Jia masih belum beranjak dari tempatnya berdiri,di pikirannya masih bingung dengan sikap cowok yang baru beberapa hari ini mengisi hatinya,padahal dia belum mengenalnya tapi entahlah dia merasa nyaman dengan cowok itu.
''Beb.'' Abel menyentuh pundak Jia yang masih melamun.
''Haa..apa Bel?'' Jawab Jia kaget tersadar dari lamunannya.
'' Udah jangan melamun terus,nanti kesambet loh,hehe.Kamu di suruh siap siap buat penyerahan hadiah.'' Abel menggoda sahabatnya itu sambil terkekeh.
''Siapa juga yang ngelamun.''Jia mengerucutkan bibirnya.
''Wah Jia hebat ya cowoknya keren banget.'' Celoteh semua teman teman Jia.
''Huhh apaan sih kalian.'' Saut Jia buru buru meninggalkan teman temannya karena malu.
Jia berjalan ke podium bersama dua orang pesaingnya tadi juara dua dan tiga.Mereka sudah berada di posisi masing masing.Dan ketika seorang mc memanggil seseorang untuk menyerahkan hadiah,semua mata tertuju pada orang tersebut dan juga Jia.
''Kepada yang terhormat tuan Nara Araya Wiratama kami persilahkan untuk memberikan hadiah kepada para juara.''
Nara berdiri dan semua mata tertuju pada sosok pria tampan dan gagah yang menuju podium,teman teman Jia semua terkejut karena mereka baru tahu orang yang bernama Nara Araya Wiratama secara langsung,yang notabene Nara adalah pemilik dari yayasan sekolah mereka dan seorang pengusaha sukses yang terkenal.
Nara memberikan hadiah kepada juara dua dan tiga,Jia yang masih syok tidak bisa melepaskan pandangannya dari Nara.
********
''Terimakasin nona atas tumpangannya.'' Ucap Arga pada wanita yang telah memberinya tumpangan.Dan Arga hendak turun dari mobil.
''Tunggu tuan Arga,aku sudah mengantarmu sampai di tujuanmu tapi enak saja hanya terimakasih jaman sekarang nggak ada yang gratis!'' Ujar gadis itu,yang membuat Arga mengurungkan niatnya keluar.
''Oh iya maaf nona saya lupa.'' Ucap Arga sambil mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dan menyodorkan uangnya kepada wanita itu,tapi wanita itu menolaknya.
''No,saya tidak butuh uang tuan,apa menurutmu aku terlihat kekurangan uang? '' Tanya wanita itu.
''Lalu apa maumu nona,aku sedang terburu buru.'' Jawab Arga kesal.
''Nanti aku akan menghubungimu lagi tuan Arga,namaku Mega.'' Ucapnya beranjak turun dari mobil dan meninggalkan Arga.
''Huh sebenarnya apa maunya.'' Gumam Arga sembari keluar dari mobil.Arga berjalan masuk untuk mencari adiknya,dan ketika sudah sampai ternyata pertandingan sudah selesai.
''Pasti Jia kecewa .'' Gumam Arga sambil mendengus kasar.Dia mengambil ponselnya dan melihat banyak panggilan dari Jia dan Abel,karena tadi dalam mode diam Arga tidak mendengar panggilan masuk.Dia mencoba menghubungi nomor Jia tapi tidak di angkat dan dia coba menelfon Abel.
Tut..tut...
''Hallo, kak Arga dimana?" Saut Abel.
''Aku sudah sampai Bel,Jia dimana? Gimana pertandingan Jia?'' Tanya Arga penasaran.
''Jia juara satu kak,sekarang kakak buruan kesini bentar lagi penyerahan hadiah.'' Jawab Abel antusias.
Tanpa berkata lagi Arga langsung berlari menuju tempat penyerahan hadiah.Dan betapa terkejutnya dia.
Nara berada di depan Jia mengalungkan medali dan menyerahkan simbol hadiah berupa uang dan juga bunga,mereka saling diam tanpa ada satu kata patahpun terucap dan mata mereka saling menatap.Ada banyak hal yang memenuhi pikiran Jia,tentang siapa cowok di depannya ini.
''Apa kamu siap dengan hukumanmu baby?"" Bisik Nara pelan di telinga Jia sambil tersenyum menggoda.
''Hah apa maksudmu??'' Tanya Jia panik,dia takut cowok ini macem macem apalagi ini di tempat umum.
Cup.....
Tanpa aba aba dan lagi lagi Nara membuat Jia syok untuk kesekian kali karena serangan mendadaknya.
''Apa apaan kamu,kamu benar benar gila!!!'' Umpat Jia.Semua orangpun kaget,tapi kemudian mereka bertepuk tangan.Tapi tidak untuk Arga yang ternyata sudah datang dan melihat semuanya.
''Jia...!!!!'' Teriak Arga penuh penekanan tapi dia masih menahan amarahnya karena dia tidak mau mempermalukan adiknya.
''Deg...Kak Arga.'' Ucap Jia lirih,dia tahu kakaknya sangat marah.Nara melihat ke arah orang yang memanggil Jia,dan dia terkejut ternyata dia adalah kliennya yang tadi. ''Tuan Arga,jadi Jia adiknya tuan Arga.'' Batin Nara.
Tanpa melihat siapa pria yang telah mencium adiknya didepan umum,Arga segera meningga lkan tempat itu.Jia terlihat panik dan Nara paham akan situasinya dia melihat ke arah Reno dan Reno mengerti akan isyarat dari bosnya.Dia segera menyuruh panitia mengakhiri acaranya.
Jia turun dari podium dan di ikuti Nara.Nara menggandeng tangan Jia dan Jia mencoba menepis tapi tidak bisa karena genggaman tangan Nara sangat erat.
''Ternyata dia pacar tuan Nara ya,pantesan aja dia menang.''
''Hey tapi dia tadi sangat hebat kok,apa kamu tadi nggak nonton dia pas balap jago banget tahu.'' Terdengar beberapa crew membicarakan Jia dan Nara,dan Reno mendengarnya.
''Kalau kalian masih ingin bekerja dengan tuan Nara jangan pernah membicarakan apapun tentang kehidupan tuan Nara,dan apapun yang menyangkut tuan Nara kalian paham!!!'' Gertak Reno pada beberapa crew.
''I..iya paham tuan.'' Jawab mereka gugup.Tanpa melihat Reno melangkah pergi meninggalkan mereka yang masih ketakutan.
''Lepasin aku!!'' Teriak Jia sambil menghempaskan tangan Nara. Sebenarnya mau kamu apa,datang kehidupku seenaknya melakukan yang kamu mau tanpa persetujuan aku dan sekarang kamu udah buat kakakku marah sama aku,apa kamu menganggap aku mainanmu yang bisa kamu perlakukan sesuai maumu!!'' Ucap Jia dengan mata berkaca kaca.
''Ren.''
''Sudah tuan.'' Tadi Reno menghampiri Arga.
SEBELUMNYA
''Tuan Arga tunggu sebentar!'' Seru Reno menghentikan langkah Arga.
''Tuan Reno? Anda disini juga.'' Tanya Arga menoleh kebelakang. ''Sepertinya tuan Arga tidak tahu kalau tadi tuan Nara.'' Batin Reno.
''Iya tuan,Ehm maaf tuan bila mengganggu waktu anda sebentar.Tuan Nara ingin berbicara dengan anda,bisakah anda ikut dengan saya.'' Kata Reno dengan muka datarnya.
''Apa ada masalah dengan perjanjian kerja kita tadi tuan?'' Tanya Arga mengerutkan keningnya.
''Maaf tuan saya kurang tahu,nanti tuan Nara yang akan menjelaskan.'' Jawab Reno sopan.
''Baiklah tuan.'' Sebenarnya Arga tidak ingin membahas apapun sekarang tapi dia tidak enak menolak ajakan Reno.
''Terimakasih tuan,mari ikut saya.'' Ucap reno dan Arga mengikutinya dari belakang.
******
''Ayo ikut aku!'' Seru Nara sambil menggandeng tangan Jia.
''Kita mau kemana,aku nggak mau ikut kamu,aku mau ngejar kakakku.'' Seru Jia mencoba melepaskan tangannya.
''Sudah kamu ikut aku!'' Ucap Nara dengan menatap tajam mata Jia dan membuat Jia sedikit takut.
''Jia.'' Panggil Abel ngos ngosan karena dari tadi coba mencari cari Jia.
''Abel.''Jawab Jia pelan.
''Maaf nona kami sedang ada urusan,jadi tolong anda pergi dulu!'' Reno menghadang Abel yang mau mendekati Jia.
''Tapi Jia kan temanku aku mau nemenin dia.'' Ucap Abel ngeyel.
''Huh maaf nona.'' Reno tetap menghalangi Abel dengan tatapan tajam yang membuat Abel sedikit takut.
''Bel aku nggak apa apa,kamu tunggu di sini aja.'' Jawab Jia karena dia ingin cepat selesai urusannya dengan Nara dan segera menemui kakaknya.
''Iy deh beb.'' Jawab Abel sambil menunduk.
Nara membawa Jia ke dalam ruangan yang ternyata sudah ada Arga disana.
''Kakak....''
*********
Jangan lupa like komen dan votenya ya kakak....terimaksih yang sudah mampir kekaryaku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Toni Toni Jos
Nih balapan motor cewek apa cowok ya tor...atau balap motor cowok dan jia ikut gitu....
2020-06-04
0