17. Menghancurkan (LB)

"Kali ini sepertinya tidak bisa jika hanya kami yang memimpin, lagi pula kamu juga sudah lumayan lama tidak ke markas," ucap Alex.

"Jam berapa?" Geo bertanya sambil terus mengusap rambut Cara yang berada di pahanya.

"Jam setengah tujuh," sahut Alex.

Geo menunduk menatap Cara yang sedang sibuk dengan ponselnya. Cara yang merasa ditatap ikut menoleh, setelahnya gadis itu menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya. "Kenapa Kak?" tanya Cara.

"Aku boleh pergi?" tanya Geo.

Cara mengernyit. "Kenapa harus minta izin Kak? Aku tidak apa-apa menunggu di sini, lagi pula seperti yang Kak Alex katakan kalau Kak Ge sudah lama tidak ke markas." Cara tersenyum manis ke arah Geo.

Geo diam, Cara memang mengizinkannya. Namun, perasaannya yang tidak mengizinkan untuk meninggalkan Cara sendiri. Bukan karena takut Cara kenapa-napa di mansion, sebab jelas saja mansion Geo sangat aman dibanding tempat mana pun. Sebab, mansion mewah itu memiliki keamanan tingkat tinggi. Jelas saja karena Geo adalah sang pemimpin mafia ternama bahkan di dunia. Geo yang tidak bisa jauh dari Cara, barang sedetik pun.

Alex memutar bola matanya malas. "Ck … kenapa tidak kau ajak saja Cara ke sana? Tidak ada yang akan melarangmu," ujar Alex malas. Markas Death memang bukan sembarang markas, Geo memiliki aturan yang sangat ketat. Salah satunya adalah tidak boleh membawa orang baru yang berada di luar anggota Death, kecuali para tahanan.

Geo diam, apa yang dikatakan Juan ada benarnya. Tidak ada yang akan berani melarangnya di sana. "Kamu ikut saja ya?" ajak Geo.

"Tidak apa-apa, aku tidak masalah di sini Kak. Aku tidak mau mengganggu pertemuan kalian nanti," papar Cara.

"Tidak akan mengganggu Ra, kamu kan calon istri Geo. Jadi kedepannya mereka memang harus mengenalmu. Lagi pula ada ruangan khusus Geo di sana, kamu bisa menunggu kami selesai pertemuan di sana," jelas Alex.

"Aku yakin pawangmu ini tidak bisa berpisah apa lagi berjauhan denganmu." Farel menyambung kalimatnya sambil melirik Geo dengan pandangan meledek.

Cara menatap Geo sambil terkekeh kecil. "Baiklah, aku ikut saja," putus Cara.

...*****...

"Seharusnya kau lebih patuh lagi Jesy," geram Torih.

"Apa lagi Pa? Aku sudah melakukan apa pun yang wanita itu suruh, apa lagi?" sahut Jesy kesal.

"Katanya kau selalu lamban merespon perkataannya, kau seharusnya lebih sigap. Jangan membuat Cara marah," ucap Torih.

"Setiap perkataannya itu selalu memancing emosiku Pa, jadi aku mencoba mengontrolnya dulu supaya aku tidak kelepasan untuk mengumpatinya. Makanya aku sedikit lamban merespon, aku sudah muak Pa," protes Jesy.

"Ini semua terjadi juga karena ulahmu, jadi kau nikmati saja. Lagi pula hanya satu bulan," cibir Torih.

"Memang satu bulan, tetapi rasanya bertahun-tahun. Aku sudah berusaha mengontrol emosiku selama hampir dua minggu ini. Papa memang mudah berbicara sebab aku yang menjalaninya, Papa memang santai menunggu hasil dari rumah tanpa memikirkan aku yang bersusah payah," murka Jesy.

Plak …. Torih menampar Jesy sambil menatap tajam putrinya. Sasdia yang melihat itu melotot terkejut, wanita paruh baya itu mendekat ke arah putrinya yang sudah bergetar menahan tangis. "Anak kurang ajar, apa kau sedang mengukur usaha denganku, hah? Baru ini kau sudah merasa paling berjasa? Padahal ini semua terjadi juga karena ulah bodohmu, anak brengsek!" bentak Torih.

"Sudah Mas, kenapa kamu menjadi keterlaluan seperti ini? Dia anak kita, anak yang dulu begitu kita manja dan kita sayang. Kenapa sekarang kamu jadi begini Mas?" Sasdia berteriak menangis sambil memeluk Jesy yang sudah terisak kecil.

Torih menatap malas dua wanita yang saling berpelukan dihadapannya. "Sudah aku katakan kalau aku menyesal memanjakannya selama ini. Pokoknya kau harus bersikap lebih baik lagi kepada Cara. Aku tidak mau jika dia sampai menarik bantuannya." Setelahnya Torih pergi meninggalkan Sasdia dan Jesy yang sedang beradu isak tangis.

...*****...

"Lavia Cara,dia adalah kekasih dan calon istri Geo. Kalian ingat wajahnya dan kalian jelas tahu apa selanjutnya." Juan memperkenalkan Cara kepada seluruh anggota Death yang hadir dipertemuan itu.

"Siap!" Suara keras yang serentak menggema di dalam ruangan pertemuan markas Death.

Bulu roma Cara berdiri kala mendengar itu, sungguh hal menakjubkan sekaligus menakutkan melihat mereka secara langsung seperti ini. 'Aku tidak bisa membayangkan jika berurusan dengan Death, menakutkan,' batin Cara.

Setelahnya Cara menoleh ke samping di mana keberadaan kekasihnya yang sedang berdiri dengan aura yang berbeda. Memang sisi kepemimpinan Geo di Death mampu membuat siapa saja merinding, termasuk Cara. 'Aku tidak menyangka akan menjadi kekasih seorang pemimpin mafia, dia begitu tampan tetapi … saat ini auranya mampu membuat aku merinding.' Cara membatin sambil mendongak menatap wajah dingin Geo.

Geo yang tahu Cara sedang memperhatikannya menundukkan kepala, setelahnya laki-laki itu mengernyit saat menyadari wajah pucat milik kekasihnya. "Ingin keluar?" tanya Geo.

Cara terlonjak, suara Geo membuatnya terkejut sebab gadis itu sedang melamun. Heo yang melihat gerakan terkejut Cara menjadi merasa bersalah. "Aku mengejutkanmu? Maaf." Geo berucap begitu lembut sambil mengusap rambut Cara.

Cara tersenyum tipis. "Tidak apa-apa," sahut Cara.

"Ayo kita keluar," ajak Geo. "Aku antar Cara dulu." Geo berucap kepada Alex setelahnya laki-laki itu menarik pelan pinggang Cara seperti biasa.

.

.

.

"Membosankan ternyata." Cara menggulingkan tubuhnya di atas ranjang besar ruangan khusus Geo di markas itu.

"Kenapa aura Kak Ge bisa begitu berbeda ya? Di kantor dia memang terlihat berwibawa dan tegas, tetapi … waktu memimpin Death auranya lebih menakutkan. Apa yang dikatakan Kak Alex waktu itu benar, aku tidak tahu seberapa kejamnya Kak Ge jika sedang memimpin anggota mafianya," gumam Cara.

Kebosanan gadis itu terus berlanjut, sekarang Cara membaringkan tubuhnya di atas karpet yang berada di bawah kasur itu. Cara fokus kepada ponselnya sambil terus berguling-guling seperti anak kecil. Geo yang baru saja masuk terkejut saat melihat kekasihnya sedang berguling di atas karpet. Laki-laki itu terkekeh kecil merasa lucu dengan tingkah Cara.

Geo mendekat, gadis itu sepertinya masih belum menyadari kedatangannya. Dengan tiba-tiba Geo mengangkat tubuh Cara membuat gadis itu memekik terkejut. "Aakh …." Cara menoleh dan mendapati wajah tampan Geo yang sedang tersenyum hangat kepadanya.

"Aku terkejut Kak," sungut Cara. Geo terkekeh, setelahnya laki-laki itu meletakkan tubuh Cara di atas kasur empuk itu.

"Kenapa di bawah? Nanti sakit," ujar Geo.

"Aku bosan," celetuk Cara.

"Maaf ya, sedikit lama sebab ada sedikit masalah." Geo ikut membaringkan tubuhnya sambil memeluk Cara dan mencium leher gadis itu gemas.

"Kakak berat ih," ucap Cara.

Geo membaringkan tubuhnya ke samping dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Cara. 'Selalu nyaman,' batin Geo.

Cara menunduk ingin melihat wajah Geo, baru kali ini laki-laki itu terlihat begitu lelah. Cara mengusap kepala kekasihnya lembut. "Kak Ge capek?" tanya Cara.

"Kenapa? Kamu ingin pulang?" ujar Geo balik bertanya.

"Tidak, tidurlah. Sepertinya Kakak sangat lelah hari ini," papar Cara.

Geo memejamkan matanya menikmati setiap usapan lembut di rambutnya. Laki-laki itu memeluk Cara erat. Cara terus mengusap rambut Geo sambil sesekali mencium lembut puncak kepala laki-laki itu. Tidak berapa lama, Cara merasakan hembusan napas teratur menerpa kulit lehernya. Geo terlelap, Cara tersenyum merasa begitu senang. 'Aku harap kita akan terus seperti ini Kak, I love you.' Setelah membatin Cara ikut memejamkan matanya, menyusul Geo ke alam mimpi.

...*****...

"Bisa saya minta tolong Tuan Gerisam?" ucap Cara melalui telepon.

"Tentu Nona Cara, apa yang bisa saya lakukan untukmu?" sahut Torih di seberang telepon itu.

Cara tersenyum miring, sedangkan Jesy yang mendengar perkataan Cara sudah meliriknya benci. "Bisakah Anda membelikan saya bakso Pak Yanto yang berada di dekat kediaman Anda? Jesy sepertinya sudah lelah, jadi bolehkah saya meminta tolong kepada Anda?" kata Cara santai.

"Tentu saja Nona Cara, saya akan segera datang membawa pesanan Anda," sahut Torih.

Cara tersenyum. "Tetapi jika Anda sedang sibuk, tidak usah. Saya tidak ingin menganggu Anda," ucap Cara basa-basi.

"Tentu tidak Nona, saya tidak sibuk. Saya akan segera datang ke sana," sahut Torih.

"Terima kasih kalau begitu, Anda memang begitu baik." Cara tersenyum sinis.

"Apa pun untuk Anda Nona Cara," balas Torih. Mendengar itu Cara terkekeh sinis di dalam hati. 'Apa pun untukku?' batin Cara mengejek.

"Baiklah, tolong Anda belikan aku dua bungkus bakso lengkap ya," tutur Cara

"Baik Nona, saya akan segera datang." Setelahnya Cara memutuskan sambungan telepon dan menatap ke arah Jesy yang sedang berdiri menatapnya benci.

Cara tertawa. "Ternyata Papamu itu patuh sekali ya," ujar Cara mengejek. Jesy mengepalkan tangannya menahan amarah.

"Apa kalau aku suruh dia untuk mengusir kalian, dia akan patuh juga ya?" Cara menatap Jesy sambil tersenyum miring.

Jesy melotot. "Apa maksudmu?" desis Jesy.

Cara kembali tertawa. "Tidak, aku hanya berandai. Tapi … sepertinya itu menarik juga untuk dicoba. Bukan begitu, Nona Gerisam?" Cara tersenyum licik ke arah Jesy yang sudah memerah menahan emosi.

"Jangan semakin menjadi Cara, kau pikir kau siapa, hah?" murka Jesy.

"Aku … siapa?" ujar Cara. Setelahnya gadis itu berdiri dari kursi kebesarannya mendekat ke arah Jesy. "Aku adalah orang yang sedang menopang hidup kalian, apa kau tidak sadar itu?" Cara tersenyum mengejek ke arah Jesy.

Jesy mengepalkan kedua tangannya. "Tidak cukup aku selama ini? Aku sudah bekerja untukmu selama dua minggu, seharusnya kau tidak semakin menjadi," geram Jesy.

Cara tertawa keras, setelahnya gadis itu menatap datar ke arah Jesy. "Dua minggu? Kau sudah merasa teraniaya sekali rupanya, padahal masih dua minggu. Apa kau lupa, aku menjadi budak kalian selama bertahun-tahun," desis Cara tajam.

Jesy terdiam mengingat masa lalunya saat memperlakukan Cara begitu buruk dan kasar. "Bagaimana, sudah ingat? Jangan berpura-pura seakan kau lupa ingatan Nona Gerisam. Aku … akan selalu mengingat perlakuan kalian kepadaku selama ini. Bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada bundaku," sambung Cara.

Jesy memilih diam, sampai beberapa menit kemudian suara ketukan pintu memecah kesunyian.

Tok … tok … tok …

Cara menoleh ke arah pintu, setelahnya gadis itu melirik Jesy yang masih terdiam. "Kenapa masih diam? Tidakkah kau mendengar suara pintu diketuk? Bukakan!" titah Cara.

Jesy menghela napas dalam, gadis itu melirik Carao tajam sebelum mendekat ke arah pintu. Jesy terkejut saat melihat keberadaan Torih di sana. 'Cepat sekali, sebegitu patuhnya Papa kepada wanita murahan ini?' batin Jesy marah.

Cara menatap Torih dengan senyum miring merasa puas melihat kepatuhan Torih kepadanya. "Nona Cara, saya sudah membawakan bakso pesanan Anda." Torih mendekat sambil menenteng sebuah kantong plastik.

"Ternyata Anda cepat juga ya," sahut Cara.

"Saya tidak ingin membuat Anda menunggu terlalu lama Nona, saya tahu pasti Anda sudah begitu menginginkan ini bukan?" papar Torih.

"Anda begitu pengertian Tuan Gerisam." Cara berjalan ke arah meja kerjanya, setelahnya gadis itu mengambil sesuatu dari dalam dompetnya.

"Ini saya ganti uang baksonya." Cara mengulurkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada Torih.

"Tidak perlu Nona Cara, saya tidak apa-apa," tolak Torih.

"Tidak apa-apa, ambillah. Anggap saja ini sebagai rasa terima kasih saya karena Anda sudah meluangkan waktu untuk ini." Cara meletakkan uang itu ke dalam genggamam Torih. 'Lagi pula, aku tidak sudi menerima apa pun darimu,' lanjut Cara di dalam hati.

"Padahal tidak perlu Nona," ujar Torih.

"Tidak apa-apa. Jesy, ambilkan mangkok untuk bakso ini," titah Cara.

Jesy melirik Torih yang sedang menatapnya tajam. "Baik Nona," sahut Jesy.

Tidak berapa lama, Jesy kembali ke dalam ruangan dengan membawa sebuah mangkok di tangannya. "Ini Nona." Jesy mengulurkan mangkok itu kepada Cara.

"Kau ambilkan minuman untuk kami, saya sudah memesannya," ujar Cara.

Jesy melotot dengan wajah menahan marah. 'Kenapa tidak dia katakan sekalian? Tidak tahukah dia kalau aku capek turun naik gedung tinggi ini?' geram Jesy di dalam hati.

"Baik Nona," balas Jesy malas.

Melihat kepergian Jesy, Torih bersuara. "Apa Anda ada keluhan tentang Jesy Nona? Kalau ada katakan saja kepada saya," ucap Torih.

"Dia terlalu lamban, kadang dia terlihat mendongkol. Saya tidak suka, tapi saya mencoba memaklumi," sahut Cara santai.

"Maaf Nona, saya akan menasehati Jesy lagi nanti. Dia memang keras kepala," balas Torih.

"Ya, seharusnya Anda memang lebih keras lagi kepadanya. Jika Anda terus memanjakannya, dia tidak akan pernah maju," tutur Cara.

"Iya, saya memang salah selama ini sudah memanjakannya," sahut Torih. Cara tersenyum sinis mendengar perkataan Torih. Percakapan mereka terhenti saat melihat Jesy sudah kembali dengan nampan di tangannya.

"Masukkan bakso ini ke dalam mangkok," titah Cara kepada Jesy. Jesy mengepalkan tangannya, tetapi gadis itu menuruti perkataan Cara.

Jesy meraih bakso itu dengan senyum sinis. 'Sekalinya gembel ya tetap gembel, makanan yang sesuai untuk gadis gembel,' batin Jesy mengejek.

Byur …. Tangan Jesy tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berisi minuman yang dibawanya tadi. Cara tersenyum licik melihat itu semua, apa lagi Cara dapat melihat raut marah dari wajah Torih. 'Aku merasa dejavu,' batin Cara sinis.

Gadis itu mengingat kejadian tiga setengah bulan yang lalu, di mana Torih marah besar kepadanya karena Cara tidak sengaja menumpahkan air minum kepada tamunya. Sekarang Cara seakan melihat kejadian itu kembali, tetapi sekarang posisinya sudah berganti. "Hati-hatilah Jesy," bentak Torih marah.

"Maaf Nona Cara, dia memang sangat ceroboh." Torih menatap Cara tidak enak.

"Tidak masalah, dia bisa mengambil yang baru lagi. Tapi … kau bersihkah itu dulu, ambil alat pembersih ke bagian cleaning service," titah Cara.

"Maksud Nona, saya yang membersihkannya?" tanya Jesy.

"Tentu saja, siapa lagi?" tanya Cara santai.

"Perusahaan ini kan ada cleaning service, suruh saja mereka yang membersihkan ini," papar Jesy.

"Tapi saya menyuruhmu," balas Cara.

"Tapi ini bukan urusan saya, di sini ada cleaning service. Mereka kan digaji untuk itu," protes Jesy.

"Jesy," tegur Torih.

"Saya tahu Nona Gerisam, tetapi saya menginginkan Anda yang membersihkan ini." Cara menatap Jesy dengan pandangan meremehkan.

Jesy mengepalkan tangannya marah. "Aku sudah menuruti semua perkataanmu, apa pun aku lakukan. Tapi ini bukan urusanku, kau seharusnya mengerti. Aku juga capek," teriak Jesy marah.

Torih berdiri sambil menatap tajam Jesy. "Diamlah Jesy, lakukan saja apa yang diperintahkan Nona Cara," desis Torih.

Sedangkan Cara masih duduk santai sambil menatap Torih dan Jesy dengan senyum puas. "Aku capek Pa, apa Papa tidak lihat bagaimana dia memperlakukan aku? Dia sengaja mengerjaiku Pa," protes Jesy.

"Kau berhentilah mencuci otak Papaku, kau membuat Papaku berubah." Jesy menunjuk Cara yang sedang tersenyum miring kepadanya.

"Jesy!" bentak Torih.

"Lihatlah, apa yang kau mau hah? Dasar perempuan murahan, kau membuat semuanya berantakan." Jesy berteriak histeris.

Cara tersenyum miring, gadis itu berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Jesy yang begitu terlihat marah. Cara mendekatkan bibirnya ke daun telinga gadis itu kemudian berbisik. "Kau bertanya apa mauku bukan? Dengarkan baik-baik, aku mau keluarga kalian hancur. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kalian, aku … tidak akan pernah membuat hidup kalian tenang." Setelah membisikkan itu Cara menarik wajahnya sambil tersenyum miring ke arah Jesy.

Sedangkan napas Jesy sudah memburu, wajahnya memerah begitu marah mendengar kalimat Cara. "Gadis sialan!" Jesy mengangkat tangannya berniat menampar Cara, tetapi aksinya itu terhalang sebab dengan cepat Torih menahan tangan putrinya itu.

Torih menatap tajam Jesy, sangat terlihat raut kemarahan di wajah laki-laki paruh baya itu. "Kau sudah kurang ajar kepada Nona Cara." bentak Torih. Plak ….

Terpopuler

Comments

Quen

Quen

Si cara kalau ga ditolong si geo pasti tetep jadi orang bego dan lemah

2024-05-03

0

Nurul Syahriani

Nurul Syahriani

di bab sebelumnya tadi udah 4 bulan.. sekarang koq 3 setengah.. dan bukannya pembalasan mulai setelah 3 bulan.. dan torih pusing mikirin perusahaan yg mau bangkrut jg udah 3 bulan.. harusnya udah 6 atay 7 bulan lahh

2023-02-22

0

Lutfiah Zakiyah

Lutfiah Zakiyah

bucinnya dedy. nya 🤭

2022-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!