14. Pelayan (LB)

"Kakak tadi mempermainkan aku bukan? Bagaimana kalau sekarang giliranku?" Cara tersenyum nakal kepada Geo yang sudah melotot dengan wajah was-was.

'Astaga, sepertinya kali ini aku akan melepaskannya di kamar mandi lagi,' batin Geo frustasi. Cara memulai aksinya, gadis itu dengan sengaja menyentuh pelan dada bidang Geo, sedangkan laki-laki datar itu sudah pasrah sambil memejamkan matanya menahan suara. Melihat wajah frustasi Geo membuat Cara sekuat tenaga menahan tawa.

Cup …. Cara mencium lembut pipi Geo, kemudian gadis itu memeluk dan mulai menciumi leher laki-laki itu. Geo menegang sambil melenguh pelan. "Sayang jangan siksa aku seperti ini," bisik Geo menahan lenguhannya.

Cara menoleh dan terkekeh kecil melihat wajah frustasi milik kekasihnya. 'Kenapa malah semakin tampan?' batin Cara tidak habis pikir.

Cara menyingkap baju Geo dan menatap berbinar delapan kotak di perut kekasihnya. Cara menyentuh roti sobek itu pelan membuat Geo mengerang keras. "Arrgh … stop Baby." Geo menahan tangan Cara sambil menatap gadis itu dengan pandangan sendu dan tertekan seakan sedang menahan sesuatu yang begitu besar.

Cara terkekeh kecil. Cup …. Cara mencium bibir Geo singkat, gadis itu merasa kasihan melihat wajah tertekan milik kekasih tampannya itu. Setelahnya Cara menyingkir dari atas tubuh Geo yang sudah panas dingin karena ulahnya. "Kamu benar-benar nakal Sayang, lihat saja jika kita sudah menikah … aku akan membuatmu menyesal sudah memancingku seperti ini." Geo berbisik tepat di daun telinga Cara sehingga membuat gadis itu merinding.

Geo berdiri dengan wajah merahnya. "Aku harus ke kamar mandi lagi." Geo bergumam setelahnya laki-laki itu bergerak cepat menuju kamar mandi untuk melepaskan sesuatu yang sudah meronta ingin terbebaskan.

"Kak Ge bukannya sudah mandi? Bukankah Kakak menyuruhku mandi, kenapa malah Kak Ge yang masuk?" Cara berteriak di depan kamar mandi.

"Ini sudah tidak bisa diundur, ini juga karenamu Sayang," balas Geo dari dalam kamar mandi.

Cara mengernyit bingung. "Memangnya aku kenapa?" gumam Cara.

...*****...

Torih berjalan menuju meja resepsionis perusahaan VT Group. "Permisi, apakah saya bisa bertemu dengan Nona Lavia Cara?" tutur Torih kepada resepsionis.

"Maaf, apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis.

"Belum, nomornya tidak bisa saya hubungi," jawab Torih. Laki-laki itu baru menyadari jika jabatan Cara begitu penting di VT Group. Jelas saja tidak akan semudah itu untuk bisa bertemu dengannya.

"Maaf Tuan, jika Anda belum memiliki janji maka Anda tidak bisa menemui Nona Cara," papar resepsionis sopan.

"Bisakah Anda menghubunginya dulu, katakan kepadanya kalau Torih Gerisam ingin bertemu," pinta Torih.

Resepsionis itu menatap wajah Torih sejenak. "Baiklah." Setelahnya wanita muda itu terlihat menghubungi seseorang dari telepon kantor yang ada di mejanya.

"Maaf Bu Ratna, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona Cara," tutur resepsionis.

"Siapa? Hari ini Nona Cara tidak memiliki janji temu," balas Ratna, sekretaris Cara.

"Dia memang belum memiliki janji Bu, dia meminta untuk menanyakan langsung kepada Nona Cara," sahut resepsionis.

"Baiklah, siapa namanya?" tanya Ratna.

"Torih Gerisam Bu," jawab resepsionis.

"Aku tanyakan kepada Nona Cara dulu, nanti aku hubungi lagi," papar Ratna.

"Baik Bu." Setelahnya sambungan telepon itu terputus.

Resepsionis menoleh ke arah Torih. "Mohon ditunggu dulu Tuan, sekretarisnya akan bertanya dulu apakah Nona Cara bersedia bertemu dengan Tuan atau tidak," jelas resepsionis.

"Baiklah," sahut Torih.

.

.

.

Tok … tok … tok …

"Masuk," tutur Cara.

"Maaf mengganggu Nona, ada seseorang yang ingin menemui Nona Cara," ucap Ratna.

Cara menoleh. "Bukankah tadi kamu mengatakan kalau kita tidak ada jadwal pertemuan hari ini?" tanya Cara.

"Iya Nona, dia tidak memiliki janji. Makanya dia meminta izin secara langsung, apakah Nona bersedia atau tidak. Kita bisa menolaknya jika Nona keberatan," jelas Ratna.

Cara mengernyit. "Siapa?" tanya Cara lagi.

"Namanya Torih Gerisam, Nona," sahut Ratna.

Cara terkejut, setelahnya gadis itu tersenyum miring. 'Akhirnya dia datang juga,' batin Cara.

"Baiklah, suruh dia ke sini," titah Cara.

"Baik Nona, kalau begitu saya permisi." Setelahnya Ratna pergi dari ruangan, meninggalkan Cara yang sedang tersenyum miring. 'Mari kita mulai permainan berikutnya,' batin Cara senang.

.

.

.

"Nona Cara bersedia bertemu dengan Anda Tuan, mari saya antar Anda ke ruangannnya," ucap resepsionis.

Torih tersenyum senang. 'Aku harus bisa membujuknya, aku yakin dia masih memiliki balas kasih kepadaku sebagai ayahnya,' batin Torih percaya diri.

...*****...

"Selamat datang Tuan Gerisam," sambut Cara.

Torih terkejut saat melihat aura Cara benar-benar berbeda, apalagi di saat gadis itu sedang duduk di kursi kekuasaannya itu. 'Dia benar-benar sudah berubah, seperti orang yang berbeda,' batin Torih.

"Kalau begitu saya permisi Nona," ucap Ratna.

"Baiklah, tapi tolong bawakan tamu kita minuman dan juga makanan pencuci mulut. Dia adalah tamu penting." Cara menatap Ratna setelahnya gadis itu melirik Torih dengan pandangan tidak dapat diartikan.

"Baik Nona. Maaf Tuan, Anda ingin minuman apa?" tanya Ratna kepada Torih.

"Terserah saja," sahut Torih.

"Bawakan dia teh hijau, Tuan Gerisam sangat menyukai teh hijau. Bukan begitu Tuan?" Cara menatap Torih dengan senyum manis. Sedangkan Torih sempat terkejut saat mengetahui jika Cyra ternyata masih mengingat salah satu hal yang disukainya.

"Ah … iya," sahut Torih ragu.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi Nona." Cara mengangguk singkat membuat Ratna berlalu pergi dari sana.

"Silakan duduk Tuan Gerisam," tutur Cara. Setelahnya gadis itu berdiri dan mendekat ke arah sofa ruangan kerja miliknya. Torih ikut bergerak dengan gerakan sedikit kaku.

Beberapa menit berlalu ruangan Cara begitu sepi sebab tidak satu pun di antara mereka yang bersuara. Torih bingung ingin memulai pembicaraan dari mana, apa lagi aura Cara yang tidak biasa membuatnya semakin merasa gugup. Sedangkan Cara ikut diam, sengaja menunggu laki-laki paruh baya itu untuk berbicara. Cara tersenyum miring saat mengetahui Torih sedang berada dalam fase gugup dan bingung. 'Aku pernah berada di posisimu ini Tuan Gerisam, lama sekali mengumpulkan nyali untuk berani berbicara kepadamu,' batin Cara tajam.

Tok … tok … tok …

Suara pintu diketuk dari luar memecahkan keheningan di dalam ruangan luas itu. "Masuk," ucap Cara.

"Permisi Nona," Ratna datang bersama seorang karyawan dari bagian kantin kantor. Karyawan itu membawa nampan yang berisikan dua gelas minuman dan beberapa makanan santai.

"Terima kasih." Cara tersenyum ramah kepada seorang gadis yang sepertinya lebih kecil dari pada Cara.

"Iya Nona," balas karyawan itu.

"Ratna, berikan bonus kepadanya," tutur Cara.

"Baik Nona," sahut Ratna.

"Terima kasih banyak Nona." Karyawan itu menunduk berkali-kali sebab begitu senang bisa mendapatkan bonus langsung dari Cara. Cara tersenyum manis menatap gadis itu, entah kenapa melihatnya membuat Cara mengingat masa dulu di saat dirinya berjuang untuk bisa melanjutkan hidup. Mengingat itu Cara mengepalkan tangannya sambil melirik Torih singkat.

"Tidak apa-apa, tetaplah semangat. Saya pernah berada di posisimu, bahkan saya sudah banting tulang sedari umur dua belas tahun untuk bisa melanjutkan hidup. Itu tepat setelah kematian bunda saya, ayah saya tidak pernah memberi saya uang bahkan sampai saat ini." Cara berucap santai sambil melirik Torih yang sudah menegang di tempatnya.

"Pergilah." Cara tersenyum tipis kepada Ratna dan karyawan itu.

"Kami permisi Nona." Setelahnya Ratna dan karyawan itu pergi dari ruangan itu.

"Jadi apa yang membawa Anda ke sini Tuan Gerisam?" pada akhirnya Cara bertanya.

Torih terlonjak, suara Cara membangunkannya dari lamunan kejadian masa lalu. Kalimat Cara tadi jelas sekali bermaksud menyindir dirinya, dan Cara berhasil bahkan tepat sasaran. Laki-laki paruh baya itu mengakui kalau dia memang tidak pernah memberikan uang kepada Cara bahkan seratus perak pun. "Saya ingin meminta bantuan," papar Torih ragu.

Cara menaikkan sebelah alisnya. "Bantuan apa?" tanya Cara pura-pura tidak tahu. Padahal gadis pintar itu jelas tahu apa maksud Torih, bahkan jauh sebelum laki-laki paruh baya itu datang menemuinya. Cara sudah menebak kalau kejadian ini akan terjadi, dan terbukti sekarang Torih benar-benar datang menemuinya.

"Tolong … bantu kembalikan ketimpangan Gerisam Group," lirih Torih.

Cara tersenyum miring. "Apa untungnya untuk saya?" tanya Cara.

Torih terdiam, laki-laki itu tidak tahu harus menjawab apa. Cara terkekeh kecil. "Bagaimana jika Anda memberi saya mainan?" usul Cara.

Torih menatap Cara dengan pandangan bingung. "Maksud Anda?" tanya Torih.

"Saya mulai bosan, saya ingin memiliki permainan tetapi yang hidup. Mungkin … putri Anda bisa," papar Cara santai.

Torih melotot, namun laki-laki itu diam bingung harus menjawab apa. Cara menatap sinis Torih yang menunduk bingung. "Saya akan membantu Anda mengembalikan kedudukan Gerisam Group, tetapi … berikan Jesy kepada saya untuk menjadi pelayan saya selama satu bulan. Sebentar bukan? Saya bahkan menjadi pelayannya selama bertahun-tahun." Cara tersenyum miring kepada Torih yang sempat tertegun.

Torih terdiam sejenak seakan memikirkan sesuatu. "Baiklah, saya akan membicarakan ini kepada Jesy," tutur Torih.

"Saya tunggu kabar dari Anda besok, saya tidak suka menunggu terlalu lama," terang Cara.

...*****...

"Kita mau ke mana sebenarnya Kak?" Cara menatap Geo yang sedang fokus menyetir mobil.

"Kejutan Sayang, kalau aku beritahu berarti bukan kejutan lagi namanya," sahut Geo santai.

Cara mendengus kesal. "Tetapi aku penasaran." Cara mengerucutkan bibirnya merajuk.

Geo melirik sekilas kemudian terkekeh kecil melihat wajah merajuk milik kekasihnya. "Kenapa dengan mulut itu, ingin dicium?" goda Geo.

Cara melotot ke arah Geo yang kembali terkekeh. "Jika saja Kak Ge tidak sedang membawa mobil, sudah aku buat tegang," racau Cara kesal.

"Apanya yang dibuat tegang Sayang?" Geo tersenyum nakal sambil menaikkan sebelah alisnya ke arah Cara.

Cara kembali melotot. "Ih … Kak Ge mesum," pekik Cara.

Geo tertawa. "Kenapa mesum, aku kan hanya bertanya Sayang. Pikiran kamu saja yang aneh-aneh, iya kan?" ejek Geo.

Cara mendengus kesal. "Aku merajuk sampai nanti malam," ucap Cara.

Geo kembali tertawa. "Merajuk kenapa kasih tahu?" Geo terkekeh gemas.

"Sayang," panggil Geo. Cara diam tidak menyahut, gadis itu sedang menjalankan aksi merajuknya. Geo terkekeh melihat wajah kesal milik kekasihnya, sungguh lucu.

"Ayo kita turun, sudah sampai. Katanya penasaran," ujar Geo. Mendengar itu Cara menoleh sekeliling, gadis itu mengernyit saat mengetahui mereka sedang berada di tepi pantai.

"Ayo Baby." Pintu mobil terbuka dan Geo mengulurkan tangannya kepada Cara.

"Kenapa kita ke sini Kak?" Cara bertanya sambil mengikuti langkah kaki Geo.

"Bukankah kamu ingin sekali melihat sunset?" tutur Geo. Cara terkejut kemudian gadis itu menatap berbinar ke arah Geo.

"Sangat tepat waktu ya." Cara melihat matahari yang mulai memerah di ujung lautan.

"Ayo," ajak Geo.

"Ke mana Kak? Di sini kan juga kelihatan," ucap Cara.

"Ikut saja, atau kamu capek jalan? Ingin aku gendong?" tawar Geo.

"Tidak Sayang, ayo. Ingin ke mana memangnya? Ternyata menyenangkan juga berjalan di tepi pantai di saat matahari hampir terbenam seperti ini. Sangat menghangatkan," ujar Cara. Setelahnya Cara melepas genggaman tangan Geo kemudian berlari kecil mendahului kekasihnya yang sudah tersenyum tipis melihat aksi Cara.

"Aku ikut senang melihatmu bahagia seperti itu," gumam Geo. Setelahnya laki-laki itu menatap ponselnya dan melihat pemberitahuan baru dari Juan. Melihat pesan baru dari sahabatnya itu membuat Geo tersenyum tipis. 'Aku akan membuat lamaran ini menjadi salah satu kenangan mengesankan di dalam hidupmu.' Geo membatin sambil menatap Cara yang sedang asik dengan aksinya.

"Kak Ge, ayo kejar aku," teriak Cara dari kejauhan.

Geo tersenyum. "Berlarilah Sayang, sebelum aku mendapatkanmu." Setelahnya Geo berlari mengejar Cara yang sudah tertawa senang.

...*****...

"Apa? Aku tidak mau," bentak Jesy.

"Hanya satu bulan Jesy, ini tidaklah lama," tutur Torih.

"Jangankan satu bulan, satu menit pun aku tidak sudi melayaninya Pa," tekan Jesy.

"Iya Mas, yang benar sana anak kita harus menjadi pelayan putri gembel itu. Mama juga tidak setuju," protes Sasdia.

"Ini semua terjadi juga karena ulahmu Jesy, jadi kau harus bertanggung jawab. Ini adalah waktunya untukmu mengembalikan semua yang sudah kau buat kacau," geram Torih.

"Aku tetap tidak mau Pa, aku tidak sudi," tolak Jesy marah.

"Cari cara lain saja Mas, kenapa harus ini?" usul Sasdia.

"Ini sudah hampir tiga bulan, semua cara sudah aku lakukan tetapi semuanya zonk. Makanya aku menguatkan tekad untuk menemuinya, ini adalah cara terakhir. Aku jamin jika Cara membantu kita, Gerisam Group akan kembali membaik," terang Torih.

"Tetapi kenapa harus Jesy Mas?" ujar Sasdia.

"Karena itu keinginan Cara," sahut Torih.

"Tetap saja aku tidak mau," tegas Jesy.

"Kau harus mau, hanya satu bulan. Setelahnya kita bebas," ucap Torih memaksa.

"Aku yang menjalaninya Pa, aku tidak mau," jerit Jesy.

"Kau mau hidup susah, hah? Terlantar dijalanan, itu yang kau inginkan?" Torih menatap tajam Jesy yang sudah terdiam.

"Aku tidak bisa menjamin sampai mana Tuan Adam bersedia mempertahankan sahamnya di perusahaan kita. Jika sampai dia menarik sahamnya itu, kalian jelas tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Maka jika itu yang kalian inginkan … bersiap-siap saja dari sekarang," tekan Torih.

Sasdia dan Jesy menegang, bayangan hidup susah melintas di kepala mereka. Secara bersamaan Sasdia dan Jesy menggeleng ngeri. "Aku tidak ingin hidup susah," cicit Jesy.

Torih menatap datar putrinya, sedangkan Sasdia terlihat sangat tertekan. "Baiklah, aku bersedia," lirih Jesy terpaksa.

Sasdia menatap terkejut ke arah putrinya. "Kamu yakin Sayang?" tanya Sasdia.

"Harus bagaimana Ma, aku tidak siap hidup melarat. Belum lagi malunya," tutur Jesy.

"Bagus, besok kau ikut untuk menemuinya." Torih tersenyum puas.

"Kenapa cepat sekali Pa, tidak bisa diundur?" tawar Jesy.

"Tidak, Cara tidak suka menunggu lama. Aku tidak mau nanti dia berubah pikiran, Cara adalah satu-satunya kesempatan kita," papar Torih.

Mendengar Itu Jesy menghela napas pasrah sedangkan Sasdia mengusap punggung putrinya mencoba menguatkan. 'Aku harus membuat dia tidak betah mempertahankan aku sebagai pelayannya, aku harus menyusun rencana.' Jesy membatin sambil tersenyum licik.

Terpopuler

Comments

Lee Fay

Lee Fay

Bner. Dia sma kek Dea si oon itu. Psti ujung2 nya nnti dimaafkan

2022-09-29

0

Lutfiah Zakiyah

Lutfiah Zakiyah

jesy jesy

2022-09-24

0

Sariani Sakka

Sariani Sakka

pembalasan di mulai jesy...padan muka
hahahahahah

2022-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!