5. Sekarat

Kediaman Gerisam saat ini sedang kedatangan tamu penting, yaitu seorang laki-laki paruh baya yang merupakan salah satu calon rekan bisnis Torih. Torih begitu semangat dan berharap bisa bekerja sama dengan laki-laki paruh baya yang bernama Baskoro, dengan begitu Gerisam Group akan semakin berkembang, pikir Torih. "Ternyata anak Anda juga berkuliah di Universitas Alfa," tutur Baskoro.

"Benar, saya juga baru tahu ternyata anak Tuan Baskoro juga berkuliah di sana." Torih tersenyum ramah.

Sasdia dan Jesy ikut tersenyum ramah, Torih memang menyuruh anak dan istrinya untuk ikut duduk menyambut kedatangan Baskoro. Terkecuali untuk Cara yang diperkenalkan sebagai seorang pembantu keluarga Gerisam. Cara yang memang sudah biasa diperlakukan rendah seperti itu hanya diam tidak membantah, dia tidak ingin menyulut api kekejaman dalam jiwa Torih.

"Kenapa lama sekali pembantu itu membuat minuman? Maaf Tuan Baskoro, pembantu kami memang seperti itu. Lelet sekali." Sasdia tersenyum canggung ke arah Baskoro.

"Tidak apa-apa," sahut Baskoro.

"Cara, cepatlah!" Sasdia memanggil Cara sedikit berteriak sambil kembali menatap Baskoro sungkan.

"I-iya, Nyonya." Cara mulai mendekat sambil membawa nampan berisi empat gelas di atasnya.

Jesy menatap Cara sambil tersenyum penuh arti, saat Cara tepat berjalan di depannya gadis itu mengulurkan kakinya sehingga membuat Cara tersandung dan berakhir di lantai. "Astaga!" pekik Sasdia.

Torih menatap tajam Cara yang sudah bergetar ketakutan. "Maaf yah, eh … Tu-tuan, saya tidak sengaja menyandung kaki Nona Jesy." Cara berucap gemetar.

"Aduh bagaimana ini? Maafkan kami Tuan Baskoro," tutur Sasdia panik.

Insiden terjatuhnya Cara ternyata tidak sesimpel itu, karena air yang berada di atas nampan itu mendarat sempurna di tubuh Baskoro sehingga membuat laki-laki paruh baya itu basah kuyup. "Maafkan kesalahan kami ini Tuan, kami akan segera memecat pembantu kurang ajar ini." Torih menatap Baskoro panik setelahnya laki-laki itu menatap tajam Cara yang sudah menunduk takut.

"Minta maaflah, Bangsat!" bentak Torih.

Cara terlonjak kaget, setelahnya gadis itu bersujud di kaki Baskoro dengan tubuh bergetar. "Ma-maafkan saya, Tuan," ucap Cara bergetar ketakutan.

"Sudahlah, saya permisi." Baskoro berdiri dengan raut tidak terbaca sambil berlalu dari sana.

"Tuan." Torih bersuara merasa kecewa.

Kepergian Baskoro meninggalkan kemarahan besar di dalam diri Torih. Laki-laki paruh baya itu menatap tajam Cara, atmosfer di dalam ruangan itu berubah seketika. Bahkan Sasdia dan Jesy ikut merinding melihat wajah keras Torih yang sedang berada di puncak kemarahan. Dua wanita itu yakin penderitaan Cara akan lebih parah dari sebelumnya.

"Kau benar-benar sampah … pembawa sial, kau sudah membuat aku kehilangan rekan kerja penting, Brengsek!" murka Torih.

Laki-laki itu mendekat ke arah Cara yang masih bersujud di tempatnya, tubuh gadis itu bergetar kaku begitu ketakutan. Brukh …. "Akhh …."

Torih menendang punggung Cara tanpa perasaan sehingga gadis itu tidak bisa menahan jeritannya. Tidak sampai di sana, ayah tidak berperasaan itu terus menghajar dan menghantam tubuh Cara tanpa ampun. Jeritan tangis dan kesakitan berseliweran di dalam ruangan itu. Bahkan Sasdia dan Jesy yang menyaksikan itu sudah bergidik ngeri, tubuh Cara sudah terombang ambing oleh kaki dan tangan Torih yang tidak berhenti bermain.

"Kau anak sialan, kenapa kau harus lahir ke dunia ini, Bangsat? Mati saja kau, susul ibu gembelmu itu." Torih bersuara di sela-sela aksi kejamnya.

"Sakit Ayah, maafkan aku." Cara terus berteriak kesakitan, terdengar begitu pilu.

"Sakit …." Cara kembali berteriak sambil terisak.

"Mati kau, mati." Torih menendang tubuh Cara untuk yang terakhir kalinya.

Cara terdiam tidak memiliki tenaga bahkan untuk sekedar terisak, gadis itu hanya pasrah dengan hidupnya yang mungkin akan segera berakhir dan menyusul bundanya. "Cepat pergi kau dari sini, jangan pernah kembali lagi!" bentak Torih.

Cara berusaha dengan susah payah untuk menggerakkan tubuhnya yang sudah tidak berbentuk. "Cepatlah, Bangsat!" murka Torih.

Degan kekuatan yang tersisa, Cara menyeret tubuhnya sambil menangis dalam diam. Cara berjalan dengan tubuh penuh luka, mata gadis itu berkunang-kunang pertanda bahwa dia sudah tidak dapat menahan rasa sakit. Meski pandangannya tidak begitu jelas, Cara masih melanjutkan langkahnya dengan sesekali tersandung.

Tin … tin … tin …

Brukh … Tubuh lemah Cara terhempas cukup keras ke pembatas jalan sebab dia baru saja tertabrak mobil. "Sh**," umpat pengendara mobil. Laki-laki pemilik mobil itu keluar untuk melihat korban yang baru saja dia tabrak, laki-laki datar itu mengernyit saat melihat keadaan gadis yang ditabraknya tergolong mengenaskan.

...*****...

Langkah kaki bersahutan di sebuah koridor rumah sakit, dua orang laki-laki tampan terlihat sedang berjalan dengan gagah. "Kau menabrak orang?" tanya Alex.

"Hmm," deham laki-laki yang masih sibuk dengan ponselnya.

"Kenapa kau sesantai itu? Padahal korbanmu sedang kritis," bingung Alex.

"Dia sudah kritis sebelum aku tabrak," tutur Geo santai.

"Hah?" Juan mengernyit bingung.

Geo Vetro adalah laki-laki yang baru saja menabrak Cara. Laki-laki datar yang merupakan pemimpin kumpulan mafia kejam itu bertanggung jawab dengan membawa Cara ke rumah sakit. Meski dia tahu kalau keadaan Cara sudah kritis sebelum Geo menabraknya.

"Farel." Geo memanggil Farel menghiraukan kebingungan Alex yang sudah mendengus kesal.

"Iya?" sahut Farel singkat.

"Cari tahu," titah Geo.

"Baiklah," jawab Farel.

"Utus seseorang, aku pergi."Geo berdiri dari duduknya kemudian berlalu dari sana.

Alex menatap kepergian Geo dengan mulut terbuka seakan tidak percaya. "Benar-benar anak itu," kesal Alex.

...*****...

"Mas." Sasdia mendekat dengan wajah sedikit ragu ke arah Torih yang sedang duduk diam di atas ranjang kamar mereka.

Wajah datar Torih menandakan kalau laki-laki paruh baya itu masih berada di lingkup amarahnya. "Bagaimana kalau gembel itu mati?" ujar Sasdia hati-hati.

Torih menatap tajam Sasdia. "Bagus kalau dia mati, kenapa kamu seperti tidak senang?" balas Torih.

"Bukan begitu Mas, aku hanya takut kalau kamu ikut terseret nantinya," jelas Sasdia.

"Kamu tenang saja, aku bisa mengurus itu. Kalau benar dia mati, aku akan sangat senang," desis Torih.

"Aku sebenarnya juga senang, tapi sayang sekali aku dan Jesy menjadi kehilangan mainan," sungut Sasdia.

"Sudahlah, aku sudah cukup bersabar dengan keberadaannya selama ini, aku muak," geram Torih. "Dia bahkan membuat aku kehilangan partner kerja yang begitu menguntungkan," sambung Torih berdesis.

"Apa tidak bisa kita bicarakan lagi dengan Tuan Baskoro? Semoga saja dia bisa mengerti dan memberi kita kesempatan lagi," usul Sasdia.

"Akan aku coba," jawab Torih.

...*****...

"Bagaimana?" tanya Geo.

"Dia masih belum sadar, luka fisiknya tergolong parah, banyak luka memar bahkan tulang punggungnya sedikit bergeser. Sebenarnya apa yang terjadi? dokter mengatakan kalau luka itu bukan karena kecelakaan. Tetapi sepertinya dari hasil kekerasan," sahut Alex.

"Rel." Bukannya menjawab, Geo malah memanggil Farel sepupunya yang sedari tadi diam.

"Sudah," tutur Farel.

Setelahnya Farel menyodorkan tablet miliknya kepada Alex yang sudah memutar bola matanya kesal. "Apa salahnya jika kau saja yang membaca? Ck … mulut kalian itu tidak akan bertambah lebar hanya karena sering bersuara," gerutu Alex.

Meski kesal laki-laki itu tetap mengambil tablet yang disodorkan oleh Rafel kepadanya. "Padahal berbicara tidaklah membayar," gumam Alex masih merasa begitu kesal. Alex adalah orang yang harus selalu siap untuk menjadi juru bicara, sebab kakak beradik sepupu ini begitu irit dengan suara mereka. Sebab itu Alex sering kali dibuat kesal akan hal itu.

"Lavia Cara biasa dipanggil Cara, gadis berumur dua puluh tahun merupakan anak dari Dea Marisa dengan Torih Gerisam. Cara berkuliah di Universitas Bangsa, dia memiliki seorang teman bernama Siera Burhan. Dea Marisa sudah meninggal dunia sekitar enam tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan. Cara tinggal bersama ayah, ibu tiri dan saudara tirinya di kediaman Gerisam. Tetapi dia tidak pernah dinafkahi oleh Torih semenjak lahir, sehingga dia bekerja untuk bertahan hidup semenjak kematian Dea." Alex menghentikan kalimatnya sejenak.

"Dia selalu diperlakukan buruk, tidak jarang ibu tiri dan saudara tirinya melakukan serangan fisik. Bahkan Torih pun sering melakukan kekerasan kepadanya, dan kejadian hari ini adalah puncaknya," sambung Alex.

"Ayahnya sendiri yang membuat gadis itu sampai sekarat seperti itu? Gila," kata Alex heran.

Sedangkan Geo dan Farel hanya diam dengan raut wajah datar seperti biasa. "Setidaknya gadis itu beruntung ditabrak olehmu, jika orang lain mungkin dia sudah mati," cetus Alex lagi.

"Jadi bagaimana? Kau akan merawatnya sampai sembuh?" tanya Alex.

"Hemm," deham Geo.

Alex mengangguk singkat, dia tahu betul bagaimana Geo. Laki-laki dingin itu meski kejam, dia adalah orang yang sangat menjunjung tinggi yang namanya tanggung jawab. "Death?" tanya Geo singkat.

"Kita ada pertemuan inti, Farel sudah mengurus sistem IT terbaru. Hari ini kita perkenalan dengan para inti," terang Alex.

"Kau share?" Geo menoleh ke arah Farel.

"Tidak, aku menunggu komandomu," sahut Farel.

"Kau tidak penasaran dengan penyerang markas Selatan?" tanya Alex.

Geo menoleh setelahnya laki-laki itu tersenyum miring. "Apa kau ingin aku turun tangan?" tanya Geo.

"Kenapa tidak, bukankah kau sudah lumayan lama cuti?" Alex ikut tersenyum miring.

Geo menaikkan sebelah alisnya, setelahnya laki-laki itu kembali terdiam. "Bawakan mainanku," putus Geo.

"Dilaksanakan, Ketua!" Alex berdiri semangat.

...*****...

Ting … tong …

Siera memencet bel rumah kediaman Gerisam, gadis itu cemas saat tidak bisa menghubungi Cara sedari kemarin. Kecemasannya bertambah saat mengetahui temannya itu tidak masuk kuliah tanpa izin. Sebab itu Siera memutuskan untuk mengunjungi rumah Cara setelah gadis itu selesai kuliah.

Cklek …. Pintu rumah mewah itu terbuka, Siera dapat melihat kehadiran seorang wanita paruh baya yang sepertinya asisten rumah tangga di sana. "Maaf, cari siapa ya, Mbak?" tanya wanita paruh baya itu ramah.

"Saya ingin mencari Cara, Bu. Dia tidak bisa dihubungi dari kemarin bahkan hari ini dia tidak berkuliah," jawab Siera sopan.

Terlihat raut kebingungan dari wajah wanita paruh baya itu. "Cara? Maaf, setahu saya tidak ada yang bernama Cara di rumah ini Mbak," tutur wanita paruh baya itu bingung.

Siera terkejut dengan wajah terlihat ikut kebingungan. Dia jelas ingat betul waktu itu mengantarkan Cara ke sini. Meski hanya beberapa kali, tetapi gadis itu belum pikun. "Benarkah? Saya ingat betul kalau rumahnya di sini, saya pernah beberapa kali mengantaranya pulang, Bu," ucap Siera.

"Ah … saya baru kemarin bekerja di sini Mbak, di sini hanya ada tiga orang. Anak majikan saya namanya Jesy, bukan Cara. Tapi tunggu, biar saya tanya dulu ya, Mbak. Silakan masuk dulu, Mbak," terang wanita paruh baya.

"Tidak usah Bu, saya tunggu di sini saja," tolak Siera.

"Siapa?" Suara seseorang mengalihkan perhatian Siera dan wanita paruh baya itu. Siera dapat melihat seorang perempuan yang sepertinya seumuran dengannya sedang berjalan dengan wajah angkuh.

'Apa dia yang dimaksud ibu ini?' batin Siera.

"Ini Non, Mbak ini katanya mencari yang namanya Cara. Saya tidak tahu siapa yang dimaksud," papar wanita paruh baya.

Siera menangkap raut terkejut di wajah gadis yang sedang menatapnya dengan wajah penuh selidik. "Kau siapanya Cara?" tanya Jesy angkuh.

'Angkuh sekali,' Siera membatin kesal.

"Saya temannya, dari kemarin saya tidak bisa menghubunginya. Hari ini dia juga tidak berkuliah, apa Anda tahu di mana dia? Masalahnya setahu saya rumahnya di sini," terang Siera.

"Ternyata gembel itu punya teman juga," sinis Jesy.

"Apa maksudmu? Kau mengatai teman saya gembel?" protes Siera tajam.

Selama ini Siera tidak pernah terima jika ada orang yang mengatai atau mengolok Cara, gadis itu akan begitu marah. Jesy sempat terkejut melihat respon dari Siera, namun setelahnya Jesy tertawa mengejek. "Kau membelanya? Tidak sadarkah kalau orang yang kau sebut teman itu sangatlah menjijikan. Saya lihat kau terlihat dari keluarga berada, kenapa kau mau berteman dengan gembel itu?" ejek Jesy.

Siera menggeram marah, gadis itu menatap tajam sarat akan permusuhan kepada Jesy. "Jaga mulut kau itu sialan," geram Siera.

Jesy melotot terkejut, setelahnya gadis itu membalas tatapan tajam dari Siera kepadanya. "Kau mengataiku? Kau ingin mati?" berang Jesy tidak terima.

"Kau yang terlebih dahulu mengatai teman saya gembel, di mata saya kau bahkan lebih menjijikkan dari kata gembel," tekan Siera.

"Kau!" Jesy berniat menampar Siera, tetapi dengan cepat Siera menahan tangan Jesy sehingga membuat Jesy semakin kesal tidak terima.

"Ada apa ini?" Suara Sasdia mengalihkan perhatian dua orang yang saling bersitegang itu.

Asisten rumah tangga Gerisam yang tadi menangkap ketegangan di antara Jesy dan Siera dengan segera memanggil Sasdia, sebab dia takut akan terjadi hal yang lebih heboh. "Perempuan gila ini datang mencari Cara, kemudian marah-marah tidak jelas." Jesy menunjuk Siera marah.

Sasdia menatap Siera intens, setelahnya wanita paruh baya itu bersuara. "Kau siapa?" tanya Sasdia.

"Saya temannya Cara, dan gadis kurang ajar ini mengatai teman saya gembel. Jelas saya tidak terima itu," desis Siera.

Jesy melotot tidak terima saat Siera kembali mengatainya. "Kau …."

"Sudah," potong Sasdia.

"Tapi dia mengataiku, Ma. Aku tidak terima," protes Jesy.

"Sudah Jes, dan kau … Cara sudah tidak tinggal di sini. Jadi kau silakan pergi dari sini," terang Sasdia.

Siera terkejut. "Terus dia di mana?" tanya Siera.

"Mana kami tahu, mungkin dia sudah mati," sela Jesy. Siera kembali menatap tajam Jesy yang sedang menatapnya sambil tersenyum miring.

"Kami tidak tahu, dia mantan pembantu kami. Kami memecatnya setelah dia membuat kesalahan fatal, jadi masalah dia di mana sekarang bukan urusan kami," balas Sasdia.

Siera kembali dibuat terkejut. "Pembantu?" gumam Siera.

"Iya, dia hanya seorang pembantu rendahan. Kau saja yang bodoh mau berteman dengannya, apa lagi sampai membelanya seperti ini," sinis Jesy.

Siera menatap datar Jesy. "Apa salahnya dengan pembantu? Dia bekerja halal."

Jesy mendesis kesal, dia merasa tidak terima saat mengetahui Cara memilik teman. Bahkan temannya sampai membelanya seperti itu. "Terima kasih, saya permisi." Siera membalikkan badan kemudian berjalan menuju mobilnya.

'Kamu di mana Cara?' batin Siera sendu.

Terpopuler

Comments

yha_th3

yha_th3

baca kesini ulang..krna pas baca arkana, lupa buyut2 nya siapa aja..hehehe mangaaat kak liaa

2025-01-12

0

ariyanto kanto

ariyanto kanto

baru baca dan saya bingung dengan nama namanya
penasaran gara gara si alkanna eh pas baca cerita emaknya namanya beda semua bingunh

2024-09-23

0

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

cuiiiiiihhh anjiiiiiiiiiing ☠️

2024-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!