10. Permainan Baru (LB)

Tring … tring …tring …

Geo yang sedang sibuk dengan laptopnya, menatap ponselnya yang sedang berdering. Laki-laki datar itu tersenyum tipis saat melihat nama Cara sebagai si pemanggil. "Halo Kak," sapa Cara.

"Iya?" sahut Geo.

"Kakak di mana? Aku ada sedikit keperluan masalah proyek baru, aku perlu tanda tangan Kakak malam ini," terang Cara.

"Aku di ruangan kerja," balas Geo.

Cara terdiam ragu. "Ke sini saja," sambung Geo.

"Tidak apa-apa?" tanya Cara ragu.

"Tidak apa-apa," jawab Geo.

"Baiklah, aku tutup Kak. Aku segera ke sana." Setelahnya Cara mematikan sambungan telepon.

.

.

.

Cara menoleh sekeliling, ini adalah pertama kalinya bagi Cara menapakkan kaki di lantai empat mansion Vetro setelah empat bulan gadis itu tinggal di sana. Cara menatap kagum sekitar, sebab lantai empat yang dikhususkan untuk Geo begitu mewah dan tertata. "Elegan sekali," gumam Cara memuji.

"Ah … aku tidak tahu letak ruangan kerja Kak Re di mana," ucap Cara bingung. Namun, gadis itu masih saja melangkahkan kakinya sampai gadis itu melihat sebuah pintu besar nan mewah.

"Mungkin ini kamar Kak Ge, aku lanjut saja." Cara kembali melanjutkan jalannya sampai gadis itu menemukan satu pintu lagi.

"Coba kita ketuk, mungkin di sini," gumam Cara.

Tok … tok … tok …

"Masuk." Suara berat nan datar menyahut dari dalam ruangan itu.

"Benar ternyata di sini," ujar Cara. Setelahnya Cara membuka pintu itu secara perlahan, setelah pintu terbuka gadis itu dapat melihat Geo sedang fokus dengan laptopnya. 'Sungguh tampan,' puji Cara di dalam hati.

"Permisi, Kak." Cara bersuara sambil mendekat ke arah Geo.

"Dokumen ini akan aku kirim malam ini, jadi aku membutuhkan tanda tangan Kakak." Cara menyodorkan sebuah map kepada Geo.

"Duduklah." Geo bersuara sambil meraih map yang diberikan Cara. "Sepertinya kamu melupakan sesuatu," papar Geo.

Cara terkejut mendengar perkataan Geo. "Benarkah, apa Kak?" tanya Cara.

"Kamu perlu revisi halaman dua, kamu meninggalkan bahan yang cukup penting." Geo kembali menyodorkan map kepada Cara yang segera diambil oleh gadis itu.

"Astaga, maaf Kak. Aku kurang teliti, aku akan merevisinya. Terpaksa direvisi semua," ringis Cara.

"Kerjakan di sini saja," tutur Geo.

"Eh … tidak usah Kak, aku takut mengganggu Kak Ge. Pekerjaan Kakak lebih menumpuk," tolak Cara tidak enak.

"Aku tidak terima penolakan," sela Geo.

Cara terdiam sedikit terkejut, setelahnya gadis itu mengangguk singkat. "Baiklah," putus Cara.

"Ke sini," titah Geo.

Dengan gerakan sedikit ragu Cara mendekat ke arah Geo. "Pakai ini." Geo memberikan laptopnya kepada Cara.

"Terus Kakak bagaimana?" tanya Cara.

"Ada, pakai saja. Kerjakan di sana." Geo menunjuk sofa besar di dalam ruangan itu.

"Baiklah," sahut Cara.

...*****...

"Jadi semua itu ulah perempuan murahan itu?" geram Jesy.

"Kita tidak bisa menganggapnya remeh sekarang, posisinya di VT Group sangat memungkinkan untuk dia melakukan itu kepada kita," terang Torih.

"Terus kita harus bagaimana Mas? Tidak mungkin kita diam saja," kesal Sasdia.

"Kita harus pikirkan matang-matang, jangan terburu-buru," papar Torih.

"Aku muak melihatnya yang sok berkuasa," racau Jesy.

"Tapi dia benar-benar punya kuasa saat ini Jes. Apa yang dia katakan itu benar, hanya dengan satu tanda tangan darinya perusahaan kita bisa hancur," resah Torih.

...*****...

Geo menoleh saat merasakan tidak ada pergerakan dari arah sofa. Benar saja, di sana Cara sudah terlelap dengan posisi tidak nyaman. Geo mendekat dan mendapati layar laptop masih menyala, laki-laki itu melihat pekerjaan Cara sudah selesai. Gadis itu hanya tinggal mengirim berkas sebab Geo sudah menandatanganinya.

Geo menatap wajah polos Cara yang sedang tertidur pulas. 'Cantik dan menyejukkan,' batin Geo. Setelahnya laki-laki itu membereskan semua sisa pekerjaannya dan Cara.

Kemudian laki-laki itu menarik Cara secara perlahan ke dalam pelukannya, setelahnya Geo menggendong Cara ala bridalstyle. Geo membawa tubuh Cara ke dalam kamarnya, laki-laki itu menidurkan Cara secara perlahan takut mengganggu tidur pulas gadis itu. 'Aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu.' Geo membatin sambil menatap wajah Cara intens. Setelah itu Geo ikut membaringkan tubuhnya di samping Cara dan membawa raganya ke alam mimpi.

...*****...

'Kenapa berat sekali?' Cara membatin dengan mata masih terpejam. Gadis itu melenguh saat tubuhnya terasa begitu berat, seakan ada sesuatu yang menghimpitnya. Dengan perlahan Cara membuka matanya meski dia masih merasa begitu mengantuk.

'Mimpi macam apa ini?' batin Cara. Gadis itu melihat dada bidang seorang laki-laki yang sepertinya sedang memeluknya erat.

Cara mendongak, sepersekian detik gadis itu melotot dengan wajah ling-lung. 'Mimpiku kali ini sangat indah,' Cara kembali membatin.

Cara menatap wajah tampan Geo yang terlihat begitu polos dikala laki-laki itu terlelap. Perlahan gadis itu mengusap pipi tampan milik laki-laki datar itu. "Sungguh nikmat jika wajah tampan ini menjadi hal pertama yang selalu aku lihat di setiap bangunku," gumam Cara tanpa sadar.

"Kamu memancingku?" Cara terlonjak saat bibir Geo bergerak dan mengeluarkan suara.

'Ini tidak mimpi?' batin Cara terkejut. Cara dapat melihat mata Geo perlahan terbuka, gadis itu sudah menganga tidak percaya. Cara menelan salivanya kasar saat mata tajam milik Geo menatapnya begitu lembut. "Bangun Cara." Cara bergumam sambil menggelengkan kepalanya.

"Bukankah kamu sudah bangun? Dan malah memancing buaya yang sedang terlelap," sela Geo.

Cara menegang di tempat, gadis itu menatap Geo dengan mata mengedip-ngedip bingung. Setelahnya gadis itu menyentuh pipi Geo masih mencoba memastikan. "Aku tidak mimpi?" ujar Cara bingung.

"Kamu berharap ini mimpi?" tanya Geo. Cara melotot, setelahnya wajah gadis itu memerah karena salah tingkah bercampur malu. Dengan gerakan spontan gadis itu menyembunyikan wajah panasnya di dada bidang milik Geo. "Kenapa bisa?" tanya Cara gugup.

Geo sempat terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Cara, setelahnya laki-laki itu tersenyum saat mengetahui gadis itu sedang malu dan salah tingkah. "Kamu tertidur semalam, dan aku menidurkanmu di kamarku," terang Geo.

"Maaf, jadi merepotkan Kak Ge," sahut Cara tidak enak.

Geo menarik wajah Cara dari pelukannya, setelahnya laki-laki itu menatap muka merah gadis itu dengan tatapan serius. "Mulai saat ini kamu tidak akan pernah lepas dariku, aku tidak akan pernah melepaskanmu sebab kamu adalah milikku," tegas Geo.

Cara terkejut dengan perkataan Geo yang jelas bukanlah hal main-main, gelenyar aneh mengalir di dalam hati gadis itu. Cara menghangat, perkataan Geo mampu membuat gadis itu semakin merona. Hatinya senang, perasaan yang selama ini dia simpan dan dia jaga akhirnya terbalas. Geo menyukainya bahkan mengaku tidak akan pernah melepasnya, Cara merasa begitu beruntung.

"Jangan sampai ada laki-laki lain dikehidupanmu, sebab … aku pastikan laki-laki itu akan mati di tanganku." Suara dingin Geo mampu membuat bulu kuduk Cara meremang. Perkataan Geo tidak main-main, Cara tahu itu. Lagi pula, selama hidupnya Cara tidak pernah menyukai seorang laki-laki pun di dunia ini selain Geo.

...*****...

Pesta VT Group

"Di sini kita akan memulai permainan baru." Cara tersenyum miring menatap keramaian pesta perusahaan VT Group dari sebuah ruangan tertutup. Tiba-tiba seseorang memeluk pinggang ramping Cara sehingga membuat gadis itu terkejut. Cara menoleh dan mendapati wajah tampan milik kekasihnya. Semenjak kejadian bangun tidur kala itu, Geo dan Cara resmi berganti status menjadi sepasang kekasih.

Cara tersenyum manis kepada Geo. "Sampai kapan disembunyikan?" tanya Geo.

"Sabar dulu ya, aku masih ingin bermain-main dengan mereka. Kalau mereka tahu aku memilikimu, pasti semuanya tidak lagi seru." Cara mengusap rahang tegas kekasihnya.

Geo menghela napas pelan terpaksa menuruti keinginan kekasihnya. "Aku pergi lebih dulu, jangan jelalatan." Cara memeluk tubuh kekar Geo sejenak, setelahnya gadis itu berjinjit berniat mencium pipi kiri Geo. Sebab tinggi Geo yang berada diangka 191 cm terlihat begitu timpang dengan tinggi Cara yang hanya 165 cm.

"Dia benar-benar membuat aku gila." Geo bergumam sambil menatap kepergian Cara.

.

.

.

"Hai … kita bertemu lagi." Cara tersenyum miring ke arah Torih, Sasdia dan Jesy yang sedang menatapnya dengan raut terkejut.

"Mau apa kau ke sini? Pergi, kami jijik melihat wajah murahanmu itu," desis Jesy.

"Wah … mulut putri Anda berbahaya Tuan Gerisam, bisa saja mengancam kelangsungan hidup Gerisam Group." Cara tersenyum licik.

Torih terkesiap, setelahnya laki-laki paruh baya itu menatap tajam ke arah Jesy yang sudah melotot tidak percaya. Sedangkan Cara sudah bersorak senang di dalam hati. "Maaf, Jesy sedang ada masalah. Jadi … tolong dimaklumi," papar Torih lembut.

Sasdia dan Jesy menatap tidak percaya ke arah Torih, sedangkan Cara sudah tersenyum miring merasa puas melihat musuhnya mulai tunduk kepadanya. "Oh begitukah?" Cara mengangguk singkat seakan memaklumi.

"Bisakah aku minta tolong, Nona Gerisam?" Cara menatap Jesy santai. Sedangkan Jesy sudah menatap Cara dengan pandangan penuh kebencian.

"Tentu saja, Anda ingin minta tolong apa?" sahut Torih. Lagi, perkataan Torih memancing keterkejutan Sasdia dan Jesy.

Cara tersenyum manis. "Bisa ambilkan aku air minum?" pinta Cara.

Jesy melotot. "Kau …."

"Tentu, cepat ambilkan Jes," potong Torih cepat.

"Tapi Pa …." Torih menatap tajam Jesy sehingga membuat gadis itu mendengus kesal, setelahnya Jesy bergerak dari sana dengan wajah marah.

"Apa maumu, hah? Kenapa kau seenaknya menyuruh-nyuruh putriku?" Sasdia menatap tajam Cara.

"Diam Sasa," tegur Torih tajam.

"Mas kamu …."

"Aku bilang diam." Torih menatap tajam Sasdia sehingga membuat istrinya itu mendengus marah.

Sedangkan Cara yang melihat itu sudah bersorak senang di dalam hatinya. 'Pertunjukkan yang memuaskan,' batin Cara.

"Ini." Jesy kembali dan menyodorkan sebuah gelas berisi cairan berwarna ungu gelap kepada Cara.

"Aku tidak sepertimu Nona Gerisam, aku tidak meminum minuman berakohol. Bisa kau ganti yang baru?" balas Cara santai.

Jesy menatap tajam Cara. "Kau pikir kau siapa, hah? Seenaknya memerintahku," sembur Jesy.

"Aku salah satu orang berkuasa di sini," jawab Cara santai.

"Ambilkan saja yang baru Jes," titah Torih.

"Tidak Pa, kenapa Papa malah menuruti perkataan wanita murahan ini? Dia hanya ingin mempermainkan kita," tolak Jesy tidak terima.

"Bukankah kita memang sedang memulai permainan baru?" sela Cara.

"Aku tidak akan pernah mau menuruti perkataanmu, brengsek! Kau hanya wanita murahan yang sok berkuasa." Jesy menunjuk Cara dengan tangan kirinya.

"Sudah Jesy," tegur Torih.

"Perlu saya ralat Nona Gerisam, saya bukan sok berkuasa. Tetapi memang berkuasa, saya bisa dengan mudah membuat Gerisam Group hancur berkeping-keping. Dengan demikian hidupmu juga akan hancur, kau tidak akan bisa menyombong dengan kekayaan yang tidak seberapa itu. Dan … kata-kata gembel yang terpaut pada diriku dahulu, akan berpindah kepadamu." Cara tersenyum jahat.

Jesy mengepalkan tangannya erat, genggamannya pada gelas yang dia bawa semakin kuat. Tiba-tiba Jesy membating gelas itu dengan emosi memuncak.

Prang … plak … bruk ….

Dengan gerakan cepat, setelah membanting gelas hingga menimbulkan bunyi nyaring dan menarik perhatian semua tamu dipesta itu. Jesy menampar Cara, seakan dejavu … Cara menjatuhkan dirinya sambil memulai aktingnya yang seakan tertindas. Semua orang terkejut saat melihat kejadian itu, mereka dengan jelas melihat Jesy menampar Cara hingga terjatuh.

Tidak terkecuali dengan Torih dan Sasdia yang sudah melotot saat menyadari semua mata tertuju ke arah mereka. Torih mengumpat saat menyadari kelakuan Jesy itu mampu berakibat buruk untuk perusahaannya. Jelas dari tatapan tidak suka yang ditujukan para tamu undangan untuk Jesy. Mereka menatap Jesy dengan pandangan menuduh dan merendahkan.

"Nona Cara, Anda tidak apa-apa?" Seorang wanita datang membantu Cara berdiri.

"Apa yang kau lakukan?" Wanita itu menatap tajam ke arah Jesy yang sudah terkejut saat menyadari dirinya sedang menjadi pusat perhatian.

"Sepertinya gadis itu sudah gila," sinis seorang tamu.

"Benar, dia tidak waras dengan membuat masalah di pesta besar ini," tambah seorang tamu lagi.

"Kalau Tuan Vetro tahu, pasti hidupnya hancur," rundung seorang wanita.

"Apa dia tidak tahu kalau wanita yang ditamparnya itu adalah direktur utama VT Group?" ejek tamu lainnya.

"Bukankah dia anak dari Tuan Torih, pemilik Gerisam Group?" tutur seorang laki-laki.

"Sudahlah, aku tidak apa-apa." Cara tersenyum tipis ke arah para tamu membuat semua orang semakin menyudutkan Jesy.

Torih mengepalkan tangannya marah, laki-laki itu memegang tangan Jesy kuat sambil menatap ragu ke arah Cara. "Maafkan kelakuan putri saya Nona Cara, ini salah saya yang kurang mendidiknya. Kami permisi." Setelah mengucapkan itu Torih menarik kasar tangan Jesy sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan.

Cara menatap kepergian keluarga itu dengan senyum puas. Berbeda dengan Geo yang sedari tadi sudah menahan amarahnya saat melihat Cara ditampar oleh Jesy. Laki-laki itu tidak suka jika gadisnya diperlakukan buruk seperti itu. "Jika bukan karena permintaan gadisku untuk tidak menyentuh mereka, sudah aku pastikan tangannya yang baru saja menampar pipi gagisku berpisah dari tubuhnya," gumam Geo tajam.

.

.

.

"Perlu aku beri pelajaran?" Geo bertanya sambil mengusap lembut pipi Cara yang masih memerah. Setelah kepergian Torih, Sasdia dan Jesy, laki-laki datar itu menyuruh Cara segera menemuinya di ruangan tadi.

"Tidak usah Kak, ini tidak terlalu sakit. Lagi pula, ini adalah salah satu dari rencanaku. Kita lihat hasilnya besok." Cara tersenyum manis ke arah Geo. Cara sedang duduk dipangkuan Geo yang masih terlihat menahan emosi.

"Tetap saja aku tidak suka jika kamu diperlakukan kasar, aku benci itu," papar Geo.

Cara terkekeh kecil. "Aku tidak apa-apa, ini tidaklah sakit." Cara mengusap lembut pipi Geo.

"Tidak sakit? Lihatlah ini membekas sampai sekarang, jika saja kamu tidak melarangku untuk menyentuh mereka. Aku jamin tangan wanita itu sekarang sudah terpisah dari tubuhnya." Geo menyentuh pipi Cara dengan hati-hati.

Cara tersenyum tipis, gadis itu merasa senang dan beruntung bisa mendapatkan perhatian dari laki-laki seperti Geo. Laki-laki yang memiliki kepribadian sedingin es, tetapi bongkahan es itu perlahan mencair jika Geo sedang bersamanya. "Biarkan aku bersenang-senang dulu, nanti ada saatnya Kak Ge yang turun tangan. Bukankah sedari awal Kak Ge ingin aku membuat pertunjukan yang semakin menarik?" ujar Cara.

"Itu dulu, sekarang aku tidak ingin kamu kenapa-napa. Aku susah mengontrol jiwa iblisku yang meronta ingin keluar, di saat melihatmu diperlakukan kasar oleh orang lain. Aku bisa saja kelepasan menyiksa dan membunuh mereka," terang Geo.

"Tenanglah … ke depannya aku akan baik-baik saja, aku berjanji. Jika mereka keterlaluan, Kak Ge boleh turun tangan." Cara memeluk tubuh kekar Geo sambil memejamkan matanya merasa begitu nyaman. 'Nyaman sekali,' batin Cara.

Terpopuler

Comments

Parih Tiambun

Parih Tiambun

ceritanya terlalu ringan, jadi bosan bacanya

2025-01-18

0

Xavier~

Xavier~

Butuh kaca??

2024-07-05

0

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

bukan nya loe yang jalang beracun lebih jumawa 👿

2024-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!