revisi -
#
"Ada apa, Bu?" tanya sang supir setelah memberhentikan busnya dan menuju perempuan yang tadi berteriak.
"Sakit, pak!" teriak ibu tersebut.
"Pak, tolongin istri saya, sepertinya istri saya mau melahirkan," ucap pria yang berada di sebelah ibu tersebut.
"Waduh! saya bukan dokter, saya gak pernah bantu orang melahirkan gimana dong ini," ucap pak supir.
"Apa gak ada rumah sakit di dekat sini, pak?" tanya salah satu penumpang.
"Gak ada, Bu. Kalau di sini itu masih jauh, jangankan rumah sakit sama pemukiman aja masih jauh banget," ucap supir.
"Terus istri saya bagaimana?" tanya suami dari ibu tersebut.
Rea sendiri saat ini sedang bimbang, ia ingin membantunya. Tapi, Rea juga tidak berpengalaman, 'Gue ini dokter bedah, mana bisa bantu orang lahiran, apa gue selamatin ibu itu ya, tapi gue bukan dokter kandungan gue gak terlalu paham, tapi kalau gue diam aja ibu dan bayinya bisa-bisa gak akan selamat,' ucap Rea dalam hati.
"Pak, sakit!' teriak ibu tersebut.
Rea benar-benar tidak tega dan memberanikan diri untuk membantu ibu tersebut, "Maaf, permisi," ucap Rea yang berjalan menuju ibu tersebut.
"Pak saya dokter bisa saya lihat kondisi ibu," ucap Rea.
"Silahkan dok tolong istri saya," ucap suaminya.
Rea pun segera memeriksa kondisi ibu tersebut 'Masih bernafas,' ucap Rea dalam hati.
"Kita harus segera mengeluarkan bayinya kalo tidak ibu dan bayinya tidak akan selamat," ucap Rea.
"Iya dok tolong lakukan apapun untuk istri dan anak saya agar mereka selamat," ucap suaminya.
"Tapi, saya tidak bisa mengeluarkan bayinya di sini," ucap Rea.
"Terus bagaimana dok?" tanya suaminya.
Rea pun melihat sekeliling bus "Kita bawa ibu ke kursi belakang yang lebih luas," ucap Rea.
Lalu suami dari wanita tersebut membawa istrinya ke kursi belakang "Pak, apa ada kain panjang untuk menutupi bus bagian belakang?" tanya Rea kepada sang supir.
"Tunggu sepertinya ada kain penutup bus," ucap sang supir lalu mengambilkan kain tersebut.
Rea pun menghampiri sang ibu yang sudah lemas "Bu, ingat jangan pernah menutup mata ibu ya sesakit apapun itu jangan tutup mata ibu," ucap Rea dan diangguki ibu tersebut yang sangat lemas.
Rea pun menggulung rambutnya dan mengambil beberapa peralatan yang ada di tasnya "Dok apa kainnya seperti ini?" tanya sang supir yang menunjukkan kain tersebut.
"Iya bisa pak tolong bantu saya mengikat ke sisi bus bagian belakang pak," ucap Rea dan diangguki oleh sang supir.
Rea pun mengikat tali tinggi-tinggi namun ia tidak bisa menggapainya "Biar saya bantu," ucap seorang pria dan langsung mengambil kain tersebut.
Rea tidak menanggapi pria tersebut dan memberikan kain tersebut lalu menuju ke arah ibu yang sudah kesakitan hingga kain selesai dipasang untuk menutupi mereka terpasang Rea langsung segera memulai mengeluarkan bayi tersebut.
Dari luar semua orang bisa mendengar bagaimana suara ibu tersebut saat melahirkan "Ayo Bu sebentar lagi," ucap Rea.
"Dok saya gak kuat," ucap ibu tersebut.
"Gak ibu kuat ayo sebentar lagi," ucap Rea.
Setelah beberapa saat kemudian bayi tersebut pun lahir dan berapa bahagianya semua penumpang hingga bersorak ria. Rea segera memandikan bayi tersebut dan memakaikannya kain untuk membungkus bayi tersebut dan memberikannya pada sang ayah. Namun Rea belum selesai karena sang ibu sangat lemas dan mengalami pendarahan setelah membersihkan sang bayi Rea pun keluar.
"Dok ini anak saya," ucap suami dari ibu tersebut.
"Iya pak tolong jaga bayi ini," ucap Rea.
"Terus istri saya bagaimana dok?" tanya suaminya.
"Saya akan usahakan yang terbaik, tapi bapak harus mulai ikhlas," ucap Rea.
Ucapan Rea tentunya membuat suami dari ibu tersebut khawatir dengan keadaan istrinya.
Rea mulai melakukan pemeriksaan hingga sekitar 2 jam lamanya Rea didalam yang membuat semua orang khawatir, Rea sendiri selesai menghentikan pendarahan namun tidak akan lama dan untungnya sang ibu baik-baik saja, setelah itu Rea keluar dengan lemas.
"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya suaminya.
"Istri bapak tidak apa-apa tapi istri bapak harus segera ke rumah sakit untuk perawatan lebih intens karena kurangnya obat disini," ucap Rea.
"Alhamdulillah," ucap semua orang yang ada di sana.
"Pak, kalau boleh tahu kira-kira berlama ya kita bakal sampe ke tempat yang kiranya ada fasilitas kesehatan?" tanya Rea.
"Kira-kira 20 menit lagi dok. Soalnya ini tempat terakhir yaitu desa Trikala," ucap supir dan diangguki Rea.
Rea dapat memastikan beberapa menit agar ia memeriksa pasien yang saat ini masih mengalami pendarahan ringan.
Sang supir pun mulai mengendarai busnya dan Rea duduk dibawah karena merasa lemas "Wah ternyata nak Rea seorang dokter ya keren," ucap Bu Hani dan Rea hanya tersenyum lalu ia mulai terlelap hingga tiba-tiba seseorang menaruh sesuatu diatas tubuh Rea dan membuat Rea terkejut lalu membuka matanya.
"Maaf, saya membangunkan Anda. Saya hanya memberikan anda selimut, saya lihat anda berjuang untuk menyelamatkan ibu dan bayi tadi, jadi saya ingin memberikan ini supaya anda nyenyak tidurnya," pria yang berada tepat di hadapan Rea.
"Terima kasih ... ," ucap Rea tergantung dan seperti menanyakan sesuatu pada pria tersebut.
Pria itu yang paham dengan maksud Rea pun segera tersenyum, "Alan, panggil saja Alan," ucap Alan dan diangguki Rea.
"Iya, terima kasih Alan," ucap Rea.
Ya, pria itu adalah Alan suaminya sendiri, Alan hanya tersenyum saat berada di hadapan Rea. Ia tidak menyangka jika perempuan yang berada di depannya adalah istrinya sendiri, perempuan yang ia nikahi beberapa hari yang lalu dan saat ini ia dipertemukan dengan perempuan tersebut.
Alan memang sengaja menjemput Rea, tadi saat tim relawan datang Alan tidak melihat kedatangan Rea dan sengaja mengabsen Rea, tapi para relawan lain tidak ada yang tahu karena Rea dihubungi tidak diangkat. Karena khawatir Alan pun menelepon Bunda Nara dan mengatakan jika Rea masih tidur karena Rea sedang siap-siap karena dia kata Rea dia baru berangkat jam 9. Benar dugaan Alan pasti ada yang sengaja mengatakan itu pada Rea dan alhasil Rea terlambat.
Alan ingin bersikap biasa, tapi sungguh tidak bisa setelah beberapa jam. Alan pun ikut salah satu anak buahnya yang akan ke pusat komando, Alan menunggu di salah satu tempat pemberhentian bus beberapa menit setelah itu barulah ia melihat bus dari kota dan ia melihat tidak ada Rea hingga beberapa jam kemudian Alan kembali melihat bus dan syukurlah ia melihat wajah istrinya yang sedang berbicara dengan seorang ibu-ibu.
Saat tengah memperhatikan istrinya itu tiba-tiba terdengar suara perempuan berteriak kesakitan dan ternyata perempuan tersebut akan melahirkan, di sana Alan melihat Rea yang membantu perempuan tersebut. Alan tersenyum saat melihat betapa seksinya istrinya itu saya mengikat rambutnya ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya.
Sampai beberapa jam setelah semua selesai Alan dapat melihat Rea yang terlihat lelah dan Alan membuka jaket yang ia kenakan untuk menutupi tubuh Rea karena keringat yang membasahi tubuh Rea hingga menampakkan beberapa lekuk tubuhnya. Tentu saja Alan tidak rela jika tubuh indah Rea dilihat oleh banyak orang dan untungnya Rea tidak menolaknya.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Mariksa
Dimana mana setiap calon dokter pasti ikut koas dan pasti sudah belajar dan praktek juga di berbagai stase, baik stase obgyn, bedah, Jiwa, Anak, radiologi, dll. pasti tau dasar dasarnya di semua bidang kedokteran. lha ini si Rea aneh banget kayak nggak tau apa apa gitu, padahal sebelum melanjutkan pendidikan di spesialis bedah, dia harus lulus di masing masing Stase kedokteran. Aneh banget si Rea. wkwk.. jadi gemes
2024-02-28
0
madam_sosin
degdegan aslinya serasa gimana gitu setelah nyimak rame juga walau banyak novel date line yg di baca ,,,,,
2022-10-31
2
dekk du
uhui jatuh cinta pada pandangan pertama ini,,,,
2022-07-09
1