Bab 11 - Sensasi Ciuman

Guys, author sudah bilang di sinopsis, kalau novel ini menguak sisi gelap dunia anak SMA yang tersembunyi. Setiap chapternya akan semakin gelap. Jadi yang nggak suka mending skip dari sekarang.

...༻☆༺...

Elsa terpaksa menyetujui Vina untuk bergabung. Mereka dan Raffi belajar di kamar Elsa. Duduk di lantai, dengan hanya menggunakan meja berukuran sedang.

Ketika Raffi memberikan penjelasan, Elsa dan Vina terdiam. Mereka sama-sama kagum kepada Raffi. Lelaki itu terlihat luar biasa menarik saat menjelaskan mengenai pelajaran. Terutama terkait rumus Matematika yang rumit.

"Lo kenapa bisa cepet banget sih nemu jawabannya? Gue butuh waktu berjam-jam tau!" ujar Elsa. Atensinya tidak teralihkan dari Raffi.

"Itu karena gue tahu tekniknya. Lo kalau tau, pasti juga cepet selesainya. Nah dengerin ya." Raffi memberitahukan teknik rahasianya. Elsa dan Vina mendengarkan baik-baik. Vina lekas mengerti, sementara Elsa tidak sama sekali.

"Oh gitu, mudah ternyata ya Kak!" seru Vina yang beringsut lebih dekat ke sisi Raffi.

"Gimana sih? Gue nggak ngerti." Elsa menatap Raffi dan Vina secara bergantian. Dia heran kenapa dua orang di depannya sangat berbeda darinya. Elsa memang tidak memiliki bakat besar di bidang akademik, tetapi jika masalah kreativitas dan praktek, dialah jagonya.

"Ya ampun, El. Udah berapa kali gue jelasin coba!" protes Raffi. Ia mengusap kasar wajahnya.

"Vina, Elsa! Cepat ambil cemilan dan minumannya ke dapur!" Risna memanggil dari dapur. Menyebabkan Vina dan Elsa otomatis berdiri.

"Biar aku aja, Kak El. Kakak mending sekali lagi dengerin penjelasan Kak Raffi." Vina menyuruh Elsa kembali duduk. Alhasil Elsa duduk kembali. Dia justru senang bisa berduaan dengan Raffi.

"Sini lo! Kalau lo nggak ngerti lagi, gue ceburin lo ke empang yang ada depan komplek." Raffi memaksa Elsa untuk duduk di depannya. Dia menggeser meja agar bisa lebih leluasa menjelaskan.

Raffi baru menjelaskan setengah jalan, tetapi Elsa mendadak memegangi pergelangan tangannya. Gadis itu tampak memasang ekspresi serius.

"Raf, lo pernah ciuman di bibir?" Elsa bertanya sambil mencondongkan wajah lebih dekat.

"Nggak tuh. Kenapa?" Raffi mengerutkan dahi.

"Gue juga. Mau coba nggak?" tawar Elsa. Semakin bergerak lebih dekat.

"Idih! Sama lo gitu?" Raffi tercengang. Dia tidak tahu Elsa tiba-tiba bersikap begitu.

"Jadi lo selama ini nggak pernah nganggap gue sebagai cewek?" timpal Elsa.

"Eh, bukan gitu. Gue cuman--"

Cup!

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Elsa mendadak menempelkan mulut ke bibir Raffi. Sebuah ciuman singkat terjadi. Jantung Raffi rasanya mau meledak. Belum lagi sentuhan Elsa yang terasa seperti sengatan listrik.

Raffi dan Elsa saling bertukar pandang. Raffi yang sempat melayangkan tatapan kaget, perlahan menjadi tenang akibat melihat sorot mata Elsa. Kini gadis itu menempelkan jidatnya ke dahi Raffi. Jujur saja, Elsa sama gugupnya seperti Raffi. Bahkan mungkin lebih. Sebab dialah orang yang memulai lebih dulu.

Atensi Raffi tidak teralihkan dari bibir Elsa yang berwarna merah muda alami. Dia menenggak salivanya sendiri. Raffi seakan terdorong untuk menyentuh bibir Elsa sekali lagi. Debaran jantungnya memberikan sensasi yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Tidak diragukan, Raffi sekarang yakin perasaannya terhadap Elsa bukanlah ketertarikan biasa.

Raffi dan Elsa sama-sama berniat untuk berciuman lagi. Tanpa sepatah kata atau penjelasan, bibir mereka kembali memadu dengan lembut. Lama-kelamaan Raffi merasakan candu, sampai dia berhasil membuat Elsa terdorong ke belakang. Elsa terpaksa berpegangan di kerah baju Raffi.

"Yakin lo nggak pernah ciuman?" Elsa berucap setelah melepas tautan bibirnya dari Raffi. Dia tidak menyangka Raffi akan lebih bersemangat darinya.

"Bukannya lo tau ya kalau satu-satunya cewek yang sering dekat sama gue itu cuman lo," balas Raffi.

"Bener juga." Elsa terkekeh.

Raffi kembali mendekat. Dia ingin memagut bibir Elsa lagi. Namun Elsa justru menghindar, karena dia hendak mengatakan sesuatu.

"Alasan gue begini, karena gue udah capek lihat lo dideketin banyak cewek. Gue su--"

"Gue suka sama lo!" Raffi sengaja memotong ucapan Elsa. Dia tidak membiarkan gadis tersebut mengungkapkan perasaan lebih dulu. Raffi tidak tahu kenapa kalimat itu keluar dari mulutnya begitu saja.

"Jadi lo juga?" Elsa memastikan. Dia tidak bisa menyimpan senyuman bahagia. Raffi lantas membalas dengan anggukan.

"Gue nggak tahu kapan. Akhir-akhir ini gue risih kalau lihat lo deket sama cowok." Raffi memberikan penjelasan.

Elsa tersenyum, lalu mendorong pintu dengan satu kaki. Dalam sekejap pintu langsung tertutup rapat. Dia dan Raffi sama-sama cekikikan. Seolah tidak malu lagi, mereka kembali berciuman.

Di dapur, Vina baru saja selesai mencuci piring. Kemudian barulah dia pergi ke kamar Elsa sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan.

"Kak El, bisa bukain pintu nggak?" ucap Vina yang telah berdiri di depan pintu.

Raffi dan Elsa yang tengah asyik berciuman, reflek saling melepaskan. Keduanya segera menjaga jarak. Berpura-pura tidak ada apapun yang terjadi. Selanjutnya, barulah Elsa membukakan pintu untuk Vina.

"Kok pintunya ke tutup sih?" tanya Vina sembari meletakkan nampan ke atas meja.

"Tadi kaki gue nggak sengaja nyenggol pintu." Elsa memberikan alasan asal. Vina yang tidak lagi penasaran, hanya menganggukkan kepala.

Raffi dan Elsa saling tersenyum, setelah pandangan mereka sempat bersibobrok. Mereka kembali melanjutkan kegiatan belajar.

Dari kejauhan, Raffi dapat melihat ayahnya sudah datang. Dia bisa tahu, saat mengetahui mobil ayahnya terparkir di depan rumah. Raffi lantas memutuskan untuk pulang ke rumah.

"Makasih ya, Kak Raffi..." ungkap Vina. Dia tersenyum malu, kemudian melangkah masuk ke kamar pribadinya.

Elsa memilih mengantar Raffi ke depan rumah. Keduanya tidak berhenti merekahkan senyuman girang.

"Nggak biasanya lo nganterin gue ke depan." Raffi melirik selintas ke arah Elsa.

Plak!

"Emang nggak boleh?" Elsa memukul pundak Raffi. Dia bingung harus menjawab apa. Sebab perasaannya sedang berada di titik tertinggi.

"Aaa! masih ya lo mukul gue kayak gitu," protes Raffi. Akan tetapi Elsa malah mengejek dengan menjulurkan lidahnya.

"Gue nggak mau ada yang berubah, meski hubungan kita sudah sepenuhnya berubah..." cetus Elsa. Ia dan Raffi sudah berada di depan pintu rumah. Mereka berdiri saling berhadapan.

"Gue juga maunya begitu," tanggap Raffi seraya melambaikan tangan. Sama seperti Elsa, dia juga kebingungan harus berkata apa. Mereka sepertinya butuh menenangkan jantung dalam beberapa waktu.

...***...

Raffi menghempaskan diri ke kasur. Dia memegangi bibirnya dengan satu tangan. Bayangan tentang ciuman tadi terlintas. Raffi tidak bisa berhenti memikirkan Elsa. Sahabat sekaligus gadis yang sukses membuat jantungnya berdebar tidak karuan.

Drrrt...

Drrrt...

Ponsel Raffi bergetar. Pesan masuk dari Gamal terlihat. Gamal mengirimkan sebuah video misterius. Akibat penasaran, Raffi segera membuka video tersebut.

Tampaklah Gamal, Tirta dan Danu tengah berdiri mengelilingi Zara. Mereka terlihat seperti di ruang VIP bercahaya redup. Terdengar juga suara debuh musik. Ada banyak botol miras serta rokok di meja. Raffi yakin mereka ada di klub.

Di menit terakhir, Gamal memperlihatkan dirinya berciuman panas dengan Zara. Sedangkan Tirta dan Danu justru menyoraki tindakan Gamal itu.

Pupil mata Raffi membesar saat melihat jelas tangan Gamal meraba setiap jengkal tubuh Zara. Entah kenapa Raffi kali ini tidak menghentikan video. Dia merasa penasaran.

Raffi menggaruk kasar kepala. Terutama ketika dia mendadak memikirkan Elsa. Pemikiran yang tidak-tidak bermunculan. Raffi segera menggeleng tegas. Dia tidak mau dirinya terjerumus ke arah yang salah. Tanpa pikir panjang, Raffi langsung menghapus video kiriman Gamal.

...'Gila lo, Mal! Ngapain lo kirim video ini ke gue!'...

Raffi mengirim pesan teks melalui ponsel. Tidak lama kemudian Gamal membalas.

...'Enak loh, Raf. Lo kalau udah cobain pasti mau lagi. Wkwkwk.'...

Begitulah bunyi pesan balasan dari Gamal. Menyebabkan Raffi memejamkan rapat matanya. Lagi-lagi sensasi ciumannya dengan Elsa tadi terlintas. Tanpa sadar Raffi mengigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa membantah pernyataan Gamal.

Terpopuler

Comments

Mpil Fatnur

Mpil Fatnur

ini thor bru pas cerita anak sma nya../Scream/

2023-11-10

0

penahitam (HIATUS)

penahitam (HIATUS)

Beuh thor, untung aku bacanya siang!
Kalau baca malem, jadi makin gelap ceritanya 😂😂😂

Lanjut thor 😘

2022-03-09

13

zelindra

zelindra

manteppp Thor .. cerita mu emang beda 🤗🤗

2022-03-09

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Katanya Belajar?
2 Bab 2 - Video Misterius
3 Bab 3 - Tim Basket Berseragam
4 Bab 4 - Tentang Zara
5 Bab 5 - Ke Ruang BK
6 Bab 6 - Membersihkan Toilet
7 Bab 7 - Membeli Pakaian Baru
8 Bab 8 - Sikap Berandal Gamal
9 Bab 9 - Kandidat Ketos Yang Mengejutkan
10 Bab 10 - Perasaan Elsa
11 Bab 11 - Sensasi Ciuman
12 Bab 12 - Memikirkan Elsa
13 Bab 13 - Terpaksa Membolos
14 Bab 14 - Tiba di Villa
15 Bab 15 - Berenang
16 Bab 16 - Jujur? atau Tantangan? [1]
17 Bab 17 - Jujur? atau Tantangan? [2]
18 Bab 18 - Ingin Pulang
19 Bab 19 - Meninggalkan Villa
20 Bab 20 - Ketahuan?
21 Bab 21 - Pernyataan Cinta
22 Bab 22 - Vanila Cake & Pangkuan
23 Bab 23 - Pacaran
24 Bab 24 - Acara Perkenalan Calon Ketos
25 Bab 25 - Pertengkaran
26 Bab 26 - Teka-Teki Kasus Zara
27 Bab 27 - Belakang Sekolah
28 Bab 28 - Terciduk
29 Bab 29 - Bully Itu Sederhana [Tapi Menyakitkan]
30 Bab 30 - Teman Makan Teman
31 Bab 31 - Strategi Gamal
32 Bab 32 - Pesan Misterius
33 Bab 33 - Cowok Tidak Pernah Peka
34 Bab 34 - Hampir Saja
35 Bab 35 - Pembicaraan Raffi & Gamal
36 Bab 36 - Zara Yang Sebenarnya
37 Bab 37 - Obrolan Santai
38 Bab 38 - Ketos Baru
39 Bab 39 - Perdebatan
40 Bab 40 - Kado Misterius
41 Bab 41 - Ulangan Akhir Semester
42 Bab 42 - Jadi Siapa Pengirim Suratnya?
43 Bab 43 - Cemburu
44 Bab 44 - Godaan Zara
45 Bab 45 - Cinta & Persahabatan
46 Bab 46 - Liburan [1]
47 Bab 47 - Liburan [2]
48 Bab 48 - Liburan [3]
49 Bab 49 - Liburan [4]
50 Bab 50 - Depresi Ringan
51 Bab 51 - Mencari Ketos
52 Bab 52 - Diskusi
53 Bab 53 - Rapat Osis
54 Bab 54 - Balikan
55 Bab 55 - Rumah Danu
56 Bab 56 - Kasih Sayang Orang Tua
57 Bab 57 - Perasaan Tak Terduga
58 Bab 58 - MOS [Masa Orientasi Siswa]
59 Bab 59 - Kejahilan
60 Bab 60 - Pasangan Baru
61 Bab 61 - Obsesi Remaja
62 Bab 62 - Pertama Kali
63 Bab 63 - Obrolan Elsa & Zara
64 Bab 64 - Keputusan Mengejutkan
65 Bab 65 - Pelarian Bersama
66 Bab 66 - Dunia Bebas Di Klub Malam
67 Bab 67 - Jebakan Gamal
68 Bab 68 - Seperti Di Neraka
69 Bab 69 - Menjaga Rahasia
70 Bab 70 - Nasib Gamal & Kawan-Kawan [+Bonus Visual]
71 Bab 71 - Sekolah Kembali
72 Bab 72 - Pertengkaran
73 Bab 73 - Karma Untuk Danu
74 Bab 74 - Ketahuan Pacaran
75 Bab 75 - Gamal Tak Pernah Berubah
76 Bab 76 - Kabar Tes Urin
77 Bab 77 - Semakin Banyak Yang Tahu
78 Bab 78 - Badboy Itu Keren?
79 Bab 79 - Bertemu Danu
80 Bab 80 - Ingin Membuat Roti Sobek
81 Bab 81 - Nonton Bareng
82 Bab 82 - Kencan Ala Remaja
83 Bab 83 - Pulang Larut Malam
84 Bab 84 - Cewek Baru Super Populer
85 Bab 85 - Tim Basket Pilihan
86 Bab 86 - Latihan Basket
87 Bab 87 - Ketahuan! [Hinaan Untuk Zara]
88 Bab 88 - Rasa Sakit Mungkin Adalah Hukuman
89 Bab 89 - Permen Kiss
90 Bab 90 - Rahasia Elsa
91 Bab 91 - Kecewa
92 Bab 92 - Keputusan Gila
93 Bab 93 - Butuh Duit
94 Bab 94 - Seperti Anak Manja
95 Bab 95 - Teman Yang Mabuk
96 Bab 96 - Belum Kapok
97 Bab 97 - Membully Olive
98 Bab 98 - Berantem Di Toilet
99 Bab 99 - Pengaruh Orang Tua
100 Bab 100 - Jantung Kota Angkasa Jaya
101 Bab 101 - Perubahan Raffi
102 Bab 102 - Pelampiasan
103 Bab 103 - Guru Baru
104 Bab 104 - Ulat Kaki Seribu
105 Bab 105 - Cara Pak Ervan
106 Bab 106 - Paksaan Elsa
107 Bab 107 - Pingsan
108 Bab 108 - Siapa Lelaki Itu?
109 Bab 109 - Mengakui, Tetapi...
110 Bab 110 - Membuktikan
111 Bab 111 - Mencari Elsa
112 Bab 112 - Teori Efek Kupu-Kupu
113 Bab 113 - Kabut Perdamaian
114 Bab 114 - Overdosis
115 Bab 115 - Pengakuan Terdalam
116 Bab 116 - Nikah Muda
117 Bab 117 - Nasib Tirta
118 Bab 118 - Bagian Akhir
119 Bonus Chapter - Akhir Raffi & Elsa
120 Novel Teen Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
121 Novel Baru Gairah Cinta Zerin & Zidan
122 Novel Baru - Hantu Senja
123 Novel Sisi Gelap Dunia Anak SMA 2
124 NOVEL TEEN BARU
125 Novel Teen [Kisah Dua Asmara Di SMA]
126 Novel SISI GELAP Terbaru!
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1 - Katanya Belajar?
2
Bab 2 - Video Misterius
3
Bab 3 - Tim Basket Berseragam
4
Bab 4 - Tentang Zara
5
Bab 5 - Ke Ruang BK
6
Bab 6 - Membersihkan Toilet
7
Bab 7 - Membeli Pakaian Baru
8
Bab 8 - Sikap Berandal Gamal
9
Bab 9 - Kandidat Ketos Yang Mengejutkan
10
Bab 10 - Perasaan Elsa
11
Bab 11 - Sensasi Ciuman
12
Bab 12 - Memikirkan Elsa
13
Bab 13 - Terpaksa Membolos
14
Bab 14 - Tiba di Villa
15
Bab 15 - Berenang
16
Bab 16 - Jujur? atau Tantangan? [1]
17
Bab 17 - Jujur? atau Tantangan? [2]
18
Bab 18 - Ingin Pulang
19
Bab 19 - Meninggalkan Villa
20
Bab 20 - Ketahuan?
21
Bab 21 - Pernyataan Cinta
22
Bab 22 - Vanila Cake & Pangkuan
23
Bab 23 - Pacaran
24
Bab 24 - Acara Perkenalan Calon Ketos
25
Bab 25 - Pertengkaran
26
Bab 26 - Teka-Teki Kasus Zara
27
Bab 27 - Belakang Sekolah
28
Bab 28 - Terciduk
29
Bab 29 - Bully Itu Sederhana [Tapi Menyakitkan]
30
Bab 30 - Teman Makan Teman
31
Bab 31 - Strategi Gamal
32
Bab 32 - Pesan Misterius
33
Bab 33 - Cowok Tidak Pernah Peka
34
Bab 34 - Hampir Saja
35
Bab 35 - Pembicaraan Raffi & Gamal
36
Bab 36 - Zara Yang Sebenarnya
37
Bab 37 - Obrolan Santai
38
Bab 38 - Ketos Baru
39
Bab 39 - Perdebatan
40
Bab 40 - Kado Misterius
41
Bab 41 - Ulangan Akhir Semester
42
Bab 42 - Jadi Siapa Pengirim Suratnya?
43
Bab 43 - Cemburu
44
Bab 44 - Godaan Zara
45
Bab 45 - Cinta & Persahabatan
46
Bab 46 - Liburan [1]
47
Bab 47 - Liburan [2]
48
Bab 48 - Liburan [3]
49
Bab 49 - Liburan [4]
50
Bab 50 - Depresi Ringan
51
Bab 51 - Mencari Ketos
52
Bab 52 - Diskusi
53
Bab 53 - Rapat Osis
54
Bab 54 - Balikan
55
Bab 55 - Rumah Danu
56
Bab 56 - Kasih Sayang Orang Tua
57
Bab 57 - Perasaan Tak Terduga
58
Bab 58 - MOS [Masa Orientasi Siswa]
59
Bab 59 - Kejahilan
60
Bab 60 - Pasangan Baru
61
Bab 61 - Obsesi Remaja
62
Bab 62 - Pertama Kali
63
Bab 63 - Obrolan Elsa & Zara
64
Bab 64 - Keputusan Mengejutkan
65
Bab 65 - Pelarian Bersama
66
Bab 66 - Dunia Bebas Di Klub Malam
67
Bab 67 - Jebakan Gamal
68
Bab 68 - Seperti Di Neraka
69
Bab 69 - Menjaga Rahasia
70
Bab 70 - Nasib Gamal & Kawan-Kawan [+Bonus Visual]
71
Bab 71 - Sekolah Kembali
72
Bab 72 - Pertengkaran
73
Bab 73 - Karma Untuk Danu
74
Bab 74 - Ketahuan Pacaran
75
Bab 75 - Gamal Tak Pernah Berubah
76
Bab 76 - Kabar Tes Urin
77
Bab 77 - Semakin Banyak Yang Tahu
78
Bab 78 - Badboy Itu Keren?
79
Bab 79 - Bertemu Danu
80
Bab 80 - Ingin Membuat Roti Sobek
81
Bab 81 - Nonton Bareng
82
Bab 82 - Kencan Ala Remaja
83
Bab 83 - Pulang Larut Malam
84
Bab 84 - Cewek Baru Super Populer
85
Bab 85 - Tim Basket Pilihan
86
Bab 86 - Latihan Basket
87
Bab 87 - Ketahuan! [Hinaan Untuk Zara]
88
Bab 88 - Rasa Sakit Mungkin Adalah Hukuman
89
Bab 89 - Permen Kiss
90
Bab 90 - Rahasia Elsa
91
Bab 91 - Kecewa
92
Bab 92 - Keputusan Gila
93
Bab 93 - Butuh Duit
94
Bab 94 - Seperti Anak Manja
95
Bab 95 - Teman Yang Mabuk
96
Bab 96 - Belum Kapok
97
Bab 97 - Membully Olive
98
Bab 98 - Berantem Di Toilet
99
Bab 99 - Pengaruh Orang Tua
100
Bab 100 - Jantung Kota Angkasa Jaya
101
Bab 101 - Perubahan Raffi
102
Bab 102 - Pelampiasan
103
Bab 103 - Guru Baru
104
Bab 104 - Ulat Kaki Seribu
105
Bab 105 - Cara Pak Ervan
106
Bab 106 - Paksaan Elsa
107
Bab 107 - Pingsan
108
Bab 108 - Siapa Lelaki Itu?
109
Bab 109 - Mengakui, Tetapi...
110
Bab 110 - Membuktikan
111
Bab 111 - Mencari Elsa
112
Bab 112 - Teori Efek Kupu-Kupu
113
Bab 113 - Kabut Perdamaian
114
Bab 114 - Overdosis
115
Bab 115 - Pengakuan Terdalam
116
Bab 116 - Nikah Muda
117
Bab 117 - Nasib Tirta
118
Bab 118 - Bagian Akhir
119
Bonus Chapter - Akhir Raffi & Elsa
120
Novel Teen Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
121
Novel Baru Gairah Cinta Zerin & Zidan
122
Novel Baru - Hantu Senja
123
Novel Sisi Gelap Dunia Anak SMA 2
124
NOVEL TEEN BARU
125
Novel Teen [Kisah Dua Asmara Di SMA]
126
Novel SISI GELAP Terbaru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!