SELALU BERDEGUP KENCANG

Jia segera menutup pintu dan menghampiri Nara di toilet.

tok...tok..tok...

''Hey cepetan keluar kakakku udah pergi." Tapi tidak ada sahutan sama sekali,Jia mencoba mengetuk hingga beberapa kali tapi hasilnya juga sama.Jia khawatir takut terjadi apa apa dan memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi.

Ceklek...Terlihat Nara terduduk di lantai dan matanya terpejam.Jia berlutut mendekati Nara memegang pundak dan menggerakkan badannya.

''Hey bangun kenapa kamu malah tidur,ayo bangun." Namun Nara diam saja tidak terbangun.Jia takut campur bingung. ''Apa mungkin dia pingsan?ah tapi tadi tidak apa apa nggak mungkin kan dia kehabisan nafas,disini kan ada ventilasi.'' Batin Jia.

Jia sangat panik,dan mendekatkan wajahnya di dada Nara mau mengecek detak jantungnya apa masih ada.Tiba tiba ada tangan yang merengkuh tubuh mungilnya dan memeluknya dengan erat.Siapa lagi kalau bukan Nara.

''Hey lepasin,kamu ngerjain aku ya?'' Jia mendongakn kepalanya ke atas,dan tiba tiba.

''Cup...'' Sebuah ciuman mendarat di keningnya.

Lagi lagi Jia kaget dan membelalakkan matanya.'' Huh lepasin nggak !'' Jia memukul dada Nara,tapi Nara hanya tersenyum geli melihat tingkah Jia yang membuatnya gemas.

''Nggak mau.'' Jawab Nara yang semakin memeluk erat Jia.Jia langsung menggigit dada Nara biar dia bisa terlepas dari dekapan Nara.

''Awww,sakit tahu.'' Teriak Nara sambil memegang dadanya,dan otomatis Jia bisa terlepas dari pelukannya dan berdiri hendak meninggalkan Nara yang sedang meringis kesakitan.

''Syukurin,siapa suruh ngerjain aku.'' Jia membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan Nara,tapi Nara memegang tangannya.

''Tunggu,tolong bantu aku berdiri!'' Seru Nara mengulurkan tangannya.

''Nggak mau,nanti kamu ngerjain aku lagi.'' Jawab Jia.

''Nggak deh,janji.'' Seru Nara sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya.

''Pinggangku sakit karena terlalu lama duduk dan sulit untuk berdiri.'' Seru Nara memasang wajah memelas dan akhirnya membuat Jia merasa kasihan.

''Ayo.'' Jia mengulurkan tangannya memandang Nara.Nara menyambut tangan Jia dan mencoba berdiri,karena badan Jia yang kecil tidak sanggup menahan beban tubuh Nara yang lebih besar darinya,membuat mereka berdua sempoyongan hampir terjatuh.

Tapi Nara dengan sigap menahan tubuh Jia agar tidak terjatuh.Mereka berpandangan begitu lama,kedua jantung mereka sama sama berdegup sangat kencang.

Nara perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Jia,Jia yang sadar langsung mengelak dan mundur beberapa langkah.Mereka berdua jadi salah tingkah dan tidak memandang wajah satu sama lain.

Jia meninggalkan Nara dan menuju ketempat tidur pura pura mengambil makanan dan memakannya tanpa melihat Nara yang berjalan kearahnya.

"Aku boleh minta nggak,aku juga belum makan dari tadi?'' Seru Nara mencubit pipinya dan duduk disamping Jia.

"Aww..sakit tau.'' Jerit Jia melotot ke arah Nara.Dan di balas dengan senyuman tak bersalah dari Nara. ''Duh kenapa dia ganteng banget kaya gini.'' Batin Jia yang masih memandang wajah Nara tanpa berkedip sediktpun.

Nara menggerakan tangannya di depan wajah Jia yang masih terpesona olehnya. ''Hey kenapa kamu malah bengong,aku memang tampan kok,heheh..'' Ucap Nara yang membuyarkan pandangan Jia.

''Huh siapa juga yang mandangin kamu.'' Seru Jia sambil berpaling dari wajah Nara karena malu.

Nara tersenyum melihat kepolosan Jia,dia jadi semakin gemas. ''Iya iya nggak mandangin aku nggak apa apa deh,tapi sekarang aku boleh kan minta makananya.''

"Iya iya nich.'' Jia menyerahkan piringnya ke Nara.

''Suapin.'' Pinta Nara seperti anak kecil.Jia berpikir, ''Lebih aku turutin dia aja biar dia cepet pergi dari sini.'' Batin Jia.

''Ok deh,tapi setelah makan kamu pergi ya dari kamarku,aku sudah ngantuk nich.'' Seru Jia sambil menyuapi Nara.

''Ok deh,tapi aku boleh kan besok pagi kesini lagi.''Pinta Nara.

''Terserah kamu aja deh.'' Jawab Jia.

Setelah makanannya habis Nara berdiri dan berpamitan pulang,tapi sebelum melangkahkan kakinya Nara membungkuk dan mencium kening Jia lagi.

Cup....Jia yang masih belum terbiasa dengan tingkah laku Nara, lagi lagi kaget dan membuat pipinya memerah malu.

''Huh,,kamu selalu aja deh kaya gitu!'' Seru Jia yang mengerucutkan bibirnya.Nara hanya tersenyum dan meninggalkan Jia yang tak sadar juga tersenyum karena perlakuan Nara.

Nara masuk ke kamarnya dan terlihat Reno duduk disofa.Reno hendak berdiri menyambut bosnya,namun Nara menyuruhnya duduk kembali. ''Kenapa nih si bos,kelihatannya sedang bahagia.'' Batin Reno yang sudah duduk lagi.Dan Nara juga sudah duduk di sofa.

''Tuan anda dari mana saja.'' Reno bertanya pada Nara.

''Ren kamu boleh memanggilku Nara kalau tidak lagi bekerja.'' Seru Nara.Reno mengerutkan keningnya karena bingung.

''EHm tapi tuan.''

''Sudah nggak apa apa,santai aja.'' Seru Nara.

''Baik tuan ...eh..Nara.''Reno menjawab dengan gugup karena belum terbiasa.

--------------

Jangan lupa kasih like dan komen ya kakak...

Terpopuler

Comments

naurakyu

naurakyu

Authooooooorrrrr....!!!!!!
gimana caranya ngasi vote pakek poin....
aku sukak bgt soalnya sama cerita kamuh.....

2020-06-05

1

Toni Toni Jos

Toni Toni Jos

Bos kamu kan lagi jatuh cinta Reno

2020-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lolos
2 Ijin
3 Pertemuan Pertama
4 MAKAN SIANG
5 CIUMAN PERTAMA
6 SEMAKIN PENASARAN
7 GALAU
8 UNGKAPAN ISI HATI
9 MERASA NYAMAN
10 SELALU BERDEGUP KENCANG
11 Apa Aku Jatuh Cinta
12 Curhat
13 Aku Mau Makan Denganmu
14 Gelisah
15 Kamu Memang Istimewa
16 Kemenangan
17 Terkejut
18 Kakak Maafkan Aku
19 Hukuman Yang Sama
20 Aku Nggak Suka Dibantah
21 Jangan Ganggu Milikku
22 Gagal Paham
23 Bagaimana Dengan Hatiku
24 Little Princess
25 Maksud Kakak Apa...?
26 Will You Marry Me
27 Senjata Makan Tuan
28 Aku Mau....
29 Restu Kakak
30 Lamaran
31 Panggil Aku Sayang
32 Kamu Cantik Hari Ini
33 Hari Pertunangan
34 Awal Sebuah Ancaman
35 Aku Siap Tanggung Jawab
36 Marah
37 Bukan Sepenuhnya Salahmu
38 Terimakasih Sudah Percaya
39 Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40 Aku Berhak Tahu
41 Kemarahan Nara
42 Wanita Bermuka Dua
43 Sudah Bernafasnya Sayang?
44 Biarkan Aku Memelukmu dulu
45 Kejujuran
46 Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47 Kemarikan Jia
48 Awas Kau
49 Diamlah
50 Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51 Tuh Kan Macem Macem...
52 Manusia Dingin
53 Selalu Menggoda
54 Sahabat Selamanya
55 Panik Part 1
56 Panik Part 2
57 Foto
58 Siapa Itu Kara?
59 Penculikkan Jia
60 Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61 Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62 Aku Nggak Akan Macam-Macam
63 Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64 Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65 Bukannya Besok.
66 Tunggu Aku Sayang
67 Senyuman Ancaman
68 Tanpa Ampun
69 Senjata Pamungkas
70 Apa Maksudnya
71 Kemanapun Kamu Mau
72 Masa Lalu Jia dan Bima
73 Untuk Menghemat Waktu
74 Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75 Mau Tahu Saja
76 Wanita Yang Mengagumkan
77 Dia Istriku
78 Kemana
79 Kecewa
80 Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81 Aku Salah Lagi
82 Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83 Apa Dia Mendengar
84 Mimpi Buruk
85 Tidak Segampang Itu
86 Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87 Suami Posesif
88 Ancaman Baru
89 Jawab Saja Pertanyaanku
90 Itu Maunya Kamu....
91 Kita Harus Segera Bertindak
92 Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93 Awas Kamu
94 Aku Hancur Tanpa Kalian
95 Sungguh Menggemaskan
96 Tunggu Aku Sayang
97 Firasat Seorang Kakak
98 Nasehat Seorang Ibu
99 Siapa Kamu?
100 Sebuah Petunjuk
101 Apa Dia Mencariku?
102 Cinta Tidak Harus Memiliki
103 Pengumuman
104 Anakmu Bisa Marah
105 Wanita Memang Merepotkan
106 Kesempatan Terakhir
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Lolos
2
Ijin
3
Pertemuan Pertama
4
MAKAN SIANG
5
CIUMAN PERTAMA
6
SEMAKIN PENASARAN
7
GALAU
8
UNGKAPAN ISI HATI
9
MERASA NYAMAN
10
SELALU BERDEGUP KENCANG
11
Apa Aku Jatuh Cinta
12
Curhat
13
Aku Mau Makan Denganmu
14
Gelisah
15
Kamu Memang Istimewa
16
Kemenangan
17
Terkejut
18
Kakak Maafkan Aku
19
Hukuman Yang Sama
20
Aku Nggak Suka Dibantah
21
Jangan Ganggu Milikku
22
Gagal Paham
23
Bagaimana Dengan Hatiku
24
Little Princess
25
Maksud Kakak Apa...?
26
Will You Marry Me
27
Senjata Makan Tuan
28
Aku Mau....
29
Restu Kakak
30
Lamaran
31
Panggil Aku Sayang
32
Kamu Cantik Hari Ini
33
Hari Pertunangan
34
Awal Sebuah Ancaman
35
Aku Siap Tanggung Jawab
36
Marah
37
Bukan Sepenuhnya Salahmu
38
Terimakasih Sudah Percaya
39
Kamu Hanya Buang Buang Waktuku
40
Aku Berhak Tahu
41
Kemarahan Nara
42
Wanita Bermuka Dua
43
Sudah Bernafasnya Sayang?
44
Biarkan Aku Memelukmu dulu
45
Kejujuran
46
Aku Bisa Jadi Apapun Untukmu
47
Kemarikan Jia
48
Awas Kau
49
Diamlah
50
Lepasin,Jangan Sentuh Aku
51
Tuh Kan Macem Macem...
52
Manusia Dingin
53
Selalu Menggoda
54
Sahabat Selamanya
55
Panik Part 1
56
Panik Part 2
57
Foto
58
Siapa Itu Kara?
59
Penculikkan Jia
60
Aku Seperti Tidak Mengenalinya
61
Aku Tidak Suka Kalimat Terakhirmu
62
Aku Nggak Akan Macam-Macam
63
Aku Kan Masih Marah Sama Kamu
64
Sebaiknya Kalian Segera Menikah
65
Bukannya Besok.
66
Tunggu Aku Sayang
67
Senyuman Ancaman
68
Tanpa Ampun
69
Senjata Pamungkas
70
Apa Maksudnya
71
Kemanapun Kamu Mau
72
Masa Lalu Jia dan Bima
73
Untuk Menghemat Waktu
74
Terimakasih Untuk Panggilan Sayangmu
75
Mau Tahu Saja
76
Wanita Yang Mengagumkan
77
Dia Istriku
78
Kemana
79
Kecewa
80
Aku Terluka Kalau Dia Terluka
81
Aku Salah Lagi
82
Kenapa Dia Jadi Menyebalkan
83
Apa Dia Mendengar
84
Mimpi Buruk
85
Tidak Segampang Itu
86
Aku Tidak Akan Melepaskanmu
87
Suami Posesif
88
Ancaman Baru
89
Jawab Saja Pertanyaanku
90
Itu Maunya Kamu....
91
Kita Harus Segera Bertindak
92
Aku Tidak Akan Membiarkan Itu Terjadi
93
Awas Kamu
94
Aku Hancur Tanpa Kalian
95
Sungguh Menggemaskan
96
Tunggu Aku Sayang
97
Firasat Seorang Kakak
98
Nasehat Seorang Ibu
99
Siapa Kamu?
100
Sebuah Petunjuk
101
Apa Dia Mencariku?
102
Cinta Tidak Harus Memiliki
103
Pengumuman
104
Anakmu Bisa Marah
105
Wanita Memang Merepotkan
106
Kesempatan Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!