Curhat

''Ok Ren aku mau sarapan sama dia,tolong kamu siapkan dan antar kekamarnya.'' Perintah Nara.

''Ke kamar nona Jia,tuan?'' Reno mencoba memperjelas lagi perintah tuannya karena yang dia tahu wanita itu sangat membenci tuannya.

''Iya Ren memang siapa lagi,kamu minta kunci cadangan kamarnya saja.Aku ingin memberi kejutan untuknya.'' Ucap Nara sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum.

''Baik tuan.'' Reno bergegas melaksanakan perintah bosnya.

"Bel kita mau makan apa?'' Tanya Jia.

"Ehm...dingin dingin gini enaknya makan yang anget beb,kita makan soto aja yuk.'' Saut abel.

''Ok...''Mereka berdua berhenti di sebuah warung makan pinggir jalan yang menjajakan aneka macam makanan.

Mereka masuk memilih tempat duduk dan segera memesan makanan.Sembari menunggu mereka mengobrol tentang acara nanti.

"Jia gimana persiapan kamu buat nanti.'' Tanya Abel.

"Udah semua kok,kemarin juga udah cek motor dan latihan sebentar,sekarang tinggal persiapan ngisi tenaga dan semangat aja.'' Ucap Jia nyengir.

''Oh bagus deh,la nanti kak Arga bareng kita apa nggak kesananya.

''Nggak tahu sih,katanya kerjaan kak Arga nanti sebelum acaranya di mulai,mungkin berangkatnya nyusul sama kak Aldo.

''Oh gitu...'' Abel memonyongkan bibirnya.Tak lama kemudian pesanan mereka datang,dan mereka mulai makan.Abel memasukkan kuah soto kemulutnya dan dia teringat sesuatu.

''Oh ya beb kamu belum cerita soal cowok yang kamu bilang kemarin,ayo sekarang ceritain!'' Pinta Abel.

''Kenapa Abel masih inget sih.'' Batin Jia dalam hati.

''Ehm bukan siapa siapa kok beb.'' Jia mencoba menutupi masih enggan untuk bercerita.

"Duh Jia kamu udah nggak anggep aku teman lagi ya!'' Protes Abel sambil meletakkan sendoknya menekuk wajahnya cemberut.

''Huh,ok ok aku cerita.'' Akhirnya Jia memilih menceritakan semuanya dari pada sahabat tersayangnya itu ngambek.

Jia memulai ceritanya.....

''Jadi gini awalnya aku ketemu sama dia di lampu merah trus ada anak kecil yang mengetuk jendela sebuah pintu mobil mewah yang di dalamnya ada cowok itu tapi dia nggak mau ngasih uang.Karena aku sebel sama dia yang nggak mau ngasih uang,sebelum aku tancap gas aku teriak aja dasar pelit gitu.''

"Oh,terus...?'' Abel masih mendengarkan cerita sahabatnya dengan menganggukan kepalanya dan minta Jia melanjutkan.

''Terus pas di hotel ketemu dia lagi,aku sama dia tabrakan eh dia ngomel ngomel nggak jelas padahal dia yang udah nabrak aku.Aku berdebat sama dia karena kesel aku injak aja kakinya trus aku kabur.'' Ucap Jia sambil tersenyum mengingat setiap kejadiannya bersama Nara.

Abel masih mendengarkan Jia sambil sesekali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

''Terus waktu aku makan siang sama kak Arga,pas aku mau ke toilet tiba tiba ada yang menarik tanganku dan membawa aku ke sebuah ruangan dan ternyata dia,di sana dia bilang mau balas dendam sama aku terus dia cium aku....Upsss.'' Jia menutup mulut dengan tangannya karena udah keceplosan.

''Uhuk uhuk....'' Abel terbatuk tersedak mendengar cerita Jia.

''Apa.....Dia cium kamu...???? Tanya Abel syok.

''Huumzzz.'' Jawab Jia sambil menundukkan wajahnya karena malu.

"Duh beb kok gila sih tu cowok..'' Seru Abel masih tidak percaya.

"Bukan cuma sekali dia cium aku.'' Jia keceplosan lagi.

''Hah.....maksud kamu.'' Abel kaget sampai mulutnya melongo bener bener syok.Jia menepuk dahinya dan terus menutup wajah dengan kedua telapak tangannya karena malu.

''Heem, malemnya ketemu dia lagi pas makan malam karena aku males lihat dia aku balik aja ke kamar nggak jadi makan dan nggak tahu gimana dia tiba tiba udah ada di kamar dan terjadi deh ciuman itu.'' Jia menceritakan dengan tersenyum sendiri pas bagian ini,yang membuat Abel heran.

''Hey Jia.'' Abel melambaikan tangannya di depan wajah Jia yang sedang berkhayal.

''Eh iya Bel,kenapa?'' Saut Jia yang tersadar dari khayalannya.

''Kenapa kamu senyum senyum sendiri,jangan jangan kamu suka sama dia?'' Tanya Abel penuh selidik.

''Ehmm nggak tahulah Bel.'' Jawab Jia sambil melanjutkan makannya.

''Aduh beb,berarti bibir kamu udah ternoda dong.'' Goda Abel sambil terkekeh.Tapi ngomong ngomong dia ganteng nggak beb?'' Saut Abel yang semakin penasaran.

''Ehmm....ganteng sih kalau nggak lagi marah marah.'' Jawab Jia.

''Aku penasaran nih beb sama dia,namanya siapa?''

''Itu dia beb aku nggak tahu namanya.'' Ucap Jia sedih.

''Hah...apa apaan sih kamu beb,udah ciuman tapi nggak tahu namanya.'' Ucap abel sambil menepuk jidatnya karena kepolosan sahabatnya itu.

.

.

.

Kasih komen,vote dan likenya y kakak...

Terpopuler

Comments

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

lanjut torr

2020-06-04

0

Neng Euis

Neng Euis

Lanjut terus up kak 🤗..
Yuk kita saling Boom Like+ rate 5

Mampir cerita aku...
" Hello seoul"

2020-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!