7. Karakter Baru (LB)

"Aku sudah memindahkanmu ke Universitas Alfa, silakan kamu mulai dari sana," tutur Geo.

Cara tersenyum senang. "Aku sudah boleh memulainya?" tanya Cara antusias.

"Hemm," deham Geo.

"Terima kasih, Tuan," sahut Cara senang.

"Panggil aku Deo," ucap Deo datar.

Cara tersentak. "Ta-tapi …." Kalimat Cara terhenti saat melihat tatapan tajam dari Geo. Sepertinya laki-laki itu tidak menyukai panggilan itu.

"Baiklah, aku tidak akan memanggilmu tuan lagi. Tapi jika hanya memanggil nama itu terdengar tidak sopan, kamu lebih tua dariku. Boleh aku memanggilmu … Kak Geo?" tanya Cara ragu.

"Hem," Geo kembali berdeham. Itu pertanda laki-laki itu tidak keberatan.

"Maaf Kak, tentang temanku apakah …."

"Aku juga sudah memindahkannya," potong Geo.

Cara melotot, setelahnya gadis itu tersenyum senang. Siera, manusia satu-satunya yang bersedia berteman dengannya saat itu. Cara juga mengetahui bahwa Siera selama tiga bulan ini mengkhawatirkannya, Siera juga terus berusaha mencarinya. Mengetahui itu hati Cara menghangat, keinginannya untuk berubah dan segera membalas dendam semakin kuat.

"Terima kasih Tu, eh … maksudku Kak Geo." Cara tersenyum canggung saat dirinya hampir kembali memanggil Geo dengan panggilan Tuan.

...*****...

Cara menatap gerbang tinggi Universitas Alfa dengan pandangan penuh arti, gadis itu masih berada di dalam mobil. Geo memang memberinya fasilitas yang begitu lengkap, gadis itu bahkan merasa sangat berhutang budi kepada Geo. Sebab sampai saat ini dirinya tidak tahu, apa keuntungan untuk Geo menolong dirinya sampai sejauh ini. "Mari kita mulai." Cara tersenyum miring.

Baru saja Cara keluar dari dalam mobil, gadis itu melihat seseorang yang begitu dirindukannya sedang berjalan santai dari arah parkiran yang berbeda. "Siera," gumam Cara senang.

"Siera!" Cara berteriak memanggil nama Siera yang ternyata juga baru saja sampai.

Teriakan Cara sukses mencuri perhatian para mahasiswa lainnya. Mereka terkejut saat melihat wajah cantik dan penampilan anggun dari Cara. Begitu pula dengan Siera yang mendengar namanya dipanggil. Tetapi saat melihat si pemanggil Siera mengernyit bingung. Sebab gadis itu tidak mengenali siapa yang sedang memanggilnya itu.

'Siapa?' batin Siera bingung.

Cara mendekat ke arah Siera menghiraukan pandangan kagum dari para kaum adam untuknya. Sedangkan Siera menoleh sekeliling, hanya dirinya yang terlihat bingung. Siera hanya tidak ingin terlalu percaya diri, sebab mana tahu ada orang lain bernama Siera, pikirnya.

"Hai." Cara tersenyum manis kepada Siera yang sedang menatapnya bingung.

"Kamu memanggilku?" tanya Siera bingung.

Cara tertawa melihat wajah bingung dari Siera. "Iya, ayo ikut dulu." Cara menarik tangan Siera.

"Hei, tapi aku tidak mengenalmu," protes Siera. Namun, Cara terus menarik tangan Siera. Dia akan menjelaskan semuanya kepada gadis itu.

...*****...

"Jes, aku dengar ada anak baru. Dia pindahan dari Universitas Bangsa," ucap Hesti memberitahu.

"Universitas Bangsa?" gumam Jesy. Entah kenapa mendengar nama Universitas Bangsa mengingatkan Jesy kepada saudara tirinya yang sudah menghilang selama tiga bulan ini.

"Terus urusannya denganku apa?" tanya Jesy santai.

"Kamu tidak dengar kampus sudah heboh dengan kedatangan anak baru itu? Dia cantik sekali Jes," papar Iren.

Jesy menoleh sambil menatap tajam kedua temannya. "Pasti masih di bawahku," remeh Jesy. Iren dan Hesti saling pandang bingung, mereka ragu ingin menjawab perkataan itu. Sebenarnya mereka ingin sekali menjawab bahwa anak baru itu sudah mengalahkan kecantikan dan ketenaran Jesy.

"Iya, aku juga melihatnya. Semua laki-laki seperti tunduk kepadanya, bahkan Jesy pun kalah jauh." Tiga sekawan itu mendengar percakapan sekumpulan mahasiswa yang baru saja melewati mereka. Wajah Jesy memerah mendengar perkataan itu, dia merasa tidak terima.

"Ayo kita cari anak baru itu, aku ingin lihat orang yang katanya lebih cantik dariku? Heh … aku tidak yakin." Jesy tersenyum remeh.

...*****...

"Pantas aku merasa tidak asing, tapi … aku senang kamu kembali. Bahkan dengan kondisi yang sangat baik seperti ini," ucap Siera senang. "Dan aku akan membantumu untuk membalas dendam," sambung Siera tegas.

"Kau anak baru itu?" Suara seseorang mengejutkan Cara dan Siera, dua sekawan itu menoleh dan sedikit terkejut melihat kehadiaran Jesy dengan dua temannya.

Cara tersenyum miring merasa waktu yang dia tunggu-tunggu selama ini sudah tiba. Sedangkan Jesy dan dua temannya sempat terpana melihat wajah cantik milik Cara. Ternyata kabar itu benar-benar tidak salah, pikir mereka. 'Brengsek. Dia benar-benar cantik, aku tidak bisa membiarkan ini semua. Akan aku buat dia tidak betah di sini.' Jesy membatin licik.

"Hai Jesy." Cara menyapa dengan senyum manisnya.

Jesy terkejut saat gadis itu menyapanya. 'Dia mengenalku? Oh … jelas saja, aku kan sangat terkenal di sini,' bangga Jesy membatin.

"Kau sok cantik sekali, tidak usah tebar pesona seakan ingin bersaing denganku. Jika kau masih ingin hidup tenang, maka ikuti kata-kataku," terang Jesy angkuh.

Cara tersenyum miring, sedangkan Siera sedari tadi sudah menatap tajam gadis yang sempat beradu mulut dengannya tiga bulan yang lalu. "Kau yang sok cantik babi," sela Siera remeh.

Jesy terkejut saat melihat seseorang yang dikenalinya, "Kau!" tunjuk Jesy marah.

"Kita bertemu lagi, apakah bisa kita melanjutkan perdebatan kala itu?" Siera tersenyum sinis.

Jesy tertawa remeh. "Apa kau sudah sadar, sehingga mengganti teman gembelmu itu," ejek Jesy.

"Apa yang kau maksud gembel itu aku?" Cara tiba-tiba bersuara di saat Siera hampir menyahut perkataan Jesy.

Jesy menoleh. "Kau merasa? Wajahmu memang tidak seperti gembel, tapi … kelakuanmu seperti lon**." Jesy tersenyum mengejek.

Cara tertawa keras membuat semua orang di sana menatapnya bingung. "Tau apa kau tentang aku? Saudara tiri," tekan Cara.

Deg …. Jesy terkesiap. 'Saudara tiri?' batin Jesy terkejut. "Apa maksudmu?" tanya Jesy bingung.

"Tidak usah pura-pura lupa," ejek Cara. "Oh iya … tolong kirimkan salamku kepada ayah, ah … maksudku Tuan Torih Gerisam yang terhormat itu." Cara menatap dingin Jesy yang mematung di tempat.

"Ka-kau?" Jesy bersuara terbata karena terkejut. Dua teman Jesy tidak kalah terkejut, bahkan mereka sudah menganga menatap wajah Cara tidak percaya.

"Iya, aku Lavia Cara. Senang bertemu lagi denganmu, saudara tiriku tersayang." Cara tersenyum miring sambil menatap Jesy dingin.

Jesy menelan ludahnya kasar, rasa terkejutnya sungguh membuat gadis itu seakan bisu seketika. Perubahan Cara yang begitu drastis membuat Jesy pangling, bukan hanya penampilan namun juga karakter dan sifatnya yang sukses membuat Jesy merinding. "Heh ternyata kau masih hidup? Aku pikir kau sudah mati, aku tidak menyangka ternyata kau benar-benar murahan. Menjual tubuh untuk perubahan besar seperti ini? Menjijikkan." Jesy tersenyum sinis.

"Kau …." Siera yang baru saja ingin bersuara dihentikan oleh gerakan tangan Cara.

"Yah, terserah kau ingin mengataiku seperti apa. Hanya saja satu hal yang perlu kau tahu. Aku bukan lagi Lavia Cara yang dulu, kau jelas tahu itu bukan? Aku kembali untuk kalian, untuk melakukan serangan balik yang bahkan di luar ekspektasi kalian. Jadi … beritahukan ini kepada Tuan dan Nyonya Gerisam, supaya kalian berhati-hati." Cara tersenyum manis, tetapi senyuman itu begitu terlihat menyeramkan di mata Jesy.

"Brengsek!" Jesy mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Cara.

Plak … bruk …

Suara tamparan itu menggema sehingga sukses menarik perhatian mahasiswa yang berada di dekat sana. Cara menjadi pusat perhatian sebab gadis itu sudah terjatuh di tanah. "Cara!" Siera mendekati Cara dengan pekikan dari mulutnya.

"Kau, apa salahku? Ini bukan salahku jika kau merasa terasingkan oleh kehadiranku, aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku, tolong jangan sakiti aku." Cara terisak kecil.

Sedangkan Jesy dan dua temannya sudah menganga tidak percaya melihat itu. Tamparan Jesy tidak seberapa, tetapi Cara sengaja menjatuhkan dirinya untuk mendukung aksi sandiwaranya. "Kenapa kau melakukan itu kepada Cara?" bentak seorang mahasiswa kepada Jesy.

"Seharusnya kau terima wajahmu itu, tidak bersyukur sekali kau," tambah seorang laki-laki.

"Itu karena selama ini kau selalu merasa paling cantik kan?"

"Tidak ingin tersaingi, wanita sok cantik."

"Kau seharusnya bercermin, jelas lebih cantik Cara kemana-mana."

"Tahu, kau wanita sombong dan angkuh."

"Iya, aku juga tidak suka dengan sifat sombongnya itu selama ini. Sok cantik."

Nafas Jesy memburu, gadis itu menatap tajam Cara yang sudah tersenyum miring kepadanya. "Kau gadis sialan!" Jesy bergerak cepat menuju ke arah Cara. Namun, dengan cepat dihalangi oleh para mahasiswa lainnya.

"Apa kau sudah gila?"

"Aku tidak menyangka kau wanita yang seperti ini, aku menyesal pernah mengagumimu."

"Huu … wanita tidak tahu diri."

Pats … byur …

Lontaran kebencian terus keluar dari mulut para mahasiswa untuk Jesy, bahkan beberapa dari mereka mengguyur tubuh Jesy dengan minuman yang mereka bawa. Tubuh Jesy sudah basah kuyup oleh air dengan warna yang berbeda, sungguh keadaan Jesy sangat memprihatinkan. Bagaimana dengan Hesti dan Iren? Dua gadis itu sudah menghilang semenjak kedatangan para mahasiswa yang mengatai Jesy. Mereka memilih kabur karena tidak ingin ikut menjadi sasaran bully mahasiswa lainnya.

"Aaaa!" Jesy berteriak histeris, setelahnya wanita itu berlari dari kerumunan.

Cara menatap kepergian Jesy dengan pandangan datar. 'Itu adalah pembukaan, belum seberapa,' batin Cara.

...*****...

"Farel sudah merangkum semuanya, dan aku sudah kirimkan kepadanya," ucap Alex.

"Benarkah? Terima kasih kak." Cara tersenyum manis.

"Hal mudah," sahut Alex santai.

'Selamat menerima hadiah dariku … ayah.' Cara membatin sambil tersenyum puas.

.

.

.

"Brengsek!" Torih membanting sebuah amplop besar di tangannya.

"Ada apa, Mas?" tanya Sasdia.

"Ada seseorang yang mengetahui aksi korupsiku, dan dia berani menerorku. Sepertinya ada yang ingin bermain-main," desis Torih tajam.

Sasdia terdiam dengan wajah terkejut. "Siapa Mas? Kita aman kan?" tanya Sasdia panik.

"Kamu tenang saja, aku akan segera mencari tahu. Akan aku buat orang itu menyesal karena mencoba bermain-main denganku," geram Torih. 'Berani sekali dia menerorku,' sambung Torih di dalam hati.

Brak …. Suara pintu dibanting begitu keras mengejutkan sepasang suami istri itu. Mereka menoleh saat Jesy datang dengan keadaan yang memprihatinkan. "Kamu kenapa, Sayang?" Sasdia mendekat panik.

"Anak Papa itu membuat aku seperti ini," murka Jesy.

Torih dan Sasdia saling menatap bingung. "Apa maksud kamu, Jes?" tanya Torih bingung.

"Cara, wanita brengsek itu membuat aku dibully di kampus. Lihatlah, ini semua ulahnya," jerit Jesy.

"Cara? Kamu tidak salah orang 'kan, Sayang?" tanya Sasdia memastikan.

"Tidak Ma, itu memang dia. Gadis lon** itu membuat aku menjadi bahan bully-an satu kampus," sahut Jesy.

"Dia masih hidup?" tanya Torih tidak percaya.

"Dia bahkan pindah ke kampusku, dia mengatakan ingin membalas dendam kepada kita," terang Jesy.

Torih mengepalkan tanganya kuat. "Besok Papa urus, anak sialan itu benar-benar tidak tahu diri," desis Torih.

...*****...

Cara yang baru saja selesai dengan jadwal kuliahnya berjalan santai menuju parkiran mobil. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seorang laki-laki paruh baya sedang celingukan seperti sedang mencari seseorang. Cara tersenyum miring kemudian mendekat ke arah laki-laki paruh baya itu. "Sudah kuduga," gumam Cara.

"Selamat siang … ayah," sapa Cara sambil menekan kata ayah di dalam kalimatnya.

Torih terkejut, laki-laki itu menatap Cara intens. Cara yang melihat itu terkekeh sinis. "Mencariku?" tanya Cara.

"Kau siapa?" tanya Torih.

"Anakmu, tetapi selama ini tidak pernah dianggap anak," sahut Cara santai. Sedangkan Torih masih mengernyit bingung tidak mengerti.

"Lavia Cara, masih ingat dengan nama itu?" sambung Cara.

Torih terkejut. "Kau … Cara?" tanya Torih ragu.

"Kenapa? Terkejut dengan perubahanku? Hah … aku memang secantik ini sebenarnya, sama seperti mendiang bundaku. Hanya saja, bundaku wanita malang yang tidak dianggap oleh suaminya, hanya karena berasal dari kelas rendahan. Bahkan laki-laki itu tidak menganggap putrinya sendiri, menyedihkan bukan?" papar Cara datar.

Torih terdiam, sama halnya dengan Jesy. Laki-laki itu terkejut melihat perubahan Cara, dari segi penampilan dan juga karakternya. "Aku yakin Tuan ke sini karena sudah mendapat laporan dari Jesy bukan? Baguslah, jadi aku tidak perlu menjelaskannya berkali-kali," lanjut Cara santai.

Torih menatap tajam Cara. "Laki-laki hidung belang mana yang kau goda, sampai membuatmu bisa seperti ini?" desis Torih.

Cara tertawa. "Terserahku, itu bukan urusan Anda, Tuan Gerisam. Anda cukup bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi ke depannya, sebab aku … akan segera memulai permainan kita." Cara tersenyum miring.

Torih menatap Cara dengan amarah yang membuncah. "Kau sudah berani?" geram Torih.

"Aku bukan lagi Cara yang dulu, Tuan. Jadi bersiaplah … tolong sampaikan kepada putri kesayangan Anda itu, bahwa hal tadi hanyalah sapaan dariku setelah tiga bulan tidak bertemu." Cara tersenyum sinis.

"Permisi Tuan Gerisam." Cara berlalu dari sana meninggalkan Torih dengan amarahnya.

Sedangkan Geo yang selalu memantau aksi balas dendam Cara sudah tersenyum miring. Laki-laki itu tidak menyangka ternyata aksi Cara itu bisa membuatnya begitu tertarik. Geo merasa begitu puas dengan pertunjukan itu. "Semakin menarik," gumam Geo.

...*****...

"Kak Geo." Geo menoleh saat mendengar Cara memanggil namanya.

"Boleh aku minta sesuatu?" papar Cara.

"Apa?" tanya Geo.

"Kehidupan Gerisam Group ternyata begitu bertopang kepada VT Group, bisakah beri aku jabatan penting di perusahaanmu? Aku yakin kamu tahu bagaimana kemampuan bisnisku. Setidaknya hal ini bisa menjadi salah satu untukku membalas budimu selama ini," terang Cara.

Geo terdiam sejenak, apa yang dikatakan Cara memang benar. Laki-laki itu tahu betul bagaimana keahlian Cara di dalam dunia bisnis, otak cerdas gadis itu bisa dia manfaatkan untuk perusahaannya. "Direktur Utama," ujar Geo singkat.

Cara terkejut, setelahnya gadis itu tersenyum senang. Dengan jabatannya sebagai Direktur Utama, dia bisa menekan Torih ke depannya. "Dengan ini, aku ingin pertunjukan yang lebih menarik lagi," tutur Geo.

"Aku sudah punya rencana Kak, kamu tunggu saja." Cara tersenyum manis ke arah Geo.

Entah kenapa jika bersama Geo, Cara menjadi begitu hangat. Hati gadis itu merasa sangat nyaman jika berdekatan dengan Geo. Cara juga merasa aman jika Geo berada di sampingnya. "Pertunjukannya bahkan baru dimulai." Cara tersenyum miring.

Geo ikut tersenyum miring. "Bagus," balas Geo.

Terpopuler

Comments

Xavier~

Xavier~

GW. suka gaya Lo Cara/Proud//Proud//Proud/

2024-07-05

0

NailaPutri

NailaPutri

baca novel ini buat yg ke 2 kali nya 😍

2024-05-28

1

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

anjiiing

2024-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!