Apa Aku Jatuh Cinta

Jia berguling guling dikasur ke kanan dan ke kiri dan sesekali menutup mata dengan tangannya ,entah kenapa dia merasa seperti orang gila setelah kepergian Nara dari kamarnya.

Masih terbayang jelas wajah orang yang membuatnya seperti ini.'' Duh aku kenapa jadi begini,kenapa wajahnya selalu terbayang di pikiranku.'' Jia senyum senyum sendiri mengingat apa yang dia lakukan bersama cowok itu tadi.

''Apa aku juga jatuh cinta sama dia? apa ini ya yang dinamakan jatuh cinta,aahh kenapa rasanya seperti ini,jantungku berdetak kencang sekali.'' Pertanyaan pertanyaan itu terus muncul di kepala Jia.

''Tapi,siapa namanya?,kenapa aku tidak menanyakannya tadi.'' Dasar Jia bodoh...huh''.Jia mengumpat dirinya sendiri.

Di kamar sebelah terlihat Nara yang tidak jauh berbeda keadaannya dengan Jia.Nara yang berbaring di tempat tidurnya juga masih terbayang akan kejadian tadi.

Entah sampai jam berapa mereka berdua terbayang bayang dengan kejadian tadi ,sampai mereka tertidur dengan sendirinya.

Ting tong....Terdengar suara bel berbunyi beberapa kali di kamar Jia.

''Woaah..'' Jia menguap,masih dengan mengantuk Jia berjalan membuka pintu.

''Siapa sih pagi pagi udah ganggu aja,nggak tahu orang masih ngantuk.'' Gerutu Jia sambil membuka pintu.

Ceklek...

''Surprise..'' Teriakan dari depan pintu membuat mata Jia seketika terbuka lebar karena kaget.

''Abel....''Jia langsung memeluk sahabatnya itu,mereka berpelukan seperti orang yang sudah lama tidak ketemu padahal juga baru sehari.

''Aku kangen sama kamu beb..'' Seru Abel.

"Aku juga beb..kok masih pagi gini kamu sudah nyampai sini beb,emang acaranya udah selesai.''

''Aku nggak di ijinin masuk dulu nich..'' Seru Abel.

''Oh iya sampai lupa,ayo beb masuk.'' Jia mengajak Abel masuk dan mereka duduk di sofa.

''Karena acara mama semalem di majuin,jadi tadi pagi aku langsung siap siap nyusul kamu deh.'' Abel menjawab pertanyaan Jia.

''Oh begitu ya,syukur deh jadi seneng nih kamu ada disini.'' Seru Jia.

''La kak Arga mana,kok nggak ada?'' Abel celingukan mencari kakak sahabatnya itu.

''Kak Arga ada di kamar sebelah,di sana juga ada kak Aldo.''

''Oh jadi ada kak Aldo juga.'' Abel manggut manggut.'' Beb acara kamu kan masih nanti siang,gimana kalau kita keliling dulu yuk,cari cari sarapan gitu,aku laper nih tadi belum sarapan!'' Ajak Abel yang di setujui Jia.

''Ok tapi aku mandi dulu ya.'' Jia lupa kalau semalam dia membolehkan Nara datang lagi pagi ini.

Setelah selesai mandi Jia dan Abel berangkat mau mencari sarapan.Tapi sebelumnya Jia sudah meminta ijin kakaknya untuk sarapan sama Abel,biar kakaknya nggak khawatir.

''Beb kamu mau makan dimana?'' Tanya Jia.

''Diluar aja yuk beb,aku nggak mau makan direstoran.'' Jawab Abel

''Ok..''

Mereka bergegas pergi dari hotel naik motor Jia.

Di kamar hotel Nara bersiap siap didepan cermin. ''Aku akan menemui dia dulu.'' Gumam Nara.

Dari arah pintu terlihat Reno datang.'' Tuan anda mau sarapan di restoran apa di antar kesini?'' Reno bertanya pada bosnya.

''Aku kan sudah bilang panggil aku Nara saja kalau tidak lagi bekerja!'' Seru Nara mengingatkan Reno.

''Maaf tuan saya belum terbiasa,dan saya tidak nyaman bila memanggil anda dengan nama saja.'' Ucap kevin.

''Baiklah terserah kamu.''Jawab Nara yang masih berdiri di depan cermin memasang dasinya.

''Oh ya tuan,saya sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu,dia bernama Jia Mahendra,dia masih sekolah sekarang kelas tiga sma dia tinggal di kota yang sama dengan kita,orang tuanya sudah meninggal sejak dia masih kecil dan dia hanya tinggal bersama kakaknya.'' Reno menjelaskan tentang Jia.

''Tunggu dulu Jia Mahendra,sepertinya nama itu tidak asing bagiku.'' Ucap Nara yang menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Reno disofa.

''Dia salah satu peserta lomba balap motor siang ini tuan.'' Reno kembali menjelaskan.

''Hah...''Nara kaget,dia jadi teringat saat membaca biodata para peserta lomba dan ada satu peserta yang menarik perhatiannya.Iya,dia adalah Jia Mahendra.

''Apa jangan jangan wanita yang naik motor di lampu merah kemarin juga dia.'' Nara bergumam sendiri. ''Dari awal pertemuanku dengan dia secara kebetulan,apa mungkin dia jodohku.'' Batin Nara sambil tersenyum senang.

------------

Terpopuler

Comments

Mba Wika

Mba Wika

udah djodohin ma author

2020-06-24

0

naurakyu

naurakyu

tenang aja.. jodoh kog.. kan author yg buat wkwkwkwkwk...

2020-06-05

0

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

iya jodoh

2020-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!