2. Bertahan

Satu bulan kehamilan Dea, wanita itu terus menguatkan hati menerima sikap kasar dari Torih dan Sasdia. "Mas, aku pusing." Sasdia mendekat ke arah Torih sambil memegang kepalanya.

"Kenapa? Ayo kita ke dokter." Torih dengan cepat meraih tangan Sasdia.

"Aku ingin dokternya yang ke sini," balas Sasdia.

"Ah … baiklah! Aku akan menelepon dokter Jeje dulu." Torih mengambil ponselnya yang berada di atas meja.

.

.

.

"Bagaimana dengan istriku Dokter, apa ada yang serius?" tanya Torih cemas.

Dokter Jeje tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari Torih. "Tidak apa-apa, Tuan Gerisam tidak perlu khawatir. Hal ini biasa bagi perempuan yang sedang hamil muda." Dokter Jeje tersenyum ramah.

Sedangkan Torih dan Sasdia terdiam mendengar penjelasan dari dokter Jeje, begitu pula dengan Dea yang berada tak jauh dari sana. "Ma-maksud Dokter?" Torih bertanya dengan wajah bingung menatap dokter Jeje.

"Istri anda sedang hamil Tuan Gerisam, sepertinya masih sangat baru. Jadi saya sarankan kalian nanti berkonsultasi secara langsung kepada dokter kandungan supaya lebih rinci lagi." Dokter Jeje menjelaskan sambil tersenyum ramah.

Torih dan Sasdia masih terdiam dengan wajah terkejut seakan tidak percaya. "Sa-saya hamil Dokter?" Sasdia kembali bertanya seakan ingin memastikan lagi. Dokter Jeje kembali tersenyum setelahnya dia mengangguk singkat.

"Mas, akhirnya aku hamil!" Sasdia memeluk suaminya yang masih terdiam dengan wajah terkejut.

"I-iya Sayang … terima kasih Dokter." Torih membalas pelukan istrinya kemudian menoleh ke arah dokter Jeje dengan raut bahagia.

Sedangkan Dea terdiam kaku di tempatnya menyaksikan pelukan bahagia yang penuh haru sepasang suami istri di depannya. Dea memegang perut ratanya, merasa kasihan dengan calon anaknya yang masih berada di dalam perutnya itu. Sampai saat ini Torih bahkan tidak pernah menyapa atau pun melakukan hal lainnya untuk calon buah hati mereka.

.

.

.

"Ada apa?" tanya Dea datar.

Dea saat ini berhadapan dengan Torih dan Sasdia yang beberapa menit yang lalu memanggil dirinya. "Karena istriku sudah hamil, jadi kau boleh pergi sekarang," tutur Torih tanpa perasaan.

Dea terkejut mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Torih. Dia sudah menebak mereka akan segera mengusirnya dari sana. Dea tertawa miris mengingat nasib sialnya yang akan terus berlanjut. "Aku tidak akan pergi," sahut Dea.

Torih dan Sasdia terkejut mendengar jawaban dari Dea. "Apa maksudmu, bukankah kau sudah ingin pergi dari sini? Maka pergilah secepat dan sejauh mungkin," desis Torih.

"Aku akan tetap di sini untuk anakku." Dea berucap sambil menatap mereka datar.

"Aku tidak menerimamu di sini, ini rumahku dan aku berhak untuk mengusirmu. Aku juga akan segera menceraikanmu!" bentak Torih.

Dea tertawa sinis mendengar kalimat Torih sehingga membuat Torih dan Sasdia menatap heran ke arah Dea. "Kau sebenarnya tidak perlu menceraikan aku … karena sebenarnya kita bahkan sudah lama bercerai!" seru Dea.

Torih dan Sasdia mengernyit bingung semakin tidak mengerti maksud dari wanita itu. "Secara agama, kata-kata kasar yang kau lontarkan selama ini kepadaku sudah membuat kita bercerai tuan Gerisam. Untungnya kita memang tidak pernah satu ranjang, sehingga kita tidak termasuk melakukan zina." lanjut Dea.

Torih dan Sasdia terdiam membenarkan perkataan Dea, beberapa detik kemudian Torih tertawa mengejek ke arah Dea. "Satu ranjang? Cuih … kalau bukan karena ulah istriku yang membuat aku tidak sadarkan diri waktu itu … aku tidak akan pernah mau satu ranjang denganmu bahkan tidak ingin membuatmu hamil seperti itu. Jika dalam keadaan sadar aku mendekatimu mungkin aku sudah muntah, melihatmu saja sudah membuat aku mual apalagi jika aku menyentuhmu. Gembel!" sarkas Torih.

Sasdia tertawa mendengar kalimat yang dilontarkan oleh suaminya, kemudian menatap remeh ke arah Dea. Sedangkan Dea sudah mengepalkan tangannya mencoba menahan semua gejolak kemarahan atas hinaan yang selalu didapatnya. "Kau masih ingin bertahan dengan semua ini? Ya sudah, biarkan saja Mas, aku jadi ada bahan untuk dipermainkan." Sasdia menatap Dea dengan senyum miringnya.

"Tapi aku selalu ingin marah jika melihat wajahnya Sasa, dia juga membuat aku mual." Protes Torih sambil menatap Sasdia.

"Aku akan sangat bosan kalau tidak ada mainan Mas," sahut Sasdia.

Torih menghela nafas kasar mendengar jawaban istrinya, kemudian laki-laki itu menatap tajam ke arah Dea yang masih terdiam. "Kau boleh tetap di sini, tetapi jangan sampai aku melihat wajah jelekmu itu. Aku jijik," hina Torih.

Dea menekan dadanya mencoba untuk bersabar, kemudian wanita itu mengangguk singkat menyanggupi perkataan Torih. Niat awal Dea yang ingin pergi dari rumah itu menghilang saat satu bulan yang lalu dia berada di sana. Dea memikirkan calon anaknya nanti, jika dia pergi dari rumah Torih maka anaknya akan lahir sebagai anak tanpa seorang ayah.

Dea memikirkan itu semua, hal itu pasti akan membuat anaknya nanti bersedih dan bertanya-tanya siapa ayahnya. Sebab itu Dea menguatkan hati untuk tetap di sana supaya saat anaknya lahir ke dunia nanti, dia mengetahui siapa ayahnya. Tetapi sepertinya pilihan Dea untuk tetap tinggal di sana adalah kesalahan besar. Bahkan saat anaknya lahir, Torih tidak mengizinkan Dea memberi nama putrinya menggunakan nama belakang Torih.

Sehingga pada akhirnya Dea memberi nama putrinya tanpa menggunakan marga ayahnya. "Selamat datang putri bunda … Lavia Cara."

...*****...

"Cepat kau pergi dari hadapanku sebelum kau habis di tanganku!" bentak Torih. Dengan tergesa Cara berdiri dengan air mata yang sudah merembes dari pelupuk matanya. Gadis itu berlari dari hadapan sang ayah yang menatapnya dengan penuh kemarahan.

Brak …

Cara menangis tersedu-sedu di dalam kamar kecil miliknya. Kamar yang ditempatinya merupakan kamar pembantu keluarga Gerisam, akan tetapi sedari kedatangan Dea di kediaman Gerisam kamar itu dihuni oleh Dea yang sekarang beralih kepada Cara. "Bunda … Cara lelah, Cara ingin bertemu bunda." Cara berucap lirih sambil tersedu dengan air mata yang terus berjatuhan.

Hal seperti ini hampir setiap hari terjadi kepada Cara, di mana Torih akan memarahinya dengan kata-kata kasar dan tidak jarang pula ayahnya itu bermain fisik kepadanya. Cara akan melepaskan semua perasaan tertekan dan perasaan sedih miliknya di dalam kamar itu, dengan memanggil nama bundanya yang seakan ikut berada di sana.

"Enam tahun kepergian bunda, tapi aku sudah merasa berpuluh tahun. Aku tidak kuat, aku ingin bertemu bunda." Cara bersuara dengan isak tangis yang terdengar begitu pilu. Sayangnya tidak ada seorang pun yang akan mendengar dan akan bersimpati dengan penderitaan yang dialaminnya.

Suara tangis Cara terhenti saat mendengar alarm dari jam kecil miliknya. Gadis itu menatap jam kecil itu kemudian menghela nafas panjang. "Aku harus siap-siap," gumam Cara.

Dia akan segera bersiap untuk bergerak ke tempat kerjanya. Selama hidupnya Cara tidak pernah mendapatkan uang dari Torih, bahkan untuk makan pun dia harus berusaha sendiri. Sama halnya dengan penderitaan Dea, setelah kelahiran Cara semua kebutuhan ditanggung oleh Dea. Mereka hanya diizinkan tidur di rumah itu tanpa boleh ikut makan atau pun minum. Padahal mereka di suruh untuk membersihkan rumah Gerisam seperti seorang pembantu.

Tetapi mereka seakan menjadi pembantu tanpa dibayar, Torih dan Sasdia berkata kalau apa yang mereka lakukan di rumah itu adalah untuk biaya sewa selama mereka tinggal di sana. Sampai kelulusan Cara dari sekolah dasar, Dea selalu bekerja keras untuk membiayai kebutuhan putrinya itu. Namun tepat saat Cara memasuki SMP, Dea mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan nyawa. Mulai dari sana lah, Cara yang saat itu berumur 13 tahun harus mencari kerja untuk membiayai hidupnya sendiri.

...*****...

"Semuanya sudah siap?" tanya seorang laki-laki berwajah datar.

"Sudah, mereka sudah menyiapkan semua yang kita minta," sahut seorang laki-laki lagi.

"Bagus," balas laki-laki datar.

"Geo." Suara seseorang mengalihkan perhatian dua laki-laki yang berada di dalam ruangan itu. Mereka dapat melihat kedatangan seorang laki-laki yang juga berwajah datar.

"Huh … aku merasa sedang berada di kutub utara," keluh Alex. Alex Rowin adalah laki-laki manis nan hangat dan bisa dikatakan sebagai manusia normal yang berada di antara dua laki-laki kutub di dalam ruangan itu.

"Pengkhianat," tutur Fare datar. Farel Jhons biasa dipanggil Farel, laki-laki tampan namun datar dan irit bicara.

"Di mana?" tanya Geo. Geo Vetro adalah laki-laki tampan dengan segudang pesona yang mampu membuat para wanita hilang kesadaran saat melihat wajah tampan miliknya. Namun, sayangnya Geo sangatlah dingin, datar dan tak tersentuh bahkan melebihi Farel yang merupakan sepupunya. Mata Geo sangat tajam seakan mampu menusuk segala hal yang ditatapnya.

"Aku sudah menangkapnya," balas Farel.

"Dendrion, anggota bagian barat yang sempat kau ciduk aksi korupsinya itu?" tanya Juan.

"Iya," sahut Farel. Alex mengangguk mengerti, dia sudah menebak ini semua akan terjadi.

"Ingin bermain?" Geo berdesis sambil senyum miring yang terlihat begitu menakutkan. Geo berdiri dari duduknya kemudian pergi diikuti dua laki-laki di belakangnya. Tujuan mereka saat ini adalah ruangan penyekapan Death.

Death adalah nama dari salah satu kumpulan mafia terkejam di negara Indonesia. Death berasal dari bahasa Inggris yang berarti kematian dan Geo merupakan pemimpin dari Death. Geo adalah laki-laki kejam yang terkenal tidak memiliki hati karena dengan tanpa ampun memberi hukuman kepada parasit dalam hidupnya, baik itu musuh atau pun pengkhianat.

Sifat iblis laki-laki itu memang sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang seperti malaikat. Sedangkan dua laki-laki di belakang Geo juga merupakan anggota penting di Death. Alex yang merupakan sahabat Geo menjabat sebagai wakil pemimpin Death, sedangkan Farel yang merupakan sepupu Geo menjabat sebagai sang ahli IT Death.

...*****...

Bruk …

Suara benda jatuh begitu keras terdengar di kediaman Gerisam. Setelahnya suara tawa nyaring mengisi kesunyian kediaman itu. "Kau benar-benar seperti sampah." Jesy menatap remeh Cara.

Cara sudah meringis karena merasakan nyeri disekujur tubuhnya, bunyi dentuman keras benda jatuh tadi berasal dari tubuhnya. Cara yang sedang berjalan sedikit terburu-buru tidak melihat keberadaan Jesy sehingga harus berakhir di lantai keras itu karena Jesy dengan sengaja menjulurkan kakinya guna menyandung Cara.

Sebenarnya hal itu sudah sangat sering dilakukan oleh Jesy kepada Cara, akan tetapi karena Cara tidak melihat keberadaan Jesy sehingga membuatnya tidak bisa mengelak. "Ck … membosankan." Jesy berdiri dari duduknya dan bergerak untuk pergi dari sana.

Tetapi sebelum benar-benar pergi Jesy masih menyempatkan diri untuk menginjak kaki Cara yang masih terjulur. "Arghh …," erang Cara merasakan sakit.

"Kaki jelekmu itu menghambat jalanku." Jesy berucap santai sambil berlalu dari sana.

Cara mengusap kakinya sambil terus meringis, sebenarnya ini belum seberapa perlakuan yang diterimanya dari tiga manusia penghuni rumah ini. Dia bahkan pernah mendapatkan hal yang lebih parah dari Torih, ayah kandungnya sendiri. Dengan perlahan Cara berdiri dari duduknya mencoba manahan sakit di sekujur tubuhnya. "Aku bisa terlambat." Cara mencoba berlari sambil menahan rasa sakit ditubuhnya.

.

.

.

"Kemana saja kau, kenapa baru sampai? Lihatlah pelanggan sedang sangat ramai, cepat bersiap!" bentak seorang laki-laki yang merupakan manager kafe di tempat Cara bekerja.

Laki-laki itu mendorong tubuh Cara sehingga membuat gadis itu terhuyung. "Pulang nanti temui aku, jangan kau kira kau bisa datang seenaknya," tutur manager itu saat melihat Cara akan bergerak ke ruangan ganti pelayan.

"Ma-maaf," cicit Cara.

"Cepatlah sialan!" umpat manager. Dengan gerakan cepat Cara bergerak keruangan ganti, meski seluruh badannya terasa sangat sakit gadis itu tetap akan bekerja, jika tidak bekerja maka dia tidak akan mendapatkan uang untuk makan atau pun untuk mencukupi kebutuhan lainnya.

"Ck … aku muak sekali harus satu shift dengan gadis culun itu," kesal seorang pelayan.

"Benar, sayang sekali dengan namanya. Nama bagus begitu malah bertolak belakang dengan wajah orangnya yang sungguh miris."

Sekumpulan pelayan itu tertawa mendengar penuturan dari salah satu temannya. "Iya, aku rasa ibunya pasti menyesal melahirkan anak seperti itu. Tidak berguna sekali."

"Entah apa yang bisa dibanggakan dari dirinya, wajah kucel dan body rata begitu. Siapa yang akan tertarik kepadanya?"

"Lihatlah, wajah kusam dan kucel yang menjijikkan itu. Apa lagi kaca matanya yang membuat aku ingin muntah," sarkas seorang pelayan lagi.

"Sebab itu aku selalu menyuruhnya pergi kalau aku ingin makan, makananku tidak tertelan kalau melihat wajahnya yang menjijikkan itu."

"Aku juga, malas sekali melihat wajah menyeramkannya itu."

"Mau bagaimana lagi, tapi kan ada bagusnya juga. Dia bisa kita perbudak."

"Iya, lagi pula pak Vizi mempertahankan dia hanya karena dia rajin. Kalau bukan karena itu mana mungkin anak seperti dia bisa bekerja sebagai pelayan di kafe ternama seperti ini."

"Iya juga, wajahnya jelas tidak layak dipertontonkan kepada pengunjung. Yang ada kafe ini tutup karena pengunjung tidak ada yang bisa menelan makanannya setelah melihat wajah menyeramkannya itu."

"Benar, apa lagi dengan tubuh yang super kurus itu. Hah … siapa yang akan tergoda?"

Sekumpulan pelayan itu kembali tertawa merasa begitu senang mengolok wajah dan kehidupan Cara. Semua rekan kerja Cara sama sekali tidak menyukai keberadaan gadis itu. Namun, mereka memanfaatkan sifat penurut Cara sehingga tidak jarang Cara mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Cara memang gadis yang rajin, itu adalah satu-satunya hal yang membuat pemilik kafe tempatnya bekerja tetap mempertahankan keberadaan Cara di sana. Sebab jika menilai dari segi wajah dan fisik, jelas saja Cara tidak akan diterima.

Sedangkan Cara yang sedari tadi mendengar percakapan sekumpulan teman kerjanya itu sudah menunduk sedih, hal seperti ini memang selalu dia dapatkannya sedari kecil. Jadi sebenarnya itu bukanlah hal baru baginya, namun tetap saja setiap mendengar ujaran kebencian dan pandangan jijik orang lain untuk dirinya membuat Cara semakin begitu terpuruk ke dasar bumi yang terdalam sehingga tidak pernah sanggup untuk bangkit.

Terpopuler

Comments

Ryuto

Ryuto

namanya beda ya bun

2024-04-10

0

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

bego di peliara pergi lah dari rumah luknutjul anjiiiiiiiiiing itu🖕🖕🖕💣

2023-05-05

1

Jalitong Jalitong

Jalitong Jalitong

thor,,klau mencritakn masa lalu,,kasih flesbeck,,,biar yg baca itu paham

2023-02-04

2

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!