6. Balas Dendam (LB)

"Enggh …." Cara melenguh kecil, matanya yang sedari kemarin terpejam akhirnya mulai bergerak berusaha terbuka.

Pelan-pelan Cara membuka matanya, gadis itu memicing mencoba menyesuaikan sinar silau dipenglihatannya. Setelah matanya sempurna terbuka, Cara mengernyit bingung. Ruangan luas dan begitu bersih adalah hal pertama yang ditangkap Cara, setelahnya gadis itu meringis merasakan nyeri disekujur tubuhnya. Ditambah dengan kepalanya yang sedikit pusing akibat terlalu lama terpejam. 'Aku di rumah sakit?' batin Cara.

Cklek …. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian gadis di atas ranjang itu. Seorang laki-laki bertubuh besar dan berseragam serba hitam membuat Cara bergetar takut. Sedangkan laki-laki yang baru saja masuk sedikit terkejut saat melihat Cara sudah sadar dari tidurnya.

"Anda sudah sadar, Nona? Saya akan panggilkan dokter, saya juga harus memberi tahu Ketua." Laki-laki itu kembali keluar dari ruangan menyisakan kebingungan di otak Cara.

"Ketua?" gumam Cara bingung.

Tak berselang lama, seorang dokter masuk ke dalam ruangan gadis itu. Namun, Cara mengernyit saat melihat gerakan kaku dari dokter laki-laki itu. "Permisi Nona, saya akan memeriksa Anda. Apakah Anda merasakan sesuatu?" ucap dokter itu kaku.

"Oh … badan saya terasa nyeri dan kepala saya sedikit pusing," terang Cara.

Dokter itu mengangguk singkat. "Badan Anda terasa nyeri karena hampir seluruh tubuh Anda mendapatkan luka lebam, kami sudah memberikan obat pereda nyeri. Sedangkan kepala Anda terasa pusing, kemungkinan karena Anda tidak sadarkan diri cukup lama," jelas dokter.

"Cukup lama? Saya tidak sadar berapa lama Dok?" tanya Cara.

"Anda dibawa ke sini kemarin sore dan baru sadar sekarang," pungkas dokter.

Cara terkejut mendengar perkataan dokter laki-laki itu. "Selama itu?" gumam Cara.

"Saya sudah mengganti obat Anda, apa ada sesuatu yang perlu saya bantu, Nona?" Suara Dokter mengejutkan lamunan Cara.

"Aku ingin bertanya, Dok," ucap Cara.

"Silakan, Nona," balas dokter.

"Siapa yang membawa aku ke sini?" tanya Cara.

"Tuan Vetro, orang yang menabrak Anda," jawab dokter.

Cara mengernyit bingung, setelahnya gadis itu mengangguk kecil saat mengingat dengan jelas kejadian yang dia alami kemarin. "Terima kasih, Dok," lirih Cara.

"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi. Jika Anda butuh sesuatu atau mungkin merasakan sesuatu, Anda bisa panggil kami dengan menekan tombol ini. Mungkin Anda juga bisa minta tolong kepada para pengawal di luar ruangan ini," terang dokter.

"Pengawal?" tanya Cara bingung.

"Iya, sedari kemarin ruangan Anda dijaga ketat oleh lima pengawal Tuan Vetro. Jadi Anda bisa minta tolong kepada mereka," ujar dokter.

"Hah?" kaget Cara.

"Saya permisi Nona." Dokter laki-laki itu keluar dari ruangan luas itu.

"Pengawal? Si-siapa sebenarnya Tuan Vetro yang dimaksud Dokter itu?" gumam Cara penasaran.

"Sepertinya dia laki-laki yang berkuasa, sampai mengirim pengawal untuk menjaga ruangan ini," sambung Cara. Setelahnya Cara terbayang kejadian kejam yang dialaminya kemarin. Mengingat itu membuat Cara mengepalkan tangannya karena menahan sesuatu yang menumpuk dan membuncah di dalam hatinya.

...*****...

Cklek …. Cara menoleh dan melihat seorang laki-laki tampan masuk ke dalam ruangannya. Cara ternganga di tempat merasa begitu terpana dengan ketampanan laki-laki itu. Cara meneguk ludahnya kasar saat menyadari tatapan laki-laki tampan itu sangatlah tajam, sehingga tanpa aba-aba Cara menundukkan kepalanya takut.

'Dia tampan sekali, tapi … tatapannya begitu tajam, membuatku takut,' batin Cara.

Ruangan itu hening, sebab Geo, laki-laki tampan yang dimaksud Cara hanya diam semenjak masuk ke dalam ruangan itu. Laki-laki itu hanya diam sambil menatap intens ke arah Cara. Hal itu membuat Cara takut sekaligus bingung. '**K**enapa dia hanya diam saja? Apa dia salah masuk ruangan?' Cara kembali membatin.

Cklek …. Terdengar suara pintu kembali terbuka, Cara masih setia dengan posisi menundukkan kepalanya. Namun, di dalam hatinya, gadis itu berharap orang yang baru saja datang bisa mengusir aura tegang di dalam ruangan itu. "Heh, kenapa sunyi sekali?" lontar Alex.

Alex menatap bingung Cara yang sedang menunduk dengan wajah pucatnya, setelahnya laki-laki itu menoleh ke arah Geo yang sedang menatap Cara dengan tatapan datar khas milik ketua mafia itu. 'Pantas saja gadis ini terlihat begitu ketakutan,' batin Alex malas.

"Hah …." Alex menghela napas lelah, setelahnya laki-laki itu menatap kesal ke arah Geo.

"Kau ke sini hanya untuk ini? Diam dan membuatnya takut," cetus Alex jengah.

Geo menoleh, setelahnya laki-laki datar itu menyibukkan dirinya dengan ponsel. Hal itu membuat Alex kembali menghela nafas kesal. "Sabar sekali Anda, Alex," gumam Alex menahan kesal.

"Jangan menunduk seperti itu, dia tidak akan memakanmu." Alex menatap Cara yang sempat terkejut mendengar perkataannya.

Dengan perlahan Cara mengangkat kepalanya, setelahnya gadis itu dapat melihat Alex sedang tersenyum tipis ke arahnya. Melihat itu Cara dapat sedikit bernapas lega. "Perkenalkan nama saya Alex, dan dia adalah Geo orang yang menabrakmu," jelas Alex.

Cara terkejut, setelahnya dengan sedikit kaku gadis itu melirik ke arah Geo yang masih fokus dengan ponselnya. "Kami tahu jika luka fisikmu bukan ulah Geo, kau sudah sekarat bahkan sebelum Geo menabrakmu," sambung Alex.

Cara terkejut, tetapi gadis itu diam tanpa membantah karena apa yang dikatakan Alex adalah benar. "Tetapi kau beruntung karena yang menabrakmu adalah Geo, meski laki-laki itu datar dan menakutkan seperti yang kau lihat. Dia bertanggung jawab, meski lukamu tidak sepenuhnya karena dia. Jadi, dia akan membayar perawatanmu sampai kau sembuh," papar Alex.

Cara kembali terkejut, untuk kedua kalinya gadis itu melirik singkat ke arah Geo yang masih sibuk sendiri. "Te-terima kasih," ucap Cara gugup.

"Jika kau butuh sesuatu, katakan saja. Kau bisa melaporkan kepada sekelompok laki-laki yang berjaga di luar, mereka siap membantumu," sambung Alex.

"Ini sudah cukup, sekali lagi terima kasih," sahut Cara.

Alex mengangguk singkat. "Baiklah, kalau begitu kami permisi. Semoga lekas sembuh." Alex tersenyum ramah kepada Cara. Cara membalas dengan senyum kaku karena tidak terbiasa. Setelahnya Geo berdiri dari duduknya kemudian pergi begitu saja, Alex yang melihat itu ikut bergerak mengikuti langkah sang ketua.

...*****...

Satu minggu berlalu Cara merasakan hidup di dalam rumah sakit, selama itu pula setiap harinya Geo datang meski hanya sekedar duduk sebentar tanpa berbicara. Geo datang sendiri tanpa ditemani Alex seperti hari pertama. Cara sedikit bingung karena Geo hanya datang tanpa mengajaknya berbicara meski hanya sepatah kata. Laki-laki datar itu hanya duduk setidaknya sampai sepuluh menit, setelah itu dia akan pergi lagi.

Sama halnya dengan sekarang. Cara sedang menatap Geo dengan pandangan bingung dan ragu-ragu. Sebenarnya Cara sudah ingin sekali mengajak laki-laki itu berbicara semenjak hari pertama, tetapi melihat raut wajah Geo yang seperti itu membuat Cara mengurungkan niatnya.

"Ma-maaf, Tuan." Entah keberanian dari mana, Cara bersuara meski begitu pelan bahkan bisa dikategorikan sebagai bisikan.

Namun, Geo yang bisa mendengar itu menoleh dan menatap Cara datar, hal itu membuat Cara terkesiap sambil menelan salivanya kasar. 'Tenang Cara, dia memang tampan. Tapi tatapannya itu sungguh menakutkan dari apapun. Fokus dan berbicaralah,' batin Cara yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.

"I-itu, be-besok saya sudah diizinkan pulang. Terus saya harus apa?" tanya Cara tergagap.

Geo menaikkan sebelah alisnya. "Terserah," balas Geo datar.

Hati Cara menghangat. Entahlah, hanya dengan mendengar suara berat Geo mampu membuat gadis itu merasa begitu nyaman meski tidak menghilangkan rasa takut di dalam hatinya. 'Pertama kali dengar, menyejukkan,' batin Cara senang.

"Sa-saya tidak punya rumah," ungkap Cara pelan.

"Bukan urusan saya," sahut Geo datar. Cara terkesiap, setelahnya gadis itu menunduk lemah. Dia bingung harus ke mana nantinya. Gadis itu melihat Geo berdiri kemudian pergi begitu saja dari sana.

...*****...

"Selamat Nona, Anda sudah boleh pulang." Setelah mengucapkan itu dokter laki-laki itu pergi dari sana dengan gerakan kaku, sebab Geo juga sedang berada di sana.

"Urusan kita selesai, silakan pergi," ucap Geo datar.

"Tuan, tolong saya. Saya bersedia melakukan apa saja asal Tuan membantu saya." Cara bersujut di kaki Geo memohon.

"Lepaskan," desis Geo tajam.

Cara tersentak mendengar kalimat tajam dari Geo, setelahnya gadis itu melepaskan tangannya dari kaki Geo dengan ragu. "Tolonglah saya Tuan, saya berjanji akan melakukan apa saja. Tolong bantu saya balas dendam," kalimat Cara berubah tegas.

Geo sedikit terkejut mendengar perkataan Cara. Kalimat balas dendam dari mulut gadis itu mampu menarik perhatian laki-laki datar itu sebab dia tahu bagaimana kisah kehidupan miris Cara. Geo tersenyum miring merasa mendapat pertunjukkan baru. "Saya dapat apa?" tanya Geo datar.

Cara tersenyum senang merasa mendapat kesempatan. "Saya bersedia melakukan apa saja untuk Anda," sahut Cara mantap.

Satu minggu di rumah sakit membentuk tekad Cara untuk balas dendam. Hati dan fisiknya yang hancur membuat gadis itu mengingat akan kesengsaraan yang dirinya dan juga mendiang bundanya terima selama ini. "Baiklah, meski saya belum tahu apa keuntungan untuk saya, tapi sepertinya ini akan menarik." Geo kembali tersenyum miring. Cara sempat tertegun melihat senyum menakutkan yang diperlihatkan Geo, namun gadis itu merasa senang karena Geo bersedia membantunya.

...*****...

Geo membawa Cara ke mansion mewahnya, Cara bahkan sempat ternganga melihat kemewahan mansion itu. 'Sepertinya ini istana,' batin Cara tidak percaya.

"Kau mulai dari penampilan fisik, saya sudah menyewa orang untukmu." Suara Geo mengejutkan keterpesonaan Cara.

"Kau ke kamarmu dulu, saya sudah mempersiapkan semua keperluanmu," sambung Geo.

Cara terdiam. 'Ternyata dia bisa berbicara panjang juga,' batin Cara.

"Antar dia ke kamarnya," titah Geo kepada seorang pelayan.

"Baik Tuan, mari Nona," sahut pelayan itu.

Cara menatap Geo sebentar, setelahnya gadis itu mengikuti langkah kaki pelayan wanita yang membawanya ke arah lift. Ting …. 'Lantai tiga?' batin Cara terkejut.

"Maaf, di sini ada berapa ruangan?" tanya Cara penasaran.

"Di lantai tiga ada tiga ruangan Nona, kamar Anda merupakan kamar tamu utama di mansion ini. Selain itu ada ruangan olah raga tuan Geo dan juga perpustakaan umum," jelas pelayan itu.

Cara terpukau dengan hal itu. 'Lengkap sekali, lalu bagaimana dengan lantai lainnya?' batin Cara.

"Kalau lantai lainnya?" tanya Cara.

"Lantai satu ada ruangan santai dan beberapa tempat main atau perkumpulan yang memang sengaja dibuat oleh Tuan Vetro, sedangkan lantai dua khusus untuk kamar tamu, di sana ada sepuluh kamar tamu. Sedang lantai empat ada kamar Tuan Vetro dan ruangan kerjanya, lantai empat adalah kawasan Tuan Vetro, siapa saja di larang ke sana tanpa izin dari Tuan," papar pelayan.

"Di belakang mansion ini ada gedung yang termasuk mewah Nona, di sanalah kami tinggal." Pelayan itu melanjutkan sambil tersenyum ramah kepada Cara.

'Benar-benar kaya raya dia,' batin Cara kagum.

...*****...

"Selamat pagi, Tuan," sapa Cara ramah. Geo menoleh dan terkejut melihat perubahan Cara, sudah hampir satu bulan Cara berada di mansionnya. Namun, selama itu Geo baru bertemu dengan gadis itu hari ini karena kesibukannya di luar kota.

Cara yang memang dasarnya cantik, mampu membuat Geo terpana sejenak. Namun, laki-laki datar itu memang tidak mudah untuk tertarik kepada wanita hanya karena wajah cantiknya saja, kalau bukan karena itu Geo tidak akan berstatus jomblo sampai sekarang. "Karaktermu masih sama," papar Geo datar.

Cara terdiam, apa yang dikatakan oleh Geo memang benar. Dia masih belum bisa menghadirkan karakter baru di dalam dirinya. Namun, jika dibanding sebelumnya gadis itu sudah ada perubahan. "Saya perlu bantuan Anda, Tuan," ungkap Cara.

Geo menatap Cara dengan pandangan dinginnya, hal itu membuat Cara menelan salivanya susah payah. Gadis itu mengalihkan wajahnya merasa tidak bisa beradu tatap dengan mata tajam milik Geo. Cara mendongak saat mendengar kekehan remeh dari mulut Geo. "Menatap saya saja kau tidak berani," remeh Geo.

Cara tersedak ludahnya mendengar perkataan Geo, setelahnya gadis itu meringis malu. Dia dengan percaya diri meminta bantuan kepada Geo, sedangkan menatap mata laki-laki itu saja dia tidak berani. "Sa-saya akan terbiasa," ujar Cara ragu.

Geo menaikkan sebelah alisnya, setelahnya laki-laki itu tersenyum miring. "Buktikan."

Dengan ragu gadis itu mendekat ke arah Geo, setelahnya Cara duduk di hadapan laki-laki datar itu mencoba memberanikan diri untuk membalas tatapan mematikan Geo. Beberapa detik Cara menahan gemuruh di dalam hatinya saat saling bertatapan dengan Geo. Kali ini kegugupan gadis itu bukan karena takut, tetapi karena salah tingkah. Tatapan Geo memang mematikan, tetapi itu mampu membuat jantung Cara bergemuruh tidak menentu.

"Su-sudah, saya tidak tahan." Cara bergumam sambil mengalihkan tatapannya dengan tangan memegang dadanya gugup.

Geo menaikkan sebelah alisnya menatap Cara remeh. "Lemah," cibir Geo.

Cara melotot tidak terima. "Ini bukan karena saya takut, tapi karena saya gugup," ungkap Cara tanpa sadar.

Setelah sadar akan ucapannya, Cara menutup mulutnya malu. Sedangkan Geo hanya menatap gadis itu datar. "Maaf, saya em … ke kamar dulu Tuan." Cara memacu langkahnya sebab begitu malu.

.

.

.

Terbiasa? Yah, Cara mulai terbiasa akan segala sifat kaku, dingin, datar dan tegas milik Geo. Hal itu jugalah yang membuat karakter dan kepribadian baru Cara terbentuk. Sifat tegas dan aura mengintimidasi yang selalu diterima Cara dari Geo semakin memupuk karakter berani di dalam diri gadis itu. Selama tiga bulan, Geo tidak main-main dalam membentuk karakter baru di dalam diri Cara. Gadis itu bahkan kini terlihat dingin di saat menghadapi orang yang tidak di kenalnya.

"Karakter buatanmu bagus juga," Alex bersuara sambil menatap Cara yang sedang menginterogasi seorang koruptor di VT Group.

Sedangkan Geo sudah tersenyum miring menatap itu semua, dia merasa begitu puas dengan perubahan Cara. Ini adalah salah satu cara Geo dalam membentuk karakter dingin di dalam diri Cara. Cara memang sudah jauh berubah, sifat penakut gadis itu sudah menghilang. Meski sebenarnya gadis itu masih belum begitu berani menatap Geo lama-lama, alasannya adalah gugup. Hatinya tidak kuat.

Belum lagi dengan penampilan baru Cara yang begitu cantik mampu membuat laki-laki yang melihat terpana. Bahkan kecantikan Cara melebihi kecantikan Jesy yang selama ini diidam-idamkan para kaum adam. "Pertunjukkan yang lebih menarik akan segera dimulai, aku sudah lama menunggu ini." Geo tersenyum penuh arti.

Terpopuler

Comments

Quen

Quen

Lama lama jijik sma sifat si cara lemah banget jir bego lagi kenapa setelah dia disiksa sampe sekarat baru mau pergi itu pun karena di usir kalau engga dijamin bakal masih di rumah dajal itu kan bego banget jadi orang nunggu dia mati dulu kah

2024-05-03

0

Suzana Kamis

Suzana Kamis

LB..tu apa thor

2023-01-08

1

Harisa Humania

Harisa Humania

seru ...lanjut Thor 😊😊 semangat

2022-03-29

3

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!