8. Mulai Memperhatikan (LB)

"Kau sangat berani ternyata," desis Geo.

"Ma-maafkan saya Tuan, saya dijebak." Seorang laki-laki muda bersuara dengan badan bergetar ketakutan.

"Lalu kenapa kau minta maaf?" tanya Geo datar. Laki-laki muda itu terdiam tidak dapat menjawab, dia kehabisan alasan. Sebenarnya percuma jika dia mencari alasan, sebab Geo bukanlah laki-laki bodoh yang gampang dikibuli.

"Berani bermain di dalam perusahaan milikku, maka kau juga berani untuk bermain bersamaku," tekan Geo. "Kau ingin aku mengirimmu seperti apa?" sambung Geo.

"Me-mengirim ke mana, Tuan?" ucap laki-laki muda itu sudah berkeringat dingin.

"Apa lagi, ya mengirim ke nerakalah. Kau pikir ke mana? Ingin ke Paris untuk jalan-jalan?" ejek Alex. Laki-laki yang sedari tadi diam menyaksikan pertunjukan bersama Farel yang tetap sibuk dengan laptopnya dan juga Cara yang duduk diam karena tugasnya sudah selesai.

Napas laki-laki muda itu tercekat, perasaan buruk yang sedari tadi menghantui pikirannya terjawab sudah. Berurusan dengan Geo memang tidak akan pernah berakhir baik. Selama ini tidak ada satu orang pun yang berhasil selamat dari jeratan laki-laki sadis itu. Sedangkan Cara sudah mulai terbiasa dengan hal seperti ini. Geo sering kali mengajaknya memberantas pengkhianat atau pun musuh. Hal itu juga yang membuat karakter berani Cara semakin terbentuk.

"Jawab," desis Geo.

"To-tolong maafkan saya, Tuan." Laki-laki muda itu bersujud memohon pengampunan.

"Racun?" Laki-laki muda itu terkesiap mendengar penuturan singkat dari mulut Geo.

"Pisau?"

Glek …. Laki-laki muda itu menelan salivanya susah payah melihat wajah datar milik Geo. Perkataan laki-laki itu tidak pernah main-main, Geo akan melakukan apa yang dia katakan.

"Samurai?"

Deg …. Laki-laki muda itu melotot dengan keringat dingin sudah bercucuran dari tubuhnya. Ketakutannya bertambah saat Geo bergerak pelan ke arahnya. Bahkan Cara ikut tersentak saat Geo melontarkan kata samurai, hal itu sungguh mengerikan menurutnya.

Sungguh atmosfer yang diciptakan oleh Geo tidaklah main-main. Bahkan hanya dengan tatapannya saja mampu membuat orang lain terdiam tak mampu bersuara. "Atau kau suka linggis?" Geo berbisik tepat di telinga laki-laki muda itu.

Seketika bulu roma laki-laki muda itu meremang, aura Geo mampu menekan keberaniannya hingga titik terdalam. "Tetapi … sepertinya aku sudah lama tidak bermain silet," desis Geo santai.

Napas laki-laki muda itu memburu, merasa ketakutannya berada di puncak paling tinggi. Sekeras apa pun dia mencoba untuk membentuk keberaniannya, itu malah semakin menghadirkan ketakutan terbesar di dalam hatinya. Bahkan Cara ikut meringis membayangkan hal mengerikan yang akan segera dialami oleh laki-laki muda yang malang itu. Tatapan Geo bahkan mampu menusuk setiap potongan daging yang disodorkan. Geo memang sangat pandai membuat musuhnya tertekan oleh rasa takut, bahkan sebelum laki-laki itu menyentuh mereka.

...*****...

"Sa, aku ada kabar baik." Torih mendekat ke arah Sasdia yang sedang duduk santai di ruangan tamu.

"Apa, Mas?" tanya Sasdia penasaran.

"VT Group 'kan baru saja mengganti direktur utama, aku dapat undangan makan malam dari dia," ujar Torih senang.

"Benarkah?" sahut Sasdia antusias.

"Benar, aku tidak sabar. Semoga saja kita bisa mencuri perhatiannya, kalau kita mendapat dukungan darinya sudah dipastikan Gerisam Group semakin naik, dan hidup kita akan semakin jaya," tutur Torih mengkhayal.

Sasdia tersenyum dengan pandangan penuh binar. "Kalau begitu kita harus bersiap-siap, Mas. Kapan acaranya?" tanya Sasdia.

"Lusa," sahut Torih.

"Aku harus beli baju baru dengan Jesy, kita harus memperlihatkan keanggunan kepadanya, bukan?" Sasdia berbicara begitu semangat.

"Iya, pergilah … ini kartu kredit." Torih memberikan kartu kreditnya kepada Sasdia yang diterima dengan pandangan antusias oleh istrinya itu.

"Jesy … ayo kita shoping." Sasdia berteriak antusias memanggil putrinya.

"Ayoo!" Terdengar suara teriakan Jesy menyahut dari kejauhan.

...*****...

Cara menatap pantulan tubuhnya di cermin besar kamar miliknya. Malam yang dia tunggu telah tiba, gadis itu akan segera bertemu secara langsung dengan Torih, Sasdia dan juga Jesy. "Aku sudah tidak sabar ingin memberi kejutan kepada mereka, aku yakin wajah mereka pasti akan begitu lucu nantinya," gumam Cara tidak sabar.

.

.

.

"Ini tempatnya, Mas? Mewah sekali," tutur Sasdia.

"Iya, jelas saja dia kan direktur utama VT Group," sahut Torih senang.

"Kalau begitu kita harus bisa membuatnya puas, Mas. Supaya nanti dia bersedia membantu kita," tutur Sasdia antusias.

"Tentu, posisi direktur utama di VT Group, jauh di atas kita sebagai pemilik Gerisam Group," jelas Torih.

"Benarkah Pa?" tanya Jesy.

"Benar, Sayang. Kamu pasti tahu bagaimana berkuasanya VT Group di negara kita. Bahkan sudah mengalir ke negara lain," papar Torih.

Jesy tersenyum senang. "Kalau begitu kita bisa semakin kaya, Pa," ujar Jesy.

"Tentu, Sayang," balas Sasdia.

"Kalau begitu aku bisa semakin menyombong kepada teman-teman." Jesy tersenyum angkuh.

"Kamu bisa melakukan apa saja nantinya," sela Torih.

Jesy tersenyum miring. "Aku akan membuat Cara berlutut dihadapanku," ucap Jesy dengan tatapan kebencian.

"Kalau perlu buat dia menjilat kaki kita, Sayang. Berani sekali dia mempermalukan putri mama ini," tambah Sasdia.

"Siapa yang akan menjilat kaki kalian?" Suara seseorang mengejutkan tiga makhluk itu. Saat melihat siapa orangnya, Torih dan Jesy melotot terkejut. Berbeda dengan Sasdia yang sempat tertegun melihat kecantikan Cara.

"Kau!" Jesy berdiri dengan raut penuh amarah.

"Hai … oh iya, maaf aku terlambat." Cara duduk dengan santai di kursi utama ruangan itu.

Torih dan Jesy menatap terkejut ke arah gadis itu. "Apa yang kau lakukan? Pergi kau dari sini, aku tidak ingin kehilangan calon partner kerjaku lagi," bentak Torih.

"Ada apa ini sebenarnya, dia siapa?" tanya Sasdia dengan raut bingung.

"Oh maaf, ternyata aku belum menyapa Anda, Nyonya Gerisam. Senang bertemu kembali dengan Anda, ibu tiriku." Cara tersenyum sinis ke arah Sasdia yang sudah menganga tidak percaya.

"Mas …."

"Dia gembel itu, Ma. Gembel yang sekarang berubah menjadi wanita murahan," geram Jesy.

Cara tertawa sehingga membuat mereka terkejut, setelahnya Cara tersenyum miring. "Ya, aku Lavia Cara. Anak tirimu, Nyonya," ujar Cara santai.

"Tidak mungkin," balas Sasdia tidak percaya.

"Sudah, sekarang kau pergi dari sini. Aku tidak mengajakmu ke sini, kau bisa membuat semuanya kacau. Pergi sialan!" murka Torih.

Cara terkekeh sinis. "Kau memang tidak mengajakku ke sini, karena aku yang mengajak kalian ke sini," papar Cara santai.

"Apa maksudmu? Tidak usah banyak omong, pergi kau dari sini," usir Torih.

"Lebih baik kau pergi ke klub saja, cari mangsa yang bersedia untuk memenuhi kebutuhanmu. Wanita murahan." Jesy tersenyum sinis.

"Boleh, kau mau ikut denganku?" Cara menatap Jesy sambil tersenyum miring.

"Permisi." Suara seorang karyawan hotel menghentikan perdebatan itu.

"Maaf, Nona. Semua menu sudah kami siapkan. Apakah bisa kami sediakan sekarang?" tanya karyawan hotel itu sopan kepada Cara.

Hal itu tentu saja membuat Torih, Sasdia dan Jesy terkejut. "Hei … kenapa kau berbicara kepadanya? Di sini kami yang diundang," protes Sasdia.

"Maaf, Nyonya. Beliau adalah nona Lavia Cara," terang karyawan hotel itu.

"Kami juga tahu namanya," sinis Jesy.

"Beliau direktur utama VT Group yang baru," sambung karyawan hotel memberitahu.

"Apa?" Torih, Sasdia dan Jesy terkejut mendengar perkataan karyawan hotel itu.

"Tidak mungkin," sergah Torih tidak percaya.

"Tidak apa-apa, lima belas menit lagi kalian sediakan semuanya," sela Cara santai.

"Baik, Nona. Saya permisi," pamit karyawan hotel sopan.

"Kalian tidak ingin duduk?" tanya Cara santai.

"Apa maksud semua ini, kau mempermainkan kami?" Torih menatap tajam Cara.

Cara terkekeh, setelahnya gadis itu membalas tatapan tajam dari sang ayah. "Perlukah aku memberi bukti?" papar Cara.

Ting …. Suara notifikasi dari ponsel Torih mengalihkan perhatian mereka. "Silakan dicek dulu, Tuan Gerisam. Bukankah kalian menginginkan bukti?" Cara tersenyum manis ke arah Torih.

Torih mengambil ponselnya dengan gerakan ragu. Laki-laki itu membuka notifikasi yang berasal dari nomor resmi VT Group. Setelahnya laki-laki paruh baya itu melotot tidak percaya. Melihat ekpresi wajah Torih, membuat Sasdia dan Jesy ikut penasaran. Tidak kalah terkejut, Jesy dan Sasdia menganga sambil menatap Cara tidak percaya.

"Sudah percaya?" ejek Cara sinis.

"Bagaimana bisa?" ujar Torih masih merasa tidak percaya.

"Apakah kalian masih belum ingin duduk?" pungkas Cara santai.

Seakan terhipnotis, Torih, Sasdia dan Jesy duduk dengan gerakan kaku. Hal itu membuat Cara terkekeh sinis. "Sudah percaya dengan semua yang aku katakan?" Cara menatap tiga orang dihadapannya satu persatu.

"Aku kembali untuk kalian, seharusnya kalian merasa bangga, bukan? Aku kemarin sudah berbaik hati memberitahu kalian sebelum bergerak. Aku sudah memperingatkan kalian untuk bersiap-siap, sebab aku akan segera memulai permainan kita. Kalian pikir aku hanya sekedar omong kosong?" Cara tertawa remeh.

"Lebih baik kita membahas sesuatu untuk masa depan kalian, ayo kita mulai dari awal. Kamu boleh kembali ke rumah Cara," tutur Torih dengan suara dilembut-lembutkan.

Hal itu membuat Sasdia dan Jesy menatap protes ke arah Torih. Sedangkan Cara sudah tertawa sinis. "Terima kasih, tapi aku sudah tidak berminat. Aku sengaja ingin bertemu dengan kalian seperti ini, karena aku sudah sangat … merindukan kalian. Tidakkah kalian merindukanku? Menyuruhku melakukan apa saja seperti seorang pembantu, memperlakukan aku dengan kasar dan begitu kejam, tidakkah kalian rindu itu?" Cara menatap tajam Torih, Sasdia dan Jesy yang sudah terdiam kaku dihadapannya.

"Sepertinya kita tidak usah membahas kejadian yang sudah berlalu," sela Torih tidak tahu malu.

Cara mengepalkan tangannya menahan emosi. 'Semudah itu kau mengucapkan hal itu? Bahkan sampai bundaku meninggal kau masih saja mengumpatinya, laki-laki brengsek,' batin Cara marah. Sekuat tenaga Cara menahan emosinya, gadis itu ingin bermain santai.

"Tetapi aku selalu mengingatnya, bagaimana dong? Jujur saja aku merindukan semua itu, sebab itu aku ingin kita melanjutkannya. Namun, kali ini permainan kita akan sedikit berbeda, di mana bukan aku yang akan menjadi pemeran tertindas. Tetapi … kalian." Cara menatap sinis Torih, Sasdia dan Jesy yang sudah melotot dengan senyum miringnya.

"Kau!" sela Torih.

Cara mengangkat tangan kirinya seakan tidak mengizinkan Torih bersuara. "Di sini hanya aku yang berhak berbicara, Tuan Gerisam. Kalian hanya perlu mendengar dan mengikuti semua perkataanku, itu pun kalau kalian masih ingin hidup tenang." Cara kembali tersenyum miring, senyum yang terlihat menakutkan bagi mereka.

.

.

.

Sedangkan di tempat lain, ada tiga orang laki-laki yang sedang memperhatikan pertunjukan Cara sedari tadi. "Benar-benar mirip sekali denganmu Ge, senyumnya itu." Alex menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya.

Sedangkan Geo sudah tersenyum puas melihat karakter buatannya di dalam diri Cara. 'Aku suka,' batin Geo.

.

.

.

"Sombong sekali kau!" bentak Jesy.

Torih menatap tajam ke arah Jesy. "Diam Jes," tegas Torih.

"Ta …." Jesy yang berniat membantah dihalangi oleh Sasdia, membuat Jesy mendengus kesal.

"Permainan kita belum dimulai, ini baru perkenalan. Tujuannya supaya kalian tidak terkejut, dan yang pasti supaya kalian bisa berhati-hati dan bersiap-siap," papar Cara lagi.

"Saya harap kalian bisa bekerja sama, Tuan Gerisam jelas tahu posisi saya di VT Group tidaklah main-main. Dengan satu tanda tangan dari saya, Gerisam Group bisa dengan mudah naik tingkat. Tetapi … hanya dengan satu tanda tangan saya pula, Gerisam Group bisa dengan mudah runtuh tak tersisa." Cara kembali tersenyum manis tetapi senyum itu mampu membuat Torih merinding dan kaku di tempat.

"Aku sudah memesankan kalian makanan, silakan ditunggu dan selamat menikmati. Maaf aku tidak bisa ikut makan bersama, karena seorang tuan tidak pantas untuk duduk bersama para gembelnya." Cara berdiri sambil menatap remeh Torih, Sasdia dan Jesy yang terkejut mendengar kalimat terakhir dari Cara. Tiga makhluk itu sudah mengepalkan tangan merasa tidak terima, tetapi mereka hanya bisa diam tidak berani menyahut.

"Oh iya, makanannya sudah saya bayar. Kalian hanya tinggal memakannya dengan lahap, saya baik bukan sebagai seorang tuan? Tidak seperti beberapa orang yang bahkan tidak pernah memberi gembelnya uang bahkan makanan." Setelahnya Cara berlalu begitu saja meninggalkan tiga manusia yang sempat terpaku oleh kalimat terakhir yang dilontarkan Cara. Jelas saja kalimat itu merupakan sindiran untuk mereka.

.

.

.

'Good girl,' batin Geo memuji aksi Cara. Entah kenapa melihat diri Cara dengan karakter baru, membuat Geo merasakan kejanggalan di dalam hatinya. Apalagi mereka yang setiap hari bertemu membuat Geo mulai terbiasa dengan kehadiran Cara.

...*****...

Mansion Vetro, 07.30 WIB

Cara berjalan santai menuju ruangan gym milik Geo. Pada jam ini gadis itu memang akan selalu mampir ke ruangan itu setidaknya lima belas menit. Sebab, semenjak tekadnya yang ingin berubah, gadis itu benar-benar konsisten dengan segalanya. Termasuk konsisten dalam menjaga bentuk tubuhnya.

"Astaga!" pekik Cara. Gadis itu terkejut saat melihat keberadaan Geo dengan dada telanjangnya. Geo terlihat sedang membersihkan keringat di tubuh atletisnya.

'Biasanya dia sudah selesai jam segini,' batin Cara gugup. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Namun, hal itu malah semakin membuat Cara terbayang lekuk tubuh Geo yang begitu terekspos di depan matanya. Lengan kekar dan otot perut yang bukan lagi six pack, melainkan eight pack.

'Peluk-able sekali, otot lengannya … perutnya, dada bidangnya. Ah … ya ampun pikiranku,' batin Cara menjerit.

Sedangkan Geo sudah menatap Cyra dengan kening berkerut, laki-laki itu berjalan santai ke arah Cara yang sudah menegang di tempat saat menyadari Geo mendekat ke arahnya. Cara menelan salivanya kasar saat laki-laki tampan itu berdiri tepat dihadapannya sambil menatapnya intens. "A-aku tidak tahu kalau Kakak masih di sini," ujar Cara terbata.

Geo masih diam sambil menatap Cara menghiraukan wajah gugup gadis itu. 'Kenapa dia masih menatapku seperti itu?' batin Cara salah tingkah.

"Bi-bisakah Kak Geo tidak menatapku seperti itu? Jantungku … tidak aman," cicit Cara melanjutkan. Geo menaikkan sebelah alisnya, setelahnya laki-laki datar itu tersenyum tipis dan berlalu begitu saja.

"Hah … ya ampun rasanya ingin copot." Cara menarik napasnya dalam sambil memegang dadanya gugup.

"Kenapa dia begitu sempurna?" Cara bergumam, tidak habis pikir membayangkan wajah tampan Geo yang begitu over dosis.

"Cepat selesai dan sarapan, aku tunggu di bawah." Suara berat Geo membuat Cara terlonjak.

"Apa perasaanku saja, sepertinya dia mulai memperhatikanku," gumam Cara.

Terpopuler

Comments

AxCelL

AxCelL

waduh

2022-10-14

0

Ra Nia

Ra Nia

visualnya mn thor

2022-07-22

0

ぼく の ばか。

ぼく の ばか。

jiwa jomblo meronta-ronta 😭😭

2022-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!