Aku Mau Makan Denganmu

Nara bersiap siap ke kamar Jia untuk memberinya kejutan,tapi saat dia sampai di depan pintu kamar Jia,Reno dari dalam memberi tahu bahwa Jia tidak ada.

''Maaf tuan sepertinya nona Jia sedang keluar,saya sudah mencarinya di dalam tapi tidak ada.'' Ucap Reno.

''Nggak ada?'' Nara mengerutkan dahinya. ''Kemana dia pagi pagi sudah pergi?'' Batin Nara sambil masuk ke kamar mengecek sendiri keberadaan Jia.

Nara mencari Jia ke setiap sudut kamar,tapi memang Jia tidak ada. ''Barang barangnya masih ada disini,nggak mungkin kan dia sudah berangkat ke sirkuit.'' Nara bergumam sendiri.

''Ren, cepat kamu cari tahu nomor telfonnya!'' Perintah Nara.

''Baik tuan.'' Reno langsung menghubungi seseorang,tak butuh waktu lama Reno sudah mendapatkan nomor Jia dan langsung memberikan pada bosnya.

''Ini tuan nomor nona Jia.'' Ucap Reno.

''Ok terimakasih.'' Nara langsung menghubungi nomor yang di berikan oleh asistennya.

Tut...tut...tut

Hanya terdengar nada sambung dari nomor yang dia hubungi,Nara mengulangi sampai beberapa kali dengan muka gelisahnya.

''Apa seperti ini kelakuan orang kalau sedang jatuh cinta'' Batin Reno dalam hati melihat tingkah bosnya yang seperti cacing kepanasan.

Jia yang baru saja keluar dari lift mengambil handphone di tasnya karena terdengar ada panggilan berkali kali.

''Hah nomor siapa ini?'' Baru mau Jia angkat tapi panggilan sudah berhenti,dan tertera ada 10 kali panggilan dari nomor yang sama.

''Siapa beb?'' Tanya Abel.

''Nggak tahu nih nomor baru,10 kali panggilan lagi.'' Jawab Jia.

''Coba deh kamu hubungi balik siapa tahu penting.'' Abel menyarankan.

''Ok..'' Sambil berjalan menuju kamarnya Jia hendak menghubungi balik,baru saja Jia hendak menekan tombol tapi nomor itu menghubungi lagi.Jia mengangkat telfonnya tepat saat di depan kamarnya,Jia dan Abel kaget karena pintu kamarnya tidak terkunci dengan masih memegang telfonnya.

''Haloo...ini sia...?'' Belum sempat meneruskan kata katanya,orang yang menelponnya sudah memberinya pertanyaan panjang lebar,hingga Jia menjauhkan telfon dari kupingnya.

''Kamu di mana sekarang,sama siapa, lagi apa,kenapa nggak ngabari aku dulu,aku kan udah bilang kalau pagi ini aku kesini lagi.'' Nara bicara tanpa henti memberikan pertanyaan pada Jia.

Sebelum Jia menjawab pertanyaan orang itu,dia membuka pintu dan masuk bersama Abel.

Ceklek...

Mendengar suara pintu terbuka Nara dan Reno serentak melihat kearah pintu.

"Hah.''

Jia kaget dengan handphone masih menempel di telinganya.

''Kamu.?" Kamu ngapin disini,kenapa kamu bisa masuk padahal tadi udah aku kunci.'' Seru Jia.

''Kamu belum menjawab pertanyaanku tapi malah memberi pertanyaan.'' Saut Nara tanpa rasa bersalah karena sudah masuk tanpa ijin di kamar Jia.

Nara mematikan telfonnya dan berdiri menghampiri Jia yang masih bengong kesal karena sikap Nara.Nara menarik tangan Jia dan mengajaknya duduk di sofa.

Abel yang masih bingung dengan kejadian yang baru saja di lihatnya hanya bisa menatap sahabatnya di tarik begitu saja oleh lelaki yang baru dia lihat.

''Apa ini cowok yang Jia ceritakan tadi ya?Sumpah dia keren banget.'' Batin Abel yang tak henti memandang wajah tampan Nara.

''ehem...''

Reno berdehem mengagetkan Abel yang sedari tadi menatap bosnya tanpa berkedip.

''Maaf nona anda siapa?'' Tanya Reno

''Dia temanku,kamu sendiri siapa?'' Saut Jia.

''Oh maaf nona saya tidak tahu.'' Jawab Reno

''Dia juga temanku.'' Saut Nara sambil menunjuk ke arah Reno.

''Kenapa kalian ada di kamarku,kalian mau mencuri ya?''Jia melihat dengan tatapan curiga.

"Kamu lupa,kan semal.'' Nara belum sempat meneruskan kata katanya tapi Jia langsung membungkam mulut Nara dengan tangannya.

''Udah nggak usah diterusin.'' Jia berbisik di telinga Nara.

''Memangnya kenapa?'' Nara bertanya di sela sela jari Jia ,Nara memalingkan wajahnya tepat di depan wajah Jia yang membuat wajah Jia merona merah karena malu.

''Ya nggak apa apa.'' Ucap Jia sambil melepaskan tangannya.

''Duh kok jadi kaya nonton drakor gini sih jadi baper.'' Abel bergumam sambil menggigit bibirnya sendiri,yang ternyata di dengar oleh Reno.

''Ehmm maaf nona sebaiknya kita keluar!'' Reno mengajak Abel keluar.

''Eh kenapa mesti keluar dia kan sahabatku,Biarkan dia disini!'' Protes Jia.

''Aku mau makan pagi denganmu,biarkan mereka keluar.'' Ucap Nara.

''Nggak mau,biarin temanku disini lagian aku udah sarapan.'' Seru Jia protes,dengan muka kesal.

''Eh nggak apa apa aku keluar aja.'' Ketimbang disini aku baper ,gumam Abel yang pergi meninggalkan mereka di ikuti Reno di belakangnya.

''Ayo kita makan!'' Nara mengambilkan makanan untuk Jia.

''Aku nggak mau,tadi aku udah makan .'' Jawab Jia ketus.

''Kamu marah?Aku kan sudah minta ijin sama kamu kalau pagi ini aku kesini lagi,dan kamu juga ngebolehin,tapi kenapa kamu malah pergi sarapan sendiri.'' Kata Nara mengingatkan.

''Kamu kan bilangnya cuma kesini,nggak bilang mau ngajak sarapan kan.'' Jawab Jia protes.

''Ok berarti aku yang salah.'' Ucap Nara sambil mengembalikan makanannya di meja,lalu mengangkat tangan bersedekap dan membuang muka ke arah lain.

"Kenapa nggak jadi makan.'' Tanya Jia.

''Aku nggak mau makan kalau kamu nggak makan.'' Jawab Nara yang pura pura ngambek.(Padahal jadian aja belum,udah sok sokan ngambek).

''Huh kamu itu merepotkan bisanya cuma memaksa.'' Gerutu Jia sambil mengambil makanan di meja.

''Nih sekalian minta di suapin nggak?'' Jia mengarahkan sendok ke mulut Nara tanpa sadar.

Dan dengan senang hati Nara menerima suapan dari tangan Jia.

Handphone Jia berbunyi,dia mengambil dan hendak mengangkatnya karena itu telfon dari kakaknya,tapi Nara menyaut handphone Jia.

''Kamu ngapain sih,aku mau angkat telfon dulu,kembalikan!'' Perintah Jia.Tapi Nara tidak menghiraukan dan malah meminta Jia menyuapinya lagi.

''Haaa...'' Nara membuka mulutnya lagi.

''Aku akan menyuapimu lagi tapi biarkan aku mengangkat telfon dari kakakku.'' Seru Jia.

''Ini...''Nara mengembalikan handphone Jia dengan wajah cemberut.

''Huh dasar cowok aneh .'' Batin Jia .

''Hallo kak,ada apa.''

''Hallo sayang,kamu sudah sarapan?'' Tanya Arga.

''Iya kak tadi udah sama Abel.'' Jawab Jia.

''Ya sudah kalau gitu,kakak mau ketemu klien dulu kamu baik baik ya,nanti kakak langsung nyusul kesana kalau sudah selesai.'' Ucap Arga.

"Ok kak,semoga sukses.'' Jia memberi semangat untuk kakaknya.

Jia meletakkan handphone dan hendak menyuapi Nara lagi,tapi Nara menolak.

''Ini ayo makan lagi!" menyodorkan sendok ke mulut Nara.

''Nggak mau,aku sudah kenyang.'' Seru Nara sambil berdiri dan pergi meninggalkan Jia.

Nara marah karena baru kali ini dia di nomor duakan oleh seseorang,dan juga di bantah.

Jia melongo melihat kepergian Nara. ''Kenapa dia marah,huh dasar cowok aneh.'' Gumam Jia.

Terpopuler

Comments

naurakyu

naurakyu

dh aku vote ya thor...

2020-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!