11. Semakin Hangat (LB)

Geo menunduk saat merasakan hembusan nafas teratur di dada bidangnya. Ternyata Cara sudah tertidur dengan posisi masih memeluk dirinya. Akhir-akhir ini gadis itu sangat mudah tertidur jika dia berada di dekat Geo, apa lagi jika berada di pelukan laki-laki tampan itu.

Cup …. Geo mencium puncak kepala Cyra dengan penuh kasih sayang. 'Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, Sayang,' batin Geo.

Geo mengambil ponselnya kemudian mengetikkan sebuah pesan kepada Alex dan Farel. Geo menyuruh dua laki-laki itu untuk terus menghandle jalannya acara pesta VT Group yang belum selesai. Tak sampai beberapa menit pesannya dibalas oleh dua laki-laki itu. Geo membuka jas yang sedang dipakainya kemudian menutupi tubuh Cara yang terlihat kedinginan. Setelahnya laki-laki itu mengangkat tubuh Cara dan membawa gadis kesayangannya itu pulang.

...*****...

Pyar …

Bunyi nyaring benda pecah mengejutkan Sasdia dan Jesy yang sedang duduk di atas sofa ruangan tamu. Torih baru saja membanting telepon genggamnya ke lantai menggunakan kekuatan yang sedang dikuasai oleh emosi. Torih menggeram marah, laki-laki paruh baya itu menoleh dan menatap tajam sang putri yang sedang menunduk takut.

"Hampir semua kolega bisnis menarik setengah saham yang mereka tanamkan di Gerisam Group, dengan begini jelas saja Gerisam Group hampir berada di ambang kebangkrutan. Ini semua karena ulahmu itu Jesy." Torih menatap tajam Jesy yang masih menunduk merasa takut melihat kemarahan Torih.

"Kau seharusnya tidak melakukan itu kepada Cara, kenapa tidak kau turuti saja kemauannya, hah!" bentak Torih.

Sasdia dan Jesy terlonjak mendengar bentakan Torih. "Jesy tidak salah, Mas," bela Sasdia.

"Ini memang salahnya, kalau saja dia tidak menampar Cara hal ini tidak akan terjadi," cecar Torih.

"Kanapa Papa menyalahkan aku? Aku hanya membela diri karena tidak terima ditindas. Seharusnya Papa marah kepada gadis murahan itu," keluh Jesy tidak terima.

"Kau malah menyalahkannya? Jelas-jelas ini semua karena kau yang tidak bersedia mengikuti perintahnya," geram Torih.

"Jelas saja aku tidak akan mau mengikuti perintahnya, aku bukan pelayannya." Jesy berdiri tidak terima disalahkan oleh Torih.

"Kau benar-benar, pokoknya setelah ini kau harus meminta maaf kepadanya. Aku tidak mau tahu, perusahaanku menjadi taruhan karena ulah bodohmu itu," hardik Torih.

"Tidak akan, aku tidak mau meminta maaf kepada wanita brengsek itu," tolak Jesy.

Plak …

"Mas!" bentak Sasdia. Torih baru saja menampar pipi Jesy, bahkan sampai membuat gadis itu tertoleh. Jesy meringis merasakan sakit di pipi kirinya. Setelahnya gadis itu menatap Torih dengan pandangan tidak percaya.

"Sayang." Sasdia memegang pipi Jesy lembut merasa khawatir.

"Papa menamparku?" tanya Jesy tidak percaya.

"Kau memang pantas mendapatkan itu, anggap saja itu adalah balasan dari Cara untukmu. Setelah ini ikut dengan ku untuk meminta maaf kepadanya," desis Torih.

"Aku lupa, ternyata wanita brengsek itu juga anakmu. Aku tidak akan pernah meminta maaf kepada wanita murahan itu." Jesy berlari dari sana dengan amarah yang tak terbendung.

"Jesy!" teriak Torih marah.

"Kamu keterlaluan Mas, ini semua bukan salah Jesy. Seharusnya kamu marah kepada Cara, dia pasti sengaja melakukan ini kepada keluarga kita," sembur Sasdia tidak terima putrinya diperlakukan kasar.

"Kau tidak usah membelanya Sasa, ini semua terjadi karena kau selalu memanjakannya. Lihatlah, dia menjadi seperti itu," tuduh Torih.

"Kenapa kau malah menyalahkan aku? Kau lupa kalau kau juga selama ini memanjakannya?" bantah Sasdia.

"Diamlah! Apa pun caranya kau bawa Jesy kepadaku untuk meminta maaf kepada Cara, kau tidak ingin hidup susah bukan?" desis Torih.

Sasdia terdiam, pikirannya kacau. Dia tidak terima jika Jesy diperlakukan rendah oleh Cara. Tetapi di sisi lain, Sasdia juga tidak ingin hidup susah dengan harta yang serba kekurangan. Wanita itu sudah terbiasa hidup mewah dengan semua fasilitas lengkap. 'Aku tidak bisa membayangkan jika hidup melarat, sepertinya aku memang harus membujuk Jesy. Ini semua ulah Cara, si gadis brengsek itu,' umpat Sasdia di dalam hati.

...*****...

Cara membuka perlahan mata indahnya, dada bidang Reo adalah objek pertama yang dilihat gadis cantik itu. Dengan perlahan Cara mendongak dan tersenyum saat melihat wajah polos Geo saat tertidur yang akhir-akhir ini menjadi candunya. 'Aku tidak menyangka bisa mendapatkan hatimu Kak, aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini,' batin Cara senang.

Cara memeluk erat tubuh polos Geo, laki-laki itu memang tidak pernah memakai atasan di saat tidur. Hal itu membuat Cara semakin ketagihan untuk memeluk tubuh kekar Geo, sebab gadis itu merasa begitu nyaman. "Cara," suara serak Geo mengalihkan perhatian Cara.

Cara mendongak dan melihat mata tajam Geo sudah terbuka. "Apa aku membangunkan Kakak?" tanya Cara.

"Kamu selalu membangunkan aku," sahut Geo.

"Benarkah? Aku minta maaf, tidurlah lagi." Cara mengusap rambut Geo lembut, membuat laki-laki itu memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh Cara.

"Kamu membangunkan kegilaanku Cara." Suara serak nan rendah itu mampu membuat Cara merinding. Tatapan mata Geo membuat Cara terhanyut, Geo benar-benar mampu membuatnya melayang meski hanya dari tatapan mata hangatnya itu.

Cup …. Geo mengecup bibir merah Cara, gadis itu memejamkan matanya dengan wajah merona. Meski itu bukan pertama kalinya, tetapi Cara masih merasa begitu malu dan salah tingkah. Geo tidak pernah melakukan hal lebih kepadanya, hanya sejauh itu. Hal itu membuat Cara semakin jatuh kepada laki-laki datar itu, sebab sangat terlihat jika Geo begitu menghargai dan menjaga kehormatannya sebagai seorang gadis.

"Kak," panggil Cara lemah. Gadis itu salah tingkah sebab Geo masih saja menatapnya intens.

"Aku malu loh ini," gumam Cara. Geo terkekeh melihat wajah merah Cara yang sedang merasa malu dan salah tingkah.

"Kenapa malu? Bukankah sudah terbiasa?" tanya Geo.

"Memang sudah biasa, tapi aku belum terbiasa. Aku masih merasa malu." Cara membenamkan wajahnya di dada bidang Geo.

Geo kembali terkekeh, entah kenapa melihat wajah merah Cara saat salah tingkah seperti itu menjadi suatu kesenangan untuknya. "Ingin olahraga bersama?" usul Geo.

"Ayo, aku harus siap-siap dulu," balas Cara.

"Ayo aku temani," ujar Geo.

Cara meregangkan pelukannya, setelahnya gadis itu turun dari kasur kingsize milik Geo. Saat gadis itu melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia berhenti membuat Geo mengernyit bingung. "Kenapa?" tanya Geo.

"Ini, aku kemarin masih memakai gaun. Kenapa sekarang sudah memakai piyama?" Cara mendongak menatap bingung ke arah Geo.

Geo tersenyum miring. "Aku menggantinya," balas Geo santai.

Cara melotot terkejut. "Yang benar saja Kak, jangan bercanda," lontar Cara tidak percaya.

"Aku tidak bercanda, Sayang," sahut Geo.

Cara menutupi dadanya dengan kedua tangannya sambil menjauh dari Geo, gadis itu menatap tajam laki-laki datar yang sedang mencoba menahan tawa. Geo malah memperlihatkan senyum miringnya membuat Cara melotot was-was. "Apa sih Kak, tidak lucu," kesal Cara.

"Siapa yang melucu, Baby?" bisik Geo. Laki-laki itu terus mendekat ke arah Cara yang masih saja berjalan mundur.

"Stop Kak, kenapa tiba-tiba Kak Ge jadi horor begini?" ringis Cara.

"Bukankah selama ini aku memang seperti ini?" tanya Geo santai. Namun, kaki laki-laki itu terus saja bergerak mendekat ke arah Cara yang terlihat was-was.

Tuk …. 'Sial,' batin Cara. Gadis itu terpojok, dia tidak dapat lagi menghindar dari Geo. Sebab di belakang gadis itu adalah tembok. Geo yang melihat itu tertawa di dalam hati, sungguh ekspresi was-was dari wajah Cara begitu lucu menurutnya.

Pats …. Geo mengungkung tubuh Cara, sedangkan gadis itu masih saja menutupi dadanya dengan kedua tangan. Hal itu menambah kesan lucu di mata Geo. "Kakak kerasukan ya?" tanya Cara polos.

'Astaga, gadis ini,' Geo membatin berusaha menahan tawanya. Geo menunduk dan menatap sejajar wajah Cara yang mulai memerah. 'Aku suka ini,' batin Geo terkekeh.

"Aku mau kamu," Suara rendah Geo mampu membuat Cara menelan ludahnya kasar. Bahkan buku kuduknya sudah berdiri merasa begitu merinding.

"Jangan seperti ini, Kak," lirih Cara dengan muka memanas.

Tiba-tiba Geo menarik pinggang Cara dan memeluknya hangat. "Takut ya?" Geo menatap Cara dengan satu alis terangkat sambil tersenyum nakal.

Mata Cara membola. "Kakak mengerjai aku?" tanya Cara.

Geo terkekeh, setelahnya laki-laki itu mencubit pipi Cara gemas. "Aku tidak akan merusakmu Baby, kamu tahu itu." Geo menatap Cara dengan pandangan lembut.

Cara terdiam, setelahnya gadis itu menghela napas lega. "Kakak hampir membuat aku jantungan," kesal Cara.

"Benarkah? Maaf, wajah takutmu lucu juga." Geo terkekeh mengejek membuat Cara melotot kesal. Setelahnya gadis itu mencubit perut keras milik kekasihnya itu.

Geo mengangkat tubuh Cara dan menggendong gadis itu seperti koala. Secara spontan Cara mengalungkan tangannya di leher Geo. "Jadi olahraga?" tanya Geo.

"Tentu saja, ayo kita … go!" teriak Cara senang. Geo terkekeh kecil, setelahnya laki-laki itu bergerak sambil membawa tubuh Cara yang masih bergelayut seperti koala di tubuhnya.

...*****...

"Rencanamu kemarin malam sangat berhasil Cara, hampir seluruh kolega bisnis Torih yang hadir kemarin malam menarik setengah saham yang tertanam di Gerisam Group," terang Alex sambil memuji.

Cara tersenyum puas. "Aku sudah menebak itu akan terjadi," tutur Cara.

"Aku ada sesuatu yang lebih menarik," sela Farel.

Mereka menoleh ke arah sumber suara. "Apa, Kak?" tanya Cara penasaran.

Farel menyodorkan tablet kesayangan yang selalu dibawa kemana-mana itu kepada Cara. Alex yang ikut penasaran mendekat ke arah Cara berniat ingin ikut melihat. "Alex," suara dingin Geo mengalihkan perhatian orang yang dipanggil.

Alex meringis saat melihat tatapan tajam milik Geo untuknya. "Ck! Pawangmu itu pencemburu sekali Cara," gerutu Alex kesal. Namun, laki-laki itu tetap saja menjauh dari Cara tidak ingin mendapat amukan dari sahabat yang berjiwa iblis itu.

Cara menoleh saat mendengar perkataan Alex. Setelahnya gadis itu terkekeh kecil saat melihat tatapan tajam Geo untuk Juan. Geo memang sangat pencemburu, tidak ada satu laki-laki pun yang boleh berdekatan dengan Cara, gadisnya. Termasuk Alex dan Farel yang sudah dianggap kakak oleh Cara.

Empat manusia itu memang sedang berada di ruangan Geo. Cara, Alex dan Farel sedang sibuk bercakap di sofa besar ruangan mewah itu. Sedangkan Geo duduk di kursi kekuasaannya, sibuk dengan pekerjaan.

Cara tersenyum puas saat melihat video dari tablet milik Farel. Dalam video berdurasi lima belas menit itu, terlihat pertengkaran dan ketegangan antara Torih, Sasdia dan Jesy. Bahkan Cara sempat terkejut saat melihat Torih menampar Jesy, hal itu membuat gadis itu mengingat perlakuan kasar Torih dahulu kepada dirinya. Cara tidak menyangka jika Jesy akan merasakan hal yang pernah dia rasakan dahulu.

Cara tersenyum miring merasa begitu senang melihat usaha balas dendamnya mulai melihatkan hasil. 'Sebentar lagi kalian akan merasakan berada di posisiku dahulu, lihat saja. Ini bahkan belum seberapa, aku tidak menyangka ternyata semudah itu untuk menghancurkan keluarga kalian yang begitu terlihat manis dahulunya' batin Cara.

"Setelah ini apa rencanamu?" tanya Alex.

"Aku akan lihat reaksi selanjutnya dari mereka, ada perlawan atau tidak," sahut Cara.

"Kenapa tidak langsung buat mereka bangkrut saja?" tanya Alex lagi.

"Kalau seperti itu tidak mengasyikkan Kak, aku suka bermain santai. Buat mereka tertekan terlebih dahulu, sengsara dan was-was dengan ketakutan jatuh miskin. Lihat saja, baru sampai di sini hubungan harmonis mereka sudah pecah. Hanya karena sebuah kekayaan, bukankah itu lebih menarik?" Cara tersenyum miring.

Alex menatap Cara dengan pandangan sedikit ngeri. 'Benar-benar seperti Geo, laki-laki dingin satu itu sungguh berhasil melahirkan jiwa lain di dalam sifat lembut Cara. Luar biasa,' batin Geo kagum.

...*****...

"Bagaimana? Kamu sudah membujuk Jesy?" tanya Torih.

"Dia masih tidak ingin membahas itu Mas, kamu keterlaluan kemarin sampai menamparnya. Jadinya dia benar-benar merajuk," ujar Sasdia.

"Ck! Anak itu terlalu kita manjakan selama ini, aku tidak ingin perusahaan yang susah payah aku bangun hancur begitu saja karena ulah bodohnya," geram Torih.

"Terus kita harus bagaimana Mas?" ucap Sasdia.

"Kamu terus bujuk Jesy, aku sedang berusaha mengembalikan ketimpangan di dalam perusahaan. Kalau perlu paksa dia, aku tahu kamu tidak ingin jatuh miskin bukan?" terang Torih.

"Aku benci sekali kepada anak gembel itu, berani sekali dia membuat kekacauan seperti ini," dengus Sasdia.

"Tidak usah membicarakan hal aneh-aneh tentang Cara, kalau kamu tidak ingin keadaan kita semakin rumit. Sedari awal sudah aku katakan, gadis itu sekarang benar-benar punya kuasa. Jadi … kita harus pintar, lakukan saja apa maunya," perintah Torih.

Sasdia mendengus kesal. "Sampai kapan akan seperti itu? Aku bingung kenapa dia bisa mendapatkan posisi sepenting itu? Sepertinya dia benar-benar menjual diri, bahkan wajahnya begitu cantik saat ini," ujar Sasdia penasaran.

"Aku katakan sudah Sasa, VT Group bukanlah perusahaan yang mudah dimasuki. Aku rasa tidak ada karyawan di sana yang masuk melalui penyogokan, karena Tuan Vetro sangatlah ketat. Aku juga bingung kenapa Cara bisa mendapat posisi penting itu, tetapi kita tidak perlu membahasnya. Kita urus saja masalah perusahaan yang hampir berada di ujung tanduk ini," tegas Torih.

...*****...

"Senang hari ini?" Geo mengusap rambut Cara lembut. Cara sedang berbaring di atas ranjang kingsize milik Geo dengan berbantalkan paha kekasihnya.

"Senang sekali," sahut Cara. Gadis itu mendongak guna menatap wajah tampan kekasihnya dari bawah.

"Terima kasih Kak, ini semua berkat bantuan Kak Ge." Cara tersenyum manis kepada Geo.

Geo membalas senyum Cara dengan senyum tipisnya. "Everything for you My Girl," tutur Geo.

Cara tersenyum senang. "Kalau saja waktu itu Kakak tidak menolongku, mungkin aku sudah … hmmp." Kalimat Cara terpotong karena dengan tiba-tiba Geo membungkam mulut gadis itu dengan bibirnya.

"Jangan dilanjutkan, aku tidak suka," peringat Geo. Cara tersenyum tipis dengan wajah merahnya, aksi Geo yang kadang tidak tertebak olehnya mampu membuat gadis itu jantungan.

Cara memeluk pinggang Geo dan membenamkan wajahnya di perut kekar laki-laki itu. "Mengantuk?" tanya Geo.

"Belum sih," suara Cara sedikit tidak jelas sebab teredam oleh perut Geo.

Tiba-tiba Cara menyingkap baju Geo dan memasukkan kepalanya ke dalam sana. "Baju ini menghambat saja," tutur Cara santai.

Gadis itu tidak sadar kalau aksinya itu membuat Geo menggeram tertahan, laki-laki itu sudah memejamkan matanya mencoba menahan sesuatu yang menjalar di dalam tubuhnya. 'Cara, kamu benar-benar mengujiku,' batin Geo frustasi.

Hembusan hangat dari napas Cara di perutnya membuat jantung Geo berdetak semakin cepat. Sesuatu yang sedari tadi dia tahan, terlepas sudah. 'Akhirnya dia bangun,' panik Geo.

"Kak, kenapa aku merasakan sesuatu yang keras?" tanya Cara polos.

"Oh sh**!" Geo berlari ke kamar mandi dengan wajah panasnya.

Sedangkan Cara menatap kepergian Geo dengan pandangan bingung. "Kak Ge kenapa?" gumam Cara bingung.

Terpopuler

Comments

anfi rucs

anfi rucs

hahahha kasian sabar geo

2024-05-27

0

Stok Akun

Stok Akun

Farel itu karfel yak bapaknya keno?
karfel ga sih namanya lupa gua😂

2023-10-01

2

Lutfiah Zakiyah

Lutfiah Zakiyah

ya ampun cyra

2022-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 1. Anak tidak diinginkan.
2 2. Bertahan
3 3. Cerdas
4 4. Masih sama
5 5. Sekarat
6 6. Balas Dendam (LB)
7 7. Karakter Baru (LB)
8 8. Mulai Memperhatikan (LB)
9 9. Suka (LB)
10 10. Permainan Baru (LB)
11 11. Semakin Hangat (LB)
12 12. Tidak Selevel (LB)
13 13. Menikah? (LB)
14 14. Pelayan (LB)
15 15. Lamaran Romantis (LB)
16 16. Ornamen Makanan (LB)
17 17. Menghancurkan (LB)
18 18. Kembali Dejavu (LB)
19 19. Memutuskan Bantuan (LB)
20 20. Undangan Pernikahan (LB)
21 21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22 22. Semakin Hangat (LB)
23 23. Posesif (LB)
24 24. Mencari Perhitungan (LB)
25 25. Dia Kembali (LB)
26 26. Ragu (LB)
27 27. Pesta Pernikahan (Lb)
28 28. Musuh? (Lb)
29 29. Gila Wanita (Lb)
30 30. Malam Pertama (Lb)
31 31. Apa itu? (lb)
32 32. Tidak adil (lb)
33 33. Jinak (lb)
34 34. Merajuk (lb)
35 35. Bertanggung jawab (lb)
36 36. Datang bulan
37 37. Testpack (lb)
38 38. Hamil (lb)
39 39. Takut (lb)
40 40. Menelepon (lb)
41 41. Berita Bahagia (lb)
42 42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43 43. Berangkat (lb)
44 44. Histeris (lb)
45 45. Mengerikan (lb)
46 46. Ingin Baby (lb)
47 47. Simfoni Orkestra (lb)
48 48. Bekerja Sama (lb)
49 49. Ingin Pesta (lb)
50 50. Kesakitan (lb)
51 51. Tidak tahu (lb)
52 52. Kembali (lb)
53 53. Proses (lb)
54 54. Pantai (lb)
55 55. Senja di laut (lb)
56 56. Alisa (lb)
57 57. Pipis di celana (lb)
58 58. Kamar (lb)
59 59. Sabar (lb)
60 60. Pelayan Ranjang (lb)
61 61. Suka Alisa (lb)
62 62. Nyonya Carves (lb)
63 63. Teman (lb)
64 64. Pembohong (lb)
65 65. Terdengar Romantis (lb)
66 66. Jalur VVIP (lb)
67 67. Terjengkang (lb)
68 68. Adik (lb)
69 69. Tiga Hari (lb)
70 70. Wanitaku (lb)
71 71. Lidah (lb)
72 72. Siksaan (lb)
73 73. Bergelud (lb)
74 74. Bertamu (lb)
75 75. Kenapa (lb)
76 76. Apa yang terjadi (lb)
77 77. Tidak berselera (lb)
78 78. Tidak dianggap (lb)
79 79. Histeris (lb)
80 80. Jangan Menyinggung (lb)
81 81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82 82. Cemburu (lb)
83 83. Wanita Berpendidikan (lb)
84 84. Kehilangan Nyawa (lb)
85 85. Mainan Kekar (lb)
86 86. Jus Mangga (lb)
87 87. Kesetanan (lb)
88 88. Hilang Kendali (lb)
89 89. Sate Kambing (lb)
90 90. Porsi Banyak (lb)
91 91. Gadis Gila (lb)
92 92. Alergi atau keracunan (lb)
93 93. Hamil? (lb)
94 94. Berita Bahagia (lb)
95 95. Gadis Ceria (lb)
96 96. Dijodohkan (lb)
97 97. Pertama Suka (lb)
98 98. Tidak Kuat (lb)
99 99. Takut (lb)
100 100. Omelet Sosis (lb)
101 101. Bertelepon (lb)
102 102. Ahli perang dan senjata (lb)
103 103. Kakak Laki-laki (lb)
104 104. Di dalam skenario (lb)
105 105. Senja (lb)
106 106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107 107. Sindrom Couvade (lb)
108 108. Lupa membawa handuk (lb)
109 109. Dijual (lb)
110 110. Ganti Rugi (lb)
111 111. Disita (lb)
112 112. Bule (lb)
113 113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114 114. Baju Princess (lb)
115 115. Ingin disapa (lb)
116 116. Kabut Gairah (lb)
117 117. Nama (lb)
118 118. Kutukan (lb)
119 119. Kebo (lb)
120 120. IYA (lb)
121 121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122 122. Hampir Sama (lb)
123 123. Mengumpat (lb)
124 124. Kepala Botak (lb)
125 125. Hukum (lb)
126 126. Touch, Die (lb)
127 127. Dress Code (lb)
128 128. Mantan (lb)
129 129. Pasangan (lb)
130 130. Lebih Seru (lb)
131 131. Acara (lb)
132 132. Buka Kemeja (lb)
133 133. Badai (lb)
134 134. Menggoda (lb)
135 135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136 136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137 137. Sepupu? (lb)
138 138. Lelah (lb)
139 139. Kolam Renang (lb)
140 140. Marah (lb)
141 141. Salah Apa? (lb)
142 142. Dikuasai Emosi (lb)
143 143. Minta Tolong (lb)
144 144. Si Juna Bangun (lb)
145 145. Ke Dokter (lb)
146 146. Booking Hari (lb)
147 147. Sengsara dan Neraka (lb)
148 148. Laki-laki Tampan (lb)
149 149. Pawang (lb)
150 150. Sadarlah (lb)
151 151. Bertengkar (lb)
152 152. KDRT (lb)
153 153. Mama (lb)
154 154. Mempercepat (lb)
155 155. Berisik (lb)
156 156. Dulu Ceria (lb)
157 157. Posisi Berbeda (lb)
158 158. Betrino Company (lb)
159 159. Membanggakan (lb)
160 160. Tersedak (lb)
161 161. Seperti Bakpau (lb)
162 162. Dihadang (lb)
163 163. Adikku (lb)
164 164. Tante? (lb)
165 165. Tangga (lb)
166 166. Gugur (lb)
167 167. Mesir (lb)
168 168. Tidak (lb)
169 169. Semakin Saja (lb)
170 170. Berkelahi (lb)
171 171. Bukannya Menegur (lb)
172 172. Minta Maaf (lb)
173 173. Hidup Miskin (lb)
174 174. Sehat (lb)
175 175. Tidak Terima (lb)
176 176. Melatih Jiwa (lb)
177 177. Tukang Pijat (lb)
178 178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179 179. Meminta Maaf (lb)
180 180. Kembar (lb)
181 181. Darah (lb)
182 182. Lahir (lb)
183 183. Khawatir (lb)
184 184. Diculik (lb)
185 185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186 186. Rencana (lb)
187 187. Biru Laut (lb)
188 188. Roti Stoberi (lb)
189 189. Celoteh (lb)
190 190. Kepribadian (lb)
191 191. Abu-abu dan Biru (lb)
192 192. Nama (lb)
193 193. Bergerak (lb)
194 194. Bangun (lb)
195 195. Penasaran (lb)
196 196. Geno (lb)
197 197. Gen (lb)
198 198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199 199. Masih Takut (lb)
200 200. Bingung (lb)
201 201. Merajuk (lb)
202 202. Pergi (lb)
203 203. Berpindah Nama (lb)
204 204. Berisi (lb)
205 205. Ajarkan (lb)
206 206. Aksi-aksi (lb)
207 207. Dikurung (lb)
208 208. Suami Idaman (lb)
209 209. Kemajuan (lb)
210 210. Merawat Sendiri (lb)
211 211. Ratu Kindynos (lb)
212 212. Tawanan Kabur (lb)
213 213. Tertawa (lb)
214 214. Direbut (lb)
215 215. Sakit Jiwa (lb)
216 216. Dijebak (lb)
217 217. Khawatir (lb)
218 218. Virus IT (lb)
219 219. Takut Wanita (lb)
220 220. Penjahat Ke? (lb)
221 221. Menggigit (lb)
222 222. Kembar Empat (lb)
223 223. Perang (lb)
224 224. Ketakutan (lb)
225 225. Rank Satu (lb)
226 226. Pesan (lb)
227 227. Tobat (lb)
228 228. Bergerak (lb)
229 229. Semakin Bodoh (lb)
230 230. Kalah (lb)
231 231. Mematahkan (lb)
232 232. Bertemu (lb)
233 233. Hilang (lb)
234 234. Ketakutan (lb)
235 235. Kotor (lb)
236 236. Menikahi (lb)
237 237. Datang (lb)
238 238. Menjalin keakraban (lb)
239 239. Jodohkan (lb)
240 240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241 241. Psikolog (lb)
242 242. Telepon Pengganggu (lb)
243 243. Mansion Mewah (lb)
244 244. Minta Maaf (lb)
245 245. Tolong? (lb)
246 246. Sudah Dua Hari (lb)
247 247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248 248. Bermain Air (lb)
249 249. Singa Betina (lb)
250 250. Bak Sampah (lb)
251 251. Keturunan (lb)
252 252. Berdebat (lb)
253 253. Rumah Sakit (lb)
254 254. Bapak Luknut (lb)
255 255. Berkumpul (pb)
256 256. Adik (lb)
257 257. Senja (lb)
258 258. Cemburu (lb)
259 259. Sendu (lb)
260 260. Taros (lb)
261 261. Alter Ego (lb)
262 262. Menuju Akhir (lb)
263 263. Berdebat (lb)
264 264. Ahli Perang (lb)
265 Novel baru, Sequel
Episodes

Updated 265 Episodes

1
1. Anak tidak diinginkan.
2
2. Bertahan
3
3. Cerdas
4
4. Masih sama
5
5. Sekarat
6
6. Balas Dendam (LB)
7
7. Karakter Baru (LB)
8
8. Mulai Memperhatikan (LB)
9
9. Suka (LB)
10
10. Permainan Baru (LB)
11
11. Semakin Hangat (LB)
12
12. Tidak Selevel (LB)
13
13. Menikah? (LB)
14
14. Pelayan (LB)
15
15. Lamaran Romantis (LB)
16
16. Ornamen Makanan (LB)
17
17. Menghancurkan (LB)
18
18. Kembali Dejavu (LB)
19
19. Memutuskan Bantuan (LB)
20
20. Undangan Pernikahan (LB)
21
21. Kembaran Malaikat Maut (LB)
22
22. Semakin Hangat (LB)
23
23. Posesif (LB)
24
24. Mencari Perhitungan (LB)
25
25. Dia Kembali (LB)
26
26. Ragu (LB)
27
27. Pesta Pernikahan (Lb)
28
28. Musuh? (Lb)
29
29. Gila Wanita (Lb)
30
30. Malam Pertama (Lb)
31
31. Apa itu? (lb)
32
32. Tidak adil (lb)
33
33. Jinak (lb)
34
34. Merajuk (lb)
35
35. Bertanggung jawab (lb)
36
36. Datang bulan
37
37. Testpack (lb)
38
38. Hamil (lb)
39
39. Takut (lb)
40
40. Menelepon (lb)
41
41. Berita Bahagia (lb)
42
42. Permainan sebelum Honeymoon (lb)
43
43. Berangkat (lb)
44
44. Histeris (lb)
45
45. Mengerikan (lb)
46
46. Ingin Baby (lb)
47
47. Simfoni Orkestra (lb)
48
48. Bekerja Sama (lb)
49
49. Ingin Pesta (lb)
50
50. Kesakitan (lb)
51
51. Tidak tahu (lb)
52
52. Kembali (lb)
53
53. Proses (lb)
54
54. Pantai (lb)
55
55. Senja di laut (lb)
56
56. Alisa (lb)
57
57. Pipis di celana (lb)
58
58. Kamar (lb)
59
59. Sabar (lb)
60
60. Pelayan Ranjang (lb)
61
61. Suka Alisa (lb)
62
62. Nyonya Carves (lb)
63
63. Teman (lb)
64
64. Pembohong (lb)
65
65. Terdengar Romantis (lb)
66
66. Jalur VVIP (lb)
67
67. Terjengkang (lb)
68
68. Adik (lb)
69
69. Tiga Hari (lb)
70
70. Wanitaku (lb)
71
71. Lidah (lb)
72
72. Siksaan (lb)
73
73. Bergelud (lb)
74
74. Bertamu (lb)
75
75. Kenapa (lb)
76
76. Apa yang terjadi (lb)
77
77. Tidak berselera (lb)
78
78. Tidak dianggap (lb)
79
79. Histeris (lb)
80
80. Jangan Menyinggung (lb)
81
81. Mengikuti atau Melawan (lb)
82
82. Cemburu (lb)
83
83. Wanita Berpendidikan (lb)
84
84. Kehilangan Nyawa (lb)
85
85. Mainan Kekar (lb)
86
86. Jus Mangga (lb)
87
87. Kesetanan (lb)
88
88. Hilang Kendali (lb)
89
89. Sate Kambing (lb)
90
90. Porsi Banyak (lb)
91
91. Gadis Gila (lb)
92
92. Alergi atau keracunan (lb)
93
93. Hamil? (lb)
94
94. Berita Bahagia (lb)
95
95. Gadis Ceria (lb)
96
96. Dijodohkan (lb)
97
97. Pertama Suka (lb)
98
98. Tidak Kuat (lb)
99
99. Takut (lb)
100
100. Omelet Sosis (lb)
101
101. Bertelepon (lb)
102
102. Ahli perang dan senjata (lb)
103
103. Kakak Laki-laki (lb)
104
104. Di dalam skenario (lb)
105
105. Senja (lb)
106
106. Kesabaran membawa nikmat (lb)
107
107. Sindrom Couvade (lb)
108
108. Lupa membawa handuk (lb)
109
109. Dijual (lb)
110
110. Ganti Rugi (lb)
111
111. Disita (lb)
112
112. Bule (lb)
113
113. Kesalahan Masa Lalu (lb)
114
114. Baju Princess (lb)
115
115. Ingin disapa (lb)
116
116. Kabut Gairah (lb)
117
117. Nama (lb)
118
118. Kutukan (lb)
119
119. Kebo (lb)
120
120. IYA (lb)
121
121. Saling Tidak Mengerti (lb)
122
122. Hampir Sama (lb)
123
123. Mengumpat (lb)
124
124. Kepala Botak (lb)
125
125. Hukum (lb)
126
126. Touch, Die (lb)
127
127. Dress Code (lb)
128
128. Mantan (lb)
129
129. Pasangan (lb)
130
130. Lebih Seru (lb)
131
131. Acara (lb)
132
132. Buka Kemeja (lb)
133
133. Badai (lb)
134
134. Menggoda (lb)
135
135. Tidak Sesimple Itu (lb)
136
136. Perkumpulan Pecundang (lb)
137
137. Sepupu? (lb)
138
138. Lelah (lb)
139
139. Kolam Renang (lb)
140
140. Marah (lb)
141
141. Salah Apa? (lb)
142
142. Dikuasai Emosi (lb)
143
143. Minta Tolong (lb)
144
144. Si Juna Bangun (lb)
145
145. Ke Dokter (lb)
146
146. Booking Hari (lb)
147
147. Sengsara dan Neraka (lb)
148
148. Laki-laki Tampan (lb)
149
149. Pawang (lb)
150
150. Sadarlah (lb)
151
151. Bertengkar (lb)
152
152. KDRT (lb)
153
153. Mama (lb)
154
154. Mempercepat (lb)
155
155. Berisik (lb)
156
156. Dulu Ceria (lb)
157
157. Posisi Berbeda (lb)
158
158. Betrino Company (lb)
159
159. Membanggakan (lb)
160
160. Tersedak (lb)
161
161. Seperti Bakpau (lb)
162
162. Dihadang (lb)
163
163. Adikku (lb)
164
164. Tante? (lb)
165
165. Tangga (lb)
166
166. Gugur (lb)
167
167. Mesir (lb)
168
168. Tidak (lb)
169
169. Semakin Saja (lb)
170
170. Berkelahi (lb)
171
171. Bukannya Menegur (lb)
172
172. Minta Maaf (lb)
173
173. Hidup Miskin (lb)
174
174. Sehat (lb)
175
175. Tidak Terima (lb)
176
176. Melatih Jiwa (lb)
177
177. Tukang Pijat (lb)
178
178. Rumah Sakit Jiwa (lb)
179
179. Meminta Maaf (lb)
180
180. Kembar (lb)
181
181. Darah (lb)
182
182. Lahir (lb)
183
183. Khawatir (lb)
184
184. Diculik (lb)
185
185. Tidak Sadarkan Diri (lb)
186
186. Rencana (lb)
187
187. Biru Laut (lb)
188
188. Roti Stoberi (lb)
189
189. Celoteh (lb)
190
190. Kepribadian (lb)
191
191. Abu-abu dan Biru (lb)
192
192. Nama (lb)
193
193. Bergerak (lb)
194
194. Bangun (lb)
195
195. Penasaran (lb)
196
196. Geno (lb)
197
197. Gen (lb)
198
198. Karena Dia Laki-laki (lb)
199
199. Masih Takut (lb)
200
200. Bingung (lb)
201
201. Merajuk (lb)
202
202. Pergi (lb)
203
203. Berpindah Nama (lb)
204
204. Berisi (lb)
205
205. Ajarkan (lb)
206
206. Aksi-aksi (lb)
207
207. Dikurung (lb)
208
208. Suami Idaman (lb)
209
209. Kemajuan (lb)
210
210. Merawat Sendiri (lb)
211
211. Ratu Kindynos (lb)
212
212. Tawanan Kabur (lb)
213
213. Tertawa (lb)
214
214. Direbut (lb)
215
215. Sakit Jiwa (lb)
216
216. Dijebak (lb)
217
217. Khawatir (lb)
218
218. Virus IT (lb)
219
219. Takut Wanita (lb)
220
220. Penjahat Ke? (lb)
221
221. Menggigit (lb)
222
222. Kembar Empat (lb)
223
223. Perang (lb)
224
224. Ketakutan (lb)
225
225. Rank Satu (lb)
226
226. Pesan (lb)
227
227. Tobat (lb)
228
228. Bergerak (lb)
229
229. Semakin Bodoh (lb)
230
230. Kalah (lb)
231
231. Mematahkan (lb)
232
232. Bertemu (lb)
233
233. Hilang (lb)
234
234. Ketakutan (lb)
235
235. Kotor (lb)
236
236. Menikahi (lb)
237
237. Datang (lb)
238
238. Menjalin keakraban (lb)
239
239. Jodohkan (lb)
240
240. Pertunangan dan Lamaran (lb)
241
241. Psikolog (lb)
242
242. Telepon Pengganggu (lb)
243
243. Mansion Mewah (lb)
244
244. Minta Maaf (lb)
245
245. Tolong? (lb)
246
246. Sudah Dua Hari (lb)
247
247. Teman Sekolah Dasar (lb)
248
248. Bermain Air (lb)
249
249. Singa Betina (lb)
250
250. Bak Sampah (lb)
251
251. Keturunan (lb)
252
252. Berdebat (lb)
253
253. Rumah Sakit (lb)
254
254. Bapak Luknut (lb)
255
255. Berkumpul (pb)
256
256. Adik (lb)
257
257. Senja (lb)
258
258. Cemburu (lb)
259
259. Sendu (lb)
260
260. Taros (lb)
261
261. Alter Ego (lb)
262
262. Menuju Akhir (lb)
263
263. Berdebat (lb)
264
264. Ahli Perang (lb)
265
Novel baru, Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!