UNGKAPAN ISI HATI

Reno yang sedari tadi memperhatikan bosnya,segera menghampirinya.

''Tuan apa anda baik baik saja.''Reno heran kenapa bosnya jadi seperti ini,padahal dia sudah bekerja dengan Nara lama sekali dan baru kali ini bosnya seperti orang gila karena wanita. ''Apa mungkin tuan Nara sedang jatuh cinta''.Batin Reno.

''Entahlah Ren,apa kamu pernah menyukai seorang wanita?'' Tanya Nara.

''Benar dugaanku,pasti tuan Nara sedang jatuh cinta, pernah tuan tapi itu waktu sekolah dulu dan hanya cinta monyet,memangnya kenapa Tuan,apa anda sedang jatuh cinta.'' Reno memberanikan diri bertanya pada bosnya.

''Aku nggak tahu,tapi aku selalu terbayang wajahnya,dan hatiku sakit melihat dia menangis.'' Seru Nara.

''Bisa jadi tuan anda sedang jatuh cinta.''

''Ah sudahlah aku mau kembali ke kamar, tolong kamu pesankan makanan yang sama seperti ini dan suruh antar ke kamar wanita tadi.'' Seru Nara.

''Baik tuan.''

Jia membanting pintu kamarnya,dan lupa mengunci pintu karena terlalu emosi,dan menghempaskan tubuhnya di kasur dengan kasar.

''Kenapa aku harus ketemu dengan cowok itu lagi,sungguh menyebalkan.Aku benci sama cowok aneh,nyebelin itu.'' Jia berteriak sangat keras hingga terdengar dari luar kamar dan Nara mendengar teriakan Jia.

Ingin rasanya dia masuk tapi dia urungkan niatnya dan masuk ke kamarnya.

Di kamarnya Nara tidak bisa tenang,dia mondar mandir seperti setrikaan. ''Arghh aku bisa gila kalau begini terus,persetan aku akan menemui dia lagi,masa bodo kalau dia marah marah.''

Nara keluar dari kamarnya,di lihatnya seorang pelayan yang membawakan makanan untuk Jia,pelayan yang melihat Nara segera membungkukkan badannya dengan hormat.

''Selamat malam tuan.''

''Malam.'' Pelayan yang hendak mengetuk pintu kamar Jia di hentikan oleh Nara.

''Bawa kesini nampan itu,biar aku yang mengantarnya!'' Perintah Nara,pelayan itu bingung dan menjawab dengan gugup.

''Ta..tapi tuan.''

''Sudah cepat bawa kesini.'' Suara Nara membuat pelayan itu takut,dan segera memberikan nampan kepada Nara.

''Baik tuan.'' Ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya dan berlalu.

Nara masuk ke kamar Jia dan menutup pintunya. Di lihatnya Jia sedang berbaring di tempat tidur,dan terlihat matanya sembab sehabis menangis.

''Sebegitu bencinya kamu padaku.'' Seru Nara yang membuat Jia kaget dan terbangun dari tidurnya.

''Kamu! ,kenapa kamu bisa masuk kesini.'' Ucap Jia

''Salah sendiri kamu nggak tutup pintunya.'' Jawab Nara sambil meletakkan nampan berisi makanan dimeja. ''Makanlah,kamu pasti lapar.'' Seru Nara.

''Aku nggak lapar,kamu cepat keluar dari sini.'' Jia menyuruh Nara pergi dengan ketus.

''Nggak lapar gimana tadi kamu kan belum memakan makananmu,nanti kamu sakit.'' Nara masih berusaha sabar menghadapi sikap ketus Jia.

''Itu bukan urusanmu,cepat kamu keluar dari kamarku.'' Jia berteriak dengan kesal.

Nara yang sudah kehilangan kesabarannya,segera menghampiri Jia dan mendorongnya hingga terbentur ketembok.

''Aku sudah bersabar dengan sikapmu,aku sudah minta maaf tapi kamu terus marah marah dan membuat kesabaranku hilang.'' Ucap Nara.

Jia yang yang takut akan kejadian kemarin terulang lagi mencoba mendorong tubuh Nara dengan kuat tapi sia sia,dan malah membuat tubuh mereka berdua terjatuh di tempat tidur.

Jia meronta sekuat tenaga dengan tangan bertumpu di dadanya agar bisa lepas dari pelukan Nara,tapi Nara malah semakin mengeratkan pelukannya dan tidak perduli dengan teriakan Jia.

''Lepasin aku.'' Seru Jia.

''Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu maafin aku.'' Ucap Nara.

''Kamu sungguh cowok menyebalkan,kamu nggak tahu kalau itu ciuman pertamaku.'' Ucap Jia akhirnya keceplosan,yang membuat pria di depannya itu tersenyum.

''Ups.'' Jia segera menutup mulutnya dengan tangannya,wajahnya memerah karena malu.

Nara mendekatkan bibirnya di telinga Jia dan membisikkan sesuatu.'' Itu juga ciuman pertamaku.'' Bisik Nara.

Jia yang masih malu,melongo karena pengakuan Nara. ''Dia pasti berbohong mana mungkin cowok setampan dia belum pernah berciuman,tapi apa mungkin dia juga belum pernah pacaran sama sepertiku.'' Batin Jia.

''Pasti kamu nggak percaya dengan ucapanku,dan mengira aku berbohong.'' Nara tahu pasti Jia berpikir kalau dia membohonginya.

''Kamu bohong atau tidak aku juga nggak tahu,lagian juga bukan urusanku,sekarang lepasin aku.'' Ucap Jia.

''Aku kan sudah bilang,aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu maafin aku.

Dan kamu harus tanggung jawab!'' Ucap Nara.

''Hey tanggung jawab apa,memangnya aku ngapain kamu?'' Seru Jia mengerutkan keningnya.

''Tanggung jawab karena kamu sudah membuat aku jadi gila,gila karena selalu terbayang wajah kamu,gila karena selalu kepikiran kamu.'' Bisik Nara lembut ditelinga Jia.

Terpopuler

Comments

naurakyu

naurakyu

aseeekk... jangan kasi kendor...

2020-06-05

0

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

Hahhaah keren torr

2020-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!