MERASA NYAMAN

Jantung Jia berdegup sangat kencang mendengar bisikan Nara. ''Apa yang baru saja dia katakan,apa dia baru saja nembak aku.'' Batin Jia yang masih syok dengan ungkapan hati Nara.

''Aku jatuh cinta sama kamu.'' Ungkap Nara.

''Kamu memang cowok aneh,kemarin dengan seenaknya ambil ciuman pertamaku,sekarang nggak ada angin nggak ada hujan bilang jatuh cinta,emang kamu pikir aku akan percaya.'' Seru Jia panjang lebar.

Nara memandangi bibir Jia yang terus bicara tanpa henti,dan entah apa yang dia pikirkan tangannya langsung merengkuh kepala Jia agar lebih dekat dan segera menyambar bibir Jia dan ********** dengan ganas.

Jia yang lagi lagi mendapat ciuman mendadak dari Nara,sangat kaget dan mencoba melepaskan bibirnya dari keganasan ciuman Nara,tapi Nara tidak membiarkan bibirnya terlepas dari bibir Jia dan malah mengeratkan tangannya di pinggang dan kepala Jia.

Jia memukul dada Nara yang bidang,tapi tetep saja kekuatan Nara lebih besar dan membuat Jia pasrah.

Nara mengendorkan pelukannya karena merasa Jia tidak menolak perlakuannya.Dan entah kenapa Jia menikmati ciuman Nara dan membalas setiap ******* dari Nara walaupun masih kaku karena Jia belum pernah berciuman.

Nara membuka matanya dan tersenyum melihat Jia yang masih menutup mata menikmati permainannya.Nara membalikkan tubuhnya dan membuat posisinya sekarang berada di atas Jia,spontan membuat Jia membuka matanya dan melepaskan ciumannya.Wajahnya langsung memerah karena Nara terus memandangnya.

"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Ucap Jia sambil memalingkan wajahnya supaya Nara nggak melihat betapa malu dan groginya Jia.

Nara memegang dagu Jia dan membuat mereka bertatapan.''Aku benar benar jatuh cinta padamu!'' Bisik Nara.

Tanpa menunggu jawaban dari Jia,Nara kembali mencium lembut bibir mungil wanita di depannya itu dan Jiapun tidak menolak perlakuan Nara.Yang dia rasakan sekarang adalah perasaan nyaman bersama pria yang baru baru ini membuat dia kesal.Tapi sekarang keadaanya berubah.

Krucuk...krucuk..

Tiba tiba terdengar suara dari perut Jia,yang membuat mereka membuka mata.Jia sangat malu dan pipinya kembali memerah.

''Kamu lapar?'' Tanya Nara.

''Huumz..''Jia menganggukan kepalanya pelan.

Nara bangun dan berdiri mengambilkan makanan yang dia bawa tadi,dia menghampiri Jia yang sudah duduk di tepi tempat tidur.Nara duduk disamping Jia,dia mengambil sendok dan mencoba menyuapi Jia.

''Haaa,buka mulutmu!''

''Nggak ah aku bisa makan sendiri.'' Jia mencoba mengambil sendok dari tangan Nara,Tapi Nara segera menjauhkan sendoknya.

''Nggak,biar aku yang suapin kamu.'' Seru Nara.

''Aku kan bukan anak kecil.'' Gerutu Jia,yang akhirnya mau di suapin Nara.

Di luar kamar Jia terlihat Arga dan Aldo yang memencet bel,tapi lama pintunya tidak terbuka.

''Mungkin Jia sudah tidur Ga.'' Seru Aldo.

''Mungkin juga sih Do,aku akan coba telfon ,kamu ke kamar aja dulu nanti aku nyusul setelah ketemu Jia.''

''Ok...'' Aldo masuk ke kamarnya.

Drt...drt..Ponsel Jia berbunyi.Jia mengambil ponselnya dan kaget karena ada panggilan dari kakaknya.

''Aduh kak Arga telfon.''

"Dari siapa,kenapa nggak di angkat?'' Seru Nara.

''Dari kakakku,kamu diam dulu!'' Jia menyuruh Nara untuk diam sambil meletakkan jari telunjuknya dibibir.

''Ok..'' Seru Nara sambil menganggukkan kepalanya.

''Halo kak.''

''Hallo, kamu sudah tidur sayang?''

''Ehmm..iya kak tadi Jia ketiduran.'' Jawab Jia berbohong,padahal tadi dia lagi asyik ciuman.'' Sekarang kakak dimana,apa udah balik kehotel?''

''Iya kakak udah balik ke hotel sayang sekarang ada di depan kamar kamu.''

''Hah...apaaa..''Jia kaget tahu kakaknya ada di depan kamarnya.''

"Kenapa sayang kok kamu kaget gitu,kamu nggak apa apa kan.''

''Ehmm...ehh..nggak apa apa kok kak,ya sudah Jia buka pintu dulu.'' Jia menjawab dengan panik dan menutup telfonnya.

''Duh gimana nich kakakku ada di depan,kamu cepetan sembunyi!''

''Kenapa mesti sembunyi aku malah pengen ketemu kakakmu dan minta sama dia buat restuin aku jadi adik iparnya.'' Jawab Nara sambil tersenyum.

''Hah kamu gila ya,pacaran aja belum sudah minta di restuin.'' Gerutu Jia sambil menarik tangan Nara untuk segera bersembunyi. ''Udah buruan sembunyi.'' Jia menyuruh Nara bersembunyi di toilet,dan berlari membuka pintu.

Ceklek...Jia membuka pintu dan mengajak kakaknya masuk dan duduk di sofa.

''Kakak ganggu tidur kamu ya sayang.'' Ucap Arga .

''Nggak kok kak,tadi Jia nunggu kakak eh nggak tahunya malah ketiduran.'' Jia menjawab sambil tersenyum menutupi kebohongannya. ''Aduh bisa mati aku kalau kak Arga tahu apa yang barusan aku lakuin''. Batin Jia.

''Maafin kakak ya sayang,kakak selalu ninggalin kamu.'' Seru Arga dengan wajah penuh penyesalan sambil menatap Jia yang duduk di sampingnya.

Jia mendekat dan memeluk pinggang kakaknya dan menyandarkan kepalanya.'' Kakak nggak perlu minta maaf,Jia tahu kakak ngelakuin ini semua demi Jia,jadi kakak jangan merasa bersalah seperti ini lagi ya''. Seru Jia yang masih memeluk kakaknya.

''Iya sayang terimakasih kamu udah mau ngertiin kakak.''

''Iya kak sama sama.''

''Ya sudah kamu sekarang istirahat dan tidur lagi!.''

''Ok kak,kakak juga cepetan istirahat ya.'' Jia mengantar kakaknya keluar.

Terpopuler

Comments

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

Lucu banget

2020-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!