revisi -
#
"Kayaknya kalau untuk sekarang Rea masih belum siap deh, Bun. Bilang ke Qilla sama Nina," ucap Rea.
"Terus kamu mau bilang semuanya kapan?" tanya Bunda Nara.
"Rea juga gak tahu kapan, tapi Rea bakal usahain secepatnya buat bilang ke mereka," ucap Rea.
"Saran Bunda sih kalau bisa jangan sampai mereka tahu dari orang lain, Bunda cuma takut mereka nganggep kamu gak nganggep mereka sahabat makanya kamu sembunyiin semuanya dari mereka," ucap Bunda Nara.
"Semoga aja mereka gak berpikiran kayak gitu dan ngertiin Rea," ucap Rea.
"Ya, semoga," ucap Bunda Nara.
Pembicaraan antara Bunda Nara dan Rea terus berlanjut, banyak yang mereka bicarakan mulai dari perkejaan Rea hingga kembali membahas mengenai calon suami Rea. Saat sedang membahas calon suami Rea tiba-tiba terdengar suara perempuan yang menirukan suara anak kecil pun menarik perhatian mereka berdua dan mereka menatap perempuan yang baru saja datang bersama anak kecil.
"Kaif, lucu banget sih anaknya aunty ini," ucap Rea dan mengambil Kaif dari gendongan Gia.
"Iiih, Kakak Ma. Bilang dong kalau mau ambil Kaif kan Gia jadi kaget tahu," ucap Gia.
"Hehehehe." Rea hanya menunjukkan senyuman manisnya pada Gia.
"Ini kok lucu banget sih anaknya aunty polos gemes aja pengen culik," ucap Rea.
"Jangan diculik dong kan nanti kasihan Kakak gak punya anak kalau kamu culik," ucap kak Inez.
"Kan Kakak bisa bikin lagi yang lucu kayak Kaif," ucap Rea.
"Kok Kakak sih yang bikin, harusnya kan kamu yang bikin sama suami kamu nanti. Kakak yakin deh kalau nanti kalian berdua punya anak pasti anaknya ganteng atau gak cantik soalnya kalian berdua itu ganteng sama cantik," ucap Kak Inez.
"Apa sih Kak Inez ini bikin Rea terbang aja," ucap Rea.
"Loh, Kakak beneran ini," ucap Kak Inez.
"Kak, menurut Kak Inez antara Kak Rea dan Gia siapa yang paling cantik?" tanya Gia.
"Kok pertanyaannya gitu sih, ya cantikan Kak Inez lah," ucap Kak Ray.
"Yeh, Kak Ray mah. Kan pilihannya cuma dua antara Kak Rea apa Gia," ucap Gia.
"Sekarang Kak Inez tanya ke Gia, Gia udah punya pasangan belum?" tanya Kak Inez.
"Belum," ucap Gia.
"Itu artinya lebih cantikan Kak Rea, soalnya Kak Rea udah punya pasangan dan mau nikah," ucap Kak Inez.
"Kakak mah jangan bawa-bawa pasangan, kalau itu mah Gia udah kalah. Maksud Gia itu dari wajah," ucap Gia.
"Dua-duanya cantik karena sama-sama anak Bunda sama Ayah," ucap Bunda Nara.
"Ish, Bunda mah gak asik. Udah ah Gia mau ke kamar aja," ucap Gia.
Belum sempat Gia berjalan menuju kamarnya, Rea terlebih dahulu menghentikan langkah Gia.
"Kamu jangan ke kamar mendingan kamu ikut Kakak aja," ucap Rea.
"Ikut Kakak? emangnya Kakak mau kemana sampe ngajak Gia?" tanya Gia.
"Kita main ke taman sama Kaif aja gimana?" tanya Rea.
"Hem, boleh deh daripada di rumah Gia juga pusing mau ngapain," ucap Gia.
"Temen kamu gak ada yang ngajak keluar?" tanya Kak Ray.
"Hana lagi liburan ke kebun binatang makanya Gia gak keluar sama dia," ucap Gia.
"Kenapa kamu gak ikut Hana aja?" tanya Bunda Nara.
"Gak ah, soalnya Gia udah tahu gimana bentukannya kebun binatang, jadi males kalau ke sana. Mendingan ke mall atau kemana gitu," ucap Gia.
"Masih kecil jangan suka nge-mall muluh," ucap Kak Ray.
"Biarin sih, Kak. Mumpung masih muda, jadi harus dimanfaatkan dengan baik, biar nanti pas udah tua gak nyesel gitu," ucap Gia.
.
Disisi lain seorang pria yang tengah asik bergelut dengan peralatan olahraganya tengah fokus dengan kegiatannya hingga suara perempuan yang ia sayangi memecahkan fokusnya.
"Kamu gak mau balik ke kamp militer kan?" tanya Mama Dira.
"Gak, Ma. Kan Mama udah larang Alan buat kembali ke kamp militer sampe Alan nikah nanti," ucap Alan.
"Bagus, Mama gak mau terjadi apa-apa sebelum pernikahan kamu," ucap Mama Dira.
"Oh iya, kamu pasti belum tahu gimana wajahnya calon istri kamu kan. Ini kemarin pas lamaran Mama di kasih foto sama Nara," ucap Mama Dira dan memberikan sebuah foto perempuan yang menggunakan pakaian dokter.
"Namanya Rea, cantik ya dia. Dia itu ternyata seorang dokter loh di Daiva General Hospital, kamu simpan deh fotonya, kamu pasti kan gak tahu wajahnya," ucap Mama Dira.
"Kemarin kan pas lamaran foto dia udah ada di ruang tamu, Ma," ucap Alan.
"Gapapa, buat kamu jadiin foto di dompet kamu aja kalau gitu," ucap Mama Dira.
"Mama juga dapat kabar kalau Rea itu gak pernah deket dan pacaran gitu, jadi bisa dibilang kamu itu cowok pertama bagi Rea. Sebenarnya kalian itu sama loh soalnya gak pernah deket sama lawan jenis eh sekalinya deket malah langsung nikah," ucap Mama Dira.
"Apa sih, Ma. Udahlah Alan gak mau bahas ini," ucap Alan.
"Kamu mau kemana memangnya?" tanya Mama Dira.
"Alan mau lanjut olahraga," ucap Alan.
"Lan, tubuh kamu itu uda bagus loh, emangnya kamu gak capek apa olahraga terus, Mama aja yang ngelihat capek," ucap Mama Dira.
"Alan udah terbiasa, Ma. Lagian Alan juga harus tetep ngejaga tubuh Alan bukan, Alan itu bekerja dengan tubuh Alan, jadi mau gak mau tubuh Alan harus tetap terjaga," ucap Alan.
"Yaudah, Mama kalah lagi kalau bicara sama kamu. Oh iya, kamu sama Rea nanti kalau udah nikah rencananya mau tinggal dimana?" tanya Mama Dira.
"Kemungkinan Alan akan tinggal di apartemen atau rumah dinas," ucap Alan.
"Kamu gak ngajak Rea untuk tinggal di kamp tempat kamu tugas?" tanya Mama Dira.
"Gak, Ma. Rencananya sih Alan bakal tetap di sini, lagian Rea juga seorang dokter kan. Kasihan kalau dia harus bolak balik ke rumah sakit," ucap Alan.
"Terus kamu yang bakal bolak balik dong?" tanya Mama Dira.
"Iya, nanti akan bakal bolak balik atau gak nanti Alan minta pemindahan tugas ke pusat militer yang lebih dekat dari kota," ucap Alan.
"Lan, kamu tahu gak dengan tindakan kamu ini buat Mama baper," ucap Mama Dira.
Alan hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Mama Dira, bagi Alan memang tidak terkejut mendengarnya karena Mama Dira sering mengatakan hal-hal yang berlebihan.
"Tapi, bukannya komandan kamu itu pernah jodohin kamu sama anaknya ya?" tanya Mama Dira.
"Ya, dulu pernah sih, tapi Alan gak terlalu ngurusin itu," ucap Alan.
"Kalau nanti permohonan pemindahan kamu ditolak gara-gara kamu udah punya istri gimana?" tanya Mama Dira.
"Yaudah, kalau gitu Alan bolak balik pangkalan militer ke kota," ucap Alan.
"Bukannya jauh," ucap Mama Dira.
"Ya, mau gimana lagi," ucap Alan.
"Kenapa kamu gak coba bilang ke Rea soal ini, siapa tahu nanti dia mau pindah atau berhenti," ucap Mama Dira.
"Nantilah Alan coba bilang ke Rea, tapi Alan yakin pasti sulit bagi Rea buat ninggalin pekerjaannya apalagi dia kan seorang dokter," ucap Alan.
"Dicoba dulu," ucap Mama Dira dan diangguki Alan.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
AZzahSya❤
jangn disuruh berhenti doong reanya, kan kasian🤔😏 lagian jd ky egois gtu mmntingkan prasaan nya drpd prasaan org lain, hrsnya dibicarain baik2 brdua br bs mnjaga prasaan msing2 itu lah gunanya komitmen dlm rmh tngga.
2022-06-05
0
༄༅⃟𝐐𝗧𝗶𝘁𝗶𝗻 Arianto🇵🇸
apa gk nikah kantor dl y kl tentara itu...
2022-04-30
0
🅶🆄🅲🅲🅸♌ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠
pekerjaan dokter itu mulia jgn smp berhenti lah..tapi kl dh nikah prioritasnya hrs berubah...keluarga no.1 namun lihat sikon juga pastinya
2022-04-21
0