13. Menikah? (LB)

"Bangsat! Sudah dua bulan tapi semuanya malah semakin berantakan," murka Torih.

"Bagaimana, Mas?" tanya Sasdia panik.

"Pendapatan perusahaan menurun drastis, aku yakin bulan ini kita akan kesulitan mengurus gaji karyawan. Padahal sudah hampir setengah karyawan yang aku pecat selama dua bulan ini. Brengsek!" umpat Torih frustasi.

"Terus kita harus bagaimana Mas? Aku tidak ingin hidup susah," tutur Sasdia.

"Aku juga, akan ditaruh di mana mukaku kalau tiba-tiba perusahaan bangkrut," keluh Jesy.

"Ini semua juga karena kau Jesy, jika minggu ini perusahaan semakin anjlok … maka kau lihat saja akibatnya," desis Torih.

"Kenapa Papa selalu menyalahkan aku, ini semua karena Cara perempuan murahan itu. Dia membuat hidup kita …."

"Diam kau bangsat!" bentak Torih. Suara keras itu sukses membuat Sasdia dan Jesy terlonjak terkejut. Selama dua bulan ini Sasdia dan Jesy sangat sering mendapatkan perlakuan dan kata-kata kasar dari Torih. Itu semua karena keadaan Gerisam Group semakin hari semakin menurun, Torih frustasi dan melampiaskan kemarahannya itu kepada Sasdia dan Jesy.

Sasdia dan Jesy terdiam, mereka tahu betul bagaimana sifat Torih. Jika dulu ada Cara yang akan menanggung semua kemarahan Torih, maka kali ini mereka yang akan menjadi sasaran laki-laki paruh baya itu. Memang semuanya telah berubah, hubungan manis dan harmonis keluarga Gerisam sudah tidak ada. Semuanya hanya tinggal kenangan, sekarang kehidupan mereka hanya dilingkupi perasaan tertekan, perasaan takut dan kemarahan yang tak terbendung.

"Jika kalian hanya bisa berbicara, maka jagalah mulut busuk kalian itu. Sudah aku katakan jangan pernah membahas hal yang tidak-tidak tentang Cara, gunakan otak kalian itu untuk berpikir sebelum berbicara," desis Torih.

Jesy mengepalkan tangannya kuat. 'Wanita murahan itu benar-benar membuat semuanya hancur, aku tidak terima,' batin Jesy marah.

"Sekarang aku percaya, kalau otak Cara benar-benar pintar. Tidak seperti otakmu yang bodoh itu Jesy, itu semua pasti turunan darimu Sasa," sambung Torih tajam.

"Kenapa kau malah membahas ini dan seakan menyalahkan aku Mas, Jesy anak kita berdua. Jadi … bisa saja semuanya turunan darimu," tukas Sasdia tidak terima.

"Aku tidak bodoh seperti itu, sewaktu sekolah dasar saja anakmu itu hampir tidak naik kelas. Sedangkan Cara adalah anak yang memiliki nilai tertinggi di sekolah. Cara kuliah dengan beasiswa karena otak cerdasnya, sedangkan Jesy … harus menyogok orang dulu baru bisa berkuliah," kata Torih.

"Terus kau menyalahkan aku akan hal itu? Bukankah dulu kau menuduhnya mencontek, bahkan sampai Cara diterima di universitas karena kepintarannya itu kau masih tidak mengakuinya. Kau seharusnya bercermin Mas," sosor Sasdia marah.

Sedangkan Jesy sudah mengepalkan tangannya kuat, kedua orang tuanya itu tidak sadar bahwa mereka sedang membandingkan Cara dengan dirinya di depannya sendiri. "Jadi kalian malu memiliki anak bodoh sepertiku?" desis Jesy tertahan.

Sasdia terkejut mendengar perkataan putrinya. "Tidak seperti itu Sayang, maksud kami …."

"Iya! Aku malu dan aku menyesal selalu menuruti keinginanmu itu selama ini, lihatlah karena ulahmu semuanya menjadi kacau. Andai kau pintar dan berpikir dulu sebelum bertindak, kita tidak akan berada di ambang kebangkrutan," potong Torih.

Sasdia menatap tajam Torih setelahnya wanita paruh baya itu mendekat ke arah Jesy yang sudah bergetar menahan marah bercampur tangis. "Kau keterlaluan Mas," sembur Sasdia.

Tring … tring … tring …

Ponsel Torih berdering, nama orang yang terpampang di layar ponselnya memberikan ketakutan di dalam hati Torih. "Halo," jawab Torih.

"Semakin kacau ,Tuan," tutur orang itu.

Prang …. Torih membanting vas bunga yang berada di dekatnya dengan amarah yang memuncak. Sasdia dan Jesy terlonjak saat dengan tiba-tiba Torih membanting vas bunga sehingga menimbulkan bunyi nyaring. "Brengsek!" murka Torih.

Bruk …. "Minggir kalian bangsat." Torih mendorong Sadia dan Jesy yang menghalangi jalannya.

"Akhh …." Sasdia dan Jesy mengerang secara bersamaan saat tangan mereka tidak sengaja menyentuh pecahan dari vas bunga yang dibanting Torih.

"Ssst sakit Ma," rintih Jesy menahan sakit. Tangannya sudah berlumuran darah, luka Jesy memang lebih besar dari pada luka milik Sadia. Telapak tangan Jesy menganga cukup besar sehingga dengan cepat darah merembes kemana-mana.

"Astaga, Sayang," tutur Sasdia panik.

"Sakitt, hiks." Jesy menangis menahan sakit.

"Mama telepon dokter dulu." Sasdia berlari menahan sakit di tangannya yang juga terluka. Namun melihat luka Jesy terlihat lebih parah membuat Sasdia panik sendiri.

...*****...

Cara tersenyum puas melihat rekaman yang baru saja di kirim Farel. "Sungguh memuaskan," gumam Cara senang.

Setelahnya Cara mengambil ponsel kemudian menghubungi seseorang. "Pantau terus, tahan sahammu sedikit. Jangan biarkan dia bangkrut dulu," titah Cara.

"Baik, Nona Cara," sahut orang di seberang telepon.

Cara tersenyum miring, semua rencana yang dia rancang begitu matang berjalan dengan lancar. "Ah … senangnya hatiku." Cara bergumam sambil berdiri dari kursi kekuasaannya. Gadis itu sedang berada di ruangan direktur utama, ruangan kerjanya di VT Group.

"Ke ruangan Kak Ge, ah …." Cara berjalan dengan senyum senang menuju lift, sebab ruangan Geo berada satu lantai lebih tinggi dari letak ruangannya.

.

.

.

"Nona Cara," sapa sekretaris Reo sopan.

Cara membalasnya dengan senyum tipis. "Di dalam?" tanya Cara singkat.

"Iya Nona, perlu saya bukakan pintunya?" tawar Orin, sekretaris Geo.

"Terima kasih, saya saja." Cara berjalan mendekat ke arah pintu ruangan Geo kemudian mendorong pelan pintu besar itu.

Cara dapat melihat wajah serius Geo, gadis itu tersenyum tipis sambil menutup kembali pintu ruangan Geo. Cara berjalan pelan, Geo masih belum menyadari kehadirannya. 'Sungguh tampan ciptaan-Mu Tuhan, dan dia adalah milikku,' puji Cara di dalam hati.

Cara mencium tengkuk Geo pelan, gadis itu dapat menangkap gerakan terkejut dari laki-laki tampan itu. Geo menoleh dan tersenyum tipis saat melihat Cara sedang tersenyum manis kepadanya. "Kapan datang, kenapa aku tidak tahu?" Geo menarik pelan pergelangan tangan Cara kemudian membawa gadis itu ke pangkuannya.

"Baru saja, ternyata ketangkasan seorang Geo Vetro sudah berkurang ya? Sampai tidak tahu ada orang datang," goda Cara.

Geo tersenyum sambil mengecup pelan bibir Cara. "Sepertinya itu hanya berlaku kepada dirimu, Baby," tutur Geo.

Cara tertawa pelan. "Masih banyak? Aku lihat Kakak sangat serius," Cara bertanya sambil menatap laptop Geo.

"Lumayan, pekerjaanmu sudah selesai?" balas Geo.

"Tentu saja sudah, ini sudah jam pulang, Tuan Vetro," tutur Cara.

"Benarkah?" Geo melirik jam tangannya kemudian dia mengangguk singkat.

"Sampai lupa waktu seperti itu?" sindir Cara.

"Ada sedikit kesalahan dari bagian material, Sayang. Jadi aku sedikit memborong hari ini," terang Geo.

Cara mengangguk singkat. "Sudah, sekarang ayo pulang. Aku ingin tidur." Cara membaringkan kepalanya di dada bidang Geo.

Geo mengusap rambut Cara lembut. "Baiklah," sahut Geo. Laki-laki datar itu memang tidak pernah bisa menolak keinginan gadisnya.

Geo dan Cara berjalan santai di lorong kantor dengan keadaan seakan saling berpelukan. Tangan kekar Geo memeluk pinggang ramping Cara posesif, sedangkan Cara melingkarkan kedua tangannya dipinggang Geo, sangat mesra bukan? Geo berjalan dengan muka datarnya seperti biasa, berbeda dengan Cara yang memperlihatkan wajah ramah kepada para karyawan yang menyapa mereka.

Para karyawan menunduk dan mencuri pandang kepada sepasang kekasih yang selalu terlihat romantis. Mereka menatap Geo dan Cara dengan pandangan iri sekaligus kagum. "Mereka begitu serasi bukan?" ucap salah satu karyawan.

"Benar, aku tidak menyangka ternyata Tuan Geo begitu romantis."

"Setiap aku melihat mereka, aku akan selalu merasa iri. Mereka begitu serasi dengan segala keromantisan itu."

Langkah kaki Geo dan Cara terhenti kala melihat seorang laki-laki yang sedang menatap kesal ke arah mereka. "Inilah yang membuat aku malas pulang, keromantisan kalian membuat jiwa jombloku begitu terinjak," gerutu Alex.

Cara tertawa, setelahnya gadis itu melepas tangannya di pinggang Geo dan mendekat ke arah Alex dengan senyum bahagia. "Kak Alex kapan sampai, kenapa tidak memberi kabar? Aku sudah rindu." Cara semakin mendekat bersiap memeluk Alex.

"Sayang." Suara berat Geo menghentikan aksi gadis itu, Cara menoleh ke belakang dan melihat tatapan tajam Geo isyarat tidak suka. Cara menggaruk kepala belakangnya sambil meringis pelan.

"Huh … kekasihmu itu benar-benar pencemburu. Ternyata dia bukan hanya raja bisnis dan raja kematian, tetapi dia juga raja cemburu. Semua saja Anda borong Tuan Vetro, jika ada perlombaan untuk orang pemcemburu aku yakin nama Anda berada diurutan Pertama Tuan Vetro yang terhormat," kesal Alex.

Cara tertawa mendengar perkataan Alex yang terdengar begitu menahan kesal. Sedangkan Geo hanya diam sambil berjalan santai ke arah Cara kemudian kembali memeluk pinggang gadis itu posesif. Berbeda dengan para karyawan yang masih memperhatikan mereka, para karyawan ikut terkekeh kecil melihat sifat pencemburu Geo yang begitu lucu menurut mereka.

"Aku baru pulang bukannya disambut baik, tapi kau malah seperti ini. Menyebalkan sekali kau." Alex berbalik dan pergi meninggalkan Geo dan Cara dengan wajah kesal.

Cara kembali tertawa. "Kak Alex merajuk Kak," ujar Cara.

"Biarkan saja." Geo memulai kembali langkahnya diikuti oleh Cara.

...*****...

"Terima kasih Tuan Adam, jika bukan karena kebaikan Anda mungkin Gerisam Group sudah benar-benar hancur." Torih berbicara melalui telepon genggamnya.

"Tidak masalah, saya masih melihat peluang dari Gerisam Group. Jadi berusahalah Tuan Torih," sahut Adam, orang di seberang telepon.

"Tentu Tuan, sekali lagi terima kasih banyak," ucap Torih.

"Iya, saya masih ada pertemuan. Saya tutup," balas Adam.

"Baiklah Tuan," putus Torih.

Bruk …. Torih menjatuhkan tubuhnya di atas sofa sambil menghela napas lega. "Setidaknya masih ada sedikit harapan," gumam Torih.

"Mas." Suara Sasdia membuat Torih menoleh. Torih menatap Sasdia dengan wajah datar.

"Jesy masih menangis, katanya tangannya masih terasa sakit," terang Sasdia.

Torih mendengus. "Dia saja yang terlalu manja," sahut Torih santai.

"Mas, dia anakmu. Kenapa kamu jadi seperti ini?" protes Sasdia.

"Kau tidak usah menambah bebanku Sasa, cukup dengan kelakuan bodoh putrimu itu membuat perusahaanku hancur. Beruntung masih ada orang yang mempertahankan sedikit sahamnya," desis Torih.

"Kau sungguh keterlaluan Mas, kau berubah!" teriak Sasdia.

"Diam! Aku memang seperti ini sedari dulu, aku rasa kau tahu aku." Torih membentak sambil berdiri dari duduknya.

"Ck … sudahlah, kau hanya membuat aku semakin frustasi." Setelahnya Torih pergi keluar meninggalkan Sasdia yang menjerit histeris.

"Mau ke mana kamu, Mas?" teriak Sasdia. "Kau brengsek Torih!" Sasdia kembali berteriak sambil menangis histeris.

Jesy yang melihat semuanya dari kejauhan ikut menangis kecil. "Kenapa semuanya jadi seperti ini?" gumam Jesy sendu.

...*****...

"Bagaimana?" tanya Geo kepada Alex.

"Sudah aku tangani, mereka sepertinya tidak tahu kalau daerah itu milik Death," sahut Alex.

"Pelayaran?" ucap Farel.

Alex menoleh. "Semua aman, aku tahu kalau Qwerty pasti ingin menggagalkan rencana Death dalam pemasokan senjata. Mereka bermain kotor, tetapi semuanya aman. Aku sudah membawa awak kapal ke polisi Kanada, sedangkan kepala besarnya berada di markas utama. Kapan kau akan ke markas utama?" terang Alex sambil bertanya kepada Geo diakhir kalimatnya.

Geo terdiam, markas utama Death berada di Amerika. Biasanya Geo akan dengan mudah dan sering pulang-pergi dari Indonesia ke Amerika atau ke negara lainnya. Namun, sekarang ada Cara yang membuat Geo harus berpikir dua kali untuk ke luar negeri. Laki-laki itu sudah begitu terbiasa dengan kehadiran Cara, jadi sangat sulit untuknya jika berpisah dari gadis itu.

"Sudahlah, kali ini biar aku dan Farel yang urus. Aku tahu kau tidak bisa berpisah dari Cara bukan? Cara kuliah saja kau sudah seperti mayat hidup," ejek Farel.

Geo hanya diam, sebab apa yang dikatakan oleh Farel adalah benar. "Minggu depan, kau ikut Juan." Geo menatap Farel yang mengangguk mengerti.

...*****...

Geo memeluk tubuh Cara yang masih tertidur pulas. "Sayang, bangun. Sebentar lagi makan malam." Geo mencium setiap jengkal wajah Cara.

"Enggh." Cara melenguh mulai terganggu karena aksi Geo. Geo masih saja menciumi wajah Cara gemas.

"Kak," suara serak Cara memanggil Geo.

"Hemm," dehem Geo lembut. "Ayo bangun, mandi setelah itu kita makan malam," sambung Geo.

"Masih mengantuk," sahut Cara pelan.

Geo tersenyum. "Makan malam dulu, nanti lanjut lagi tidurnya," ujar Geo.

Cara masih diam membuat Geo tersenyum nakal. Setelahnya Geo mencium telinga Cara lembut dan berlanjut ke leher putih gadisnya. Cara melotot, rasa kantuknya lenyap seketika. Cara menoleh dan melihat Geo tersenyum nakal ke arahnya. Cara bergidik ngeri melihat senyum menyeramkan itu. "Jangan seperti itu Kak, horor tahu." Cara menutup wajah Geo dengan kedua telapak tangannya.

Geo menyingkirkan tangan Cara pelan, kemudian laki-laki itu mendekat dan mengungkung tubuh mungil gadisnya di atas ranjang. Cara kembali melotot. "Sadar Kak, jangan bercanda, ih," resah Cara.

"Ayo menikah," tutur Geo.

Cara menganga tidak percaya. "Kakak jangan main-main, pasti mengerjai aku lagi kan?" tuduh Cara.

Geo memeluk erat tubuh Cara kemudian mencium leher gadis itu sehingga membuat Cara melenguh tertahan. Hanya sekedar itu, setelahnya Geo membenamkan wajahnya di ceruk leher Cara. "Aku serius, Sayang. Apa yang perlu kita tunggu lagi?" ujar Geo lembut.

Cara terdiam, apa yang dikatakan oleh Geo benar. Geo mendongak dan melihat ekspresi wajah Cara yang tampak memikirkan sesuatu. "Kamu tidak ingin menikah denganku?" tanya Geo.

Cara terkejut. "Bukan begitu Kak, tapi … aku masih memiliki sedikit trauma dengan hubungan pernikahan bundaku. Kakak tahu betul bagaimana masalalu bunda dan juga aku," terang Cara.

Geo diam, dia tahu betul bagaimana masalalu kelam mendiang Dea Marisa dan juga Cara. "Tapi … aku tahu Kak Re berbeda. Kakak sama sekali tidak sama dengan ayahku." Cara tersenyum manis ke arah Geo.

"Jadi?" tanya Geo.

"Kakak serius mengajakku menikah?" tanya Cara.

Geo menatap Cara serius. "Aku tidak pernah seserius ini Sayang, aku sudah tidak ingin menunggu lagi," sahut Geo.

Cara mengangguk singkat sambil tersenyum haru. "Jujur saja aku sangat beruntung bisa bertemu Kak Ge, bahkan tidak pernah terbayangkan di dalam pikiranku bisa mendapatkan perhatian Kakak. Aku bahagia … sangat bahagia," papar Cara serius.

"Kapan kita menikah?" Cara tersenyum lebar kembali kepada sifat cerianya.

Geo tersenyum senang, secara tidak langsung Cara menerima lamarannya untuk menikah bukan? "Aku akan mengurusnya, ratuku ini tinggal menunggu hasil." Geo mengusap pipi Cara lembut. 'Dan aku akan membuat lamaran romantis untukmu Sayang,'' sambung Geo di dalam hati.

Cara tersenyum senang. "Baiklah rajaku," balas Cara antusias. Setelahnya gadis itu dengan berani membaringkan tubuh Geo, kemudian Cara naik ke atas tubuh laki-laki itu sambil tersenyum nakal. Geo sudah melotot melihat aksi tiba-tiba yang dilakukan gadisnya.

Terpopuler

Comments

The Lovely

The Lovely

Eh wahai Jesy bercerminlah siapa yg wanita murahan lo atau Cara yg wanita murahan

2023-04-18

1

Daniela Heske

Daniela Heske

lg training dl kt cyra🤣🤣🤣

2022-05-15

4

ggxxyou

ggxxyou

di urutan pertama😂

2022-03-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!