19. Memutuskan Bantuan (LB)

"Baru dua minggu anakmu dijadikan budak, kau sudah seperti ini. Bagaimana dengan bundaku yang melihat anaknya diperlakukan buruk sedari kecil hingga saat ini, ibu tiri?" bisik Cara tepat di daun telinga Sasdia. Sasdia merinding, apa lagi saat melihat tatapan dingin yang begitu menusuk dari mata Cara.

"Kalian itu gembel, jadi pantas saja diperlakukan buruk seperti itu. Sudah menjadi kodrat dunia, yang rendah ditindas bukan?" sinis Sasdia.

Cara tersenyum miring sambil mengangguk kecil. Setelahnya gadis itu menatap Torih dan Jesy yang juga sedang menatapnya. "Benar juga apa yang dikatakan ibu tiriku ini, yang rendah ditindas." Cara mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Itu kau tahu diri," ejek Sasdia.

"Cukup Sasa," tegur Torih.

"Tidak apa-apa Tuan Gerisam, apa yang dikatakan oleh Nyonya Gerisam itu memang benar, bahkan sangat benar. Aku akui itu," ucap Cara santai.

"Tapi Nyonya Gerisam …." Cara menatap Sasdia yang juga sedang menatapnya. "Sepertinya kau lupa dengan keadaanmu sekarang, perlu aku perjelas lagi?" Cara tersenyum miring.

Sasdia terdiam, wanita paruh baya itu terlihat bingung belum mengerti maksud perkataan Cara. "Tingkatan kita memang berbeda sedari dulu, aku sekarang berada ja … uh, di atasmu. Kau lupa jika kehidupanmu sekarang ini berada di tanganku?" Cara tersenyum licik sambil mengangkat tangan kirinya dan memperlihatkannya kepada Sasdia.

"Dan untuk anakmu itu, seperti yang kau katakan tadi. Yang rendah ditindas, bukan begitu Nyonya? Jadi … karena sekarang aku berada di atas kalian, otomatis kalian adalah orang rendahan bukan? Aku juga sangat menjunjung tinggi kata-kata yang kau katakan tadi, jadi pantas saja kalau anakmu itu aku tindas. Sebab … kalian merupakan orang rendahan bagiku." Cara tersenyum miring.

Sasdia terdiam kaku, dia melupakan itu. Sedangkan Torih sudah geram dengan perasaan was-was. "Maafkan dia Nona Cara," ucap Torih.

Cara menoleh ke arah Torih dengan pandangan datar. "Huh … perbuatan anak Anda kemarin saja sudah cukup membuat saya berpikir dua kali untuk memaafkannya. Sekarang ditambah dengan perbuatan istri tercinta Anda ini, saya benar-benar tersinggung Tuan Gerisam." Cara menatap tajam Torih yang sudah menegang di tempanya.

"Maafkan saya Nona, saya yang terlalu lembek kepada mereka selama ini. Saya berjanji akan memberi mereka pelajaran setelah ini," bujuk Torih.

Sasdia dan Jesy terperanjat saat mendengar perkataan Torih. Mereka yakin apa yang dikatakan oleh laki-laki paruh baya itu tidaklah main-main. Wajah sepasang ibu dan anak itu sudah berubah pucat, sepertinya mereka mulai membayangkan apa yang akan Torih lakukan kepada mereka nanti. Sedangkan Cara yang melihat itu sudah tertawa puas di dalam hati. 'Selamat menikmati hal yang selama ini aku alami,' batin Cara.

"Keluar! Urusan kita cukup sampai di sini, saya muak melihat wajah kalian." Cara mengusir mereka sambil berjalan menuju kursi kekuasaannya.

"Tolong Nona, maafkan perbuatan anak dan istri saya. Saya berjanji akan melakukan apa pun yang Anda suruh." Torih mendekat ke arah meja kerja Cara sambil memohon.

"Saya katakan keluar." Cara berdesis sambil menatap tajam Torih.

"Tolong beri saya kesempatan lagi Nona, perusahaan Gerisam bisa hancur tanpa bantuan dari Anda." Torih bertekuk lutut sambil memohon kepada Cara.

Sasdia dan Jesy melotot melihat itu. Sedangkan Cara sudah tersenyum puas. "Memangnya saya peduli? Seharusnya Anda ajar anak dan istri Anda untuk menghargai saya terlebih dahulu, baru meminta bantuan kepada saya. Kalau sudah seperti ini, saya sudah tidak berminat membuat perjanjian apa pun dengan kalian," papar Cara datar.

"Pergi secara baik-baik dari ruangan saya, atau saya panggil security?" sambung Cara.

Torih mengepalkan tangannya kuat, laki-laki paruh baya itu berdiri dan menatap Sasdia dan Jesy dengan pandangan kemarahan. Sasdia dan Jesy terlonjak saat melihat tatapan mematikan Torih untuk mereka. "Ma," cicit Jesy ketakutan.

"Cepat pulang." Suara Torih begitu rendah isyarat akan kemarahan. Dengan gerakan kasar Torih menarik tangan Sasdia dan Jesy keluar dari ruangan itu.

Cara yang melihat itu semua sudah tersenyum puas. "Ya ampun, pagi-pagi seperti ini mereka sudah mempertontonkan drama yang begitu bagus untukku. Pasti sebentar lagi Kak Farel akan mengirimkan aku video yang lebih menarik lagi." Cara merebahkan punggungnya ke sandaran kursi kebesarannya sambil tertawa senang.

"Ah … sayangnya Kak Farel dan Kak Alex belum pulang. Padahal akan semakin menyenangkan kalau aku menontonnya bersama mereka," gumam Cara.

...*****...

"Akhh … ampun Mas." Kediaman Gerisam dipenuhi isak tangis dan teriakan pilu dari mulut Sasdia dan Jesy yang sedang mendapat pukulan dari Torih.

"Sudah aku katakan gunakan otak kalian itu sebelum bertindak! Bangsat!" Torih berteriak sambil terus memukul Sasdia dan Jesy dengan ikat pinggang celananya.

"Cukup Mas, sakit Mas." Sasdia berucap lirih sambil memegang kaki Torih memohon. Torih melempar ikat pinggang itu kasar, napas laki-laki paruh baya itu sudah tersengal. Sepertinya Torih sudah kelelahan memukuli anak dan istrinya itu, bisa dibayangkan bagaimana kondisi Sasdia dan Jesy yang sudah mengenaskan saat ini. Sepasang ibu dan anak itu saling berpelukan sambil terisak pilu.

Tring … tring … tring …

Torih mengatur napasnya, laki-laki itu mengambil ponselnya yang sedang berdering bersahutan dengan tangisan Sasdia dan Jesy. "Diam!" bentak Torih kepada Sasdia dan Jesy.

"Halo," sapa Torih.

"Bisakah Tuan ke sini? Perusahaan menurun drastis Tuan, semua investor kembali menarik saham mereka. Sepertinya ini akan sedikit sulit, keuangan perusahaan benar-benar oleng. Ki…."

Prang …. "Brengsek!" Torih menendang meja kaca yang berada di dekatnya. Setelahnya laki-laki itu menatap tajam Sasdia dan Jesy sejenak sebelum akhirnya bergegas pergi dari sana.

Sedangkan Sasdia dan Jesy yang melihat kepergian Torih bisa bernapas lega. "Ma, aku sudah tidak kuat. Aku pusing Ma," lirih Jesy.

"Sayang, ayo kita ke kamar. Mama obati luka kamu," ajak Sasdia.

"Tapi Mama juga luka," ucap Jesy.

"Tidak, luka mama tidak terlalu parah. Ayo!" Sasdia berdiri sambil menarik tangan Jesy membantu anaknya berdiri. Wajah Jesy begitu pucat, hal itu membuat Sasdia begitu cemas.

"Kita panggil dokter saja ya? Atau kita langsung ke rumah sakit, kamu sangat pucat Sayang." Sasdia bersuara sambil terus memapah tubuh Jesy, sedangkan Jesy hanya diam tidak menyahut.

Bruk …. "Jesy!" Sasdia berteriak panik saat dengan tiba-tiba tubuh Jesy ambruk ke lantai, gadis itu pingsan. Sasdia berlari panik ke arah telepon rumah sambil menangis histeris.

...*****...

Cara menatap datar Torih yang kembali datang. Gadis itu menghela napas malas harus kembali berdebat dengan laki-laki paruh baya itu. "Tolong beri saya kesempatan terakhir Nona, jangan tarik bantuan Anda. Saya mohon Nona," bujuk Torih.

"Saya tidak ingin berurusan lagi dengan Anda Tuan Gerisam. Anda urus saja urusan Anda sendiri," sahut Cara malas.

"Saya sudah memberi mereka pelajaran Nona, saya pastikan mereka tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi," ucap Torih.

"Saya tidak peduli lagi, Anda selalu mengatakan hal yang sama disetiap ada masalah. Saya muak," cemooh Cara.

"Tapi kali ini saya serius Nona, tolong beri saya kesempatan. Bantu saya Nona, keadaan Gerisam Group kembali menurun," ulang Torih.

"Sudah saya katakan kalau saya tidak peduli Tuan Gerisam," desis Cara.

Torih mendongak dan menatap Cara serius. "Setidaknya bantu saya sebagai seorang ayah untukmu Cara," ucap Torih.

Cara terbahak membuat Torih mengernyit bingung. "Ayah? Apakah selama ini Anda merasa sudah memerankan sosok Ayah denganku?" ujar Cara datar.

Torih terdiam tidan mampu menjawab. "Kau tahu, sudah cukup untukku membuat kau berada di atas selama dua minggu ini Tuan Gerisam. Lumayan bukan, dua minggu berada di atas awan kemudian jatuh kembali ke dasar lautan. Oh … masih belum ya, sedang proses tenggelam." Cara tersenyum licik ke arah Torih yang sudah mengepalkan tangannya marah.

"Apa maksudmu?" geram Torih.

Cara tertawa sinis. "Kau saja yang bodoh, terlalu gila harta sampai tidak sadar kalau kau sedang dipermainkan. Padahal … dari awal aku sudah mengatakan kalau aku akan membuat sebuah permainan untuk kita. Aku tidak menyangka kalau kau malah begitu serius memainkan peranmu di dalam permainan ini. Aku sungguh puas." Cara tersenyum miring.

Torih berdiri menatap tajam Cara. "Kau sengaja mempermainkan aku?" bentak Torih.

Cara tersenyum. "Ya, ini adalah salah satu skenarioku. Bagaimana, menyenangkan bukan?" Cara tertawa senang.

Torih mengepalkan tangannya marah. "Kau benar-benar anak brengsek! Anak gembel sepertimu memang akan selalu membawa sial keluargaku, seharusnya kau mati saja menyusul wanita brengsek itu," murka Torih.

Cara menatap datar Torih, gadis itu berdiri dari duduknya dan mendekat perlahan ke arah Torih. Cara menatap Torih dengan pandangan dingin. "Kau selalu seperti ini, jika kau marah kepadaku kau selalu membawa nama bundaku. Dia sudah tenang di dalam surga, tapi kau masih mengumpatinya di sini. Hal inilah yang membuat aku semakin membencimu, sehingga aku benar-benar ingin kau hancur … ayah," desis Cara.

"Ingatlah ini baik-baik, ayahku tersayang. Aku, Lavia Cara tidak akan pernah melepaskan kau dan anak istrimu itu. Aku … akan membuat hidup kalian sengsara, bahkan sampai ke neraka sekali pun." Cara menekan setiap perkataannya sambil menatap datar sang ayah.

Torih mengepalkan tangannya marah, setelahnya Torih mengangkat tangan kanannya berniat menampar Cara. Namun, hal itu tidak terealisasikan sebab tangannya sudah di tahan terlebih dahulu oleh seorang laki-laki berwajah datar. Torih terkejut, begitu pula dengan Cara yang sudah melotot menatap laki-laki itu. "Kak Farel," gumam Cara.

"Kau ingin menampar direktur utama VT Group, sebesar apa nyalimu ingin berhadapan dengan VT Group?" Suara dingin Farel membuat Torih terkejut. Laki-laki paruh baya itu jelas kenal siapa orang yang sedang berada dihadapannya saat ini.

'Brengsek, aku tidak ingin mencari masalah dengan wakil CEO ini. Yang ada semuanya semakin berantakan.' Torih membatin sambil melirik Cara tajam. Setelahnya laki-laki paruh baya itu pergi dari sana dengan kemarahan yang belum tertuntaskan.

Cara menatap Farel dengan mata menyipit sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Katanya tiga hari lagi," sinis Cara.

Farel menoleh dan tersenyum tipis. "Kejutan," ucap Farel datar.

Cara menganga tidak percaya. "Tidak bisakah Kakak mengucapkannya itu dengan sedikit ekspresi?" tanya Cara. Cara terlonjak saat mendengar suara tawa begitu keras dari seorang laki-laki. Gadis itu memiringkan kepalanya dan melihat sosok Juan di pintu masuk ruangannya, laki-laki itu sudah kejang karena tertawa.

"Astaga, perutku sakit." Alex memegang perutnya sambil mencoba menghentikan tawa.

Cara menatap Alex dengan pandangan kesal, sedangkan yang ditatap sudah berjalan ke arah sofa tamu ruangan itu. "Sudah tahu kalau dia adalah sepupu kekasihmu, sifat mereka sebelas duabelas." Alex bersuara dengan sisa tawanya.

...*****...

Cara duduk santai di atas tikar piknik, gadis itu baru saja meminta pelayan mansion Vetro untuk menyiapkannya tempat untuk bersantai di taman mansion. Cara merasa bosan jika harus terus di dalam ruangan. Gadis itu sudah sekitar satu jam berada di sana. Cara memang pulang lebih dulu dari pada Geo, sebab Geo masih memiliki pertemuan dengan salah satu rekan bisnis.

Cup …. Cara mendongak saat merasakan seseorang mengecup puncak kepalanya. Geo berdiri dengan setelan kantor yang masih lengkap terpasang di tubuh kekarnya. "Sudah pulang?" Cara berdiri sambil menarik kepala Geo dan mengecup singkat bibir kekasihnya.

"Sudah, kenapa di sini? Bosan?" tanya Geo.

"Betul sekali Tuan Vetro, aku sangat bosan selalu berada di dalam ruangan." Cara mengerucut malas.

Geo terkekeh melihat itu, wajah Cara membuatnya begitu gemas. Geo mengangkat tubuh kekasihnya kemudian membawanya Cara masuk ke dalam mansion. "Aku ingin di sini Kak," protes Cara.

"Temani aku bersih-bersih dulu, nanti kita ke sana lagi." Geo mengecup leher kekasihnya sambil terus melangkah masuk.

"Padahal aku akan tetap menunggu Kak Ge mandi di luar kok, bukan benar-benar menemani," celetuk Cara.

Geo menatap Cara dengan pandangan nakal. "Kenapa? Kamu ingin ikut masuk ke dalam kamar mandi? Aku tidak apa-apa, ayo saja." Geo tersenyum mesum membuat Cara melotot sambil memukul lengan kekar kekasihnya.

"Kak Ge mesum, ih." Cara menyembunyikan wajah merahnya ke ceruk leher Geo yang sedang tertawa.

"Aku tidak mesum Sayang, bukankah kamu yang memulainya lebih dulu?" ujar Geo.

"Maksudku bukan begitu tahu, Kak Ge saja yang otaknya kemana-mana," kesal Cara.

"Coba lihat aku dulu," tutur Geo.

Cara menggelengkan kepalanya tanda tidak mau. "Tidak, aku tidak mau," tolak Cara.

Geo kembali tertawa. "Padahal aku ingin sekali melihat wajah merah milik gadisku, pasti sangat lucu," ledek Geo.

Cara yang merasa kesal menggigit gemas leher kekasihnya sehingga membuat Geo menggeram tertahan. "Kamu memancingku Baby, mentang-mentang aku akan mandi?" desis Geo.

Cara terkejut, setelahnya gadis itu mengangkat kepalanya dan melotot saat melihat bekas gigitannya terlihat begitu jelas di leher putih Geo. Setelahnya Cara menatap wajah kekasihnya yang sudah memerah dengan mata berkabut. 'Astaga, aku membangunkannya lagi?' batin Cara meringis.

"Maaf Kak." Cara tersenyum bodoh sambil menatap Geo yang sedang menatapnya dengan mata sayu.

Cara melotot saat merasakan Geo mempercepat langkahnya menuju kamar utama. 'Matilah aku,' batin Cara.

Klek …. Geo menutup pintu kamarnya pelan, setelahnya laki-laki itu membawa tubuh Cara ke dalam kamar mandi. Hal itu membuat Cara melotot terkejut. "Kenapa aku dibawa masuk Kak?" ucap Cara.

Geo meletakkan tubuh Cara di atas meja westafel kamar mandi dengan hati-hati. "Kau harus bertanggung jawab dulu Baby," bisik Geo. Suara rendah itu mampu membuat bulu kuduk Cara meremang, gadis itu bahkan sudah menelan salivanya susah payah.

Geo mengecup pelan daun telinga Cara, sehingga membuat gadis itu melenguh tertahan. Aksi laki-laki itu berlanjut ke area leher putih milik kekasihnya. Cara mencengkram lengan kekar Geo saat laki-laki itu menggelitik lehernya menggunakan lidah. Geo meneruskan aksinya sampai Cara tidak lagi bisa menahan lenguhan. "Enggh, Kak."

Suara Cara membuat Geo tersadar, laki-laki itu menatap wajah merah Cara. Gadis itu menatap Geo dengan mata berkabut. 'Sial,' umpat Geo di dalam hati.

Setelahnya laki-laki itu mengecup singkat bibir Cara. "Maaf Sayang," bisik Geo. Kemudian Geo mengangkat tubuh Cara dan membawanya ke luar kamar mandi.

Geo meletakkan tubuh kekasihnya di atas kasur kingsize kamar itu. Setelahnya laki-laki itu kembali ke kamar mandi dengan wajah merah menahan sesuatu. 'Sabarlah kau sampai semuanya resmi,' batin Geo frustasi.

Sedangkan Cara yang melihat Geo menghilang di balik pintu kamar mandi sudah berteriak histeris. "Ya ampun, malu sekali aku." Cara menutup seluruh tubuhnya dengan selimut karena merasa begitu malu.

Terpopuler

Comments

Nurul Syahriani

Nurul Syahriani

juan dan alex orang yang sama? jadi namanya alex atau juan?

2023-02-22

0

kristhin ananda

kristhin ananda

kayak drama.indosiar sama drama SCTV

2022-10-14

0

Berlian Arandita`

Berlian Arandita`

keren ceritanya, meski ketua mafia kejam tapi dia bisa jaga harga diri wanita dan harga dirinya sendiri. (kesucian)

2022-07-23

2

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!