Hukuman Yang Sama

" Kakak,Jia janji rasa sayang Jia tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. " Batin Jia yang masih menatap kepergian kakaknya tanpa berkedip sampai Arga menghilang di balik pintu.

Nara memperhatikan Jia,terlihat begitu jelas kalau Jia sangat menyayangi kakaknya.Nara melambaikan tangannya di depan wajah Jia hingga membuat jia tersadar dari lamunannya.

Di luar terlihat Reno dan Abel masih setia menunggu dan ternyata Aldo juga sudah datang.

" Kamu sudah datang Al,apa mobilnya sudah diperbaiki ?" Sapa Arga yang melihat Aldo sudah datang.

'' Iya Ga sudah kok." Saut Aldo.

" Loh kak Jia mana kok Kak Arga keluar sendiri." Tanya Abel penasaran.

"Iya Ga Jia mana aku mau kasih selamat buat dia nih !" Ucap Aldo semangat.

" Jia masih di dalam dia masih ada urusan.Kamu mau balik ikut kakak apa nunggu Jia Bel?'' Tanya Arga dengan sedikit senyum yang di paksakan untuk menyembunyikan kesedihannya.

"Abel nunggu Jia aja kak." Sautnya sambil melirik Reno yang ada di sampingnya takut kalau diusir.

" Ok terserah kamu,nanti hati hati pulangnya kalau sampai hotel suruh Jia kabari kakak ya !" Ucap Arga sambil mengusap lembut rambut Abel yang sudah di anggap sebagai adiknya sendiri seperti Jia.

" Siap Kak." Saut Abel dengan senyum mengembang merasakan kasih sayang Arga.

" Tuan Reno saya titip Abel ya." Pinta Arga dengan senyum.

" Baik tuan Arga. " Jawabnya sambil membungkukkan badan.

" Ayo Al kita balik !" Ajak Arga.Aldo yang tahu Arga seperti sedang banyak pikiran dia belum mau bertanya dan hanya menurut ajakan Arga untuk balik ke hotel.

**********

"Hay sayang jangan melamun terus,nanti ke sambet loch!" Ucap Nara membuat Jia tersadar.

''Siapa juga yang melamun." Jawab Jia ketus sambil memalingkan wajahnya,dia masih kesal karena kelakuan Nara di podium tadi.

" Hey kenapa kamu nggak mau lihat ke arahku!" Seru Nara kesal,lalu beranjak duduk di samping Jia.Dan memegang dagunya hingga menghadap persis di depan wajahnya.Jia yang masih kesal dengan Nara kini bertambah kesal karena sikap Nara yang selalu memaksa,dia mencoba berpaling lagi tapi sia sia karena Nara menatapnya tajam.

" Jangan pernah berpaling dariku JIA MAHENDRA!!'' Seru Nara pelan tapi penuh penekanan.

" Sebenarnya apa maumu kenapa selalu ingin memaksakan kehendakmu !!" Sahut Jia,matanya sudah berkaca kaca.Walaupun tadi dia sudah mendengar pengakuan cinta Nara di depan kakaknya,tapi nggak tahu kenapa seperti masih ada yang mengganggu pikirannya karena kelakuan Nara yang selalu memaksakan kehendak.

" Hey baby,please jangan menangis.Aku minta maaf bila perlakuanku membuatmu tidak nyaman,aku nggak tahu cara mengungkapkan rasa sukaku pada seorang wanita ,ini baru pertama kalinya aku jatuh cinta.Aku nggak tahu kalau caraku mengungkapkan rasa cintaku ini salah." Wajah Nara terlihat sendu saat mencoba menjelaskan perasaannya sambil memegang wajah Jia dengan kedua tangannya.

Jia melihat ketulusan di mata Nara,hatinya terenyuh dan ada rasa senang saat Nara bilang baru pertama kali jatuh cinta,dan itu dengan dia.Tiba tiba terlintas di pikiran Jia untuk menjahili Nara.

''Gombal,sudah berapa wanita yang kamu rayu seperti ini sebelum aku.Mana mungkin kamu belum pernah pacaran,kamu kan ganteng kaya pengusaha sukses terkenal masa nggak ada wanita yang mau sama kamu ". Seru Jia menepis tangan Nara lalu menyenderkan tubuhnya disofa dengan tangan di lipat di atas perutnya pura pura ngambek.

Nara panik seketika karena Jia ngambek dan tidak percaya dengan kata katanya,dia menarik bahu Jia agar menghadap ke arahnya.

" Aku berani sumpah ini pertama kalinya aku jatuh cinta Jia, aku nggak bohong.Aku mohon kamu percaya sama aku." Ucap Nara memelas,ini bukan seperti Nara yang banyak orang dengar,Nara seorang ceo yang terkenal dengan wajah dingin dan kejamnya kepada setiap saingan bisnisnya kini terlihat memelas pada seorang gadis sma yang membuatnya tergila gila.

Jia menahan tawanya melihat wajah Nara yang memelas, karena sudah tidak tahan akhirnya tawa Jiapun pecah sambil memegang perutnya yang terasa sakit karena menahan tawa.

" Hahaha muka kamu lucu banget !!" Ucap Jia di sela tawanya.

Nara yang sadar sudah di kerjai Jia,dia langsung menggelitik Jia tanpa ampun.

" Oh jadi kamu ngerjai aku ya,okay ini rasakan pembalasanku!" Seru Nara sambil terus menggelitik Jia yang berteriak mohon ampun.

" Stop sudah,please....geli tahu..ampun...!" Ucap Jia ngos ngosan .Nara berhenti menggelitik Jia karena kasian melihat Jia kelelahan menahan geli hingga air matanya keluar.

''Ok aku lepasin,tapi kamu harus di hukum!" Seru Nara sambil mengedipkan matanya menggoda.Jia yang paham dengan hukuman yang akan di berikan Nara bersiap bangun untuk mengindar. Tapi terlambat Nara sudah menarik tubuhnya dan.

Cup...

Lagi lagi hukumannya sebuah ciuman.

Jia mendorong tubuh Nara dan akhirnya dia bisa terlepasa dari pelukan Nara.

" Dasar mesum!" Umpat Jia.

"Apa kamu bilang sayang?'' Tanya Nara masih dengan suara menggoda.

" Dasar om om mesum!'' Jawab Jia manyun.

" Tapi kamu suka kan,apa kamu mau Lagi?" Goda Nara yang gemas melihat Jia cemberut.Jia hanya mengerucutkan bibirnya.Nara terkekeh melihat Jia seperti anak kecil.

****

" Apaaaaa...???Aldo tersentak kaget dan langsung menghentikan mobilnya saat mendengar cerita Arga tentang Nara yang terus terang bilang kalau dia mencintai Jia.

" Apa aku nggak salah Dengar Ga?'' Seru Aldo yang masih tidak percaya.

" Aku tadi juga tidak percaya Al,tapi melihat tatapan Nara aku tahu dia tulus mencintai Jia.Dan aku melihat sepertinya Jia juga menyukai Nara.

" Lalu apa kamu menyetujui mereka ?" Aldo penasaran sambil kembali menjalankan mobilnya.

" Aku bilang sama Nara,belum bisa menjawabnya,karena aku belum bisa melepas Jia Al,aku takut kehilangan Jia kecilku." Ucap Arga sedih sambil memalingkan wajahnya keluar mobil dan tak terasa sudut matanya terlihat basah.

Aldo yang tahu perasaan Arga mencoba menenangkan sahabatnya itu.

" Sudah Ga tenang aja,Jia nggak akan ninggalin kamu,kalaupun nanti Jia punya pacar entah itu sama Nara atau sama pria lain aku yakin rasa sayang Jia sama kamu nggak akan berubah,karena kamu kakak satu satunya yang dia sayangi Ga.'' Aldo mencoba memberi nasehat pada Arga.

" Iya Al semoga saja." Ucap Arga parau.

.......

" Tuan apa aku boleh masuk,aku takut Jia kenapa napa !" Pinta Jia memohon ijin sama Reno.

" Maaf nona tunggu saja disini!" Jawab Reno datar.

" Tapi kalau Jia kenapa napa gimana ?" Sautnya masih ngeyel nggak mau menyerah.

"Nona Jia akan baik baik saja,tuan Nara nggak mungkin ngapa ngapain nona Jia!!" Reno mulai terlihat kesal dengan Abel yang tidak berhenti bicara untuk bisa masuk.

" Tapi entahlah tadi saja di podium seperti itu apalagi sekarang yang hanya berdua diruangan .'' Batin Reno

"Ah sudahlah itu bukan urusanku." Gumam Reno pelan.

Abel hanya merengut kesal melihat Reno sambil mengerucutkan bibirnya.

________

Jangan lupa kasih votenya ya kakak.....

Terpopuler

Comments

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

Sabar Bell jadi obat nyamuk 😂😂😂

2020-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!