Semoga Anda suka." Setelahnya Cara menutup panggilan itu secara sepihak.

Torih menatap layar ponselnya dengan pandangan was-was, kata hadiah yang dilontarkan Cara membuat perasaannya tidak enak. "Apa yang dia rencanakan?" gumam Torih.

"Siapa Mas? Kenapa terlihat begitu tegang, apa pelaku teror itu, apa dia Cara yang kamu panggil anak?" tanya Sadia yang sedari tadi mendengarkan.

"Iya," sahut Torih singkat.

Sasdia melotot tidak percaya. "Jadi perkataannya waktu itu tidak main-main?" tutur Sasdia.

Tring … tring … tring …

Torih menatap layar ponselnya ragu. "Kenapa tidak diangkat Mas?" tanya Sasdia bingung.

Sasdia melihat nama si pemanggil di layar ponsel suaminya. "PT Sejahtera," gumam Sasdia.

"Itu bukannya perusahaan tempat kamu korupsi itu Mas?" tanya Sasdia panik.

Torih menghela napas panjang. "Diam." Setelah mengucapkan itu Torih mengangkat panggilan telepon itu. "Halo."

"Berani sekali kau bermain dengan perusahaan saya, bangsat!" murka laki-laki di seberang telepon. Torih menghela napas frustasi, ternyata bukti korupsinya sudah disebar.

"Hubungan kerjasama kita sudah saya tarik, semua keuntungan saya ambil sebagai kompensasi tindakan yang kau lakukan. Untung saja ada seseorang yang menjaminmu, jika tidak bisa saya pastikan kau membusuk di penjara, brengsek!" Setelah mengucapkan hal itu si penelepon memutuskan panggilan begitu saja.

Torih mengusap wajahnya frustasi. "Kenapa, Mas?" tanya Sasdia khawatir.

"Mereka sudah tahu," sahut Torih lesu.

"Terus bagaimana, apa mereka melaporkan kamu ke polisi?" Sasdia berucap panik.

"Tidak, katanya ada seseorang yang menjamin ku. Aku tidak tahu siapa," jelas Torih bingung.

"Siapa yang berbaik hati menjamin mu?" tanya Sasdia ikut bingung.

Tring … tring … tring …

Ponsel Torih kembali berdering, laki-laki paruh baya itu menatap tajam nomor baru yang sudah dikenalinya. "Kau pelakunya?" tuduh Torih cepat.

"Wah … ternyata Anda tidak sabaran ya. Tetapi … saya senang, sebab kali ini Anda bisa menebak dengan cepat. Bagaimana, suka dengan hadiah dari saya?" Cara tertawa sinis.

Torih mengepalkan tanganya marah. "Hentikan semua ini Cara," geram Torih.

"Sayangnya saya sudah begitu kesenangan dengan permainan ini, bagaimana tuh? Sudahlah … jalani saja, saya yang akan memikirkan dan membentuk alurnya seperti apa. Kalian hanya tinggal menjalaninya, mudah bukan? …. Oh iya, seharusnya Anda berterima kasih kepada saya. Sebab saya orang yang menjamin Anda di PT Sejahtera, kalau tidak mungkin sekarang polisi sudah di rumah Anda," ejek Cara.

'Jadi dia orangnya?' batin Torih.

"Sebenarnya bukan karena saya baik, tetapi karena saya masih ingin bermain. Kalau Anda di penjara, maka permainannya tidak akan seru lagi." Cara tertawa senang. Sedangkan Torih sudah mengepalkan tangannya merasa begitu emosi.

"Ada masanya Anda berada di sana, tetapi tidak sekarang … maka bersiap-siap saja. Sekarang Anda nikmati masa-masa di dunia bebas ini. Sebelum saya membuat semua milik Anda hilang dan … boom. Hancur tak bersisa." Setelahnya Cara mematikan panggilan telepon begitu saja. Meninggalkan Torih yang sudah terdiam kaku dengan keringat dingin di tubuhnya.

Ancaman Cara kali ini tidak main-main, kejadian hari ini adalah bukti dari keseriusan gadis itu untuk membalas dendam kepada mereka. Torih mengepalkan tangannya erat. 'Aku tidak akan membiarkan gadis brengsek itu merusak segalanya, aku membangun ini semua dengan susah payah,' batin Torih.

Terpopuler

Comments

Merlinda Ani Inda

Merlinda Ani Inda

setelah aku baca karakter dari cara kok sama persis dengan saya yah, ya walaupun cara bukan dunia nyata tapi itu pribadi aku banget. good cara.

2023-06-14

0

Rahman Hayati

Rahman Hayati

bener bener seru ceritanya

2023-01-02

0

zonk

zonk

tntu sja,, merka hrus mndapatkan yang dari apa yang mreka lakukan pada mu
😈

2022-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!