Jia teringat dia lupa menanyakan nama cowok itu." Duh kenapa aku lupa tanya nama dia lagi.''
Dari arah pintu terlihat Abel baru datang,dia langsung duduk di samping Jia.
''Hey beb kamu kemana aja,kenapa tadi kamu pergi?'' Tanya Jia.
''Aku dari restoran sama temen cowok kamu itu,masa iya aku mau disini terus nonton drakor yang ada aku jadi baper dong.'' Seru Abel terkekeh.
''Maksud kamu nonton drakor ?kayaknya tadi aku nggak nyalain tv deh.'' Ucap Jia polos.
"Aduh Jia sayang drakornya ya kamu sama cowok kamu itu,kamu kenapa polos gitu sih beb,pantesan aja udah kena cium.'' Abel terkekeh menggoda sahabatnya itu.
''Abellllll.....'' Teriak Jia yang sudah sadar akan kepolosannya.''
''Hehehe.....piss...'' Ucap Abel sambil mengacungkan dua jarinya. ''Tapi sumpah dia keren banget bebbbb,kalau kamu nggak mau buat aku aja.'' Seru Abel dengan mengedipkan mata.
''Enak aja.....!''Jawab Jia sambil menoyor kepala Abel.
''Hehehe,cuma bercanda sayang terus kamu sudah tahu namanya belum?'' Tanya Abel.
''Nah itu dia,boro boro mau nanya,dia aja ngambek sama aku.'' Ucap Jia manyun.
''Loh kok bisa beb,emangnya kenapa?" Tanya Abel sambil mendekatkan duduknya ke arah Jia.
''Nggak tahu,tadi pas suapin dia makan aku angkat telfon dari kak Arga,eh habis itu dia pergi.'' Jawab Jia.
''Dia cemburu kali beb.''
''Aku tuh udah bilang kok mau angkat telfon dari kakakku.'' Seru Jia. ''Udahlah biarin aja,lebih baik aku fokus buat pertandingan nanti. '' Kata Jia dengan semangat lagi tanpa mau ambil pusing soal cowok aneh itu,dia nggak mau pikirannya keganggu karena cowok itu dan membuat dia lupa kalau tujuannya disini adalah demi memenangkan balapan motor.
''Ok deh beb,terserah kamu semangat!!!'' Ucap Abel memberi semangat Jia.
''Makasih bel,ok deh sekarang kita siap siap aja yuk.'' Kata Jia.
''Ok.''
Setelah mereka selesai bersiap siap,mereka segera berangkat ke sirkuit dengan mengendarai motor masing masing.Abel juga punya hobi yang sama dengan Jia naik motor walaupun tidak terlalu serius seperti Jia.
Setelah sampai di salah satu perusahaan Nara yang ada dikota B,Nara di ikuti Reno masuk keruangan di rektur yang tak lain ruangan Nara.
Tok...tok..
''Permisi tuan.'' Sapa sekretaris Nara.
Nara yang duduk di mejanya hanya melirik sekilas ke arah sekretarisnya dan kembali sibuk dengan laptopnya memeriksa beberapa pekerjaan.
''Masuk.'' Ucap Reno yang duduk di sofa sedang berkutat dengan pekerjaannya juga.
''Saya mau menyerahkan berkas untuk meeting nanti tuan.'' Ucap sekretaris Nara sambil memberikan berkas kepada Reno.
''Iya terimakasih.'' Ucap Reno dan memeriksa beberapa berkas di tangannya.
''Oh ya tuan klien kita dari perusahaan Angkasa Jaya sudah datang.'' Kata sekretaris Nara.
"Ok siapkan semuanya 10 menit lagi kita meeting.'' Ucap Reno.
"Baik tuan.''
Nara dan Reno sampai di ruang meeting dan di sana sudah menunggu Arga da juga Aldo.Mereka berdiri dan berjabat tangan.
''Selamat pagi tuan,selamat datang di kantor kami.'' Ucap Reno saat menjabat tangan Arga dan juga Aldo begitu pula dengan Nara berjabat tangan dan menganggukan kepalanya.Nara memperhatikan sejenak wajah Arga yang mirip dengan seseorang.
''Kenapa wajahnya seperti tidak asing bagiku''. Batin Nara dalam hati.
Di sela sela meeting Nara beberapa kali melihat jam di tangannya di wajahnya tergambar sedikit kegelisahan.Arga yang memperhatikan sikap Nara bertanya sopan.
''Maaf tuan Nara sepertiya anda nampak gelisah,apa kita tunda dulu meeting kita kali ini?'' Ucap arga.
''Oh tidak apa apa tuan hanya ada sedikit masalah pribadi saja.Kita lanjutkan saja meetingnya.'' Ucap Nara.
''Oh ya baiklah tuan.''
Meeting selesai mendekati waktu makan siang.Dari kedua belah pihak sudah menyetujui kerjasama dan menandatangani kontrak dan berjabat tangan.
''Terimaksih tuan semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar.'' Ucap Arga.
''Iya tuan semoga kerjasama kita berjalan lancar.'' Jawab Nara dengan tersenyum.
Jia dan Abel sudah sampai di sirkuit beberapa jam yang lalu,Jia nampak berulang kali menghubungi kakaknya tapi tidak tersambung.
" Kak Arga mana sih kok belum dateng,di telfon juga ngak diangkat.'' Jia tampak gelisah.
''Sabar beb mungkin kak Arga masih ada pekerjaan,nanti juga pasti kesini.'' Abel mencoba menenangkan sahabatnya itu.
''Mending kamu makan dulu nih,buat tenaga nanti.'' Ucap Abel sambil memberikan nasi kotak pada Jia.
''Moga aja kak Arga kali ini nggak bikin aku kecewa.'' Ucap Jia lirih.
''Udah beb positif thinking aja deh kak Arga pasti dateng.'' Abel bingung karena Jia terlihat sangat sedih dia sangat mengharapkan kedatangan kakaknya.
''Semoga kali ini kak Arga dateng.'' Batin Abel.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Toni Toni Jos
wih mantull cewek jdi pembalap
2020-06-04
0