18. Kembali Dejavu (LB)

Plak …. Torih menampar Jesy begitu keras, sehingga menyebabkan ujung bibir gadis itu mengeluarkan darah segar. Jesy meringis sambil menatap Torih dengan pandangan tidak percaya. Setelahnya Jesy menatap tajam Cara, isyarat akan kebencian yang mendalam.

"Jesy!" Torih berteriak saat melihat Jesy berlari keluar dari sana. Setelahnya Torih menoleh ke arah Cara yang sedang menatapnya datar. "Maaf Nona Cara, saya akan memberi Jesy pelajaran," ujar Torih gugup.

"Keluar!" titah Cara dingin.

Torih terkejut, laki-laki paruh baya itu mendongak dan melihat wajah Cara begitu dingin. "Tolong beri saya kesempatan, besok saya akan membawa Jesy kembali ke sini," bujuk Torih.

"Saya katakan keluar," ulang Cara.

Torih mengepalkan tangannya erat. 'Anak kurang ajar itu kembali menghancurkan semuanya, awas saja kalau sampai Cara menarik bantuanya,' batin Torih marah.

"Sekali lagi maaf Nona, saya permisi. Besok saya akan ke sini lagi bersama Jesy, tolong beri saya kesempatan. Permisi Nona." Setelahnya Torih pergi dari sana meninggalkan Cara yang sudah tersenyum puas.

"Aku penasaran dengan pertunjukan di kediaman Gerisam, mari kita hubungi Kak Farel." Cara bergumam sambil tersenyum miring.

...*****...

"Jesy!" Torih berteriak dari pintu rumah kediaman Gerisam. "Ke sini kau!" lanjut Torih memanggil Jesy.

Sedangkan di dalam sebuah kamar, Jesy sudah bergetar takut sambil menangis di pelukan Sasdia. "Aku takut Ma, Papa pasti sangat marah kepadaku. Bagaimana ini Ma? Tolong aku." Suara Jesy bergetar ketakutan, hal itu membuat hati Sasdia berdenyut sakit.

"Tenang Sayang, ada Mama. Kita hadapi Papa bersama," ujar Sasdia menenangkan.

Brak …. Dua orang wanita yang sedang saling berpelukan itu terlonjak saat dengan tiba-tiba pintu kamar Jesy terbuka dengan begitu kasar. Torih berdiri di depan pintu dengan wajah merah padam, terlihat begitu emosi. "Ke sini kau anak brengsek!" bentak Torih.

"Mas, jangan seperti ini. Jesy sudah ketakutan karena ulahmu ini." Sasdia bersuara dengan kalimat bergetar sambil menatap Torih was-was.

"Dia kembali menghancurkan semuanya, ke sini kau!" Torih menarik tangan Jesy kasar dari pelukan Sasdia.

Jesy dan Sasdia saling berteriak histeris. "Mama tolong aku!" teriak Jesy.

"Lepaskan anakku Mas, apa yang akan kau lakukan kepada anakku." Sasdia menangis histeris sambil mengejar Torih yang masih menarik tangan Jesy kasar.

"Aku harus memberi anak tidak tahu diuntung ini pelajaran. Dia merusak segalanya," ujar Torih.

"Jangan Mas," lirih Sasdia.

Torih membawa tubuh Jesy ke dalam sebuah gudang kecil di kediaman Gerisam. Lagi, mereka seakan dejavu. Dulu mereka juga pernah memerankan aksi ini, tetapi bedanya orang yang diseret Torih adalah Cara. Sedangkan sekarang Torih menarik kasar Jesy yang sudah berteriak histeris sambil memberontak.

Bruk …. Torih melemparkan tubuh Jesy ke dalam gudang kumuh itu. "Renungi kesalahanmu di sini," desis Torih. Setelahnya Torih menutup pintu itu dengan kasar.

Duk … duk … duk …

"Buka Pa, maafkan aku Pa. Suara Jesy dari dalam gudang itu terdengar bersahutan dengan suara pintu yang digedor-gedor.

"Bukakan pintunya Mas, Jesy pasti ketakutan." Sasdia memohon sambil memeluk kaki Torih.

"Biarkan dia di sana, anak itu terlalu menyepelekan perkataanku. Aku memang terlalu lunak kepadanya selama ini," geram Torih.

"Sadarlah Mas, dia anakmu!" teriak Sasdia.

Duk … duk … duk …

"Ma, aku takut … di sini gelap. Tolong keluarkan aku Ma." Jesy terus menangis dan berteriak sambil memukul pintu gudang itu.

"Kalau begitu biarkan aku masuk menemaninya Mas," tutur Sasdia kepada Torih.

"Diamlah!" Torih pergi dari sana meninggalkan Sasdia dan Jesy yang saling beradu isak tangis.

"Maa … tolong aku," lirih Jesy.

"Tenanglah Sayang, Mama akan menemanimu di sini. Kamu jangan takut," sahut Sasdia.

...*****...

Cara yang merasa bosan sendiri di dalam kamar, memutuskan untuk naik ke lantai atas mansion milik Geo. Gadis itu tidak menemukan kekasihnya itu di dalam kamar. Bisa ditebak kemungkinan Geo sedang berada di ruangan kerjanya. Secara perlahan Cara membuka pintu ruangan kerja milik Geo. Baru saja gadis itu akan memanggil nama Geo, tetapi diurungkan saat Cara tidak sengaja mendengar Geo berbicara melalui ponselnya.

"Kau sudah pastikan?" Cara mengurungkan niatnya untuk masuk takut mengganggu kegiatan Geo. Gadis itu memilih tetap berdiri di sana menunggu Geo selesai menelepon.

"Bagus, bunuh dan berikan mayatnya untuk Mottle. Dia sudah empat bulan tidak makan daging manusia."

Deg …. Kalimat Geo itu mampu membuat Cara terkejut. 'Mottle?' batin Cara bertanya.

Mottle adalah seekor harimau belang hitam putih milik Geo. Harimau itu adalah hadiah dari mendiang kakeknya untuk ulang tahun Geo yang ke sepuluh tahun, kenapa harimau? Karena menurut kakeknya, harimau itu sangat mirip dengan Geo, keganasan mereka bisa diadu. Sekarang Mottle adalah peliharaan para anggota Death, binatang ganas itu dikurung di markas utama Death di Amerika.

"Tentu saja aku merindukan itu, kau tinggalkan Gery untukku. Sampai itu tiba … siksa dia, tetapi jangan buat dia mati. Aku sendiri yang akan mengambil nyawanya."

Glek …. Cara menelan salivanya susah payah, sungguh pembahasan Geo kali ini membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. 'Seharusnya kamu sadar Cara, kalau kekasihmu itu adalah seorang pemimpin mafia terkejam. Aku terlalu terhanyut dengan sifat manis dan lembut Kak Ge selama ini, sampai melupakan kalau dia sebenarnya laki-laki yang berprofesi sebagai pembantu malaikat maut,' batin Cara.

Cara menarik napas dalam mencoba menghilangkan rasa terkejutnya. Setelahnya Cara mulai melangkah dan menatap Geo yang sudah sibuk dengan laptopnya. 'Jika sedang seperti ini, dia tidaklah menyeramkan. Namun, sangat tampan. Ah … kenapa aku selalu terhanyut?' Cara membatin sambil menatap wajah serius Geo.

"Hubby," panggil Cara.

Geo menoleh dan tersenyum hangat saat melihat keberadaan Cara. 'Lihatlah, bagaimana aku tidak lupa akan statusnya sebagai pemimpin mafia. Dia selalu hangat kepadaku,' batin Cara lagi.

"Ke sinilah," ucap Geo.

Cara mendekat ke arah Geo. "Kak Ge masih sibuk ya? Padahal sudah malam lo ini," ujar Cara.

"Tidak, aku hanya mengecek data yang baru saja dikirim Alex dan Farel. " Geo menarik Cara ke atas pangkuannya.

"Mereka kapan pulang? Aku sudah rindu," tutur Cara.

"Mereka masih ada urusan Sayang, kira-kira tiga hari lagi mereka baru bisa pulang. Kenapa, kamu butuh bantuan? Kalau iya aku akan menyuruh salah satu anggota terbaik di Death." Geo mengecup singkat bibir Cara.

"Tidak, aku hanya rindu mereka. Sudah satu minggu mereka pergi ke Amerika, masih belum pulang. Lagi pula meski mereka pergi, mereka masih membantuku dari jauh. Tadi Kak Farel juga mengirimkan aku satu video yang menyenangkan," kata Cara.

"Ada aku, jangan pikirkan mereka," tutur Geo.

Cara menatap Geo, setelahnya gadis itu tertawa kecil. "Mereka adalah dua kakak laki-lakiku Sayang, sedangkan kamu adalah calon Hubbyku. Maka tidak usah cemburu seperti itu." Cara mencubit pipi Geo gemas.

"Tetap saja aku tidak suka," ucap Geo.

Cara menekan kedua pipi Geo sehingga membuat bibir laki-laki itu mengerucut ke depan. Melihat itu Cara tertawa, setelahnya gadis itu mencium bibir Geo dengan keadaan seperti itu. "Aku sudah tidak sabar untuk segera memilikimu seutuhnya Baby," ucap Geo.

Cara tersenyum tipis. "Tidak lama lagi bukan?" balas Cara.

Setelahnya Geo mengangkat tubuh Cara, menggendong ala koala. "Bukannya Kak Ge sedang mengecek data?" tanya Cara.

"Bisa aku lihat nanti, sekarang ayo kita ke kamar." Geo berjalan membawa tubuh gadisnya menuju kamar utama mansion Vetro.

"Ke kamarku?" tanya Cara.

"No Baby, ke kamar kita," papar Geo.

Cara menatap Geo. "Kamar kita?" tanya Cara.

"Kamarku adalah kamar kita, mansion ini adalah punya kita. Semuanya yang ada di sini adalah milikmu Baby." Geo kembali mengecup gemas bibir kekasihnya.

"Tapi kita belum resmi menikah, jadi aku masih tamu di sini," tutur Cara.

"Tepat setelah aku meresmikan hubungan kita, kamu sudah menjadi nyonya di sini. Hanya sebentar lagi itu semua benar-benar resmi, Nyonya Vetro" terang Geo.

Cara tersenyum tipis. "Baiklah Tuan Vetro." Cara terkekeh kecil.

Geo mendudukkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi Cara masih bergelayutan di tubuhnya. "Aku ingin sekali pergi jalan-jalan malam seperti pasangan kekasih pada umumnya," papar Cara.

"Buatlah rencana, ayo kita pergi. Kapan?" ujar Geo.

"Aku masih takut kalau mereka melihat kita," ucap Cara.

"Biarkan saja, aku sudah tidak ingin menutupinya dari mereka," ujar Geo.

"Sudahlah, sekarang ayo kita tidur …." Cara mendorong tubuh Geo sehingga membuat laki-laki itu terbaring di atas ranjang. Cara membaringkan tubuhnya di atas badan kekar Geo sambil menatap wajah Geo yang begitu tampan tanpa cela.

"Kenapa Kakak begitu tampan?" ucap Cara kepada Geo. Geo terkekeh mendengar perkataan Cara, laki-laki itu mengusap lembut pipi kekasihnya.

"Tidak adil sekali, Kak Ge memborong segalanya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kalau dibawakan ke dalam kategori obat. Ketampanan Kakak ini sudah over dosis," sambung Cara. Geo terbahak, ekspresi wajah Cara begitu lucu saat mengucapkan kalimat itu.

"Dan wajah ini adalah milikmu Sayang." Geo tersenyum manis ke arah Cara.

"Itulah kenapa aku begitu bersyukur, aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini." Cara mencium seluruh wajah Geo gemas. Geo tertawa merasa geli dengan aksi sang kekasih, setelahnya Geo membalikkan tubuh Cara sehingga gadis itu berada dikungkungan tubuh kekarnya. Setelahnya laki-laki itu berbalik mencium Cara, sehingga berlanjut dengan aksi hangat mereka. Ingat! Hanya hangat, bukan panas.

...*****...

"Mas bukakan pintu gudang, Jesy pasti sudah kelaparan. Dari semalam dia tidak makan Mas," ucap Sasdia memohon.

"Aku memang akan mengeluarkannya, dia harus ikut denganku kembali kepada Cara. Kewajibannya belum selesai, ini masih dua minggu." Torih berjalan menuju gudah tempat dirinya mengurung Jesy.

"Kamu masih ingin membawa Jesy kepada wanita murahan itu? Sadarlah Mas, Cara hanya ingin mempermainkan kita. Jangan jadikan anak kita sebagai tumbalnya," lirih Sasdia.

"Diam kau!" desis Torih. Setelahnya laki-laki itu membuka kunci pintu gudang, terlihatlah Jesy di sana dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.

"Sayang." Sasdia mendekat ke arah Jesy yang sudah terkulai lemas.

"Bangun dan bersiap, kau harus ikut ke VT Group. Jangan sampai Cara menunggu terlalu lama," titah Torih.

"Kamu tega Mas, tidakkah kamu lihat kalau Jesy begitu lemas? Dia tidak akan kuat," murka Sasdia.

"Jangan manja, tinggal kau beri dia makan dan minum. Setelah itu dia akan kembali bertenaga, cepatlah! Aku menunggu di depan." Setelahnya Torih pergi dari sana.

"Ma, aku tidak ingin menjadi pelayan Cara lagi," lirih Jesy tidak bertenaga.

"Iya Sayang, Mama akan membujuk Papamu nanti. Sekarang ayo kita makan dan minum dulu, setelah itu kita bersih-bersih supaya tubuh kamu sedikit bertenaga." Sasdia membantu Jesy untuk berdiri.

.

.

.

"Ayo! Kenapa lama sekali?" Torih datang mendekati Sasdia dan Jesy yang masih berada di atas ranjang kamar Jesy. Sasdia baru saja membantu putrinya itu membersihkan badan.

"Mas, lihatlah Jesy sangat lemah. Ini juga salahmu, kenapa kamu mengurungnya dan tidak memberinya makan semalam? Jadinya begini, kita urus besok saja ya. Kita tunggu Jesy pulih dulu," usul Sasdia.

"Tidak, Cara bisa semakin marah. Kemarin saja wajahnya sudah terlihat begitu tersinggung. Aku bahkan tidak tahu hari ini dia mau memaafkan kamu atau tidak, cepat ikut aku!" Torih menarik tangan Jesy yang dengan cepat ditahan Sasdia.

"Jangan begini Mas, kasihan Jesy," ucap Sasdia.

"Minggirlah Sasa," desis Torih.

"Aku tidak ingin menjadi pelayan Cara lagi Pa, aku capek," lirih Jesy.

"Kamu dengar Mas, Jesy sudah tidak kuat." Sasdia masih menahan tangan Torih yang ingin membawa Jesy.

"Kau tidak ada hak untuk menolak Jesy, kau harus mau. Dan kau minggirlah Sasa," bentak Torih.

"Jangan Mas," papar Sasdia.

"Aku bilang minggir, jangan buat aku semakin kasar lagi," desis Torih.

Sasdia menggeleng tetap keras menahan tangan Jesy. Rahang Torih mengeras, dengan kasar laki-laki itu mendorong tubuh Sasdia sehingga membuat wanita paruh baya itu terjungkal di lantai.

"Mama …." Jesy berteriak melihat Sasdia yang sudah terbaring di atas lantai.

"Cepat." Torih menarik kasar tangan Jesy membawa gadis itu pergi dari sana.

Sasdia yang melihat itu dengan segera bangkit dan mengejar Torih dan Jesy. "Mas, jangan!" teriak Sasdia.

Namun, langkah Sasdia kurang cepat. Torih sudah lebih dulu membawa Jesy ke dalam mobil dan melajukan mobil itu kencang. Sasdia panik, dengan langkah lebar wanita paruh baya itu kembali ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya. "Aku harus cepat, Mas Torih memang sudah gila." Sasdia bergumam disela langkahnya.

...*****...

Cara terkejut saat dengan tiba-tiba Torih datang bersama dengan Jesy yang ditariknya paksa. "Maaf Nona, saya sudah mengatakan Nona tidak mengizinkan mereka masuk. Namun, mereka memaksa." Ratna menunduk sambil melirik Torih dan Jesy.

"Tidak apa-apa Ratna, kembalilah ke mejamu," titah Cara.

"Baik Nona." Setelahnya Ratna pergi sambil menutup kembali pintu ruangan Cara.

Cara menatap datar sepasang ayah dan anak itu. "Ada apa Tuan Gerisam? Bukankah kita sudah tidak ada hubungan apa pun lagi?" ujar Cara datar.

"Tolong maafkan Jesy Nona, kemarin dia sedang begitu lelah. Saya sudah memberinya pelajaran, jadi dia bisa kembali bekerja untuk Anda sekarang," papar Torih.

Cara menatap Jesy yang sudah terkulai lemah, gadis itu tersenyum miring melihat keadaan Jesy. "Minta maaflah," tekan Cara.

"Ayo minta maaf Jesy." Torih menatap Jesy dengan pandangan tajam.

Jesy menatap Cara dengan pandangan benci yang sudah begitu menumpuk di hatinya. Cara yang melihat itu memberikan senyum mengejek ke arah Jesy. "Jesy!" tegur Torih tajam.

"Apakah Anda membuatnya kehilangan suara Tuan Gerisam?" ejek Cara.

"Maaf Nona," ucap Torih, "ayo cepatlah minta maaf, bangsat," bisik Torih kepada Jesy.

"Aku minta maaf," ucap Jesy dengan nada suara begitu terpaksa.

Suara ribut mengalihkan perhatian mereka, setelahnya Cara tersenyum miring saat melihat keberadaan satu orang yang sudah lama ditunggu-tunggunya. 'Akhirnya lengkap juga,' batin Cara sinis.

"Maaf Nona …."

Suara Ratna terhenti saat melihat Cara mengangkat tangan kanannya. "Tidak apa-apa Ratna, kembalilah," sela Cara.

Sasdia menatap Cara dengan pandangan benci. "Ada apa ini? Apakah kalian sudah berjanji untuk saling berkumpul di sini? Ada acara reunian kah?" Cara bersuara sambil tersenyum miring.

Torih menatap tajam Sasdia. "Kenapa kau ke sini?" desis Torih.

"Aku tidak akan diam jika anakku diperlakukan buruk, apa lagi oleh anak gembel ini." Sasdia menunjuk Cara dengan napas memburu.

"Sasdia!" bentak Torih.

"Apa Mas? Aku sudah sabar selama ini melihat anakku diperbudak oleh seorang anak gembel. Aku tidak terima," teriak Sasdia.

Cara tertawa keras, begitu keras sampai membuat Torih, Sasdia dan Jesy menatap bingung ke arahnya. Setelahnya Cara menatap tajam Sasdia, tatapan itu mampu membuat Sasdia merinding. "Bersabar? Selama itukah aku memperbudak anakmu, Nyonya Gerisam?" desis Cara dingin.

Cara berdiri dari duduknya, secara perlahan gadis itu mendekat ke arah Sasdia yang sudah menatap Cara dengan pandangan was-was. Kakinya ingin bergerak mundur, tetapi entah kenapa tidak bisa. Tiba-tiba saja aura yang di keluarkan oleh Cara mampu membuatnya terpaku. Cara menatap dingin wajah Sasdia yang sedikit lebih pendek dari dirinya, setelahnya gadis itu mendekatkan mulutnya ke daun telinga Sasdia dan membisikkan sesuatu.

Terpopuler

Comments

Khaanza

Khaanza

suka banget banget sama novelnya kak lia 😘🥰

2023-03-31

2

Lutfiah Zakiyah

Lutfiah Zakiyah

bagus banget.. suka sama cyra

2022-09-26

0

Nur Haliza

Nur Haliza

suka cerita nya

2022-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!