GALAU

Di dalam kamar Nara gelisah karena selalu terbayang wajah Jia,baru kali ini perasaan dan pikirannya di hantui oleh seorang wanita.Nara bingung mau melakukan apa.

''Huh kenapa aku kepikiran wanita itu terus.'' Nara mendengus frustasi.

"Sebenarnya apa yang terjadi denganku ini,apa aku menyukai wanita itu,ah itu nggak mungkin,huh.'' Dia membuat kesimpulan sendiri atas perasaannya tapi kemudian menyangkal perasaan yang dia rasakan sekarang.Baru kali ini dia terlihat sangat gelisah.

Hari sudah sore,Jia yang tertidur setelah menerima telfon dari Abel beranjak dari sofa tapi sebelumnya dia mengecek ponselnya.'' Kenapa kak Arga belum pulang ya,gumam Jia sambil melihat ponselnya yang ada beberapa pesan.

"'Dari kak Arga.'' Jia membuka pesan dari kakaknya.

''Jia maaf kakak masih ada pekerjaan kamu nanti makan malam sendiri nggak apa apa kan?''

Jia yang sudah terbiasa dengan pembatalan janji kakaknya yang secara sepihak hanya bisa menghela nafas.

''Ok kak,Huh resiko punya kakak sibuk.'' Jia membalas pesan kakaknya sambil berbicara sendiri.Setelah membalas pesan dari kakaknya Jia mengambil baju di tasnya dan masuk ke kamar mandi.

Jia keluar dengan memegang handuk di kepala untuk mengeringkan rambutnya dan duduk di sofa.''Seandainya Ada Abel disini pasti rame deh.'' Gumam Jia.

Jia yang masih rebahan di sofa sambil menonton film kartun kesayangannya yaitu makhluk spon berbentuk kotak alias spongebob squarepants,tiba tiba mendengar suara dari perutnya.

''Duh laper nich,,''Jia melihat jam di handphonenya.'' Pantesan laper udah jam 7 malem.'' Ucap Jia.

''Makan di restoran apa suruh anter ke sini ya,kalau di restoran takutnya ketemu cowok nyebelin itu lagi,tapi kalau di kamar terus bosen,ahhh.'' Jia bingung.

''Bodo amatlah,kalau nanti ketemu,dia macem macem teriak aja.'' Seru Jia,yang akhirnya memilih makan direstoran.

Sampainya di restoran Jia memilih tempat duduk yang agak rame,untuk berjaga jaga supaya tidak terjadi hal yang tidak dia inginkan,dan kali ini dia nggak mau ke toilet restoran lagi.

''Mau pesan apa mbk?'' Tanya seorang pelayan yang menghampiri Jia,dan memberikan buku menu.Jia membaca menu dan memilih.

"Pesan nasi goreng sama minumnya jus jeruk aja mbk.'' Seru Jia sambil mengembalikan buku menunya.

''Baik mbk.'' Jawab pelayan itu dan berlalu.

Jia menunggu sambil bermain game,dan tiba tiba ada seseorang yang duduk di depannya.Jia kaget dan syok saat tahu siapa yang ada di depannya yang tak lain adalah Nara.

''Kamu..!!!!,mau apa lagi,kalau kamu macem macem aku akan teriak.'' Ancam Jia.Nara hanya diam mendengarkan Jia.

''Apa masih kurang balas dendam kamu kemarin,kamu benar benar cowok yang menyebalkan,nggak tahu sopan santun,galak,pelit,ngeselin.'' Cerocos Jia tanpa henti.

Jia berhenti sebentar mengambil nafas dan tanpa sadar matanya sudah berkaca kaca karena teringat kejadian kemarin yang di lakukan cowok di depannya sekarang.

Nara yang melihat wanita di depannya yang hampir menangis karenanya ,merasa sangat bersalah.

''Maaf.'' Kata kata yang terlontar dari mulut Nara dengan sendirinya.Maaf adalah kata kata yang sangat jarang Nara ucapkan,tapi sekarang demi seorang wanita yang sudah membuat Nara galau kata itu keluar begitu saja dari bibir seorang Nara yang dingin.

Jia hanya diam tak menjawab,dia mengusap air matanya yang terjatuh di pipi dan ketika Nara melihatnya Jia memalingkan wajahnya.

''Aku benar benar minta maaf atas kejadian kemarin,aku benar benar khilaf.'' Ucap Nara,Jia masih diam belum menjawab permohonan maaf Nara.

Pelayan datang membawa pesanan Jia dan meletakkanya di meja. ''Mbak ini pesanannya,selamat menikmati.'' Ucap pelayan itu.

''Iya mbk,terima kasih.'' Sambil melirik ke arah Nara yang masih memperhatikannya.

''Kenapa kamu masih di sini ,cepetan kamu pergi!'' Seru Jia dengan ketus.Nara masih tidak bergerak dari tempat duduknya.

"Kamu membuat aku jadi nggak nafsu makan!'' Seru Jia sambil memainkan sendok di tangannya dan menatap Nara tajam.

''Aku nggak akan pergi sebelum kamu maafin aku.''

Jia meletakkan sendoknya dengan keras,hingga terdengar oleh orang orang di sekitarnya.

''Gampang banget ya kamu minta maaf!!'' Jia beranjak berdiri hendak pergi tapi tangannya di tahan oleh Nara.Jia melihat wajah Nara sambil menghempaskan tangan Nara dengan kasar dan pergi meninggalkan Nara yang terlihat kesal mengacak acak rambutnya sendiri.

Terpopuler

Comments

naurakyu

naurakyu

lanjut thor.. semangat twrus ya.. menurut aku ceritanya bagus...pakek bgt....

2020-06-04

0

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

Bagus ceritanya

2020-06-04

0

Rehan Nurohman

Rehan Nurohman

seru banget tour ceritanya

2020-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!