15. Lamaran Romantis (LB)

Geo memeluk Cara dari belakang. "Dapat," tutur Geo.

"Kaki Kak Ge terlalu panjang, jadi tentu saja begitu mudah mengejarku." Cara tertawa di dalam gendongan Geo.

Geo tertawa kecil. "Coba lihat itu." Geo menunjuk sebuah tempat yang tidak jauh dari sana. Cara mengikuti arah tunjuk Geo, setelahnya gadis itu menurunkan tubuhnya dari gendongan Geo.

"Apa itu Kak? Sepertinya di sini sedang ada acara," ujar Cara.

"Ayo." Geo menggenggam tangan Cara sambil menarik pelan gadisnya.

"Mau ke mana Kak? Jangan ke sana, takutnya kita mengganggu acara orang," papar Cara.

"Ikut saja Sayang," ujar Geo.

Geo dan Cara melangkah mendekat, mata Cara berbinar menatap dekorasi mewah di tepi pantai itu. "Sungguh indah," gumam Cara.

"Suka?" tanya Geo.

Cara mengangguk cepat, tetapi setelahnya gadis itu menoleh dengan kening berkerut. "Kenapa Kak Ge tanya begitu?" tanya Cara.

Bukannya menjawab, Geo malah mengajak Cara ke tengah dekorasi indah itu. Geo menunduk menatap wajah Cara hangat. "Aku tidak bisa romantis, tapi … aku harap ini akan menjadi salah satu kenangan indah nantinya," ucap Geo.

Cara masih menatap Geo dengan pandangan bingung. "Will you marry me Baby?" Geo mengulurkan sebuah cincin dengan gaya simpel tetapi sangat terlihat mewah dan elegan. Siapa saja yang melihatnya bisa menebak harga cincin itu tidaklah main-main.

Cara menganga dengan wajah terkejut, gadis itu menatap Geo dengan mata berkaca-kaca. "Ka-kak?" ucap Cara terkejut.

Geo tersenyum tipis. "Hubungan kita masih baru dimulai, dengan menikah aku ingin memulai semua hal manis tanpa hambatan status kekasih. Aku ingin kita lebih bebas dalam mengungkapkan rasa," terang Geo.

Cara masih menatap Geo dengan senyum haru. Setetes air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk matanya terlepas sudah. Geo terkejut melihat itu, dengan cepat laki-laki tampan itu mengusap air mata yang membasahi pipi indah milik gadisnya. "Kenapa menangis Sayang? Kalau kamu belum siap, aku tidak apa-apa. Aku bisa menung …."

Kalimat Geo terpotong karena Cara meletakkan jari telunjuknya di bibir laki-laki itu. Cara menggeleng pelan. "Bukan begitu Kak, aku bukan sedih tetapi … aku sangat senang dan terharu." Cara tersenyum kepada Geo.

"Tolong pasangkan cincin indah ini ke jari manisku." Cara tersenyum manis ke arah Geo yang ikut tersenyum tipis. Setelahnya Geo memasangkan cincin itu ke jari manis Cara, begitu pas melekat di sana.

Cara tersenyum menatap jari manisnya yang sudah tidak lagi polos. "Indah sekali," ucap Cara.

"Kamu suka cincinnya?" tanya Geo.

"Sangat suka, Kak Ge pintar memilihnya," tutur Cara.

Geo tersenyum senang mendengar itu. 'Yah, meski sebenarnya itu adalah pilihan Juan,' batin Geo.

"Tidak berapa lama, cincin itu akan segera di ganti," ucap Geo.

"Dan aku menunggu itu." Cara tersenyum manis ke arah Geo. Geo menarik tangan Cara lembut, setelahnya laki-laki itu mengajak Cara duduk disebuah sofa yang sudah disediakan di sana. Seperti biasa, gadis itu akan duduk manis di atas pangkuan kekasih tampannya. Cara merebahkan tubuhnya di badan kekar milik Geo.

"Aku sangat senang Kak, akhirnya aku bisa menemukan pengganti bunda setelah sekian tahun aku hidup kesepian. Aku … merindukan bunda." Cara terisak kecil saat mengingat mendiang bundanya, kehidupan Dea Marisa tidak berakhir baik bahkan sampai diakhir hayatnya. Mungkin hanya satu hal yang membuat Dea bahagia setelah pernikahannya dengan Torih, yaitu kehadiran Cara putri tercintanya.

Mengingat penderitaan bundanya membuat Cara semakin memupuk dendam di dalam hatinya untuk keluarga Gerisam. Setelah Sasdia yang membawa Dea masuk ke dalam kehidupan mereka, mereka pula yang membuat Dea menderita. Bahkan ketika Dea sudah tenang di alam sana, mereka masih saja mengungkit dan mengumpatinya.

Hati Geo berdenyut sakit mendengar isakan dari gadisnya. Geo mengusap rambut Cara lembut mencoba menenangkan. "Jangan menangis Sayang, sekarang ada aku. Kamu tidak akan pernah kesepian lagi, tumpahkan semuanya kepadaku." Geo berucap sambil mengusap pipi lembab Cara.

Cara mendongak menatap wajah Reo lembut. 'Bunda … aku menemukan laki-laki yang begitu tampan dan dia membuat aku jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam pesonanya. Dia sangat memperlakukan aku dengan baik, dia bahkan memperlakukan aku bak ratu. Aku sangat beruntung bukan? Aku bahagia bunda, dan … aku harap bunda juga bahagia melihatku dari sana.' Cara membatin sambil menatap Geo hangat seakan sedang menatap bundanya.

Geo membalas tatapan hangat dari kekasihnya, setelahnya laki-laki itu mencium kedua mata Cara bergantian. Geo berlanjut ke bibir manis Cara yang sudah menjadi candu baginya. 'Kamu lebih berbahaya dari pada narkoba bagiku Cara, sungguh candu,' batin Geo frustasi.

Kali ini Geo bukan hanya mengecup singkat bibir Cara seperti biasa. Namun, laki-laki itu sedikit memberikan sensasi lain kepada Cara yang ikut hanyut di dalam permainan Geo. Laki-laki itu memeluk hangat tubuh mungil Cara yang ikut memeluk badan kekarnya. Sepasang kekasih itu terhanyut ke dalam hangatnya suasana senja di tepi pantai itu. Hembusan angin menerpa sayu tubuh sepasang insan yang sedang saling memadu kasih.

...*****...

Cara menatap santai dua orang manusia dihadapannya. "Bagaimana?" ucap Cara memecahkan kesunyian.

"Jesy bersedia Nona Cara, kapan dia bisa memulainya?" jelas Torih.

Cara tersenyum puas menatap Jesy yang sedang membalasnya dengan tatapan benci. "Hari ini, saya sudah sangat bosan. Jadi kau bisa memulainya hari ini Nona Gerisam. Untuk masalah perusahaan Anda, saya akan segera membantu. Tunggu sebentar." Cara meraih telepon kantor di atas mejanya. Torih tersenyum senang melihat Cara segera bertindak.

"Suntikkan sahammu ke dalam Gerisam Group, bantu pemasokan yang lainnya," titah Cara kepada orang di seberang telepon.

Setelahnya Cara menatap Torih yang terlihat sedang menunggunya penuh harap. "Tidak sampai lima menit, Gerisam Group akan mendapat investor baru," papar Cara santai.

Tring … tring … tring …

Seperti perkataan Cara, belum sampai lima menit Torih sudah mendapat telepon dari orang kepercayaannya. Torih menatap Cara berharap. "Silakan diangkat Tuan," ucap Cara.

Dengan gerakan cepat Torih mengangkat panggilan telepon itu. "Halo," sapa Torih.

"Kita mendapat investor baru Tuan, nominalnya lumayan. Dengan ini perusahaan kita ada sedikit kemajuan," terang orang di seberang telepon.

Torih tersenyum senang sambil menatap Cara. "Baguslah, kau pantau terus." Setelahnya Torih memutuskan sambungan teleponnya dan menatap Cara dengan pandangan senang.

"Terima kasih Nona, seperti katamu Gerisam Group sudah mendapat investor baru," tutur Torih senang.

Jesy terkejut, gadis itu menatap Cara dengan pandangan tidak percaya. 'Bagaimana bisa secepat itu? Sepertinya jabatannya memang tidak main-main,' batin Jesy.

Sedangkan Cara sudah tersenyum miring. 'Aku akan membuat kau naik dulu Tuan Gerisam, setelah itu aku akan memutus tali peganganmu sehingga membuatmu … boom, jatuh dari ketinggian. Nikmatilah,' batin Cara.

"Itu belum seberapa, jika saya puas dengan pelayanan anak Anda ini …." Cara menggantung kalimatnya sambil menatap Jesy dengan senyum miring. "Maka saya akan membuat Gerisam Group benar-benar stabil, bahkan … mungkin bisa lebih baik dari dulu," sambung Cara.

Torih tersenyum senang, sedangkan Jesy sudah menatap sinis ke arah Cara. Namun, gadis itu hanya bisa diam saat ini, sebab Jesy tidak ingin jika Cara menarik kembali bantuannya. 'Tahan Jesy, setidaknya sampai gadis murahan ini yang menyuruhmu berhenti. Ayo kita buat dia tidak betah,' batin Jesy.

"Terima kasih banyak Nona, saya jamin Jesy akan melayani Anda dengan baik. Benar kan Jes?" Torih menatap Jesy dengan tatapan tajam seakan menekan putrinya itu.

Jesy yang melihat tatapan Torih sempat terkejut, setelahnya gadis itu mengepalkan tangannya kuat mencoba menahan amarah. "Benar," sahut Jesy singkat.

Sedangkan Cara yang melihat interaksi ayah dan anak itu sudah tersenyum miring. Batinnya bersorak senang melihat wajah tertekan milik Jesy. Begitu terlihat jika Jesy sangat terpaksa menerima perjanjian itu. 'Sebentar lagi aku akan memperkenalkan kepadamu Jesy, bagaimana rasanya melayani orang tetapi tidak pernah dihargai,' batin Cara tajam.

"Kalau begitu Anda boleh pergi Tuan Gerisam, tinggalkan putri Anda dengan saya di sini," papar Cara.

"Baiklah Nona, sekali lagi terima kasih. Jika ada sesuatu Anda bisa menghubungi saya, saya siap kapan pun untuk Anda." Torih berdiri sambil mengacungkan tangan kanannya kepada Cara isyarat ingin berjabat tangan.

Cara menatap sejenak uluran tangan Torih. 'Dulu aku begitu menginginkan menggenggam tangan ini dan menciumnya hangat. Tidak disangka sekarang aku begitu jijik jika harus bersentuhan dengannya,' batin Cara.

Namun, gadis itu tetap menerima uluran tangan Torih sebentar. "Tentu saja," kata Cara singkat.

"Silakan diantar tamu kita Jesy." Cara menatap Jesy yang masih duduk santai di atas sofa. Terlihat raut terkejut dari wajah Jesy, setelahnya gadis itu nampak menatap tidak suka ke arah Cara.

"Jesy, jangan melamun. Dengarkan perkataan Nona Cara," tegur Torih.

Jesy menggeram tertahan, dengan kesal gadis itu berdiri dan mulai bergerak. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Cara. "Saya ingin setiap saya berbicara, orang yang saya ajak berbicara menyahut perkataan saya. Saya tidak suka diabaikan." Cara menatap Jesy dingin.

Torih terkejut, setelahnya laki-laki paruh baya itu mencubit Jesy sehingga gadis itu berteriak sakit. "Ssst, sakit Pa," ringis Jesy.

"Jangan mengabaikan perkataan orang, kamu tidak sopan," tegur Torih lagi.

"Iya, baiklah aku akan mengantarnya," Jesy bersuara dengan nada terpaksa.

"Kau di sini sebagai pelayan saya, jadi panggil saya Nona Cara seperti yang lain," jelas Cara.

Jesy melotot dengan pandangan tidak setuju, tetapi tatapan tajam Torih membuatnya kembali menggeram marah. "Baik Nona Cara." Jesy menatap Cara sinis sambil menekan kata Nona Cara di dalam kalimatnya.

Cara tersenyum miring. "Baiklah, silakan antar Tuan Gerisam. Setelah itu kembali ke sini," titah Cara santai.

Jesy mengepalkan tangannya erat mencoba menahan emosi, gadis itu menatap tajam Cara yang sedang meminum teh dengan gerakan santai. 'Brengsek, aku benar-benar diperlakukan seperti seorang pembantu?' batin Jesy marah.

"Ayo." Torih berbisik sambil menggenggam tangan Jesy kuat. "Saya permisi Nona Cara," pamit Torih kepada Cara.

"Baiklah, hati-hati di jalan Tuan Gerisam." Cara tersenyum manis kepada Torih, tetapi jelas senyuman itu terlihat sangat berbeda. Bukan senyum tulus, tetapi senyum yang tidak dapat mereka artikan.

Cara menatap kepergian Torih yang menarik cepat tangan Jesy. Setelahnya gadis itu tersenyum miring. "Kau benar-benar gila harta Torih, tetapi sifatmu itu sangat mempermudah rencana balas dendamku. Hanya karena perusahaan laki-laki itu mau berbuat seperti itu kepada putri yang dulu begitu disayanginya. Huh … melihat keharmonisan keluarga kalian terpecah belah, sungguh membuat aku bahagia. Itu belum seberapa dari penderitaan bundaku selama ini, apa lagi jika digabung dengan penderitaanku. Aku bersumpah … tidak akan pernah membiarkan kalian hidup tenang," gumam Cara tajam. Setelahnya gadis itu kembali menyesap teh miliknya dengan gerakan anggun.

.

.

.

"Sakit Pa." Jesy meringis sambil terus mengikuti langkah cepat Torih yang menarik tangannya.

Torih berhenti dan melepaskan cekalan tangannya pada pergelangan tangan Jesy. Jesy meringis melihat pergelangan tangannya sudah memerah, pantas saja begitu perih. "Kau harus bersikap baik kepada Cara, jangan mencoba untuk melakukan hal aneh. Ingat! Hidup kita sekarang bergantung kepadanya, kau harus bisa menjaga sikap," tegas Torih.

Jesy mendengus kesal. "Iya Pa, aku tahu," sahut Jesy kesal.

"Jangan hanya pandai menjawab, tapi buktikan. Jika Cara memberi kabar buruk tentangmu, maka siap-siap saja kau. Gunakan otakmu yang tidak seberapa itu untuk berpikir, jangan asal berbuat," sambung Torih.

Jesy mengepalkan tangannya marah, sudah hampir tiga bulan ini dia menghadapi Torih dengan kepribadian lain laki-laki itu. Jesy bahkan sudah tidak melihat Torih yang dulu. Gadis itu seakan melihat ada sosok lain di dalam tubuh Torih. Torih selalu berucap kasar kepadanya selama tiga bulan ini. 'Aku rindu Papa yang dulu,' batin Jesy sedih.

...*****...

"Sayang, aku ke sana ya?" tutur Reo.

Cara terkekeh kecil. "Jangan Kak, satu bulan ini akan ada Jesy di sini. Jadi biar aku saja yang ke sana nanti, Kakak tunggu saja," terang Cara.

"Tapi kenapa belum sampai? Biasanya kamu sudah datang," ujar Reo.

Cara melirik jam tangannya, memang biasanya dia sudah berada di ruangan Geo jam segini. "Maaf Kak, mungkin nanti ya. Ijinkan aku untuk bermain-main dulu, oke?" jelas Cara.

Cara dapat mendengar Geo menghela napas panjang di seberang sana, mendengar itu Cara terkekeh kecil. "Baiklah, tapi jika dalam satu jam kamu masih belum ke sini. Aku yang akan ke sana," tegas Geo.

Cara kembali tertawa. "Iya Sayang, aku akan ke sana sebelum satu jam yang kamu berikan itu. Hari ini aku hanya ingin pemanasan dengannya," papar Cara.

"Aku tidak peduli kamu mau membuatnya seperti apa, yang pasti jangan sampai dia membuat kamu lupa waktu dan berakhir melupakan aku di sini. Jika sampai itu terjadi, aku tidak segan-segan membunuhnya," ujar Geo serius.

Cara kembali tertawa, bahkan kepada Jesy pun Geo cemburu? "Iya Hubby, kamu tunggu saja aku di sana. Satu jam bukan? Aku akan sampai di sana sebelum satu jam, oke?" bujuk Cara.

"Baiklah," sahut Geo terpaksa.

"Sekarang Kak Ge lanjut saja kerjanya," ucap Cyra.

Cyra menatap ke arah pintu yang baru saja terbuka, di sana terlihat sosok Jesy yang mungkin saja baru kembali dari mengantar Torih. "Aku tutup ya Kak, pelayanku sudah sampai," sambung Cara.

Sedangkan Jesy yang mendengar jelas perkataan Cara melotot sambil mengepalkan tangannya marah. "Baiklah, jangan lupa ke sini. Satu jam," tutur Geo mengingatkan.

Cara tertawa. "Iya Sayang, dah …." Setelahnya Cara memutuskan sambungan telepon sambil menatap Jesy datar.

"Lain kali kalau kau ingin masuk ketuk pintu dulu, ini adalah perusahaan besar yang mengutamakan tata krama dan kesopanan. Bagaimana jika tadi aku sedang ada tamu? Apa kau lupa kalau jabatanku di sini tidaklah main-main? Aku orang penting di sini, jadi bukan tidak mungkin aku kedatangan tamu penting," kata Cara datar.

Sedangkan Jesy sudah mengepalkan tangannya untuk kesekian kalinya. "Maaf Nona Cara," ucap Jesy tertekan.

"Sudahlah, sekarang kau bereskan itu semua. Aku tidak suka melihat hal berantakan apa lagi kotor." Cara menunjuk meja tamu ruangan itu yang masih menyisakan gelas dan bekas makanan lainnya.

Jesy terkejut, setelahnya gadis itu menatap tidak terima kepada Cara. Cara yang sadar akan hal itu bersuara. "Kenapa? Kau ingin protes? Tidak apa-apa, aku masih menyimpan nomor telepon Tuan Gerisam." Cara mengangkat ponselnya membuat Jesy mengumpat di dalam hati.

Dengan gerakan marah Jesy bergerak kesal ke arah meja tamu. Cara tersenyum puas melihat wajah tertekan milik Jesy. 'Ini baru dimulai Sayang, kau akan mendapatkan hal yang lebih dari ini,' batin Cara sinis.

Terpopuler

Comments

Arista Wijaya

Arista Wijaya

aku padamu Thor 😘😘😘😘 ceritanya wooowwww banget 😍😍😍😍

2022-05-19

5

Wahzu Try Yonce

Wahzu Try Yonce

rasain jes

2022-04-26

0

ggxxyou

ggxxyou

tekad yang kuat

2022-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!