16. Ornamen Makanan (LB)

"Ganti, saya tidak suka stroberi." Cara hanya melirik singkat nampan yang baru saja di letakkan Jesy di atas meja kerjanya. Gadis itu tetap melanjutkan kerjanya di laptop tanpa terganggu.

Sedangkan napas Jesy sudah memburu sebab berusaha menahan emosi. 'Wanita brengsek,' batin Jesy marah.

Cara menoleh ke arah Jesy yang masih diam tidak bergerak. "Kenapa masih diam? Saya rasa telingamu masih berfungsi dengan baik. Apa perlu saya atur jadwalmu dengan dokter THT?" sindir Cara santai.

Jesy menghela napas dalam mencoba mengontrol emosinya. "Maaf Nona," ucap Jesy.

"Cepat ganti, tenggorokan saya sudah kering," tutur Cara lagi.

Jesy mengambil nampan yang berada di atas meja kerja Cara dengan perasaan dongkol. "Nona ingin apa?" tanya Jesy. Dia tidak ingin mengulang untuk kesekian kalinya hanya karena sebuah minuman.

Cara kembali menoleh saat mendengar pertanyaan Jesy. "Bukankah kemarin saya sudah memberikanmu dokumen? Apa kau tidak membaca itu? Di dalam dokumen itu sudah tertulis secara rinci semua hal tentang saya, mulai dari hal yang saya suka dan hal yang tidak saya suka. Begitu pula dengan hal yang membuat saya alergi. Saya sengaja memberikannya kemarin supaya kau bisa tahu semua tentang saya, jadi kau tidak kesulitan di saat melayani saya. Kau mengabaikan hal ini, apa kau sedang menganggap saya remeh?" ucap Cara datar.

Jesy diam, memang dokumen yang diberikan Cara kepadanya kemarin tidak dibacanya. Sebab saat melihat judul dokumen tentang Cara membuatnya muak dan tidak ingin tahu. "Maaf Nona, saya tidak bisa mengingat semuanya secara cepat," kilah Jesy.

Cara tersenyum miring. "Saya lupa kalau kapasitas otakmu ternyata tidak seberapa. Saya minta maaf karena baru saja menilaimu seakan sama dengan otak saya yang jelas tidak sebanding dengan otakmu," ucap Cara santai.

Jesy mengepalkan tangannya kuat, napasnya kembali berat isyarat akan kemarahan. "Baiklah, tidak masalah. Tapi … kau bisa terus membawanya kemana-mana bukan? Jadi silakan kau lihat dokumen itu, saya tidak menuntutmu ingat dalam waktu dekat ini. Bahkan saya tidak yakin kau akan mengingatnya selama bekerja di sini. Jadi silakan kau baca saja langsung dokumennya," sambung Cara.

Jesy diam beberapa saat. "Saya meninggalkan dokumen itu di kamar saya Nona," terang Jesy.

"Kau sungguh ceroboh ya? Baiklah, kali ini mood saya sedang baik. Kau minta dokumen baru kepada Ratna," titah Cara.

"Baik Nona, saya permisi." Jesy berbalik sambil membawa nampan di tangannya. "Lihat saja, aku akan mengerjaimu." Jesy bergumam sambil tersenyum licik.

...*****...

"Mas, tidakkah kamu cemas dengan keadaan putri kita?" tutur Sasdia khawatir.

"Apa yang akan dikhawatirkan? Dia bekerja di perusahaan ternama, bukankah itu membanggakan?" Torih menyahut santai sambil terus menonton film di layar TV ruangan tamu.

"Membanggakan katamu? Dia diperbudak oleh anak gembel itu Mas, kenapa kamu malah santai seperti ini?" protes Sasdia.

"Ck … tidak bisakah kau diam? Aku ingin menenangkan otakku yang hampir pecah selama tiga bulan ini." Torih berdecak sambil menatap tajam Sasdia.

"Aku khawatir dengan anak kita Mas, bagaimana kalau anak gembel itu memperlakukannya semena-mena?" tutur Sasdia.

"Jaga bicaramu Sasa, jangan berbicara seperti itu tentang Cara. Dia adalah orang yang menopang kehidupan kita saat ini. Kau ingin dia menarik bantuannya, hah?" geram Torih.

"Tapi tetap saja dia yang membuat semuanya menjadi seperti ini. Kamu berubah juga karena ulahnya," papar Sasdia.

"Diamlah, aku ingin santai untuk hari ini. Jangan membuat aku muak berada di sini," desis Torih.

"Kau santai di sini sedangkan kau tidak tahu kalau anakmu sedang apa sekarang. Jesy selama ini tidak pernah melakukan pekerjaan apa pun Mas, dia pasti akan kesulitan dan kelelahan. Kamu seharusnya …."

"Diam!" Torih berteriak memotong kalimat Sasdia sambil berdiri dan menatap tajam istrinya itu. Sedangkan Sasdia sudah terlonjak karena bentakan dari Torih.

"Aku ingin mendinginkan otak yang sudah mendidih selama tiga bulan ini. Tapi kau malah membuatnya kembali mendidih, tidak bisakah kau diam melihat aku santai sebentar saja, hah? Kau tidak tahu bagaiamana gilanya aku selama tiga bulan ini mempertahankan perusahaan, bangsat!" Torih pergi dari sana setelah memaki Sasdia yang sudah terdiam dengan tubuh bergetar.

"Kamu berubah Mas, ke mana suamiku yang dulunya hangat?" Sasdia terisak mengingat keharmonis keluarga mereka dulu. Sebelum kedatangan Cara menghancurkan semua itu, tepat tiga bulan yang lalu semuanya hancur dan hilang.

...*****...

"Ini Nona." Jesy meletakkan sebuah cangkir di atas meja kerja Cara dengan senyum licik terukir tipis di wajah cantiknya.

Cara menoleh, setelahnya gadis itu menatap Jesy sekilas. "Baiklah, terima kasih." Cara kembali menatap laptop melanjutkan kesibukannya.

Jesy menatap kesal. 'Kenapa belum diminum?' batin Jesy. "Bukankah tadi Anda mengatakan kalau tenggorokan Anda sudah kering Nona? Mungkin Anda perlu minum terlebih dahulu," ucap Jesy kepada Cara.

Cara tersenyum miring. 'Ternyata kau memang bodoh sekali Jesy, apa dia tidak berpikir aku akan curiga jika dia berucap seakan perhatian kepadaku?' batin Cara remeh.

Cara mendongak sambil tersenyum kepada Jesy. "Terima kasih, ternyata kau perhatian juga ya. Saya cukup tersanjung, karena kau sudah membuat mood saya semakin bagus hari ini. Saya akan memberimu hadiah, tunggu sebentar." Cara meraih telepon kantor di atas meja kerjanya menghiraukan raut bingung dari wajah Jesy.

"Ratna, tolong siapkan makan siang khusus untuk Nona Gerisam. Dia akan segera ke sana," ucap Cara.

Jesy melotot tidak percaya kepada Cyra. 'Mudah sekali membohonginya, najis sekali aku memberi perhatian untukmu,' batin Jesy mengejek.

"Silakan temui Ratna di luar." Cara bersuara sambil menatap Jesy.

"Terima kasih Nona, padahal itu hanya sebuah perhatian kecil," ucap Jesy.

"Tidak apa-apa, saya jarang mendapatkan perhatian seperti itu. Jadi … saya sangat menghargainya," ucap Cara.

"Kalau begitu saya permisi Nona," pamit Jesy.

"Baiklah, makanlah yang banyak," balas Cara.

Cara tersenyum miring melihat kepergian Jesy. "Astaga, aku tidak menyangka ternyata adik tiriku itu lebih bodoh dari dugaanku. Jesy, jesy." Cara menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.

"Sudahlah, lebih baik aku menemui Kak Ge sebelum dia yang datang ke sini." Cara menutup laptopnya dan bersiap menuju ruangan Geo.

...*****...

"Di kantin karyawan biasa?" tanya Jesy sinis.

"Iya, di mana lagi?" sahut Ratna.

"Aku mendapat hadiah spesial dari Nona Cara, seharusnya bukan di tempat rendahan ini," ujar Jesy angkuh.

Ratna menatap Jesy dengan pandangan tidak suka. 'Tidak sadarkah kalau dia hanya seorang pelayan? Pantas saja Nona Cara ingin mengerjainya,' batin Ratna sinis.

"Kamu hanya karyawan biasa di sini, Nona Cara hanya mengatakan hidangan spesial. Jadi kamu terima saja," terang Ratna.

Jesy mendengus kesal. "Seharusnya dia memesan tempat di kantin petinggi," ujar Jesy kesal.

Ratna memutar bola matanya malas. "Kau ingin direndahkan di sana? Kau tidak tahu bagaimana angkuhnya para petinggi VT Group ya? Dengan status pelayanmu itu kau hanya akan menjadi bulan-bulanan mereka," jelas Ratna.

Jesy menatap tajam ke arah Ratna. "Aku adalah keturunan Gerisam Group, bukan pelayan. Aku di sini hanya untuk memenuhi sebuah perjanjian dengan Nona Cara, setelah itu aku akan bebas," geram Jesy tidak terima disebut pelayan.

Ratna terkekeh kecil. "Sudah menjadi rahasia umum kalau Gerisam Group sedang berada diambang kebangkrutan. Itu pun sekarang dibantu oleh Nona Cara, maka jika mereka tahu kau keturunan Gerisam Group, itu malah akan menambah bahan buli mereka untukmu," papar Ratna santai.

Jesy terdiam, apa yang dikatakan oleh Ratna ada benarnya. Gadis itu memilih diam dengan perasaan dongkol. 'Tidak atasan, tidak bawahan mereka sama saja. Menyebalkan.' Jesy membatin sambil melirik sinis Ratna yang berjalan di sampingnya.

"Silakan kau ambil makanan yang di sana, aku ada urusan sebentar." Ratna menunjuk ke arah ujung ruangan luas yang ramai itu, setelahnya wanita itu pergi begitu saja meninggalkan Jesy dengan wajah bingungnya.

"Ck … tidak bisakah dia mengantarku dulu ke sana?" gerutu Jesy kesal. Setelahnya gadis itu berjalan menuju sudut ruangan yang cukup jauh dari sana. Sebab kantin itu sangatlah luas, jelas saja karena karyawan VT Group tidaklah sedikit.

Jesy menatap satu meja yang berada di sudut ruangan itu dengan wajah mengernyit. 'Ini hidangan biasa, aku juga sudah sering memakannya. Cih, aku seharusnya tidak boleh terlalu percaya dengan selera wanita murahan itu. Jelas menurutnya ini sudah mewah karena dulu dia adalah gembel,' batin Jesy mengejek.

Namun, mata Jesy berbinar saat melihat hidangan di atas meja yang satu lagi. 'Astaga, ini bukannya makanan dari luar negeri yang masih dipromosikan itu ya? Sudah tiga bulan ini aku tidak makan keluar bersama Papa dan Mama, jadi aku belum pernah mencoba makanan yang sedang viral ini. Mungkin ini yang dimaksud Cara makanan mewah untukku itu,' batin Jesy senang.

Jesy mulai mengambil satu piring yang berada di atas meja itu dan berniat melahapnya. Namun, gerakannya terhenti saat kedatangan dua orang wanita yang menatapnya dengan wajah bingung. "Hei, kau yakin ingin memakan ini?" tanya salah satu dari mereka.

Jesy menoleh, gadis itu dapat melihat seluruh pasang mata sedang menatap ke arahnya. "Tentu saja, memangnya kenapa?" balas Jesy angkuh.

"Tidak, kami hanya bertanya. Kami takut mungkin kamu sedang tidak enak badan." Seorang wanita lagi bersuara membuat yang lainnya tertawa.

Jesy menatap tajam mereka. "Apa maksudmu, hah? Apa kalian cemburu karena tidak dapat memakan bahkan sekedar menyentuh makanan ini? Jelas saja sebab makanan ini khusus untukku." Jesy tersenyum miring ke arah para karyawan itu.

"Kau yakin?" sahut seorang karyawan mengejek.

"Ini semua hidangan dari Cara untukku, kalian yang hanya karyawan rendahan jelas tidak akan bisa menikmati ini. Sudahlah, pergi saja kalian tidak usah menggangguku," usir Jesy angkuh.

"Huh … sudahlah, biarkan saja dia. Kita berbaik hati ke sini tapi responnya malah seperti ini. Mungkin dia memang sedang sakit," papar seorang wanita. Kalimat itu membuat karyawan lainnya kembali tertawa.

"Apa kau bilang? Jangan sembarangan kau bangsat, aku tahu kalian ke sini karena ingin mencari perhatianku supaya aku bersedia membagi makanan ini dengan kalian bukan?" tuduh Jesy sinis.

"What? Kami masih waras Nona, jadi silakan kau habiskan saja semuanya." Seorang perempuan menjawab sambil menatap Jesy tidak suka.

"Sudahlah, biarkan saja. Sepertinya dia memang tidak waras." Seorang wanita mengajak temannya untuk kembali ke meja yang berada di dekat sana.

Sedangkan Jesy sudah melotot marah saat menereka mengatainya tidak waras. "Kalian yang tidak waras, bilang saja kalau kalian iri melihatku bisa memakan hidangan mewah ini," cibir Jesy.

"Ya, ya … terserah Anda. Silakan dimakan, kami tidak akan mengganggu," sahut seorang karyawan.

Jesy mendengus kesal, tetapi setelahnya gadis itu kembali mengangkat makanan yang berada di dalam piring itu. Jesy melahap makanan itu kemudian mulai mengunyahnya. Namun, baru kunyahan pertama mata Jesy melotot dengan wajah memerah. Setelahnya gadis itu memuntahkan isi mulutnya.

Huwekk …. Suara muntahan Jesy menarik perhatian seluruh penghuni kantin. Bukannya membantu, para karyawan itu malah menertawakan Jesy tanpa merasa iba. Wajah Jesy sudah memerah, perutnya masih terasa begitu mual.

Huwek …. Kali ini Jesy bukan hanya memuntahkan isi mulutnya, tetapi dia juga memuntahkan isi perutnya. Para karyawan lainnya masih tertawa, bahkan ada di antara mereka yang sudah mengeluarkan air mata sebab terlalu semangat menertawai Jesy.

"Ada apa ini?" Suara Ratna mengalihkan perhatian para karyawan.

"Ini Bu Ratna, Nona ini keras ingin memakan pajangan perusahaan. Padahal kami sudah mengingatkannya, tetapi dia malah mengatai kami. Akhirnya begini," jelas seorang wanita.

Ratna menatap Jesy dengan wajah meringis. 'Ternyata dugaan Nona Cara benar, Jesy ini tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Benar-benar sombong,' batin Ratna tidak habis pikir.

"Kau memakan ini?" tanya Ratna kepada Jesy.

"Bukankah memang ini hidangan khusus untukku dari Cara?" Jesy menjawab dengan tubuh lemahnya setelah memuntahkan seluruh isi perutnya.

"Astaga, apa kau tidak bisa membaca ini? Ini adalah salah satu hasil proyek perusahaan Jesy, kau lupa kalau BT Corp bergerak di bidang properti? Ini salah satu karya baru, ini hanya ornamen makanan yang terbuat dari lilin dan juga sabun," jelas Ratna.

Jesy melotot, setelahnya gadis itu menatap meja itu kembali. Jesy meringis saat baru menangkap sebuah papan pemberitahuan di sana. 'Kenapa aku tidak melihatnya tadi? memalukan sekali,' batin Jesy malu.

"Lagi pula kenapa kau tidak mendengarkan mereka? Kau kan baru di sini, jadi seharusnya kau bertanya kepada yang sudah lama dan tahu hal tentang sekitar." Ratna menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sifat angkuh Jesy.

"Dia mengatakan kalau itu hidangan khusus dari Nona Cara untuknya," sela seorang karyawan.

"Dia pelayan baru Nona Cara, baru dua hari dengan ini. Dia mendapat hadiah dari Nona Cara, meja yang ini." Ratna menjelaskan sambil menunjuk satu meja di samping meja ornamen itu.

"Pelayan baru? Kenapa gayanya seperti itu, seakan seorang boss besar. Apa lagi tadi memanggil Nona Cara dengan nama saja." Seorang karyawan menatap sinis ke arah Jesy.

"Tahu, hanya pelayan tapi gaya sombong sekali. Jelas sekali kampungannya, masa tidak bisa membedakan makanan ornamen dengan makanan asli." Karyawan lain tertawa saat mendengar perkataan seorang wanita.

"Benar, kami malah berpikir kalau dia tadi tidak waras Bu Ratna. Kasihan sekali Nona Cara mendapatkan pelayan seperti dia," ejek sorang karyawan lagi. Jesy mengepalkan tangannya marah saat melihat dirinya menjadi bahan tertawaan seluruh karyawan VT Group.

'Mereka berani menertawakan aku?' batin Jesy marah.

"Sudahlah, Jesy ini hidangan yang disediakan oleh Nona Cara untukmu. Tolong suruh orang membersihkan ini." Ratna bersuara menatap Jesy, setelahnya wanita itu meminta tolong kepada salah satu karyawan.

"Baik Bu," balas karyawan itu.

...*****...

"Entah kenapa aku ingin pulang sekarang," ucap Cara.

Geo menatap gadis itu. "Kenapa, kamu sakit?" Geo menyentuh kening Cara guna mengukur suhu tubuhnya.

"Tidak, aku sedang malas saja rasanya," sahut Cara.

"Bukankah kamu sudah mendapatkan mainan untuk di kantor?" papar Geo.

"Iya sih, mungkin aku hanya sedang ingin bersama Kak Ge saja." Cara memeluk tubuh Geo dari samping.

"Kalau begitu ayo pulang, kita di mansion saja," ajak Geo.

"Tidak usah, aku tahu pekerjaan Kak Ge masih banyak. Pekerjaanku juga lumayan," jawab Cara.

"Aku tidak apa-apa, kita bisa nengerjakannya nanti di mansion," papar Geo.

Cara mendongak. "Coba Kak He menunduk dulu," ucap Cara.

Geo patuh, laki-laki itu menunduk mengikuti perkataan gadisnya. Cup …. Ternyata Cara mencium bibir Geo membuat laki-laki itu tersenyum nakal. "Ayo pulang saja," ajak Geo lagi.

Cara tertawa. "Tidak usah, cukup itu saja." Cara kembali duduk tegak sambil tertawa kecil.

Namun, tiba-tiba saja rasa gemas gadis itu hadir saat melihat wajah tampan Geo yang selalu terlihat datar itu. Cara kembali menyambar bibir Geo, tetapi kali ini gadis itu tidak mencium lembut melainkan menggigit gemas bibir bawah kekasihnya. Sehingga membuat Geo hampir berteriak. "Shh … tingkat nakal kamu semakin bertambah ya." Geo menatap Cara sambil meringis, bibir bawahnya sedikit terluka ulah gadis cantik yang sekarang sedang berada dipelukannya.

Terpopuler

Comments

Merlinda Ani Inda

Merlinda Ani Inda

dasar udik. bodoh juga ternyata

2023-06-15

0

Wahzu Try Yonce

Wahzu Try Yonce

next

2022-04-26

0

Harisa Humania

Harisa Humania

jejak😊

2022-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!